
happy reading all
bismillah....
.
.
.
.
mobil melaju priscil menyalakan pemutar musik serasa kembali muda ,,,,, catatan priscil tidak suka disebut tua tapi kurang muda saja hihihi
ia memutar lagu seperti lagu lagu ngebeat lalu keempat ukhti mengangguk anggukan kepalanya sambil ikut bernyanyi ria
"hahahha kalo Yanda sampe tau kita kaya begini habis bunda kena marah ..."ucap Rai membuat ibunya itu tersenyum nyengir
tanpa disadari di belakang mereka sebuah mobil berwarna silver sedang membuntuti walaupun jaraknya terhalang beberapa mobil
akhirnya priscil memarkirkan mobilnya di parkiran sebuah mall ....yang pertama mereka serbu adalah tempat food court mereka berjalan sambil melihat lihat barang barang di deretan toko
"kang kita seperti ini apa tidak akan membuat orang-orang curiga...ucap uzi
mereka memakai topi ,masker plus kacamata
"akkhhh anta ini liat tuh semua orang ngira kita bertiga *******..." tambah Haikal
"ya sudah kita memakai topi dan kacamata saja " kakang membuang maskernya
mereka berjalan mengendap-endap di belakang para wanita ini saat diantara mereka sedikit menoleh ke belakang maka mereka pun akan berpura-pura memilih milih barang disekitarnya
"oke kita mau makan apa nih...."
"makanan jepang saja bun...."ucap Syifa
"boleh tuh....." tambah Rai
"ana ikut saja...."
" na'am kalau begitu..."
mereka masuk ke dalam restoran jepang lalu melihat lihat menu dan memesan
ketiga cogan ini pun ikut masuk dan memilih tempat yg tidak terlalu jauh namun tersembunyi dan memesan makanan sambil mengamati target mereka
"haaa kita sudah seperti detektif saja..." dengus uzi membuka topi dan kacamata
"agen 008....." jawab Haikal
" gini nih kalo ngikutin egonya orang yg sedang kasmaran... bawaannya ga mau jauh..."ucap Haikal tak sadar
"memangnya anta tidak ,???" jawab kakang membalikan kata
"oh ya sya besok gue balik Jakarta ada urusan yg musti gue urus gue titip calon jodoh gue ya..." ucap Haikal
"hahahhaha Rai....ya elah Rai mah ga perlu dijagain justru ukhti yg sering bikin ana babak belur anta tidak lihat pipi ana masih aga memar akibat tamparan ukhti..."kakang menunjukan pipinya yg ditampar Rai tempo hari
uzi dan haikal terkekeh mereka kembali fokus pada keempat wanita yg mereka intai sambil makan...
"bun...habis ini kita kemana ???" tanya Syifa
"emmmm...terserah bunda ikut saja anak muda...." jawab Priscil
mereka menyelesaikan makannya mereka menuju ke sebuah booth foto box kakang and the geng bersembunyi di sela sela toko baju
sudah seperti mata mata Rusia saja mereka
tak lama mereka masuk ke toko aksesoris,dan game station pokonya hari ini mereka menghabiskan hari dengan bersenang-senang....
waktu menunjukan sudah masuk waktu Ashar , priscil memutuskan mengajak para gadis ini untuk pulang mengingat saat nanti pulang wajah Azam akan terlihat masam bila lebih lama lagi ....
" hey ladies ayo kita pulang kalian tidak mungkin mondok disini kan...bunda harus segera pulang kalau tidak nanti wajah yanda sudah seperti "peuyeum Bandung"..... ucap Priscil
__ADS_1
"hahahahha" tawa ketiga gadis ini pecah
" asem beralkohol dong bun...."jawab Vani
"lembek...." tambah syifa
" tapi manis...." sahut Rai
priscil mengangguki jawaban ketiga gadis ini
mereka turun ke parkiran tapi tiba tiba saat hendak masuk dan membuka pintu mobil datang segerombolan preman dan jambret hendak merampas harta yg mereka bawa
"ckckck ... lihatlah jalu .. ....mereka gadis gadis cantik alias neng geulis...."
"iya...kami tidak akan kasar serahkan dompet dan ponsel kalian juga perhiasan atau...." si penjambret menarik Vani dan mendekapnya dengan satu tangan Rai sebenarnya sudah bersiap siap dengan kuda kudanya
kakang dan yg lain mengekor di belakang masih memantau namun tetap sudah bersiap-siap posisi mereka lebih mendekat
"oke....tapi lepaskan anak saya..".ucap priscil hendak merogoh tas nya
" jangan bunda..."ucap Rai dan Syifa
sedangkan Vani sudah terengah-engah
Vani menggigit lengan si penjambret setelah ia mengaduh dan melonggarkan dekapannya Vani buru buru melepaskan diri , Rai langsung beraksi menendang dan menonjok mereka satu persatu tak lupa mengunci pergerakan mereka namun rok yg dipakainya membatasi pergerakannya...
"anta lihat kan kal.... Rai itu seperti apa...jangan macam-macam anta kal..."
Rai menyikat keempat penjambret itu dengan tanpa kesusahan namun tetap saja tenaga perempuan dan laki-laki berbeda apalagi dengan pergerakan nya yg terbatas Rai terfokus pada dua penjambret yg masih bisa berdiri namun satu yg sudah jatuh kini bangkit dan mencuri kesempatan di tengah kelengahan Rai dengan sigap dan refleks Syifa melayangkan sebuah helm yg terdapat di parkiran
ga tau helm siapa syifa asal comot aja ππππ yg merasa helmnya hilang maafin syifa ya...
syifa meraih helm yg menggantung di motor yg ada di parkiran lalu memukulkannya pada kepala si penjambret yg hendak menyerang Rai dari belakang
" bukkk.... rasain loe....itu namanya jurus hantaman helm orang......" syifa memukulkan helmnya beberapa kali
"bukk...
"buk...
"haaaa pusing pusing deh loe....." kesal syifa
priscil menelfon kantor polisi sedangkan Vani memanggil security mall dan petugas parkir
satu orang lagi membawa pisau lipat hendak menusuk syifa dan Rai dari arah samping namun priscil yg sudah selesai menelfon langsung menendang tangan si jambret hingga pisau itu terlempar jauh entah kemana dan kembali menendang dengan memutar hingga si jambret tersungkur lalu menarik kerah kaos si jambret sampai tertarik lalu menghempaskan nya ke dinding pembatas parkir , akhirnya Vani datang bersama security dan petugas parkir yg baru selesai istirahat lalu mengikat mereka di tembok hingga polisi yg ditelfon datang
"wahhhhh ckckckckck keren sya....gue baru liat srikandi-srikandi ponpes Al amanah..."ucap Haikal
" gue makin cinta sama Rai..." tambahnya kagum
"apa ana bilang..bunda dan Rai tidak perlu dikhawatirkan yg harusnya dikhawatirkan itu Vani dan Syifa.. " ucap kakang
"sepertinya mereka harus dipaksa mengikuti ekskul bela diri...kang..."ucap uzi
kakang mengangguk
para pengunjung mall yg melihat keributan berdecak kagum melihat aksi mereka apalagi mereka ukhti dengan paras yg jelita membuat seseorang mendekati Rai
"sorry boleh tau siapa namanya ???"seorang laki-laki berparas lumayan tampan mendekati ketiga gadis yg tengah berdiri di dekat mobil priscil tak lupa ia juga meminta nomer ponsel ketiga gadis ini
Haikal dan kakang yg melihat hendak mendekat ingin rasanya menghajar si laki laki genit itu namun uzi menarik kerah jaket mereka
"waahhhh berani beraninya tuh akhi minta dihajar..."ucap kakang kesal
"wahhhh Rai gue tuh enak aja main ngajak kenalan..." Haikal mengepalkan tangan meninju ninju ke telapak tangan sebelahnya
"eiittsss anta berdua mau kemana " tarik uzi membuat langkah kakang dan Haikal tertahan dan tertarik ke belakang....
" mau kasih akhi pelajaran lah" ucap mereka
"anta berdua mau aksi kita ketahuan bunda dan yg lain hahh bukan akhi itu nanti yg babak belur tapi kita bertiga yg jadi santri penyet..." jelas uzi
"maaf bu bisa ikut kami ke kantor polisi untuk memberikan keterangan ...." ucap polisi
__ADS_1
"na'am pak insyaallah dengan senang hati..."
priscil meraih ponsel dan menelfon Azam
"assalamualaikum...by...."
"wa'alaikumsalam...bunda masih dimana ??? tidak ingat punya suami ya???"
"by...bunda di kantor polisi....
"haaaa....
akhirnya Azam menyusul mereka ke kantor polisi menemani priscil dan ketiga gadis itu
mereka pulang berbarengan dengan kakang cs,tanpa sadar Azam keceplosan
"anta bagaimana sih kang antum bertiga kan mengikuti bunda dan yg lain kenapa diam saja saat bunda dan yg lain menghadapi jambret..."Azam marah
pernyataan Azam barusan sudah menarik pemantik bom yg siap meledak
"apa?????" pekik keempat ukhti ini
"astagfirullah...yanda keceplosan...aseef..." ucap Azam yg segera menyadari
ketiga cowo ganteng ini menarik nafas dan membuangnya pelan tanda pasrah dan menepuk jidat mereka
"ohhhhh jadi....ngikutin...."ucap Syifa, Rai dan Vani dengan mata mengkilat bak pisau..
"yanda yg suruh bun...."sanggah kakang sambil menunjuk ayahnya agar sama sama ikut dihukum karena ia merasa ikut andil atas bencana yg sebentar lagi akan datang
"apa..enak saja bawa bawa yanda...yanda tidak ikutan...."bela Azam
priscil menyipit mengingat kejadian dulu
" enaknya digimanain bun...." tanya Rai
"ampun Rai ini ide kakang dan om ustadz...." ucap Haikal memperkeruh suasana
"apa anta ini.... anta pun sama saja jangan cuci tangan anta kal...."
mereka bertiga berdebat uzi mengambil kesempatan dengan beranjak pelan pelan dan melangkah mengendap endap hendak keluar dari sana berharap ia lolos ....
"anta mau kemana zi...."priscil menahan lengan uzi disaat ketiga akhi di depannya tengah berdebat
" hehehehe bunda ana kebelet Bun..."cengir uzi
priscil membawa Azam dan ketiga cowo ini ke kolam renang dan menyuruh mereka membuka pakaian mereka mengingat kembali kejadian dulu saat ia dan teman-temannya dihukum menahan nafas oleh pa Hendra , Rai dan kedua csnya dan tertawa cekikikan seperti akan menonton film box office mereka berseru kegirangan kapan lagi melihat keempat akhi idola ponpes dikerjai habis-habisan
"buka pakaian anta semua "
"bun atuh bun....diliatin ukhti malu bukan muhrim bun...."ucap kakang melihat syifa dan yg lain sudah cekikikan
"bun...aurat bun...." tambah uzi
Priscil tetap teguh pada pendirian "turun!!!!"
"bun besok Haikal akan pulang bun nanti masuk angin kalo berendam malam malam..." kilah Haikal
" nanti bunda kasih anta tolak bala eh...tolak ang*n buat usir angin..."
"huuu angin lihat anta langsung kabur kal..."pekik Rai
" khumai masa tega sama hubby sih..." ucap Azam
" hubby itu harusnya menjadi contoh yg baik untuk anak-anaknya bukan malah menyuruh dan mendukung yg tidak tidak,, cepet ....by..."
priscil bersidekap
saat keempat cowo ini membuka celana panjangnya dan menyisakan boxer lalu membuka kaos nya menampilkan tahu kotak kotak di perut mereka
para gadis menutup mata "aaaaa...."
keempat akhi ini masuk kolam renang lalu priscil mulai menghitung....
__ADS_1
ckikikikik...sil...sil....tega anti sil....
TBC π