
happy reading all π
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
jangan berfikir kakang mengacak rambut frustasi dan duduk di depan pintu UGD ,... karena ia tidak sedang begitu justru ia sedang mencoba mengadukan masalahnya pada Tuhannya Allah SWT
kakang bersimpuh selepas sujudnya di waktu Ashar menjelang ...
sekali ini saja ia ingin egois meminta permintaan nya dikabulkan oleh sang maha mendengar (As sami)
, setelah ia dapat mengontrol emosi nya ia kembali ke depan ruang UGD disana sudah nampak orangtua Syifa ,,,
" om Rio....maafkan ana om...." kakang menunduk
kang sya takut pak Rio murka padanya karena kejadian ini "Rasya sudahlah ,namanya juga musibah tidak ada yg menginginkannya ...." tak disangka pak Rio tidak menyalahkan nya karena tidak bisa menjaga putrinya
" tapi ana lengah menjaga Syifa , om...."
" ko masih om saja sih panggilnya ....." ucap pak Rio
" eh...iya pah..."
" papah sudah bilang ini semua sudah menjadi kehendak Allah...." ucap pak Rio
Azam dan priscil kembali ke RS
"bagaimana yanda ???" tanya kakang...
"assalamualaikum....."
" eh wa'alaikumsalam...aseef yanda..." ucap kakang yg sampai lupa mengucapkan salam saking penasarannya
" Alhamdulillah ...urusan di kantor polisi hari ini sudah selesai ,bunda pun sudah memberikan kesaksiannya ,tapi gelang khitbah Syifa belum bisa diambil masih akan dijadikan barang bukti dalam proses olah TKP...dan rekontruksi..." ucap Azam
"Alhamdulillah......" ucap semua
" bisa antar saya kesana,zam..." pinta pak Rio pada Azam
" Ana ikut ke kantor polisi yanda ..." ucap kakang yg rahangnya sudah mengeras menahan emosi yg sudah tak terbendung lagi ia sudah siap menghantam semua yg ada di depannya bahkan seandainya orang yg sudah menusuk Syifa berada dihadapannya orang itu akan terkapar detik itu juga (waduhhh seremnya...)
Azam yg sudah mengetahui perangai anaknya ini mencoba menenangkan emosi kakang "anta tidak perlu kemana mana kang lebih baik anta disini saja saat ini Syifa membutuhkan anta ...." ucapan Azam tak mampu meredamkan emosi kakang
__ADS_1
" insyaallah ana tidak akan emosi ,yanda...." kakang mencoba membujuk sang ayah
" na'am, insyaallah besok ana akan kembali kesana untuk melengkapi berkas ..." ucap Azam
" keluarga nona Syifa...." ucap seorang dokter
"iya saya ayahnya...." ucap pak Rio yg mendekat
" bisa kita bicara sebentar...."
selepas kembali dari ruang dokter ,pak Rio hanya diam seribu kata ia duduk masih mencerna kata kata dokter barusan ,jangan fikir Syifa kekurangan darah trus stok darah di RS ini habis... RS selalu mempunyai stok darah yg cukup apalagi golongan darah Syifa adalah A , karena stok nya banyak namun yg membuat pak Rio cemas dan sedih adalah masalah yg ditimbulkan dari pendarahan hebat dan bekas luka tusukan yg pisaunya dicabut secara sembarang itu membuat luka menganga sepanjang 7 cm dan melukai beberapa pembuluh darah arteri
Syifa mengalami koma sampai waktu yg tak dapat ditentukan ....tubuhnya lemas tak bertenaga ,melihat kondisi ayah Syifa kakang dan yg lain sudah tau bagaimana kondisi syifa saat ini .
Azam memutuskan menyuruh Priscil dan yg lain pulang ke rumah ,apalagi melihat kondisi Priscil yg sudah kelihatan sangat lelah dan syok
kini hanya tinggal ada Azam,kakang dan pak Rio saja di RS ,pak Rio menceritakan keadaan Syifa pada Azam dan kakang ,emosi kakang kembali mendidih mendengar kondisi Syifa
Syifa dipindahkan ke ruang ICU (intensif care unit) kini dress indah nya berganti menjadi pakaian rumah sakit ,wajahnya yg pucat dengan semua alat rumah sakit menempel di badan mungilnya ,
"pah... Yanda ijinkan kakang menemani Syifa sampai sembuh...." pinta kakang
"tapi kang... sekolah mu...."
"boleh nak ,namun papah minta kamu juga tidak meninggalkan sekolah mu , begini saja kita bergantian untuk menjaga Syifa..." ucap pak Rio
"ana setuju dengan usul mas Rio..." ucap Azam
pak Rio dan kakang bergantian masuk ke ruang Syifa menatap tubuh mungil yg biasanya tak mau diam alias pecicilan kini hanya berbaring tanpa melakukan apa-apa, seperti ukhti tertidur sangat pulas dan entah kapan akan bangun lagi ,
beberapa tetes air mata keluar dari mata pak Rio melihat anak gadisnya yg sering membangkang dan terkenal bandel ,diam tak bergerak memejamkan mata indahnya
" yanda sebaiknya Yanda mengantar papah Syifa pulang biarkan kakang saja yg menjaga Syifa untuk hari ini " pintanya
"na'am ...."
pak Rio dam Azam pamit pulang ,kini kakang tinggal sendirian bersama Syifa
kakang mengambil posisi di sebelah syifa ia menatap lekat wajah syifa ,gadis yg beberapa waktu lalu ia khitbah dan sudah resmi menjadi makhtubahnya
kakang berharap Syifa akan bangun dengan segera kembali lagi menjalani aktivitas seperti biasanya
"fa....ana tidak minta apapun sekarang ana hanya ingin anti buka mata anti fa...."
kakang membaca sholawat nabi yg dilantunkan sangat merdu ....
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
keesokannya , Priscil bergantian menjaga Syifa ,karena hari ini Azam,kakang dan pak Rio akan ke kantor polisi ,setelah sebelumnya kakang ijin sekolah
emosi yg sudah memuncak tak dapat lagi terbendung saat beberapa orang bertubuh kekar dan bertato mulai keluar dari dalam sel dengan tangan terborgol ,kakang maju dan memberikan bogeman mentahnya dengan tenaga yg full hingga salah satunya tersungkur dan mengeluarkan cairan merah...semua terkejut pasalnya kakang menyerang secara tiba-tiba
"tahan kang.... istighfar..." tahan Azam
mata kang sya masih mengilat menatap tajam ,polisi pun melerai " tahan pak ,saudara tidak boleh seperti ini..." ucap si polisi...
"maaf pak,maafkan anak saya..." ucap Azam
Azam membawa kakang duduk " anta sudah berjanji ....yg sudah ya sudah kang ,,,dengan anta memukulnya bahkan sampai akhi tewas pun tidak akan membuat Syifa terbangun...."
"astagfirullah.......aseef yanda...ana keluar dulu ana ambil air wudhu saja..." ucap kakang
__ADS_1
"na'am..." Azam mengangguk
pak Rio tak kalah emosi namun ia masih dapat mengontrolnya
akhirnya urusan hukum sudah selesai , Azam menyerahkan semuanya pada pak Harto pengacara pribadinya
"sebaiknya ,kita ke rumah sakit saja menemani bunda disana..."
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
terhitung sudah seminggu Syifa terbaring di RS sejak kejadian di hari khitbah mereka ,kakang tak pernah seharipun akhi absen menemani Syifa ,setiap ia pulang sekolah ia akan pulang ke RS bergantian dengan Priscil,kadang pak Rio dan Risa ataupun Rai dan Vani.....
" kang sudah pulang ??" tanya Priscil
" Alhamdulillah udah dong bun,,,,kalau belum berarti ini siapa dong...." canda nya pada Priscil
"jin.... jawab ibunya
" iya jin tampan..."
" setampan tampannya jin tetaplah makhluk halus kang...sana ganti dulu seragammu lalu makan ...."
"iya bun,,,,"
para perawat saling berbisik di belakang mereka " aduhhh so sweet nya udah ,ganteng,kaya,sopan , baik dan setia pula...." ucap mereka
" iya setiap ku lihat ya dia lagi bacain ayat suci Alquran kadang juga solawat nabi,suaranya itu sha....menggetarkan jiwaaa....."
"iya dia masih muda pula... SMA,na...liat saja setiap dia kesini dia memakai seragam putih abu...."
" katanya yg sedang koma itu tunangannya...."
" masih SMA udah tunangan...."
" dijodohin kali..."
begitulah bisik bisik tetangga
setelah kakang berganti pakaian dan makan
" bunda pamit dulu ya...masih banyak kerjaan yg menumpuk...."
"iya bun,syukron...."
walaupun kakang sedang menemani Syifa ia tak lupa dengan tugas dan kewajibannya ia mengeluarkan buku dan mengerjakan tugasnya tak lupa ia mengeluarkan laptop dan mengecek email dari yanda nya masalah pekerjaan ....
ia mengusap wajahnya "astagfirullah....aaaa" kakang sedikit meregangkan otot nya tanda ia lelah
"sudah masuk waktu Ashar ..." gumamnya " fa...aku ambil wudhu dulu ya..."ucapnya pada Syifa yg tak merespon
kakang mengamparkan sajadah ke arah kiblat lalu melaksanakan shalat
" fa.....aku ada sesuatu untuk anti ....." kakang merogoh tas ranselnya dam mengambil sebuah kotak ,sebuah kotak yg sama saat dia mengeluarkan gelang saat khitbah berlangsung
" taaddaaaa.....gelang khitbah anti sudah kembali ,fa ini kan yg anti pertahankan fa...."
kakang mengenakannya lagi pada pergelangan Syifa ,
" fa Syukron karena anti dengan mati matian mempertahankan gelang penandaku atas mu gelang penanda kalau anti adalah makhtubah...gelang penanda harga diriku atas mu ,fa...." matanya menjadi sendu ,kakang menarik nafas panjang lalu menenggelamkan kepalanya di kedua lengannya di sebelah Syifa......memejamkan matanya yg terasa letih
setetes air mata menetes si ekor mata Syifa mungkin ia mendengar dan merasakan setiap perlakuan kang sya
__ADS_1