
happy reading all ππ
.
.
.
.
.
bismillah.
.
.
.
.
.
.
.
.
satu ....
dua......
tiga......
udah kaya anak TK belajar ngitung aja ya kita...ππ
4 hari tidak ada kabar berita dari si bule depok Rai terkadang jengkel sendiri seperti hari ini kaki jenjangnga menuruni anak tangga berkeramik merah dengan malas
"plak...
"plak...
"plak....
suara sendal jepit yg dihentak hentakan ,"assalamualaikum...." ia menghela nafas panjang
"wa'alaikumsalam...."
" ini mukanya ko kusut begini???" tanya Azam sambil memanaskan kembali masakan dari kulkas
" bunda mana ,yanda ??? ko yanda yg masak???" Rai duduk di meja makan memperhatikan ayahnya memakai Appron hitam
"bunda ada urusan ke Bandung....beliau sedang ada meeting penting..." Azam menaruh masakan di piring
"ko ga bilang bilang sih tau gitu ana ikut...." rengek Rai
"bunda tidak lama ko nanti sore yanda jemput..." ucap Azam lalu melepaskan Appron nya
"ana ikut yanda boleh kan...." pintanya
" na'am...boleh ko..."
"syukron yanda...kalo kakang kemana???"
"kakang mengantar bunda..."
" tuh kakang ikut ko Rai tidak diajak???" ia memanyunkan bibirnya
"e..ee...e....itu bibirnya..ko maju jalan..." goda Azam
" anti mengurung diri di kamar beberapa hari ini anti juga kelihatan nya cemberut terus jadi bunda tidak mau mengganggu ," ucap Azam menyendokkan nasi ke mulut nya
Rai menyadari beberapa hari ini ia memang sering kesal dan berdiam diri di kamar apalagi setelah syifa dan Vani pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya .
"apa anti sedang dalam masalah???"tanya Azam melirik Rai
ia menggeleng Azam tau anak gadisnya ini sedang menyembunyikan sesuatu namun akhi tidak mau memaksa
"yanda ...apa.....??? ucapnya ragu "ahhh tak jadi..." ia menggeleng...
Azam menaruh sendok garpunya dan minum "ada apa cerita saja...."
Rai ragu tapi rasa penasaran nya mengalahkan rasa ragu dan malu nya "apa......om Gio atau Haikal memberi kabar ....." Rai memutar mutar sendok dipiring pipinya memerah dan ia menunduk
__ADS_1
"tidak...."ucapan singkat ayahnya membuat hatinya bergetar
tak ada obrolan lagi setelah itu sampai Rai mencuci piring kotor nya lalu kembali ke kamar
sore pukul tiga Azam mengetuk pintu kamar Rai
" Rai...anti segeralah siap siap kita akan ke Bandung..."
" na'am yanda sebentar lagi ana turun..."Rai bergegas bersiap siap
tak lama ia pun turun dan mereka pun pergi
satu jam berlalu mereka hampir sampai di kediaman di Bandung
"tiitt....
"tiittt....
seorang satpam membukakan gerbang
"assalamualaikum pa..."
" wa'alaikumsalam...pa Azam"
mereka masuk diruang tengah sudah berkumpul semua anggota keluarga kecuali bang Hilman yg masih bertugas di Kalimantan...
"assalamualaikum..."
"wa'alaikumsalam....nah ini baru lengkap nih....si kembar azam sama Rai...."ucap bang Jaya dengan rambut yg terdapat beberapa helai uban
"ko... om Azam sama Rai, pah ???" tanya kia yg kini sudah menginjak bangku kuliah ia mengambil jurusan kedokteran seperti papahnya di salah satu kampus ternama di Bandung
"iya lah om Azam itu cool kaya Rai kalau kang sya kaya onoh...noh...." dagunya menunjuk Priscil yg tengah duduk sambil nyemil keripik
"hahahahaha.... tawa mereka pecah
"ehhh cucunya omah satu lagi dateng nih ...," mamah priscil mencubit pipi Rai
"assalamualaikum omah..."salimnya
" wa'alaikumsalam...zam apa kabarnya sehat???"
"Alhamdulillah,mah...mamah apa kabar???"
"Alhamdulillah... ya begitu saja penyakit umur...." ucap mamah Priscil membawa mereka duduk di sofa
"ini by diminum dulu..."
"syukron..."
kakang sedang main PS bersama Kahfi dikamarnya
"sil ,zam kalian berdua ga pengen apa nambah lagi momongan???"pertanyaan mamah membuat priscil membulatkan mata dan Azam tersedak
"uhuk...uhuk...."
namun jawaban bukan datang dari keduanya tapi dari kedua anak kembarnya yg saling bersahutan "engga..!!!!!!" pekik mereka
" tuh...denger kan lu bang..."jawab priscil yg memasukan keripik ke mulutnya
"kenapa engga ???kan punya ade enak apalagi kalo masih kecil gemes....biar kalian ada temennya" pekik bang Jaya
"ga akhh om...Rai ga mau ada kakang saja selalu bikin geger pesantren..."Rai merengut dan melipat kedua tangannya
"kan kakang udah mau lamar akhwat,,om masa masih punya adek...udah ga pantes..." jawab kakang dari dalam kamar
"haaaa lamar apaan....gue dulu kang baru loe. . " jawab Kahfi
"yg ada juga gue dulu.." sahut kia
"ya udah ntar papah nikahin kalian massal...."ucap bang Jaya ngasal...
"dihhh ucapan adalah do'a ya om...." ucap Rai
sedangkan dari dalam kamar kang sya dan Kahfi mengaminkan "aamiin....!!!!"pekiknya keras
para orangtua tertawa
" gua aja 3..."ucap bang Jaya
"gue 2 sih tapi kan 2 kali lahiran..."tambah ka Tyas...
"Azam sih mau mah tapi , Azam masih sedikit trauma dengan kejadian lahiran priscil dulu ..."jawab Azam melirik priscil
"engga gue udah tua bang .."
__ADS_1
" engga sil masih bisa ko sil cuman memang ada resiko lebih tapi banyak ko yg hamil lagi di usia lo, buktinya Airin..." jawab bang Jaya melirik istrinya
" udah ahh ga usah bahas itu lagi..." jawab Priscil...
tiba tiba ponsel Azam bergetar
"drrtt....
"drrttt....
"assalamualaikum...." ia menjauh dari ruang keluarga itu karena aga sedikit berisik
"apa bang... na'am insyaallah malam ini ana kesana ya ..."ucap Azam
ia memijit pangkal hidungnya "astagfirullah..."gumamnya
"kenapa by...." tanya priscil mengusap pundaknya lembut dan memeluknya dari belakang , Azam membalikkan badannya sehingga mereka saling berhadapan
"Haikal khumai...."
"Haikal kenapa by???"
"Haikal di tahan namun akhi menjadi tahanan di kantor polisi..."
"astagfirullahaladzim..ko bisa???"
"nanti saja hubby ceritakan ,hubby ke Jakarta sekarang bersama anak-anak pulang saja ..."
"loh memangnya bang Gio tidak bisa menghandle ???"
"sebenarnya akhi bisa menghandle tapi ia meminta hubby datang kesana karena besok ia harus pergi keluar kota untuk urusan pekerjaan dan ia memercayakan anaknya pada hubby," priscil paham dengan situasi ini bang Gio adalah tipikal orang yg tidak mudah percaya pada orang lain apalagi menyangkut keluarganya
"khumai ikut...by...." pinta Priscil
"tapi ...."
"khumai ikut....titik by..."
"ya sudah kita siap siap ...."
" kang.. Rai ayo siap siap..." ucap Priscil
"lho kok buru buru???"jawab mamah termasuk yg lain menatap heran pada Azam dan Priscil
"ahhh ini mah , Azam masih punya urusan mendadak yg harus diselesaikan..."
"emang ga bisa nunggu besok ya..."ucap ka Tyas
priscil menggeleng
"ya sudah kalau begitu hati hatilah kalian ,padahal mamah masih kangen sama cucu cucu mamah..." peluk mamah pada Rai
"nanti deh omah kakang sama Rai kesini lagi ..."ucap Rai,kakang pun sudah menyudahi permainannya lalu beranjak keluar mereka semua pamit , priscil meninggalkan mobil nya disini karena mereka memutuskan memakai satu mobil ke Jakarta
"lho ko arahnya kesini yanda...ini kan arah Jakarta..." ucap Rai kakang yg baru menyadari pun melihat keluar jendela
"oh iya ana baru sadar...."ucap kakang dari bangku belakang
"kita tidak pulang sayang" ucap priscil
"kita kemana bun..."tanya kakang
"kita ke Jakarta" jawab Azam dari belakang kemudi
"hah!!!!"
"mau apa ke Jakarta yanda??" tanya Rai
"Haikal ditahan di kantor polisi...." jawab Azam
"apa??? astagfirullah....!!!!" pekik mereka berdua
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.