Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
lamaran


__ADS_3

happy reading all πŸ˜™πŸ˜™


.


.


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


.


.


.


.


sebuah mobil mewah memasuki gerbang yg dibukakan oleh mang Darma


"ting....tong....."


"assalamualaikum...."


"wa'alaikumsalam...."


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"hoaaaaammmmm..... astagfirullahaladzim...." Rai merasa bosan, bila terus membaca dia akan segera tertidur disini.


"fa ..... Van .....ana balik saja ke rumah ya lagipula sebentar lagi mau masuk waktu Ashar.." ucap Rai jenuh yg bangun dari ranjang kamar Vani dan syifa


"mau kemana Rai....ko buru buru amat..." tanya Syifa


"ana mengantuk kalo disini terus sebentar lagi ana ada jadwal kajian bersama umi Nurul..."


"oh iya ya ana juga mau bersiap siap dulu "ucap Vani


Rai pun keluar dari kamar kedua temannya ini , menuju rumahnya untuk bersiap-siap shalat ashar lalu mengikuti kajian ...


langkahnya terhenti diambang pintu ,suara bariton yg tidak asing baginya menggema di telinga sedang tertawa bersama bundanya diikuti ucapan suara lembut yg begitu ia kenal.


"assalamualaikum...."


"wa'alaikumsalam...." semua menoleh pada gadis berjilbab ini


"masyaallah...ini dia calon mantu tante...." sambil menyentuh dan mengusap kepala Rai ,ia memberikan senyuman ramah


"nah sekarang dimana Haikal...??" tanya Salsa, Rai menggeleng

__ADS_1


" Kalau Priscil tidak salah , Haikal sedang bersama kang sya di kandang ternak .... "


Salsa dan Gio mengangkat kedua alisnya sejak kapan anak tunggal mereka mau bergumul dengan hewan....


"serius kamu sil...."


"iya bang... Haikal ana suruh menemani Rasya mengurus hewan ternak..." ucap Azam yg baru keluar kamar sehabis bersih bersih,karena baru saja ia kembali dari ponpes


" kalau begitu, Rai tinggal dulu ke atas om,tante...." pamit Rai karena ia akan bersiap siap


"iya sayang...."


tanpa kecurigaan apapun Rai ke atas,setengah jam berlalu Rai turun kembali dengan balutan syar'i berwarna biru dongker dan menenteng sebuah Qur'an dan buku hadist


namun saat di pertengahan tangga ia mendengar sepertinya orang di ruang tamunya kini bertambah ,karena ia mendengar suara Haikal pula dan kakang ,ia pun membelalakan matanya dan diam sejenak terduduk di tangga saat mendengar satu kata dari suara yg ia yakini adalah suara Haikal


" MELAMAR......."


jantung nya berhenti untuk sepersekian detik begitupun nafasnya, namun setelah nya keduanya saling memburu berbalapan.....


Rai tidak ingin mengira ngira yg belum pasti makanya ia tidak terlalu berharap ,ia berusaha menetralkan perasaan nya


langkah kaki berbalut kaus kaki itu sampai di tangga paling bawah , perasaan nya tak karuan ia sebenarnya ragu untuk bergabung namun sebuah suara menghentikan keraguannya


"Rai...sini nak...".pinta Azam yg menyadari kehadiran Rai


"na'am yanda...." gadis berpipi chubby dan bermata bulat itu menghampiri semuanya dan duduk di samping bundanya , Haikal tersenyum melihat Rai


"wah...wah....sudah cantik mau kemana???" tanya Salsa


"mau shalat ashar lalu mengikuti kajian tante..."ucap Rai


"Alhamdulillah.....duuhhh Tante jadi ga sabar...."


"ahhh mamah aja udah ga sabar apalagi Haikal..." ucap Haikal


"pah...."ucap Haikal sambil mengkode pada ayahnya


seketika ekspresi wajah Gio menjadi serius


"baiklah kalau begitu , Rai ....sebenarnya sebelum Haikal balik lagi kesini dia membuat sebuah permintaan pada om,dan hari ini om bersama tante datang kesini untuk memenuhi permintaan nya..." Gio membenarkan posisi duduknya


"permintaan apa itu om???" tanya Rai


"sebenarnya tadi om sudah berbicara mengenai masalah ini hanya saja ayah bundamu mengatakan semuanya terserah pada Rai..." jelas Gio


sontak saja Rai melirik kedua orangtuanya, seakan bertanya kakang yg baru turun dari kamar pun sudah mengetahuinya dan ikut duduk kembali


"ini ada apa sih..."tanya Rai melihat wajah wajah serius keluarga nya termasuk kakangnya tidak biasanya bersikap serius


"Rai di depan keluarga mu dan keluarga ku hari ini aku ingin melamarmu....."ucap Haikal mantap


sontak Rai diam mematung dan melongo ,semalam apa yg dia mimpikan tiba tiba sekarang dilamar seorang pemuda...tidak terfikir olehnya kalau Haikal akan secepat ini melamar nya , bukannya ia tidak terima hanya saja Rai merasa ini terlalu cepat


semua mata menatap Rai seakan semua kini menginterogasinya meminta jawaban ,mata bulat itu mengerjap beberapa kali, AC ruangan tidak membuat hawa hatinya menjadi sejuk ,inikah rasanya dilamar??


"bagaimana jawaban mu nak??"tanya Gio,yaa...mereka semua menunggu suara lembut gadis berjilbab ini


Priscil mengelus lembut punggung anak gadisnya ,ia yakin Rai sudah cukup dewasa dan mengerti mana yg hak dan yg bathil ..


"Rai, Yanda dan bunda tidak pernah memaksakan kehendak pada anak anak kami mau itu kakang ataupun anti apalagi pasal jodoh.... sebenarnya tadi om Gio dan tante Salsa sudah mengutarakan niat Haikal,namun Yanda menyerahkan semua keputusannya pada anti..." ucap Azam memandang manik mata anak gadisnya


"ucapkan saja sayang..."tambah priscil mengangguk memberikan kepercayaan pada Rai ,pandangan Rai beralih pada kaka kembarnya


"tak apa Rai,apa yg membuat anti bahagia kakang dukung..." memang kang sya ini selalu bisa bersikap dewasa dan mengayomi adik kandungnya di saat saat serius seperti ini namun bukan kakang namanya kalau dia tidak mengeluarkan sifat absurd nya


"tapi restuku tidak mengalir begitu saja kal.. anta tetap harus mengalahkan ana " ucap kakang menoleh pada Haikal menciptakan tawa disela sela keseriusan

__ADS_1


" bukan masalah besar sya.."jawab Haikal saling mengadukan kepalan tangan dengan Rasya,rupanya itu tos ala ala mereka membuat Rai menatap jengah melihat nya


Rai menghela nafas panjang " sebelumnya ana berterima kasih pada Om dan tante karena sudah memilih ana yg masih banyak kekurangan ini untuk menjadi menantu rumahnya, begitupun Haikal yg sudah memilih ana untuk menjadi makmum mu ,tapi ana punya beberapa persyaratan untuk anta penuhi,apa anta akan sanggup???" tanya Rai kedua orangtuanya melihat Rai dan menautkan kedua alisnya ,begitupun Haikal dan orangtuanya,,namun Haikal menyunggingkan senyuman mengikuti apa kemauan gadis pujaannya


"baik apa persyaratannya??? insyaallah aku penuhi..."


" ana ingin menyelesaikan pendidikan sarjana dan meraih gelar dahulu di universitas impian ana..." ucapnya menatap kedua orangtuanya ,


"ana juga akan menikah kalau kakang sudah menikah,ana tidak mau melangkahi kakang." kini pandangan nya beralih pada kang sya.


sepertinya itu bukanlah permintaan nya pada Haikal saja "apa anta sanggup menunggu selama itu???" tanya Rai mengalihkan tatapannya pada Haikal dan kedua orangtuanya


Haikal menegakkan tubuhnya melirik ke arah orangtuanya


"nah Haikal bagaimana ???" tanya Azam


Gio membalas tatapan anaknya dan mengangguk "kalau memang itu yg Rai inginkan , insyaallah saya sanggup,om..." ucap Haikal mantap


kakang menatap tak percaya"apakah anta yakin kal???"


"yakin sya.... insyaallah...." jawabnya mantap


"wah ...wah..... Rai.. anti kalau begitu secara tidak langsung anti menyuruh kakang meminang Syifa..."ledek kang sya


" bukannya hampir tiap hari anta melamar syifa atau jangan jangan bukan hanya sama syifa saja,dasar cowo buaya...." gerutu Rai


" astagfirullah....ana bukan buaya Rai ana kadal...".kekehnya


" haaa mengaku..." tunjuk Rai "kalau begitu ana bilang sama Syifa" Rai segera beranjak dari sofa ia berlari ,kakang sontak ikut mengejar "eh jangan... jangan.. ana hanya bercanda Rai..." yang kini malah mereka saling berkejar kejaran


"astagfirullahaladzim...."pekik Priscil beranjak


"antum berdua ...berhenti ....." Rai berlari ke arah Priscil


" ana bilang sama syifa kalau anta mengaku buaya ...." Rai menjulurkan lidahnya sambil menghindari kejaran kakang


" enak saja kalau begitu ana juga akan bilang semua kejelekan anti sama akhi..." ancam kakang balik sontak wajah Rai memerah ia sangat ingat kaka kembarnya ini tau segala hal kini berbalik Rai mengejar kakang


ketiga orang yg tengah duduk bersebrangan dengan Azam ini tertawa melihat tingkah mereka yg membuat Priscil pusing tujuh keliling


"maaf ya bang mereka memang seperti itu..."


"tak apa Zam, "Gio menyeruput kopinya


"iya mereka itu lucu sekali..."tambah Salsa


Haikal sudah tidak aneh dengan kelakuan mereka


" stop...antum berdua ini yg satu sudah dilamar yg satu sudah melamar tapi kelakuannya kaya anak paud...bunda tendang jadi Brad Pitt nih..ahhh...."Priscil menjewer kuping kedua anaknya


"aduduh bun...sakit....." mereka mengaduh "ya udah dengan senang hati tendang deh bun..."goda kakang menunjukan pan*** nya


"kakang...!!!" pekik priscil frustasi


"nah sudah masuk waktu Ashar ...sudah sana pergi ke masjid..."


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2