
guys untuk beberapa hari ke depan mungkin cover dan cast nya akan aku ubah dan hilangkan dulu ya , soalnya aku mau mengajukan kontrak karya jadi maaf kalo liat cover nya jadi berubah jelek atau kurang berkenan tapi nanti setelah lulus akan kuubah lagi ....
happy reading all π
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
"wah wah ....anta kang ,ko ana tak tau ???" tanya Rai
"kenapa??? memangnya harus ya???" tanya kakang balik
Rai mendelik "bunda ana lapar...." rengek Rai
"lapar ya tapi dokter bilang anti harus puasa sayang kan persiapan untuk operasi nanti..."jawab priscil yg tengah dipeluk anaknya ini
Rai menenggelamkan wajahnya di perut sang ibu namun tanpa bergerak karena bagian kakinya yg sakit
"hah rasakan anti sendiri yg berulah ...." ucap kakang
"kruyuuukkk....." wajah Rai memerah malu ,ia bari sadar kalau hari ini ia hanya sarapan sedikit lalu memakan sepotong apel itupun sudah lama ...
"mmppffftt...." semua menahan tawa "anta jangan tertawa... sarkas Rai
"sabar ya..." ucap Haikal
tak lama datang umi ,abi dan yg lain datang membesuk ,ruangan menjadi ramai , Azam sudah menyuruh kakang dan Haikal untuk pulang ..... awalnya Haikal menolak namun ia teringat bahwa sepulang dari pertandingan tadi ia belum mandi ,
"Rai....aku pulang dulu tapi nanti aku balik lagi...sebelum kamu operasi aku sudah disini..."
"ya salamm......!!!" kakang mengusap wajahnya kasar
"na'am " Rai tertawa
π³π³π³π³π³π³π³π³π³π³π³
sekitar pukul 7 malam Rai sudah berganti pakaian memakai baju , tangannya mendadak dingin ,seberani beraninya Rai tetap saja ia merasa takut akan menghadapi operasi...
"ga usah takut sayang.... insyaallah tidak apa apa " Priscil memeluk anaknya
Rai mengangguk " Yanda mana bun...???" tanya gadis ini
"Yanda sedang ada urusan kantor dulu sayang nanti Yanda kesini....setelah urusan hotel , resto selesai" jawab priscil
terdengar dari arah luar kegaduhan ,
"astagfirullah...ladies first dong ahhh...." syifa menggerutu
"iya iya fa ,,,,,dimana mana ukhti selalu benar selalu nomer satu..." jawab uzi
Syifa dan Vani duluan masuk diikuti Haikal kakang dan uzi di dalam ruangan sudah ada umi , Abi dan pasangan ustadz Farhan dan ustadzah Nurul ....
"assalamualaikum..."
"wa'alaikumsalam...."
"astagfirullah....antum semua serasa di pasar saja ini..." ucap ustadz Farhan
"maaf abi...ustadz...."
__ADS_1
" ini umi rasa bukan mau nemenin orang operasi tapi seperti akan menonton pertandingan sepakbola...." ucap umi
"iya maaf ummah....abba...." sesal mereka
"biarkan saja mi...toh mereka bisa memberi semangat untuk ukhti..." tunjuk abi pada Rai
"ceklek....."
"malam...., dengan pasien nona Raisya sudah waktunya masuk ruang operasi ..."senyum seorang perawat
Rai mengangguk dan membalas senyuman si perawat
"di cek dulu ya kondisinya ??? habis puasa kan???" cerocos si perawat lalu memeriksa kondisi Rai dimulai dari tensi ,suhu dsb.
si perawat mengambil jarum suntik lalu menyiapkan sebuah tube berisi cairan bening
"kita suntikan obat bius nya disini saja ,soalnya butuh waktu untuk merasakan efeknya..." ia kembali mengangguk
saat si perawat mengeluarkan jarum suntikan dari bungkusannya , bukannya Rai yg takut namun semua akhi kecuali abi bergidik ngeri
"kamu kenapa sya ???" tanya Syifa melihat kang sya yg bergidik ngeri
"ana tak apa apa.."
"mmpphh kamu takut jarum suntik???" kekeh Syifa
"ana bukannya takut tapi hanya ngilu saja...." jawabnya
" hahahaha astagfirullah....badan saja yg besar penjahat ,jambret berani anta hadapi tapi cuma jarum suntik anta takut???" tanya Priscil
"bukan cuma kang sya saja sil,, yg takut sepertinya para ikhwan kecuali abi disini semuanya terlihat takut melihat jarum suntik..."sahut abi yai
mata mereka langsung menyisir setiap akhi yg berada di ruangan VIP ini
"hehehehe...."tawa renyah para akhwat
"nah ... bersyukurlah kalian para ikhwan karena antum semua tidak merasakan mengandung dan melahirkan.... seperti kami .....yg hampir tiap beberapa bulan sekali disuntik untuk vaksin belum lagi suntik sana sini...." tambah umi yai
"Alhamdulillah...." ucap mereka kompak
si perawat hanya tertawa kecil melihat kelakuan para akhi ini
sekitar 3 jam lebih Rai berada di ruang operasi ,
"krekkk,brakkk.... "
roda ranjang terdengar di dorong dari dalam,terlihat Rai yg terlelap karena pengaruh obat bius keluar dari dalam ruangan kembali ke ruang rawat nya
Abi dan umi yai sudah pulang bersama teh Nurul dan ka Farhan,,,,
"bagaimana dok???"..
"Alhamdulillah pak pemasangan pen berhasil ,sendinya pun sudah kembali ke tempatnya ,,hanya tinggal menunggu pasien sadar saja namun untuk beberapa waktu pasien harus memakai gip dan untuk beberapa waktu ke depan pasien tidak boleh melakukan hal yg berat berat dulu..." jelas si dokter pada Azam yg sudah berada disitu bersama Priscil
"Alhamdulillah , terimakasih dok..."...
"baiklah pak,bu saya mohon undur diri dulu..." pamit si dokter bedah
Rai masih memakai selang oksigen di hidungnya ,masih terlelap begitu tenang
"khumai sebaiknya khumai makan dulu ,dari tadi khumai belum makan ,sekalian temani hubby ...." ajak Azam pada priscil yg sedang duduk di samping Rai
"iya bun...biar kakang dan yg lain saja yg menjaga Rai
"ahhh iya Syifa sekalian ikut bunda sama om Azam mau ???" tanya Azam yg membuat Syifa terkejut ,ajakan Azam seperti mempunyai maksud tertentu...
"ahhh iya om...." syifa mengiyakan meskipun sebenarnya ia bingung
"tapi Vani???"
"Vani biar nanti bersama mereka saja ...." jawab Azam
kakang , uzi dan Haikal mengangguk "ya sudah ayo fa..."ajak Priscil , Syifa pun keluar bersama Azam dan Priscil
Vani yg sedang ke toilet hendak kembali
"zi sekalian dah anta ke kantin cari cemilan dan minum ...." pinta kakang
"na'am kang ,ana keluar dulu kalau begitu .... assalamualaikum...."
__ADS_1
tak diduga saat uzi hendak membuka pintu Vani pun terburu buru membuka pintu tapi tangannya hanya meraih udara saja dan tak seimbang langkahnya pun tak dapat terhentikan
"bukkk...."
kepala Vani menabrak dada bidang uzi
"awwwssshhh......"
"uzi!!!"
"vani....!!!"
"maaf...maaf...."
"aseef ana tak sengaja Van,,sakit gak???" uzi mencoba melihat kening yg sedang diusap usap oleh Vani walaupun sebenarnya dadanya juga sakit tertubruk kepala Vani
"tak apa ,,,,loh.... Syifa mana ???" Vani celingukan melihat sekeliling ruangan tidak menemukan Syifa
"ukhti ikut bersama bunda dan yanda Azam..." jawab uzi
"ihhh syifa ga ngajak nih ana juga ingin mencari makan..."Vani mendumel
"ya sudah anti ikut saja sama uzi,akhi juga mau mencari makan..." jawab kakang yg sedang berbaring di sofa
"ayo Van,anti mau ikut tenang ana tidak akan apa apakan ko..."
"iya paling ditembak ...dorrr!!!" tambah Haikal membentuk jarinya seperti pistol lalu ditembakkan pada kang sya
"aaaaa cenut...cenut...."jawab kakang memeragakan orang yg sekarat
"cihhh....anta berdua ini..." Vani berdecih namun dibalas kekehan kakang dan Haikal
"mau ikut tidak???" tanya uzi
" ya sudah ana ikut,ana lapar...."
akhirnya Vani mengekor uzi mereka mensejajarkan langkah namun berjarak,mereka hanya saling diam merasa canggung ,sampai uzi memulai obrolan
"kita keluar RS saja,,,disana banyak pedagang makanan "ajak uzi
"ohh na'am ,boleh, ana ikut saja..."Vani menunduk dan mengekor
jantung mereka berdua berdegup tak berirama seperti genderang perang namun saling menutupi dengan kegugupan
mereka duduk disalah satu pedagang cemilan menunggu pesanan mereka yg kebetulan memang mengantri
uzi membuang nafas nya "Van....ana mau tanya ..."
"hah ... iya zi mau tanya apa???" jawab pelan Vani , Vani sudah seperti orang bego saja ha hu ha hu....
" anu.....em...itu van....ana ......"
" ini a..... pesanannya...sudah..." suara si mamang kang martabak membuyarkan setiap kata yg sudah disusun rapi oleh otak uzi
" oh iya mang berapa semuanya??"
"semuanya 60 ribu ...."
"ini uangnya , kembaliannya mamang ambil saja...." jawab uzi menerima dua box martabak
setelah mereka mendapatkan beberapa kantong makanan mereka kembali ke RS
"oh iya zi .....tadi anta mau bilang apa???"
wajah uzi kembali pucat "em itu..van....ana hanya mau bilang huffftt astagfirullah...ana suka anti, van." jawab uzi terbata sontak membuat Vani melongo....
"tapi zi...." jawab Vani
"tenang saja van,ana hanya mengungkapkan perasaan ana saja namun ana tidak memaksa anti harus seperti kakang pada syifa atau Haikal pada Rai ,ana ingin kita lulus dulu kalau kita berjodoh ana akan kembali untuk mengkhitbah anti itu pun kalau anti mau , Van...." entah darimana datangnya keberanian uzi bisa berbicara seperti itu tak tau karena ketularan kakang dan Haikal atau entah Superman yg meminjamkan kekuatan dan keberaniannya.
"zi...."panggil Vani yg tertinggal di belakang uzi... langkah uzi terhenti
saat akan masuk pintu ruangan Rai , Vani mensejajarkan posisinya "ana juga memiliki perasaan yang sama dengan anta...." ukhti masuk duluan meninggalkan uzi yg tengah terbengong sejenak di ambang pintu
"assalamualaikum...."
"wa'alaikumsalam....."
wah...wah cintanya berbalas tidak bertepuk sebelah tangan ayooo zii,jangan ketinggalan sama Kakang dan Haikal ,,,pepedt terooosss......
__ADS_1