Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
sayang dan byby


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


.


Vani mencubit pinggang Rai pelan dan Rai hanya terkekeh


" Vani atau kamu yg mau ???" bisik Haikal di telinga Rai membuat hawa panas di sekujur tubuh Rai, Rai berbalik ke arah Haikal , hanya beberapa cm saja jarak mereka kini ,bahkan Rai bisa menghirup aroma nafas Haikal,


" kamu liat saja ,setelah beres Rasya ga perlu khitbah khitbah lagi aku bakal langsung bawa seserahan buat kamu...." senyum manis Haikal ,mata Rai membulat ia sontak menjauhkan wajahnya dan mengatur nafasnya Haikal dibuat tertawa melihat ekspresi wajah Rai


uzi terdiam memperhatikan Vani yg salah tingkah memang kalau urusan akhwat ia tidak selihai kang sya ataupun Haikal yg selalu terang terangan menggoda ,


acara berakhir ,hanya sekedar ijab dan silaturahmi antara kedua keluarga saja, sedangkan untuk acara resepsi mereka memilih melangsungkannya setelah mereka lulus saja


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Syifa duduk di tepian ranjang ia masih mengedarkan matanya ,masih terasa asing di penglihatannya,kamar yg kini ia tempati akan menjadi kamarnya bersama kang sya


gemericik air sudah terhenti dari dalam kamar mandi itu artinya kang sya sudah beres bersih bersih


ceklek .....


"astagfirullah....." Syifa yg tak biasa melihat laki laki bertelanjang dada di depannya sontak menutup mata dengan tangan ,kang sya terkekeh dengan sikap Syifa.

__ADS_1


kemana Syifa yg dulu galak ?? Syifa yg galak sudah berubah menjadi gadis manis yg sekarang menjadi istrinya....ternyata gadis galak bisa kalah hanya dengan melihat laki laki bertelanjang dada...membuat kang sya ingin menggodanya


ia semakin mendekat " sayang kenapa harus ditutup matanya.... sekarang kan sudah halal kamu ga mau apa liat kemachoanku ,gadis lain tuh malah berlomba-lomba ingin melihat betapa seksinya aku ..." kekehnya


yg mendapat pukulan pelan dari Syifa " siapa Cindy???" sarkas Syifa, sedangkan kang sya tertawa renyah " naudzubillah....masa Cindy...."


" oh iya gimana nasib Cindy ya sya kalo dia tau kamu udah nikah sama aku... Syifa menerawang


" ga tau ..." gidikan bahu kang sya " lagipula ana tidak pernah menganggap ukhti lebih dari sekedar teman dan tidak juga memberikan harapan apapun pada ukhti...ukhtinya saja yg berlebihan..." kang sya mencoba membuka lilitan handuknya di depan Syifa


wajah Syifa semakin memerah panas ia hanya belum terbiasa" eh..eh...kamu mau ngapain...kamu udah gil*ya sya...pake baju cepet...." pekik Syifa


kang sya tertawa " fa...fa...anti ini lucu sekali ,udah sana mandi ,baru atasnya belum bawahnya fa... "ucap fulgar kang sya menuju lemari untuk mengambil pakaiannya,


Syifa mengintip sedikit sedikit dari sela sela jarinya melihat keadaan Rasya, Syifa meneguk susah salivanya , Rasya memang terlihat sangat tampan apalagi saat ini rambutnya yg basah acak acakan ditambah dadanya yg bidang dan tubuh atletis


" benar juga sih...ngapain juga aku harus nutup mata ,toh Rasya sekarang suami ku ,aku bakalan tiap hari liat dia begitu..." batin Syifa


ia menurunkan tangannya sedikit sedikit lalu berjalan mencari handuk dan baju gantinya ,kang sya sudah berpakaian lengkap


Syifa buru buru menuju kamar mandi ia mencoba menanggalkan pakaiannya


"si*l kenapa harus ada resleting di belakang kebayanya sihhh ..." Syifa nampak kesusahan menggapai dan membuka resleting itu


" harus minta bantuan siapa masa Rasya...." ia bingung sedikit malu tapi mau bagaimana lagi ia membuka pintu kamar mandi dan menyembulkan kepalanya melihat ke dalam kamar ternyata kang sya masih ada di ranjang dan berkutat dengan ponselnya


" suutt sya...." panggil Syifa


alhasil Syifa memukul lengannya " aduhhh fa sama suami sendiri mukul mukul ....dosa loh...." ucapnya


Syifa merengut " iya maaf...sya bisa tolongin aku ngga ??"


" apa ???"


"tolong bukain resleting baju nya dong susah nih.. " ucap Syifa frustasi ia langsung membelakangi kang sya


namun bukannya menuruti permintaan Syifa kang sya malah memeluk Syifa dari belakang


greepp.....


membuat Syifa tergelonjak kaget ,sudah lama kang sya ingin melakukan hal ini namun ia sadar dengan keadaan yg tidak memungkinkan


" sya apa apaan sih...." ucap Syifa mencoba memberontak


" fa....sebentar saja fa....biarkan begini dari dulu ana selalu ingin melakukan ini tapi ana sadar kita belum halal ,,,,,tapi sekarang ana akan bebas melakukan nya fa ...." kang sya menyesap aroma tubuh Syifa yg mungkin akan menjadi candu untuknya ,jantung syifa terpompa cepat wajahnya sudah memerah belum pernah ia sedekat ini bahkan dipeluk oleh seorang ikhwan selain ayahnya sendiri..


beberapa menit kang sya memeluk Syifa , tidak romantis memang mereka melakukannya di depan pintu kamar mandi ,kang sya melepaskan pelukannya lalu menurunkan resleting baju Syifa sedikit demi sedikit , punggung mulus Syifa terpampang di depannya ,ia lelaki normal namun ia sadar Syifa belum lah siap untuk hal yg lebih lagi...

__ADS_1


" udah...." ucap kang sya


" syukron..." ucap syifa lalu masuk ke kamar mandi


" afwan sayang..." mendengar panggilan sayang untuknya Syifa merasa ada gelenyer dihatinya ,ia tersenyum senyum sendiri di kamar mandi mengingat panggilan mesra kang sya , semuanya terasa indah kalau memang sudah halal hal yg di takutkan menjadi dosa justru akan mendatangkan pahala...


Syifa memutar shower lalu mandi dan berganti pakaian


saat keluar ia melihat kang sya sudah memakai koko dan kopiahnya


" sayang....mau ikut ke masjid atau shalat disini ???" tanya kang sya karena memang waktu sudah memasuki waktu solat ashar


" aku solat disini saja ya sya...." ucap Syifa


kang sya menghampiri Syifa yg tengah bercermin di meja rias ,ia meraih sisir lalu menyisir rambut Syifa awalnya syifa merasa terkejut " ana panggilnya sayang ko anti masih saja memanggil nama sih fa...nih ya dalam surat an nisa ayat 19: bergaulah kamu dengan mereka (istri istri mu) dengan baik ,maksudnya "berkatalah yg baik pada istri kalian,perbaguslah amalan dan tingkah laku kalian ,berbuat baiklah sebagaimana engkau suka jika istri engkau bertingkah laku demikian...(tafsir Al Quran 3:400)termasuk panggilan sayang .... pahala sayang ,,,,anti tau tidak Rasulullah saja memanggil istrinya Aisyah Radhiyallahu Anhu dengan sebutan khumaira artinya pipi yg kemerah merahan atau merona ...."


Syifa tertegun mendengar penjelasan kang sya ,"iya pak ustadz ...."


tunggu ia merasa tak asing dengan panggilan sayang itu ....."khumaira ,aku pernah denger dimana ya kaya udah sering diucapin gitu..." ucap Syifa mengingat ingat


jelas saja kang sya tersenyum khumaira adalah panggilan untuk Priscil oleh ayahnya Azam


" coba ingat ingat dimana???" ucap kang sya


" udah sya biar aku aja..." Syifa meraih tangan kang sya dan mengambil sisirnya


" oh ya satu lagi sebuah hadis di dalam kitab dzakhiratul huffazh


menerangkan bentuk keromantisan nabi Muhammad Saw yakni mengecup kening istrinya


bahkan HR. Maqdisi mengatakan diriwayatkan sayyidah Aisyah RA berkata"sungguh Rasulullah mengecup lidah salah satu dari istrinya ketika menciumnya...."


sontak membuat Syifa membulatkan mata mendengar penjelasan kang sya,hawa panas kembali menyerang ,mungkin sekarang ia harus sudah terbiasa dengan ucapan ucapan fulgar begitu...


" terus apa lagi bentuk keromantisan beliau??" tanya Syifa


" dan masih banyak lagi bentuk keromantisan nabi Muhammad pada istrinya seperti tidur dipangkuan istrinya, menyuapi istrinya ....mandi bersama...." kalimat terakhir dibisikkan kang sya langsung ditelinga Syifa membuat Syifa kembali merona entah ke berapa kalinya


kang sya terkekeh" dan masih banyak lagi yg lainnya...kalau ana terangkan satu persatu bisa bisa ana ketinggalan salat ashar berjamaah,sayang..." ucapnya sambil tersenyum


" oh astagfirullah,,,aseef ya sudah ....gih....sana ..." ucapnya mendorong pelan kang sya


" cieee ngomongnya udah mulai ada bahasa bahasa arabnya gitu...." goda kang sya mencubit hidung Syifa


" ya sudah nanti pelajaran nya disambung lagi ya ,ana ke masjid dulu , assalamualaikum....sayang " ia mengecup kening Syifa dengan mesra lalu melangkah keluar kamar namun sebelum benar benar keluar


" waalaikumsalam..byby....." pekik Syifa lantang ,kang sya tersenyum dan menutup pintu kamarnya

__ADS_1


Syifa pun tak kalah senyum senyum sendiri sudah seperti orang kurang waras


ia geli sendiri bila mengingat dulu begitu kasarnya dirinya terhadap Rasya....


__ADS_2