Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
taruhan


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


.


" sreepppp.....hoffff....!!"


akhirnya setelah 5 hari , akhirnya Gio bisa menghirup udara luar RS,kalau bukan rengekannya yg seperti bayi besar meminta kepada dokter untuk dirawat di rumah saja mungkin saat ini Gio masih berada di RS,ia benci dengan segala hal menyangkut RS,apalagi jarum suntik dan makanannya


" papih rindu masakan mamih..." gombalnya di depan sepasang sejoli yg semakin hari semakin mengeratkan genggaman nya


" pihh..!! sudah tua jangan gombal gombalan malu sama yg muda..." ucap Salsa malu malu caty..


Haikal mengambil alih kursi roda papihnya membawanya ke parkiran bersama beberapa pengawal setia mereka, termasuk Rico yg masih setia menemaninya ,bujang lapuk ini sudah berumur 40 tahun namun masih betah dengan predikat jomblo nya ,tak pantas rasanya uban yg mulai tumbuh dimana mana....pikirnya ia akan mencari pendamping hidup macam Priscil ...ppffttt masih saja !!!!


mereka akhirnya sampai di rumah yg bisa disebut home sweet home namun terlihat seperti istana bagi sebagian orang, jelas Gio pemilik sebuah perusahaan raksasa di beberapa bidang...


saat ini mereka sedang berada di ruang tengah ,baru saja sembuh Gio sudah menenteng satu bundel penuh map berisi berkas berkas.


" pih...." bukan perkara mudah menyuruh Gio untuk beristirahat.


" papih belum sembuh total om Rico, Haikal minta tolong tunda saja pemeriksaan berkasnya..." ucap Haikal


" tapi Haikal...." Rico bingung harus bagaimana ,disatu sisi ia pun tak tega sama halnya dengan keluarga Gio namun disisi lain pekerjaan harus beres secepatnya.


" ahh tak apa bawa saja kesini ,co....." Gio mengambil setumpuk pekerjaannya.


" makanya cepatlah pulang ,bantulah papih mu ini mengurus perusahaan...." ucap Gio tanpa menoleh.


Haikal tersenyum getir melirik Rai,akhi tau tak mudah untuk Rai meninggalkan keluarga dan kehidupannya yg terbiasa di lingkungan pesantren apalagi dengan Haikal dan setumpuk pekerjaan yg menggunung , resikonya ia akan kehilangan banyak waktu bersama Rai...


" pih...apa harus Haikal yg meneruskan bisnis papih..??" sungguh pertanyaan yg bodoh ....


" kalau bukan kamu siapa lagi ??anak papih cuman kamu....papih harap kamu mengerti, papih membangun kerajaan bisnis papih dari nol bersama om Rico dan papah mertua mu itu..." ujar Gio,ahh ya..selalu bersama Azam kemanapun dan kapanpun... Rai pun tak berkutik ukhti yakin keputusan Gio merupakan dukungan dari Azam.


____________


" honey...." panggil Haikal yg tengah tiduran berbantalkan paha Rai


" jadi menurutmu ana harus bagaimana ???" Rai tau kemana arah pembicaraan ini


" insyaallah ... ana akan ikut kemanapun anta pergi dan mendukung semua keputusan anta...." senyum Haikal mengembang yah... meskipun Haikal tau bahwa sebenarnya di hati kecilnya Rai ingin menolak dan tetap hidup di lingkungan pesantren bersama keluarganya...

__ADS_1


" syukron baby...." ucap Haikal mengecup tangan Rai


" baby....??"


" ya honey...."


sebenarnya ada satu hal yg masih mengganjal di benak Rai, Linda...satu nama itu telah mengusik ketenangan nya sejak dulu... selalu terngiang ngiang di pikiran nya.


" seperti apa kehidupan mu disini sebelum ada aku ....??" tanya Rai , Haikal terbangun dari posisinya


" kenapa jadi nanya itu ??" Haikal mengerutkan dahi ,


" pengen tau...kalo ga boleh sih gpp ,ana faham..." ucap Rai .


" beneran mau tau ???" tanya Haikal .


Rai mengangguk cepat , Haikal melihat jam yg menempel di dinding kamarnya masih pukul 8 malam


Haikal bangun dan menarik tangan Rai " mau kemana ??" tanya Rai


" katanya mau tau kehidupan ku sebelum mengenalmu..." senyuman tipis namun tulus... Rai akhirnya ikut . Haikal meraih jaket dan mengambil kunci mobil .


" mih..pih.. Haikal sama Rai mau jalan jalan sebentar ,pacaran ..." mereka pamit pada kedua orang tua Haikal , setelah mendapat ijin mereka keluar .. Haikal membuka pintu garasi .


" baby tunggu disini..." ucapnya pada Rai di luar garasi .


Haikal masuk lalu membuka salah satu pintu mobil lalu melajukannya .


dari dalam garasi terdengar suara berat deru mesin mobil .


" wowww...!!!" Rai berdecak kagum melihat Haikal keluar menggunakan mobil hasil modifikasi nya tentunya bukan sembarang mobil ,ukhti tau ini adalah mesin mobil balap yg sering digunakan balapan ,liar atau tidak ukhti belum tau , Haikal turun lalu membukakan pintu mobil sebelahnya mempersilahkan Rai naik .


" sebenarnya dulu ana lebih menyukai motor ....namun baru baru ini sebelum masuk pesantren inilah hobby baruku ,baby...." Rai hanya mengulas senyum tipis saat Haikal menjelaskan sedikit tentang pengetahuan balapan mobil dan semua tentang dirinya termasuk peralatan yg melengkapi mobilnya ,sampai mereka tiba di suatu tempat mirip arena track balap namun telah di perbarui dan di modif sedikit , suara bising sound memperdengarkan lagu bernada beat up cenderung mix ....,jujur telinga Rai sedikit mendengung karena suaranya yg memekikkan telinga


fix liarr..


" yang begini nih yg harus di ruqyah ,mengeluarkan jin ifrit dari dalam tubuh mereka ,mengaji dan bershalawat jauh lebih mulia ....


ya kali Rai orang mau balapan disuruh shalawatan...


Haikal turun lalu menghampiri beberapa kawan lama yg terkejut dengan kedatangan Haikal .


" brother ku kemana aja ??" mereka saling berpelukan menepuk-nepuk punggung .


" gilaakk meennn setelah lu keluar pesantren kirain lu lupa ma kita kita ,,iya ngga brad..."


" duduk brad..." tawar Kay..


Haikal duduk , Linda yg hadir disana juga terkejut sekaligus senang melihat Haikal, perasaan nya yg masih tetap sama untuk Haikal tak berubah sedikitpun, ada rasa ingin kembali bersama Haikal ,malam ini saat melihat Haikal ia berjanji pada dirinya sendiri untuk merebut kembali perhatian Haikal...


" Haikal apa kabar ???" saking excited nya ia sampai lupa hendak memeluk Haikal kalau akhi tidak menahan dan menjauh .


" sorry...." namun Haikal hanya menanggapinya dengan wajah datarnya .


" guys ada yg mau gue kenalin sama kalian ...." ujar Haikal beberapa orang di hadapan nya saling melirik kebingungan .


Haikal kembali ke mobilnya lalu membukakan pintu mobil ,turunlah Rai yg nampak cantik dengan rok plisketnya dan blouse senada berwarna hitam tak lupa hijabnya


seketika mata mereka membelalak " suutt liat noh.."


" gilaaakkk meeennn bidadari turun dari surga...adem banget mukanya kaya air gunung...bening..."


wajah Linda sudah memanas kakinya menghentak hentakkan ke jalanan aspal .

__ADS_1


" kenapa mesti ada cewe itu sih..." gerutunya


" kenapa Lin...??" tanya teman wanitanya


"ga papa..."


" bro kenalin ini Raisya....dia ist......."


" saya sepupu Haikal...." aku Rai , Haikal sedikit terkejut dengan pengakuan bohong Rai .


beberapa orang berebut ingin bersalaman dengan Rai ,namun Rai mengatupkan kedua tangannya .


" apa gue ga salah denger. . bukannya dia istri Haikal" gumam Linda


" oh iya gue lupa sorry sorry bukan muhrim ya.." jawab Kay.


" duduk Rai..."


jangan ditanya wajah Haikal sudah masam dengan kebohongan Rai tentunya membuat teman-teman nya kini ingin berebut perhatian Rai,namun dengan santainya Rai hanya mengulas senyum


" Raisya mau minum apa ??"


" jus aja..." Jawab Rai


" kal..tuh masih ada satu botol punya gue...gue mesti nabung dulu tuh buat beli sebotol doang tapi ga apa-apa dah gue kasih ,itung itung buat nyambut loe..." ucap Kay menyerahkan sebotol minuman berwarna merah bening .


Rai tampak terkejut melihat itu ,tapi ukhti menghargai sebuah kejujuran, ia mengulas senyum ketika Haikal menolak minuman memabukkan itu , minuman yg diharamkan oleh agama .


rupanya seperti ini dulu kehidupan Haikal,, tanpa ada yg ditutup tutupi .


" baby sebentar ya aku ke toilet dulu..." pamit Haikal


dengan segera Linda mendekati Rai " loe sepupu Haikal,ga salah ??" senyum nya meremehkan " bukannya loe...." Linda menatap Rai dari atas hingga bawah lalu mencebik " ga pantes binggow..."


bukannya Rai yg kurang pantas namun dihati Linda hanyalah rasa iri dan kecemburuan....tidak suka melihat Haikal lebih memilih Rai dibanding dirinya , Linda yakin kalau wanita berhijab di depannya ini hanyalah wanita kampung biasa yg tak tau apa-apa palingan juga bisa masak plusnya ngaji doang....pikirnya


pernah tau pepatah " don't judge the book from the cover.." seperti nya itu berlaku


" palingan lu cuma bisa duduk ,mintain duit Haikal doang iya kan ??" sekali lagi Linda terdengar sangat menyebalkan ,bukan Rai namanya kalau kesabaran nya yg seluas padang pasir tergerus habis hanya karena ucapan Linda .


Rai mengulas senyuman " gue tantang loe ...gue mau tau cewe macam apa sih yg dipilih Haikal..." Linda bersikap angkuh .


" boleh anti mau nantang ana apa ??" ucap Rai seramah mungkin.


kalau Syifa yg berada di posisi Rai seperti nya tempat ini sudah menjadi arena jambak jambakan rambut dari tadi


" gue tantang loe balapan mobil ???gimana ???" tanya nya jumawa


" insyaallah.. boleh..." jawab Rai,sekali kali orang harus tau bagaimana sikap menghargai orang lain,ukhti akan memberikan pelajaran untuk seseorang saat ini


" apa imbalannya??" tambah Rai


" kalo loe kalah loe tinggalin Haikal kalo gue yg kalah terserah loe mau minta apa ??"


" astagfirullah... pernikahan bukanlah untuk dimain mainkan ...." gumam Rai


" maaf tapi bagi ana pernikahan bukanlah ajang taruhan ,maka ana tak bisa janji kalau begitu..."


gilaaakkk saja ukhti bila menerima sebuah perjanjian konyol ini bukan berarti ukhti takut kalah tapi ukhti tidak mau mempermainkan sebuah janji suci...janji sucinya dihadapan Allah SWT...


" ya udah gue cuman mau loe minggat dari sini tanpa pamit pada Haikal dan loe biarin Haikal ngedate sama gue..." ucap Linda mengganti taruhannya .


Rai menatap Linda gamang sebegitunyakah ukhti mencintai suaminya sampai rela menjatuhkan harga dirinya di depan orang lain...ckckckck ukhti menghela nafas yg seperti ini yg harus di sadarkan...

__ADS_1


" huffft insyaallah ana siap ...."


"dealll..." Linda tersenyum menyeringai.....yakin akan memenangkan taruhan ini dan segera melancarkan aksinya untuk merebut Haikal.


__ADS_2