
happy reading all π
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
" siapa yang mesum sayang..??" Haikal mendekat
seketika pemilik wajah chubby itu menghangat ,ia gelagapan apa yang harus ia katakan pada Haikal
tunggu kenapa ukhti harus pusing pusing memikirkan jawaban ,ia kan tengah marah pada akhi...
Rai mendelik sinis...namun ia mengulum bibirnya menahan kedutan di bibirnya yg pasti sudah melengkung ...
" bukan siapa-siapa..." jawabnya langsung beranjak menaruh gitarnya di kursi teras depan namun Haikal menahan langkahnya dengan meraih pergelangan tangan Rai .
" kamu lagi haid ya ??" tanya Haikal seketika membuat wajah Rai memerah ,tidak seharusnya pertanyaan itu Haikal tanyakan pada Rai
" plaakkk"
" ko ditampar....???" Haikal meringis .
" mulutnya...ishhh ....." Rai langsung melongos ke dalam rumah
memangnya apa yg salah dari pertanyaan nya ,setaunya kalo akhwat senang marah marah itu menandakan kalau ia sedang kedatangan tamu bulanan nya ,akhi lupa kalau istrinya ini memiliki sifat dingin dan juga gengsi yg tinggi jadi saat marah ukhti tidak akan mudah memaafkan , sikapnya akan tetap menjunjung tinggi gengsinya.
" bwahahahahahah " dari arah belakang Haikal, kakang tergelak begitu puas...
apanya yg lucu ,bahkan pipinya saja masih memerah akibat tamparan barusan .
" kenapa??" tanya nya polos
" subhanallah kal...kal...apa anta tidak paham juga kalau Rai itu gengsinya tinggi, ukhti itu maunya disanjung dikejar-kejar, pertanyaan macam apa itu anta malah membuatnya malu dengan pertanyaan tabu itu. ... "
" cihhhh ini nih... jin ifrit tuh yg begini...." ucap Haikal sembari melewati kakang
kakang menggeleng kepalanya " Haikal Haikal...anta boleh anak kota...anak bikers untuk masalah ukhti anta harus belajar dari ahlinya...." gumam kakang
________________
" fa....hayoo ngaku.....yg di leher tuh apa ???" Rai menyenggol nyenggol bahu Syifa
kini mereka tengah berada di meja makan menyiapkan makan siang untuk para kaum Adam yg sedang melaksanakan ibadah shalat Jum'at...
" apa sih ??" bibirnya menahan lengkungan yg pasti sudah terlihat oleh Rai .
" cerita dong ,fa ??"
__ADS_1
" ahh anti seperti belum mengalami saja...." jawab Syifa memotong-motong buah lalu disajikan di meja makan .
Rai mengangkat sebelah alisnya tak mengerti maksud Syifa , otak cerdasnya berfikir
" enak saja.... i'm totally virgin 100 persen belum tersentuh..." jawab Rai yakin .
" masa sih...??" Syifa memajukan wajahnya
Rai memundurkan wajahnya menyadari wajah Syifa terlalu dekat " yakin ya..kalo kiss sih udah tapi belum sampai tahap yg lain...." kini kedua adik kaka ipar ini curhat colongan di ruang makan .
Syifa melamun menerawang kejadian dulu saat ia dan kakang tengah menguping " apa ia yg dikatakan Rai...tapi rasanya Rai tak mungkin berbohong apalagi dengan ekspresi mukanya yg seperti itu..." benak Syifa mulai bergelut...
" tapi waktu itu ana mendengar anti dan Haikal....oppss!!!" Syifa mengatupkan mulutnya
Rai memicingkan matanya " ana dan Haikal kenapa ???" Rai menghentikan mengelap piringnya lalu memegang tangan Syifa meminta penjelasan
" anu....itu Rai sorry nih ...waktu itu ga sengaja ...." Syifa nyengir ...
" kenapa ??" Rai meminta jawaban lebih
" ana tak sengaja mendengar anti dan Haikal sedang....itu..." Syifa memainkan jari jarinya
" tapi demi Allah ga sengaja lewat pas mau ambil minum ko....ya tapi nya kepo..." diakhiri dengan tawa kecil Syifa
" astagfirullahaladzim.... maksudnya yg malem malem ..." Rai teringat bahwa ucapan kakangnya di pagi hari menyangkut peredam suara rupanya kesalahpahaman akhi dan ukhti tentang kejadian malam dimana mereka sedang bermain kartu ...
" ya Allah fa anti dan kakang gagal paham..." Rai tergelak
"gagal paham apanya ??"
" ana dan Haikal sedang main kartu dan yg kalah di jepit pake jepitan jemuran bunda...." jelas Rai sambil tertawa puas
betapa terkejutnya Syifa matanya seperti akan loncat dari tempatnya ternyata selama ini ukhti dan kakang salah paham dengan kejadian itu ,,,,udah fa kantongin aja tuh muka terus buang di sungai depan kampung sebelah....
wajah Syifa tertunduk malu .
" ihhhh fa ...ayo cerita dong..." Rai mengguncang guncang lengan Syifa
Syifa melirik lalu mengangguk pelan
" haaa .... masyaallah....bener fa ???" tanya Rai tak percaya
" ihhh gimana rasanya,fa...??" tanya Rai antusias
" emmmh gimana ya ??rasain aja sendiri udah ahhh itu mah privasi..." ucap Syifa , Rai mengerucut kecewa namun ukhti pun tak bisa memaksa biar nanti ukhti sendiri yg merasakan bersama Haikal ,kapan kah itu tak ada yg tau......
hari Sabtu ini diadakan pelajaran senam , sesekali para santriwati di ponpes sini berolahraga agar jiwa dan raganya tetap sehat senam kali ini di bimbing oleh ustadzah Maryam semua santriwati sudah berbaris di halaman yg sedikit luas tepatnya di depan asrama santriwati beberapa pengajar membawa soundnya ,mereka mengawalinya dengan pemanasan .
" ky...buruan.. mana tangganya .....??" ucap salah seorang santriwan junior
" bentar ndra...ini susah bawanya mana ana harus berbohong lagi sama mang Dayat " bisik temannya Diky...
yupppp apalagi yg akan mereka lakukan kalau bukan mengintip para santriwati yg akan senam...
Diky dan Andra menaruh tangga yg terbuat dari bambu ,yang biasa dipakai mang Dayat untuk membetulkan genting ataupun atap pesantren yg bocor atau sekedar memutar antena TV di bagian pondok para pengajar .
mereka melongokan kepalanya yg menyembul sedikit sedikit,mengendap endap
" ky...buruan...gantian napa ???" ucap Andra dari arah bawah
" sabar...ndra...lagi asyik nih...wah...wah...cantiknya ukhti....apalagi itu tuh....ukhti Raisya garang garang manis....judes judes tapi ngangenin... cantiknya tuh Indonesia punya..."
lalu mereka bergantian Diky turun lalu dengan hati hati Andra yg naik... " menurutku ya ky, ukhti Syifa itu the best...cantiknya luar dalam , orangnya ceria..liat dia senyum tuh beuhhhh pengen langsung ngehalal in... iya ngga ky..??"
"ky??...ky..??" Andra yg tidak melihat keadaan di bawah memanggil manggil temannya itu namun matanya tetap asyik menikmati pemandangan indah di sebrang tembok asrama ,akhi melongokan kepalanya ke bawah
__ADS_1
betapa terkejutnya akhi ,dibawah temannya Diky sudah di cekal oleh Haikal dengan wajah membunuhnya...
" turun anta..!!!" suara dingin mencekam kakang plus wajah tak bersahabat nya membuat Andra gemetaran untuk turun pun akhi merasa lemas dan bergetar rasanya akhi ingin pingsan saja detik itu juga
" mau turun sendiri atau mau ana yg menurunkan ??" tawar kakang , Uzi hanya tergelak puas melihat wajah takut kedua junior nya itu ,bukan karena takut akan hukumannya tapi siapa yg menghukum nya andai saja mereka tau kedua akhi senior di depannya ini adalah pemilik kedua gadis pujaan hati mereka ,,mereka berdua tak akan berani berucap seperti tadi.
" maaf ka ..." ucap Andra
" ana bukan kaka anta..."
" iya maaf akhi.. "
Andra sesegera mungkin langsung turun walaupun gemetaran
" huu anta berdua ini...mau ana sikat juga nih...." sarkas Haikal
kakang dan Uzi adalah ketua asrama santriwan maka mereka lah yg bertanggung jawab dengan para santiwan disini ,tapi Uzi merasa hukuman yg akan mereka dapatkan adalah hukuman seorang suami yg sedang cemburu istrinya dijadikan obyek khayalan dan di puja puji oleh mereka ,bukan hukuman seseorang yg tengah melanggar peraturan pesantren.
" antum berdua sudah melanggar peraturan pesantren hukuman antum berdua adalah menyapu seluruh area asrama santriwan setiap hari selama seminggu...." jawab kakang
keduanya meneguk saliva berat tak bisa dibayangkan bagaimana nasib keduanya dan bagaimana luasnya asrama santriwan di ponpes ini...namun hanya sanggup menggerutu dalam hati saja
" na'am...kang...."
" kembalikan tangganya ke gudang ..." tambah Uzi.
lalu mereka pergi dari sana, Haikal menepuk nepuk pundak keduanya dan merapikan kopiah keduanya " makanya kalau suka sama akhwat lihat lihat dulu bro..." lalu ia pergi menyusul kakang dan Uzi .
setelah senam Rai dan Syifa duduk di rerumputan mengusap peluh mereka namun Syifa tak banyak bicara seperti biasanya ia sedang menahan rasa pusing dan lemas... wajah nya sedikit memucat
" anti kenapa fa ??anti sakit ???" tanya Rai
Syifa menggeleng " tak tau ..." cicitnya
Rai segera ijin pada ustadzah Maryam lalu membawa Syifa untuk pulang ,ukhti memapahnya
sedikit lagi mereka sampai rumah
" Rai aku udah ga kuat..." ukhti berlari secepatnya menuju kamar mandi
" hoekkkk......"
Rai menyusul Syifa dan membantunya , beberapa kali Syifa memuntahkan semua isi perutnya hingga tak tersisa
" anti sebaiknya istirahat nanti ana buatkan teh manis hangat ya...apa ana harus memanggil kakang ??"
" tidak usah Rai...akhi sedang belajar, tak usah,, ana tak apa-apa.."
"na'am..." Rai memapah Syifa ke kamar dan membaringkan Syifa di ranjangnya ....
tak lama ia terlelap Rai meninggalkan nya di kamar
.
.
.
.
.
Syifa mengerjapkan matanya beberapa kali yg pertama ia lihat adalah suaminya kakang " kakang sudah pulang ???ko belum berangkat ke cafe ???" tanya Syifa yg hendak bangun
kakang menggeleng " anti sakit ?? Rai bilang tadi anti ...."
__ADS_1
" Syifa ga apa-apa,kang jangan khawatir...." ucap Syifa memegang tangan suaminya