
happy reading all π
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
" hoff..hoff...hoff....!!"
" kang....sudah ya... Syifa sudah ngos ngosan nih... nafasnya sudah senin kamis...." ucapan Syifa terbata bata di tengah larinya ,namun melihat Rai yg anteng anteng saja menjalani hukumannya ia sedikit bergidik,,,, seperti inikah Rai menjalani hidupnya setiap hari ....di didik sebegitu nya.
" anti masih 4 keliling hukumannya 6 keliling, ayo 2 lagi daripada nafasnya dipake ngomong meningan dipake buat sisa hukuman...." pekik kang sya yg masih dengan seragam basketnya.
"ahhh elah...kang korting dikit ke pelit amat sama istri sendiri juga...." gerutu Syifa seraya mencebikan bibirnya,dan menghentikan langkahnya seraya membungkuk kedua tangannya bertumpu di lututnya " hufff cape.....!!"
" anti masih bisa ngomel berarti tenaga anti masih banyak..... ayo..." titah kakang...
" bawel!!" Rai akhirnya buka suara.
" ya Allah udah kaya di camp tentara tau ga.." Syifa mensejajarkan posisinya dengan Rai yg mulai mengatur nafasnya.
Rai mengangguk" baru tau??? makanya kalo diajak menikah jangan main iyain aja...baru tau kan kakang seperti apa galaknya...." ledek Rai .
Syifa menyengir " tapi cinta gimana dong???" jawabnya , Rai berdecih seraya bola matanya memutar malas .
" budak cinta...kakang suruh lompat dari tebing anti bakal dengan sukarela lompat iya kan???" Rai mendumel.
" iya tapi sebelum benar benar jatuh Syifa tarik lengannya biar sama sama jatuh..." jawab Syifa,mereka berdua tergelak.
" ya salam....disuruh berlari malah berghibah...mau ana tambah hukumannya..." teriak kakang .
" seharusnya antuma berfikir membalas perlakuan jahat seseorang,itu artinya antuma sama saja dengan mereka...." teriaknya lagi
" hufft....!!" mereka menghembuskan nafas kasar.
lebih baik menghadapi kakang dengan mode woddy woodpecker yg usil dibanding harus menghadapi kakang dengan mode ustadz nya yg pasti ujung ujungnya begini .
.
.
.
.
belum habis pegal dan cape tadi sore ,malam ini Syifa kembali kena hukuman oleh suaminya karena kemarin malam lupa menghafal untuk setoran surat nya.
"kang ...kakang tega pegel nih kaki...." Syifa yg sudah manyun hanya bisa menggerutu menunjukkan kakinya yg sudah pegal,ia memegang kedua kupingnya sendiri dengan kaki yg diangkat sebelah di sudut kamar...
__ADS_1
kakang meliriknya mengulum senyum sambil tetap fokus mengerjakan pekerjaan nya yg menumpuk " sudah....hukuman anti sudah selesai..." ucapnya memberikan kelegaan dihati Syifa .
" Alhamdulillah....." ucapnya mengurut dada
" jahat...!!!" matanya mendelik tajam ke arah kakang .
namun kakang hanya menggelengkan kepalanya seraya menyunggingkan senyumnya.
" biar jadi pelajaran untuk anti kedepannya ...."
kakang menghela nafas ia menarik Syifa yg berada ditepi ranjang kedalam dekapannya " maafkan ana fa...bukan maksud ana kejam,ana hanya ingin anti senantiasa mengingat baik dan benarnya dalam melangkah atau memutuskan sesuatu ,ana hanya ingin membimbing anti tetap on the track menuju jannah ..." jelasnya sedikit membuat Syifa terenyuh.
kakang mengusap-usap rambut Syifa dalam dekapannya ,hangat yg Syifa rasakan begitu nyaman ditambah wangi maskulin yg menenangkan menjadi candu dan mood booster nya , Syifa menyerukkan dan menghisap harumnya dalam dalam menyimpan semua wangi tubuh suaminya di indera perasanya.
"apa anti menyesal menikah muda dengan ana ,fa..."
Syifa menggeleng bukan itu yg Syifa sesali ,ia justru menyesali sampai sekarang ia belum bisa sepenuhnya memberikan hak Rasya sebagai suami,belum bisa menjadi istri Rasya seutuhnya, sedangkan kang sya sudah sepenuhnya memberikan kewajibannya sebagai seorang suami, tapi apa daya ,pikiran dan hatinya belum siap untuk hal itu ia masih ingin Rasya maupun dirinya sama sama menyelesaikan sekolahnya dahulu ,karena bukan perkara mudah bila sampai mereka memiliki seorang anak,pikiran dan tenaga mereka akan tersita, untuk sementara ia ingin merasakan masa masa pacaran dengan seorang ikhwan tampan nan sholeh yg memeluknya ini.
" kang...."cicitnya didekapan kakang
" hmmm..." kakang yg sedari tadi asyik menciumi puncak kepala Syifa menghirup aroma buah di rambut istrinya itu memberi jarak keduanya.
"kenapa???" tanya nya
Syifa menunduk tak berani menatap manik mata kakang.
"maaf..."
kakang menautkan kedua alisnya kebingungan "maaf untuk apa???"
" maaf belum bisa memberikan hakmu sebagai seorang suami..." cicitnya yg hampir tersedak oleh nafasnya sendiri, menandakan begitu dalam diucapkan.
kakang yg mengerti arah pembicaraan itu hanya mengulas senyuman " tidak apa-apa sayang... tidak usah terburu-buru ,ana hanya akan melakukannya kalau anti sendiri yg sudah siap menyerahkannya,,lagipula kita nikmati saja masa masa muda dan pacaran kita dulu untuk sekarang..." ucapan kakang membuat Syifa mengembangkan senyuman ,memang tak salah ia mengiyakan pinangan Rasya, insyaallah Rasya akan menjadi imam yg baik untuknya,ia menyerukkan kembali kepalanya ke dada kang sya yg tentu saja tak menolak.
" fa...."
Syifa mendongak ,lalu kakang menarik dagu Syifa dan menempelkan benda kenyal miliknya dengan benda kenyal nan merah menggoda milik Syifa , Syifa yg awalnya malu malu namun tak menolak ,membalas night kiss itu kakang menyentuh tengkuk Syifa membuat si empunya sedikit meremang dan meremas ujung kaos kakang memperdalam kiss*ng mereka yg mungkin akan menjadi kebiasaan baru untuk mereka mulai saat ini. Bibir kakang lalu turun ke leher dan bawah telinga memberi gigitan kecil yg membuat Syifa sedikit meringis perih....
" love you more..."
.
.
.
.
.
mata Syifa menyipit dari pantulan cermin melihat kakang yg sedang memasukkan buku bukunya kedalam ransel,kakang yg sadar dengan tatapan tajam istri nakalnya itu mendongak dengan seringaiannya " apa liat liat mau ditambahin lagi...??" tanya nya yg membuat Syifa melotot.
" mesum....nakal!!!" gumam Syifa tajam .
sedangkan yg menjadi tersangka hanya tertawa renyah..." habisnya anti menggoda iman,,,sayang kalau tidak diicip..." wajah Syifa memerah mendengar ucapan mesum suaminya itu ia langsung menghampiri dan memukul mukul lengan kakang.
" kalo diliat orang rumah gimana???maluu...!!" seraya memukul mukul lengan kakang.
" biarkan saja memangnya kenapa toh sudah halal ini...mereka juga mengerti..." dengan santainya kakang berucap , Syifa semakin mengencangkan pukulannya.
" fa...ampun "
" happ...." kakang menangkap kedua tangan Syifa...
" nanti kita lanjutin lagi sekalian nambahin tandanya biar anti kaya macam tutul...tapi sekarang ana harus cepat cepat berangkat ,nanti telat..." ucap kakang melihat jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh lebih.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
" sya ....anta kenapa ???" tanya Uzi yg melihat kakang hanya memutar mutar mie di depannya tanpa berniat memakannya.
" tak apa zi..." kakang mengenyahkan rasa tidak enak di badan dan kepalanya memang sejak tadi pagi ,badannya terasa lemas namun ia berusaha tak mengindahkannya mungkin karena akhir akhir ini ia terlalu lelah saja , pekerjaan cafe yg menumpuk ditambah kegiatan sekolah dan pesantren yg tak ada habisnya...
kakang mencoba memasukkan mie ke dalam mulut nya hingga habis...
hari ini kakang pulang telat lagi karena ada meeting dan mengecek pekerjaan di cafe belum lagi kegiatan sekolah nya bahkan bandnya saja harus sedikit tersisihkan untuk sementara waktu.
" hari ini kakang pulang telat lagi fa???" tanya Rai, Syifa mengangguk tak semangat..
" ana takut akhi sakit Rai...akhi terlalu cape...." akhir akhir ini pikiran Syifa selalu tak tenang khawatir dengan keadaan kakang ,yg selalu pulang terlambat bahkan tak jarang hampir tengah malam... ukhti sadar kakang melakukan semua ini karena tanggung jawabnya namun tetap saja .
" anti tenang saja ,fa anti seperti tidak tau kakang seperti apa fa tugas anti mendo'akan di setiap langkahnya..." ucap Rai mencoba menenangkan.
mau tidak mau tanggung jawab itulah yg sekarang ada di pundak kakang.
sudah hampir jam sepuluh malam Syifa bolak balik mengecek tirai jendela ,ia melihat ke arah luar menanti kang sya pulang .
" Syifa....belum tidur???" suara Priscil sedikit mengejutkan Syifa.
"belum bunda,,,,nunggu kakang pulang...." jawabnya
" ohhh....ya sudah bunda ke kamar ya...paling juga sebentar lagi... Yanda juga masih di ponpes ko. .."
" iya bun...bunda met tidur ya..." Priscil mengangguk tersenyum .
Syifa pun memutuskan untuk kembali ke kamar nya..tak lama suara mesin mobil terdengar
"assalamualaikum....."
" wa'alaikumsalam....."
" fa anti belum tidur???" tanya kakang yg menyimpan tas nya di kursi meja belajar nya lalu membuka seragamnya.
"belum kang , nungguin kakang ...." akhirnya Syifa tersenyum lega. kakang yg merasa lemas membaringkan tubuhnya yg terasa mulai berat di ranjang
" mau mandi dulu??? Syifa udah siapin air hangat...kakang udah makan???" Syifa menhampiri kakang dan duduk di samping nya
" iya ana mandi dulu fa... syukron sayang..." ucapnya tulus sambil menyentuh pipi Syifa lembut
" kang badan anta panas....." saat pipinya merasakan kulit kakang yg hangat ia lalu menyentuh kening dan leher kakang yg panas. .
" kakang sakit ???"
"ahhh mungkin kecapean saja fa...mungkin dengan mandi air hangat ana akan mendingan..."
.
.
.
.
__ADS_1
mata yg sudah mengantuk terusik karena guncangan yg terasa , Syifa membuka matanya dan mendongak ke arah kakang
" ya Allah...." Syifa langsung mendekat dan menyentuhkan sekali lagi punggung tangannya ke kening sang suami yg terlihat menggigil ,peluhnya membanjiri wajahnya .