
happy reading all π
.
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
.
seminggu sudah kang sya dan Syifa menikah ,pagi ini semua kembali ke aktivitas semula
Syifa menyendokkan nasi diatas piring kang sya ,
" udah kali dipandangnya..." sindir Rai melihat kang sya yg memandang gadisnya berlabel halal secara intens
" dihhh bilang saja anti sirik....." goda kakang pada adiknya itu sambil mengacak rambut Rai yg kebetulan belum berjilbab ,
" La....ana tak sirik .... kang, tangan anta jaga ya jangan pegang pegang "
dengusnya sam menepis tangan kang sya
kakang berdecih ria sambil terkekeh semakin ia ingin menggoda adiknya itu ,,,
" astagfirullah ana lupa ana habis memegang terasi tadi..." goda kakang melihat tangannya sendiri sambil cengengesan sontak membuat mata gadis manis itu membola " kang...ga lucu ya...ana baru saja habis keramas..." bibirnya yg sudah maju jalan layaknya paruh si donald siap mematuk kaka kembarnya itu seraya tangannya menyibak nyibak dan membaui rambut hitam nya.
kakang tertawa , Syifa menepuk punggung tangan cogan yg sudah sah menjadi kekasih halalnya itu.
" kang...." ucapnya
" mau sudah ataupun belum menikah,,tetap saja tiap hari ribut....kapan tenang nya rumah ini..." sahut Priscil frustasi dari dapur...
Rai masih merengut kesal dengan kelakuan kakangnya
.
.
.
.
.
" sayang ...kakang pamit dulu ....sepulang sekolah langsung ke cafe....jadi pulangnya sore..." akhi mengusap lembut kepala Syifa yg sudah tertutup jilbab sempurna
" iya...hati hati...kalo nanti Syifa nyusul boleh???bosen di rumah terus..." jawab Syifa
kang sya menautkan alisnya" ga sendiri ko..nanti aku ajak Rai atau Vani...." pintanya
bippp...bippp......
" hey antum berdua nanti saja diteruskan pacaran nya ,ini sudah telat...." teriak uzi
" hahhh bikin ngiri saja kakang dan syifa ini..." benak uzi
__ADS_1
" ya sudah boleh tapi hati hati...ana pergi dulu ya, sebelum pak Dimas berkoar-koar kaya mau ngajak demo, terus nyuruh push up " kang sya memasang kacamata hitamnya lalu masuk ke mobil.
"assalamualaikum...."
"waalaikumsalam....."
Syifa pun kembali ke dalam dan bergegas mengambil tas punggung nya dan berjalan bersama Rai menuju ponpes
.
.
.
.
.
.
" assalamualaikum,bro..."
" heyyy...penganten baru...." pekik Satria dengan suara toa masjidnya ,,, Ziyan menutup mulut ember salah satu temannya itu yg tak ada remnya.
"happp...."
"astagfirullah... sorry bruhh...gue lupa..." sedang kan kakang hanya menggidikan bahunya cuek ,ia bahkan bersikap biasa saja saat beberapa mata melihatnya karena teriakan Satria.
" weiisss.. seger bener ,,,abis di service ya??...gimana gimana rasanya udah pecah telor....?" tanya Imam
" wuiihhh mulut anta......" uzi duduk diantara mereka bertiga.
kakang menggeleng " pecah telor apanya ....yg ada juga Syifa pura pura sakit ...." adu kang sya membuat semua tergelak
" hah???"
termasuk uzi yg tak tau menau urusan privasi sepupunya itu.
" pura pura sakit gimana???" tanya Ziyan yg masih menyisakan kekehannya.
________________________
" bagaiman kalau ke cafe kakang saja...." Syifa menaik turunkan alisnya menunggu persetujuan kedua gadis itu.
" boleh lah....nanti ana minta ijin pada bunda ..... "
" ana ikut.....boleh kan..." tanya Vani dengan puppy eyes nya.
" memangnya ustadzah Maryam membolehkan...??"
Vani menunduk... iya juga ,ukhti kan hanya santriwati biasa disini, jelas harus memiliki alasan urgent untuk bisa keluar dari sini tidak bisa keluar masuk seenaknya.
.
.
.
.
.
" jadi???" ustadzah Maryam menggeretakan jari jarinya di meja kayu miliknya dengan tatapan yg susah diartikan ,jelas Syifa dan Vani sedang harap harap cemas .
" ya jadi begitu ustadzah kami meminta ijin keluar sebentar ke apotik untuk membeli obat Vani yg habis,,,,"
glukkk ....
mereka menelan saliva dengan susah payah....
sorot mata mereka seakan sedang berperang dengan ustadzah Maryam,,,
" na'am kalau begitu silahkan tapi ingat setelah kalian membeli obatnya langsung pulang ponpes lagi.... " ujar ustadzah Maryam.
"ahh lega... Alhamdulillah..." benak Syifa dan Vani bersorak.
akhirnya otak Syifa yg nakal lah yg meloloskan mereka keluar gerbang pesantren, Syifa yg sudah terbiasa dengan kenakalan kenakalan macam ini tersenyum puas namun Vani mendadak khawatir tak menentu ,takut ketahuan , takut berdosa karena berbohong ......anak baik ckckckckck..
__ADS_1
" fa....apa tak apa apa kita sudah berbohong loh.. " cemas Vani yg memainkan jarinya sambil berjalan beriringan bersama Syifa.
" elah tenang aja , Van ,santuy...santuy...." Syifa melengkungkan bibirnya dan menepak udara menganggap ini adalah hal biasa , Rai sudah menunggu mereka di depan gerbang memakai mobil bundanya .
ketiga gadis ini pun melaju menjauhi pesantren
.
.
.
.
.
sejak pertama dibukanya cafe milik kang sya,cafe ini tak pernah sepi pengunjung bahkan kebanyakan kaum milenial menjadikannya basecamp untuk berkumpul termasuk teman teman sekolahnya.
Syifa, Rai dan Vani sampai di parkiran cafe ,sebelum sampai Syifa sempat menelfon kang sya dan menyuruh mereka langsung masuk saja ke ruangannya,karena kang sya masih berada di sekolah.
" yukk..masuk...." ajak Syifa menarik tangan Rai dan Vani , Rai sudah tak asing lagi namun Vani yg baru pertamakali nya kesini menatap kagum .
" masyaallah ramai sekali ,fa .....ini toh cafe milik Rasya....wah ibu bos nih....." senggol Vani di lengan Syifa .
" ahhh biasa aja Van,,,ini cafe milik Rasya bukan milikku..." Syifa merendah .
mereka masuk ke dalam menuju ruang Rasya,, Vani masih dengan kehebohan nya ,,netra nya tak jemu memandang sekeliling cafe, wajar saja ukhti jarang keluar ponpes yg ada hanya dapur dan kantin ponpes, itupun kalo bagiannya piket dapur.... walaupun sesekali di waktu libur orangtuanya sering mengajaknya makan di luar .
Syifa memesan makanan langsung ke dapur tak lama pesanan pun datang .
" Rai....apa anti tak minat berbisnis seperti om ustadz,bunda dan Rasya ?" tanya Vani sambil menyendokkan cake ke mulutnya.
Rai hanya menggidikan bahunya tak berminat ,ukhti tidak memiliki keinginan untuk ikut terjun ke bisnis kalo kata kang sya bungsu mah duduk manis saja di rumah menunggu uang jajan sambil terkekeh sungguh kata kata bijak yg tidak patut ditiru...
mungkin karena sejak kecil Rai selalu dimanja dalam hal materi juga kasih sayang, membuatnya menjadi pribadi yg suka melakukan hal kalau ia suka dan berbisnis bukanlah salah satunya.....
" biar kakang saja yg berbisnis,ana tidak berminat..." ucapnya acuh .
" oh iya.. " Vani menepuk jidatnya " Rai itu tak perlu susah susah bekerja ,fa kan itu tugas Haikal..." jawab Vani polos tanpa melihat wajah Rai yg langsung menatapnya kesal.
jelas saja Haikal pun akan memiliki tanggung jawab besar sebagai pewaris tahta atau the Heirs dari kerajaan bisnis ayahnya,,,,
" bisa tidak kita tidak usah membahas akhi dulu..." ucap kesal Rai,membuat Syifa dan Vani saling melemparkan tatapan usil .
" ekkhhemm ada yg marah ni yeee , sudah beberapa hari pujaan hati tidak terlihat.... terhalang tembok pesantren..." goda Syifa, Rai melotot "apa sih fa...." Rai menusuk nusuk cake dengan garpu yg dihentak menimbulkan tawa renyah Syifa dan Vani.
" di mulut sih bilang engga tapi di hati rindu...." tambah Vani yg semakin mengipasi arang yg sudah menjadi merah , sepertinya kalau ditaruh potongan daging yg ditusuk pastilah sudah matang .
" auuu ahhh...." dengusnya " astagfirullah huss husss syaitan..." ucapnya kemudian sambil meniup niup kiri kanannya.
"hahahahha " keduanya kembali tergelak tanpa sakit hati dikatai syaitan penghasut amarah.
ceklek .....
tas yg disampirkan di bahunya lalu diraih oleh Syifa
" assalamualaikum...."
" waalaikumsalam....,capek..??" Syifa mengecup punggung tangan kang sya yg wajahnya tampak sedikit memerah karena cuaca panas . Kang sya mengangguk malas.
" eh ada adik ana yg judes bin galak...ada calon makhramnya uzi juga..." kekeh kang sya
pukk.......
Rai melempar tisu yg digulung gulung dan tepat mengenai dada kang sya sebagai jawaban godaan sang kaka ,wajah Vani pun tak bisa menyembunyikan rasa malu dan hangat hangat kuku nya .
" dasar..!! akhi menyebalkan....!! mentang mentang penganten masih anget anget ta* ayam..... seenaknya mengatai orang" ketusnya
" udah kakang jangan godain Rai terus kasian ga ada Haikal..." tambah Syifa yg langsung mendapatkan tatapan tajam Rai, Syifa nyengir dan menautkan jari membentuk huruf v " peace....!!!"
" sudah...ana ambil air wudhu dulu lalu shalat dzuhur..." kang sya membuka sepatu nya dan memakai sandal yg tersedia disana sebelum menutup pintu lagi ia menyembulkan kepalanya " Van...uzi.di depan tuh bareng ukhti ...." lalu menutup pintu sambil cekikikan.
Vani langsung merengut ,entah setan apa yg membuatnya jadi begitu , Syifa dan Rai melirik perubahan Vani .
" kakang bercanda ,van...anti seperti tidak tau akhi saja..." Rai menepuk pundak Vani
terlihat jelas Vani merasa kesal dan yg jelas satu kata untuk nya " jealousy....."
__ADS_1