
happy reading all
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
.
"assalamualaikum.... bunda...." ucap ketiga gadis ini masuk rumah
"wa'alaikumsalam ....."
"eh kalian udah dateng..."
"kenapa bun katanya tadi ada perlu sama kita bertiga???"tanya syifa
"sini kalian minum dulu deh... kakang mu mana Rai???" tanya priscil
"ada di rumah ponpes sama uzi ....yanda belum pulang yah??? tanya Rai
"yanda seperti nya tidak akan pulang hari ini sayang soalnya yanda lagi di luar kota sama abi Rahman....sekalian ada undangan tausyiah temannya ..." jawab priscil membuatkan mereka jus jeruk
"wah...malam ini bunda jadi jablay dong..." ucap Vani
"jarang dibelay..." tambahnya
"hahahahahaha....kamu ini Vani..."
"makanya hari ini bunda minta kalian temani bunda ya kalian menginap lah disini kita pesta piyama..." ucap Priscil
"mau bunda!!!"ucap ketiga gadis ini , Rai serasa memiliki teman tambahan dengan adanya Syifa walaupun ia tak pernah kekurangan kasih sayang
" terus kakang bagaimana bun...akhi itu selalu mengganggu.."ketus Rai
"tadi akhi sudah ijin sama Bunda mau menginap di rumah ponpes bareng uzi ..." jawab Priscil
dan benar saja kakang pulang sore hanya untuk mandi dam berganti pakaian namun saat ia masuk rumah kebetulan syifa dan vani pun sedang mengambil pakaian ganti...
"bun...bunda tidak apa hanya berdua bersama Rai ??? apa kakang tidak usah jadi menginap di rumah ponpes...???"tanya kakang tak enak dan khawatir
"sudah sana saja...bunda tak apa apa...kaya jaraknya jauh saja..." priscil mendorong anaknya
"nanti kalau ada apa-apa telfon saja kakang ya lagian Yanda mendadak sekali bilangnya...kalau beliau tidak pulang kakang terlanjur bilang pada uzi dan teman teman santri lainnya untuk bermain PS di rumah ponpes..." ucap kakang
__ADS_1
"sudah sayang tak apa ... sana..."
sepeninggal Rasya tak lama syifa dan Vani pun datang
maghrib menjelang mereka memutuskan shalat di rumah priscil mereka menggelar kasur tambahan di kamar Rai , Priscil membawa beberapa camilan dan minuman juga laptop dan film drakor....kalau dulu saat Azam tidak pulang ada ketiga teman somplaknya yg menemani nya namun sekarang tidak mungkin ia meminta ketiga temannya itu untuk menemaninya,bisa bisa ia di demo para suaminya
mereka bercanda,saling pukul pukulan bantal priscil memposisikan dirinya sebagai sahabat untuk anak-anaknya bercerita masa lalunya masa-masa kekonyolannya disini dan di Bandung pada mereka sampai mereka tertawa-tawa
"drrtt....
"drrrtttt......
"assalamualaikum.....khumai...." Azam melakukan video call kini terlihat wajah cantik dan awet muda istrinya itu yg sangat ia rindukan padahal belum juga sehari mereka berpisah
"wa'alaikumsalam by..."priscil menyuruh ketiga gadis itu diam tanpa bersuara
"khumai sedang apa ??sudah makan???sudah sholat???' tanyanya yg terlihat sedang duduk di tepian ranjang hotel
"sudah hubby sayang...hubby sendiri???" tanya priscil
"Alhamdulillah sudah tapi hubby lebih suka masakan khumai di rumah,,,khumai hubby kangen..." ucapnya yg tidak tau kalau disana pun ada ketiga gadis yg sudah mulai senyam senyum priscil mulai tak enak hati karena bila hanya berdua Azam selalu berkata ug berbau mesum padanya
"iya by...khumai juga kangen apa pekerjaan nya sudah selesai by.." ucap priscil
"sudah sayang besok hubby pulang....khumai disini dingin tapi hubby tidur cuma sendiri ga ada yg peluk...."
"ihhh terus mau peluk siapa...peluk saja bang ustadz...." ucap Priscil
"ihhh masa peluk bang ustadz jeruk makan jeruk dong..." jawab Azam manja Priscil melihat ketiga gadis ini sudah menahan tawanya
"hubby mau nya khumai..."
"iya sini khumai peluk jauh...." ucap priscil tersenyum lembut membuat Azam semakin rindu dan gemas ingin menerkam nya
"jangan manis manis senyumnya dong....hubby jadi pingin banget pulang sekarang juga nih... kebelet...." ucapnya
"kebelet makan khumai setelah ini gimana kalau kita honeymoon lagi??? sekalian bikin adek buat kakang sama Rai..." ucap Azam wajah priscil sudah memerah malu ,
" ihhh...LAAA.......!!!!!!! Rai ga mau punya adek....."pekik Rai kini muncul di samping priscil membuat Azam kaget tawa kedua gadisnya meledak
"yanda man ihhh mesum.... Rai ga mau punya adek..."ucap Rai
"astagfirullahaladzim...khumai kenapa ada Rai???"tanya Azam terkejut
"assalamualaikum yanda...." ucap Rai tersenyum
"iya by... priscil mengedarkan layar ponselnya pada kedua gadis lainnya juga..."
"ya Allah ada syifa sama Vani juga..." tambahnya lebih kaget
"iya assalamualaikum om ustadz Azam..." ucap mereka berdua
"wa'alaikumsalam....khumai kalian sedang apa hubby kirain ga ada anak anak kenapa khumai tidak bilang.."
"maaf by...abisnya di rumah sepi makanya khumai suruh Syifa dan vani menginap disini menemani khumai dan Rai ,kakang sedanh di rumah ponpes by..." jawab priscil
"oh begitu ya sudah kalau begitu hubby pamit deh jangan tidur terlalu malam ,khumai kita teruskan nanti saja ,awas ya khumai tunggu hubby pulang.... assalamualaikum..."
"wa'alaikumsalam..."kekeh priscil yg melihat wajah suaminya memerah dan gugup karena malu
"hahahahaha..."tawa mereka meledak
"senang deh liat bunda sama om ustadz...syifa pengen deh kalau nanti punya suami ,, hubungan kita kek gitu...." ucap syifa diangguki Vani "iya vani juga...." "iya Rai juga ..."
__ADS_1
"ya sudah nanti bunda bilang sama para boys ya. .....kakang , uzi sama Haikal biar ngikutin Yanda...."kekeh priscil
"ihhh bunda...."rengek mereka
"bunda...bunda keren deh syifa ga nyangka deh bunda anak band syifa jadi kepengen deh..."ucap syifa
"boleh....kenapa ngga kita bikin band ponpes baru kalian saja bertiga....kita tunjukan sama para ikhwan....bukan cuma mereka saja yg keren bagaimana???"
"tapi bun..."mereka ragu
"kenapa harus ragu... Rai.. saatnya Rai keluar dari zona nyamanmu sayang tunjukan bakat kamu sayang jangan cuma dipendam untuk diri sendiri..."priscil memeluk anaknya dari samping...
"Rai malu bun...."
sontak kedua gadis ini menautkan alisnya
"apa Rai pun bisa ngeband bun???"tanya mereka
"tanya saja langsung bagaimana Rai???" priscil menyunggingkan senyum
Rai mengangguk lalu priscil mengambil gitar dan memberikannya pada Rai
Rai menghembuskan napas nya kasar lalu meraih gitar dan memetik senar senarnya dan bernyanyi merdu dan syahdu.....
"wahhh Rai keren....." ucap Syifa dan Vani
"bagaimana kalian pun mau belajar , masih ada waktu 3 bulan lagi sampai acara pembagian rapot kita gunakan untuk belajar dan berlatih sehabis pulang dari ponpes ..." tanya Priscil
"tapi kita secara sembunyi sembunyi dulu ya bun kita ga PD..." ucap mereka
"oke kita lihat nanti..." batin Priscil
"oke ....mulai besok sepulang dari ponpes dan syifa sepulang sekolah kalian kesini langsung masuk studio ....." ucap priscil
"oke...!!!"seru mereka semangat
"kasih nama dong apa nama bandnya...."ucap Vani
"emmhhh bagaimana kalau " Salwa.." artinya pelipur lara atau pembawa kebahagiaan
"boleh tuh bagus bun...."
"hahahahah Salwa band.... ucap Rai dan kedua gadis itu
malam bergulir begitu cepat
" hooaammmm...."
"bunda sudah mengantuk nih...ladies..."
"iya bun.... Rai juga..."
"vani pun..."
"ya sudah mari kita tidur...
mereka mulai terlelap
"terimakasih Tuhan aku mengucap syukur pada mu ya Rabb telah mengirimkan orang orang ini untukku,, mereka membuatku merasakan kembali kehangatan sebuah kasih sayang....jagalah mereka agar selalu ada dalam lindungan mu ,jaga pula calon imamku ya Allah..."senyum nya mengembang saat wajah Rasya terlintas di pikirannya lalu ia pun terlelap ke dalam alam mimpi .... begitupun di rumah ponpes
"hoaammmm ana sudah ngantuk zi ana duluan tidur..."
"na'am kang ,ini tanggung ana pun tidur sudah ini..." jawab uzi yg masih menatap layar TV...dan memegang stick ps santri yg lain sudah kembali ke pondok baru saja
__ADS_1
kang sya membaringkan tubuhnya di ranjang bekas kamar yandanya dulu dimana kamar ini menjadi saksi bisu masa muda yanda nya masih terdapat beberapa barang milik Azam dan priscil yg memang sengaja tidak di pindahkan ....kamar ini sesekali dipakai kakang atau Rai saat menginap disini atau bahkan Azam dan priscil
"ya Allah jagalah semua orang yg kukasihi dan lindungilah mereka ,,jaga pula calon makhrom ku ya allah ...bismika allaahumma ahyya wa bismika amuut...., "kakang pun masuk ke dalam waktu gerbang dunia mimpi nya .....