Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
makhtubah


__ADS_3

afwan readers kemaren ga up soalnya up dulu Priscil cs ,,,sama Nara dan Rama....


ok happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


.


.


" by....umi dan abi berangkat dengan siapa ???" tanya Priscil yg sedang merapihkan pakaian dan niqab nya ,ia duduk di meja rias setelah dirasa polesan make up nya sudah cukup walaupun sebenarnya tidak akan terlihat orang lain


" bareng sama bang bro ustadz dan ka Bila...."


"kalo teteh dan a Farhan???" tanya nya lagi


Azam yg semakin gemas pada istrinya yg cerewet ini mendekat setelah mengancingkan kancing kemeja batik senada dengan kang sya


"sini hubby bantu merapikan niqab nya ...." ucap azam , tanpa Priscil sadar itu hanyalah tipuan muslihat suaminya.....ya katakanlah Azam adalah suami yg mengambil kesempatan dalam kesempitan....


Priscil tidak mencurigainya dan terus saja bicara


" cuppp....."


kecupan manis dan sayang mendarat di bib*rnya matanya membelalak"hubby ih nakal..." ucap priscil yg kaget dengan perlakuan suaminya


Azam terkekeh namun sekali lagi" cupp...." dan kini Azam memperdalamnya namun Priscil membiarkan nya ,sampai nafas keduanya memburu .....lalu Azam melepaskannya. " nah itu jurus jitu buat membungkam mulut khumai .." kekehnya cepatlah semua sudah menunggu ,... " bukannya memasangkan niqab sang istri namun ia malah mencuri sebuah ci*man , Azam memegang gagang pintu namun sebelum membukanya dan keluar kamar


" sayang , sebaiknya khumai berkaca dulu sebelum memakai niqab,maaf ya...." lalu ia pun keluar kamar


Priscil yg mendengar langsung membalikkan pandangan nya ke arah cermin " hubby.... ihhh rese..dasar ustadz mesum...." dengusnya saat pantulan dirinya menampakan lipstiknya yg baru saja ia oleskan belum kering sempurna aga sedikit belepotan ,ukhti bergegas membersihkan dan merapikannya lalu memasang niqab

__ADS_1


pertemuan kedua keluarga kang sya dan Syifa yg menggelar acara khitbah di selenggarakan di hotel and resto milik Azam , nampak kedua keluarga dari kedua belah pihak sudah hadir ,sepatah dua patah kata sudah disampaikan oleh perwakilan keluarga masing masing


Priscil memasangkan sebuah gelang indah pengganti cincin ,harganya yg cukup fantastis berasal dari saku kang sya sendiri ....senyuman terukir manis diantara semua yg hadir .Syifa lengkap dengan gaun dress panjang nya tertutup jilbab pula dan kakang sya nampak sangat tampan dengan kemeja batik panjang namun kekinian tidak menampilkan sosok ketuaan ,malah menambah kharisma nya .


" cieee...cieee...udah resmi jadi tunangan .....alias makhtubah...." senggol Rai pada Syifa yg merona ...


" anti jamilati fa....." ucap Rai


"terus kamu kapan???" tanya Syifa


" emmhhhh kapan kapan..." goda Rai


"ishhh...."


"wahhh ,kang ...ana kalah start ,anta semakin di depan....." ucap uzi (yahhh uzi dipikir logo motor kali semakin di depan)


"hahaha....syukron,zi nah tinggal anta Haikal nih yg berlomba siapa yg lebih dulu menyusul..." jawab kakang


satu persatu anggota keluarga pulang hanya menyisakan keluarga inti saja begitupun keluarga Syifa yg pulang , sedangkan syifa harus kembali ke pesantren.


"oke deh calon besan ....kita pulang dulu...tolong jaga Syifa ya..." pamit Risa


" siap...calon besan...."


Priscil bersama Syifa masih melepas kepergian keluarga Syifa pulang yg lain sudah masuk ke dalam hotel ,tanpa disadari beberapa pasang mata melihat menyeringai ke arah mereka ,,,melihat penampilan Priscil dan Syifa dari atas sampai bawah mata mereka langsung tertuju pada gelang khitbah yg Syifa kenakan ....


"wah...santapan bagus..nih guys...orkay....orang kaya...." ucap seseorang berkepala plontos


"itu berlian Jo.....mantap.... " mereka berdecak


mereka lantas menyebrang hendak melancarkan aksinya


Syifa dan Priscil yg tidak tau bahwa mereka tengah menjadi sasaran perampokan masih tertawa cekikikan bersama


sampai.....


" serahkan semua harta kalian....." seorang pria menodongkan pisau tepat dibelakang Syifa ,kebetulan tempat mereka berdiri sedikit keluar dari area hotel kalau saja mereka hanya mengantar sampai parkiran tidak akan begini kejadiannya.


Priscil berfikir tidak mungkin dia menelfon ataupun berteriak yg ada sepersekian detik kemudian nyawa Syifa melayang....


"oke saya akan berikan tapi lepaskan dulu kami..."


"jangan coba-coba berteriak...." mereka celingukan melihat area sekitar


"Syifa pun sama hendak melawan namun kemampuannya belum seberapa ditambah mereka tidak seimbang 2 lawan 4 belum lagi mereka bersenjata .


tangan Syifa masih dipelintir , Syifa memiliki ide ia menginjak kaki si penjahat


"awwww....." saat cekalan nya terlepas ia tak menunggu waktu lama dan tak membuang kesempatan Syifa berbalik hendak meraih Priscil namun mereka kalah cepat tangannya dan tangan Priscil ditarik kembali oleh dua lainnya


"kami mau ini..." tunjuknya pada gelang khitbah Syifa ,sontak Syifa menggeleng

__ADS_1


"enak saja....,,,,kalau memang mau kerja...beli sendiri..." ucap Syifa yg justru memancing amarah si penjahat


" apa !!! beraninya kamu ....." si penjahat hendak merebut paksa namun Syifa melakukan perlawanan,ia tidak rela bila harus kehilangan gelang khitbah nya dari kakang ,baru saja ia kenakan masa... harus sudah di ambil orang,, apalagi kalau sampai kakang sya tau ,bisa jadi masalah nanti ,ia akan menganggap bahwa Syifa tidak bersungguh-sungguh dan tidak menghargai dengan pertunangan ini dan malah lalai menjaga barang pemberian nya.....


mereka saling berebut , Priscil yg melihat merasa gemas namun cukup khawatir karena tidak menutup kemungkinan kalau mereka akan nekat menyerang Syifa .


"stop...dasar kalian ....sampah masyarakat...lepaskan anak ku...." pekik Priscil


"fa...sudah berikan saja fa tak apa kakang bakal paham ......" pinta priscil


"tidak bunda,,, Syifa tidak mau Syifa tidak ikhlas... ucap syifa


rupanya tingkah mereka sudah mendapat perhatian orang sekitar karena merasa terdesak akhirnya salah satu penjahat itu membantu si penjahat yg sedang merebut gelang dari Syifa


"ahhh kelamaan.... " perlawanan Syifa semakin keras ia bahkan memukul mukul bahkan kakinya ikut melayangkan tendangan


satpam pun sudah melihat gelagat mereka dan hendak menolong


keadaan mereka sudah tersudutkan dengan geramnya


" dasar.... gadis si*lan " saat kaki Syifa menendang pusaka milik salah satu penjahat namun


" jlleeebbbbbb....."


ia menusukan pisau yg dipegangnya di perut bagian kiri Syifa....


"Syifaaaaaaaa......!!!" pekik Priscil...


tubuh Syifa seketika lemas , Priscil yg sedari tadi berusaha keras melepas cengkraman tangan dua penjahat akhirnya berhasil dan menangkap tubuh Syifa


"cabut...cabut...guys...." ucap mereka panik dengan membawa gelang khitbah Syifa


"weyy...weyyy...rampok..rampok...." terdengar beberapa orang berteriak dan mengejar mereka termasuk beberapa security hotel dan beberapa gedung disampingnya


" bruukk..." tubuh Syifa ambruk di pangkuan Priscil , beberapa bulir air matanya jatuh dari ekor matanya menandakan sakit yg tak bisa diucapkan ditambah rasa penyesalan karena tak dapat menjaga amanah calon suaminya


"bunda...." ucapnya pelan terengah engah "maaf..." manik mata yg indah memandang sang calon mertua di pinggiran trotoar jari jemari lentiknya menahan perut yg sedari tadi mengeluarkan cairan kental merah ,satu lubang yg lumayan besar berhasil dibuat di perutnya ,dress nan indah tampak glamour membalut tubuh Syifa seketika bernodakan darah


"fa bertahan sayang...kamu kuat ,tunggu kakang..." Priscil terisak air mata sudah tak terbendung lagi melihat calon menantunya menjadi korban penusukan pikirannya menerawang kejadian beberapa belas tahun yg lalu seperti ini juga posisinya saat Azam ditembak oleh bang Gio...


"astagfirullah...mari kita bawa ke RS terdekat bu..." seorang security hotel berlari mendekat hendak membantu mereka


"astaga bu Priscil.....!!!!" pak Maman adalah satpam hotel ia sudah cukup lama bekerja disana sehingga tentulah sudah hafal betul dengan nyonya bosnya


"pak cepat panggilkan saja pak Azam dan Rasya sambil membawa mobil..katakan saja apa yg terjadi... " ucap Priscil


tanpa komando lagi pak Maman lari sekencang-kencangnya dan masuk ke dalam gedung tempatnya mencari nafkah selama hampir sepuluh tahun ini....


maaf ya readers up nya kucicil ,karna author sangat sangat sibuk ... insyaallah deh demi kenyamanan membaca author usahakan up lagi secepatnya .....


makasih yg masih setia sama kakang sya dan Rai...

__ADS_1


ditunggu like,vote and komennya ya..... don't Miss it....😍😍


__ADS_2