Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
aturan (revisi)


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


ada yg melengkung tapi bukan pelangi ,ada yg membuncah tapi bukan air sumur , Priscil segera menormalkan jantungnua yg sudah lompat lompat dari tadi ,ukhti mengontrol ekspresi di hadapan anak mantunya,, sambil sesekali berfikir mungkin tengah menghitung umurnya sekarang,sudah siapkah ia menjadi seorang ,ya Allah....disebut apa nanti ukhti oleh anak dari anaknya itu nene?? nehi !!!....oma ??? La!!!!


ia berjalan keluar dari kamar mandi diiringi tatapan menunggu dari kakang dan Syifa.


Priscil menyodorkan sebuah alat tes tersebut di depan kakang dan Syifa dengan wajah tersenyum lebar.


" taaddaa..!!!!!" namun tidak di duga keduanya hanya terbengong tak mengerti maksud nya.


" ihhh ck..." Priscil memberengut ,angkat tangan dengan kepolosan anak anaknya ini..


" antum berdua tak mengerti ???"


" engga bun ...!" jawab kakang polos sambil melongokkan kepala melihat benda pipih itu ,beda halnya dengan Syifa yg mengetahui itu apa ,tapi tak tau negatif atau positif kah itu???


," jadi bun itu gimana hasilnya??"


ingatkan Priscil untuk membenturkan kepalanya atas kepolosan kedua anak mantunya .


" ini positif sayang ,,, Alhamdulillah wasyukurillah..."


Syifa menutup mulutnya tak percaya sedangkan kakang hanya menganga.


" cepet banget ya Allah , alhamdulillah ternyata ana bibit unggul...." ucapan jenaka dalam batinnya


" Alhamdulillah...." ucapan syukur Syifa menyadarkan dari keterpakuannya ,kakang naik ke kasur membuat Syifa dan Priscil mengernyitkan dahi bingung atas kelakuannya.


ia mengambil ancang-ancang dan melompat lompat seperti anak kecil yg kegirangan karena mendapat mainan baru.


" Alhamdulillah...ya Allah.... wasyukurillah....." pekiknya sambil meloncat loncat , Syifa yg duduk di ranjang sedikit menjauh karena badannya ikut berguncang guncang tak karuan.


" astagfirullahaladzim..kakang...!!!" pekik kedua akhwat itu


" berenti kang..." Syifa hendak meraih kaki kakang


" kakang turun....!!" kini keduanya sama sama ikut tertawa namun tetap berusaha menghentikan aksi konyol calon ayah muda.


" ya salammm ....dulu yandamu tidak seperti ini kang...apa jadinya nanti anak anta kang kalau tau abinya seperti ini kelakuannya.... bunda tak bisa bayangkan apa yg akan anta ajarkan..."

__ADS_1


kakang berhenti lalu meraih Syifa dan memeluknya erat " syukron sayang.. syukron...." ucapnya sarat akan makna.


"na'am ..! bunda turun dulu kalau begitu ,mau telfon dokter kandungan buat bikin jadwal ...." tapi saat bunda melangkahkan kakinya ,dengan sekali hentakan


" greupp..." ..


" syukron bunda... syukron...." kakang memeluk bundanya dari belakang , Priscil yg setengah terkejut ikut terenyuh dengan perlakuan kakang jarang sekali akhi menangis , tapi disaat ini saat Allah memberinya rezeki yg tak terhingga , membuat nya semakin bersyukur karena Allah begitu menyayanginya,


" syukron ...kalau bukan karena bunda juga ,, kakang tidak akan bisa seperti sekarang,semua dukungan bunda untuk hubungan ana dan ukhti dan semua yg telah bunda berikan..." setetes air mata keluar di sudut matanya ,


wanita yg tidak bisa dibilang muda itu lagi pun menangkup wajah anak laki-laki nya ,dan memberikan kehangatan seorang ibu lewat tatapannya.


" bunda sayang kakang karena Allah..." ucapnya


melihat interaksi mesra antara anak dan ibu di depannya siapa yg tidak tersentuh , Syifa mengusap sudut matanya yg mulai berair.


" mulai sekarang jaga istri dan calon anak anta.. jadilah imam yg baik untuk mereka...bawalah keluarga anta ke jannahnya Allah..." setelah nya Priscil keluar dan memberitahukan kabar ini pada Azam.


_____________________


dokter sudah memeriksa keadaan Syifa dan memberikan beberapa vitamin , Priscil mengantarkan dokter kandungan pribadinya sewaktu dulu saat mengandung kakang dan Rai .


" Alhamdulillah... syukron sayang....." sekali lagi kakang mengucap syukur ,di usia mudanya akhi tak menolak rezeki Allah SWT yg akan dititipkan kepadanya dan Syifa ,akhi tidak takut akan kesiapan mental keduanya karena akhi yakin seiring berjalannya waktu serta dukungan keluarga insyaallah mereka bisa melewati itu , bagaimana saja ayah dan ibunya dulu.


cacing di perutnya sudah demo sejak tadi ,dan Syifa berniat untuk turun ke bawah , entah sejak kapan Syifa cepat sekali lapar mungkin karena kini ia makan tidak sendiri ada nyawa yg harus ia beri makan juga di dalam rahimnya , kaki Syifa hendak menjejakkan turun dari ranjang


" anti mau kemana???" tanya kakang yg baru saja mengenakan stelan hitam hitam ,hendak ke area ponpes.


" mau kebawah, Syifa lapar kang..."Jawab Syifa sambil mendongak seolah berucap emang kenapa ???.


tanpa di minta kakang langsung menggendong Syifa dan membawanya keluar kamar Syifa yg kaget refleks mengalungkan tangannya ke leher akhi ,tau tujuannya keluar kamar ukhti berontak ia menghentak hentakkan kakinya namun percuma saat ini kakang sedang dalam mode posesif nya baru saja ia diceramahi tentang aturan baru yg dibuat kakang secara sepihak oleh kakang yg menurut nya tak adil karena kebebasan nya yg sedikit terenggut....


" anti mau turun ke lantai bawah kan ???ya sudah terima saja...atau anti bisa pilih mau di gendong atau tidak keluar kamar sama sekali..." ucapnya


" what ???"


hey you... gue ini lagi hamil bukan lagi sekarat trus mau mati besok...bahkan daun kering aja ga akan berani nyentuh kulit gue ......huffttt ya salam..!!! tentunya itu gerutunya dalam hati... mana berani ia mengucapkan langsung secara gamblang auto uang jajan disikat habis tak bersisa kalo gitu .


pemandangan itu tak luput dari mulut iseng Rai


" ya Allah mata ana ternodai....!!!'" ucapnya sambil terkekeh tanpa sadar di sebelah Haikal sudah ikut tertawa.


"sirik tuh...." jawab kakang .


" kang anta berlebihan sekali Syifa itu hamil kang bukan sedang sakit parah " sarkasnya merasa geli dengan tingkah Sepasang kekasih halal ini ,


si Rai ga ngaca ya readers....


" biar saja..! kenapa anti mau ???tuh suami anti di samping tinggal bilang...ya nggak kal...??" diangguki Haikal .


Haikal dan Rai sudah memakai stelan yg sama dengan kakang karena hari ini adalah jadwalnya pencak silat , Syifa pun seharusnya ikut namun karena hasil revisi aturan kakang untuk saat ini selama masa kehamilan Syifa tidak boleh mengikuti kegiatan apapun yg menguras tenaga apalagi olahraga fisik sesuai saran dokter.


" kang , Syifa boleh liat aja kan ?? Syifa bosen di rumah terus .." rengeknya yg awalnya di tolak Kakang mentah mentah.


" biarkan saja Syifa duduk di bangku penonton kang ,kasian nanti stress...." ucap bunda,bila sudah bunda yg berucap kakang mengiyakan.


" baiklah anti boleh ikut menonton saja..." mata Syifa berbinar ukhti tersenyum senang.... setidaknya ia tidak menjadi tahanan kamar untuk saat ini.thanks to bunda......


____________________


" hiyaaa.....!!!"

__ADS_1


" bukkk......"


Rai sedang sparing dengan lawannya ,latihan kali ini sekaligus mengajarkan para juniornya , sudah bisa ditebak dengan kemampuan Rai,wajah cantik imut nya dan aura kharisma nya kebanyakan santriwan junior terkagum-kagum , beberapa diantaranya sudah membuat fanbase garis keras Raisya...... Uzi dan kakang sedari tadi sudah memegangi pundak Haikal ,salah salah mereka melepaskan Haikal,baku hantam lah yg terjadi yuppp... benar !! Haikal sudah kebakaran jenggot melihat tatapan tatapan kekaguman kaum santriwan junior pada Rai...


" sabar kal....!!" ucap kedua nya hanya kata itulah yg mampu menahan Haikal dari kemarahan nya .


Rai yg konsentrasi nya terpecahkan oleh tepukan tangan sedikit kecolongan ia tertendang pada bagian perut


" bukkk....."


" gubrakkk....."


sehingga kini ukhti terpental ke belakang ,hanya saja ia langsung bangun walaupun sedikit meringis , semuanya sedikit terperanjat melihat Rai..


Rai membalas dengan sekali hentakan dan kuncian akhirnya ia memenangkan duel ini ,namun ada yg aneh ukhti rasakan....mungkin sedikit ngilu di bagian perut bawahnya bekas tendangan tadi ia menepi, Haikal dan Syifa yg melihat itu mendekat


" bby anti tak apa ??? mana yg sakit ???" Rai mengangkat tangannya " im ok...." tapi berbeda dengan yg ia rasakan sungguh malah semakin sakit kepala nya pun sedikit pusing... Haikal gelagapan, sekuat apakah tendangan barusan rasanya hanya tendangan biasa saja dan Raisya .... gadis itu sudah terbiasa dengan hal ini bahkan ada yg lebih parah pun tak jadi suatu masalah untuknya . Haikal masih mencoba melihat keadaan Rai, bodo amat dengan pandangan negatif yg akan tercipta karena ia sudah lancang mendekati seorang akhwat dan menyentuh nya lagipula Raisya adalah istrinya yg sah dan halal.


" Rai anti tak apa ??maaf kalau tendangan ana kekencangan..." raut wajah Nia lawan sparing Rai ketakutan serta khawatir .


" ana tak apa Nia,,,tak apa memang itu sudah biasa ko.." ucap Rai, namun terlihat jelas anti tengah menahan sesuatu.


" Rai .. anti tak apa???" tanya Azam.


Rai menggeleng , pikirnya ia tak mau membuat khawatir semua orang yg ada disitu


" Syifa ....bisa tolong bawa Rai ke ruang UKS mungkin ukhti butuh istirahat...."


" na'am yanda...." angguk Syifa


" ana akan temani antuma ,yanda..." ijin kakang diangguki Azam


santri junior silih melongok melihat keadaan Rai...


" ana tak apa , silahkan lanjutkan,ana hanya butuh istirahat saja..abi... Yanda ana ijin permisi..." gadis itu tegak dan menghormat seperti baik baik saja


lalu dengan dibantu kakang dan Syifa ,Rai menuju ruang UKS .


" ana pulang saja kang...." ucapnya terbata nafasnya berat...


" anti tak apa Rai??kakang rasa anti sakit ??" kakang mulai khawatir dengan wajah adiknya yg memucat apalagi peluh membanjiri kening dan jilbabnya.memang tidak dipungkiri ini sungguh sakit Rai sudah tak bisa menahan ,ia meringis ditengah tengah koridor yg terlihat lengang karena memang sudah sore juga...


Syifa yg mengikuti dari belakang begitu terkejut saat sebercak noda merah mengalir dari dalam celana Rai hingga menyentuh kaki putih nya


" astagfirullahaladzim...!!!kakang ....!!!" tunjuk Syifa pada noda itu


kakang menoleh ke arah yg ditunjuk Syifa seiring tubuh Rai yg memberat di lengan kakang.


" astagfirullahaladzim.. Rai..." namun sepertinya kesadaran Rai mulai menghilang.....


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2