Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
meluapkan emosi


__ADS_3

maaf ya readers untuk 2 episode kedepan kita bersedih sedih ria dulu rasanya kalau ketawa terus ntar otot mulutnya pegel....siapkan hati ....


bismillah.....


.


.


.


.


.


.


.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


"faa...anti kenapa nangis fa???" Rai dan Vani memeluk menguatkan syifa yahhh.... gadis yg mereka kenal kuat dan selalu penuh canda dan kekonyolan kini meneteskan air mata dalam kediamannya tanpa bersuara apa kamu tau tetesan air mata yg jatuh dari seseorang yg selalu nampak kuat dan bahagia pertanda kalau sakit yg ia rasakan memang teramat....


Rai merasa ada yg tidak beres ia melangkah keluar dan tak sengaja mendengar pembicaraan orangtuanya dan orangtua Hawa , akhirnya ia mengerti apa yg terjadi


"ana tidak menyangka Syifa sesuka itu pada kakang....apa juga yg sudah kakang ucapkan hingga membuat syifa sangat menyukainya..."


"Rai aku mau balik pondok saja bersama Vani ya ..." ucap Syifa bergetar yg menghapus air matanya mencoba bangkit


"aku antar ya fa...." syifa mengangguk saja....


"apa tidak mau pamit pada bunda??"tanya Rai


" ahhh nanti saja salamkan dan tolong sampaikan saja kami kembali ke pondok ,takut ganggu Rai..."


mereka berjalan beriringan menuju pondok sambil sesekali Rai dan Vani bercanda setidaknya menghibur sang sahabat mereka paham apa yg sedang terjadi Vani pun tau karena sebelumnya saat Rai keluar dan menguping ia pun mengekor


"sudahlah fa....akhi tidak hanya satu....masih ada Gus Ali..." kekeh Vani


"hahahaha iya ya sampe lupa sama Gus Ali..."jawab Rai


"iya karena anti terlalu sibuk mengurus Haikal..." jawab Vani ,syifa hanya diam dan menyimak obrolan kedua sahabatnya itu sambil sesekali tersenyum ia belum mampu membalas candaan kawan kawannya ia masih merasa lelah pikiran nya pun tidak bisa berputar padahal biasanya otaknya lah yg paling encer kalo soal gombal,absurd dan tidak terkalahkan langkah mereka terhenti saat mereka mendengar suara


"sya .....apa sih lebihnya ukhti dibanding ana ,ana anak Habib kurang apa lagi ana cantik,,,ana juga seorang hafidzah apalagi ilmu ...kalau dibandingkan dengannya ,ana juga lahir dari keluarga yg berkecukupan dan baik baik...."ucapnya tengah duduk di bangku pinggir koridor menghadap pada kang sya ,uzi dan Haikal yg tengah beres beres sehabis kegiatan pencak silat


kang sya menatap tajam ke arah Hawa " astagfirullah anti sudah takabur ,siapa anti merasa diri anti lebih hebat dan lebih mulia dari orang lain anti memang seperti apa yg anti ucapkan namun satu yg anti tidak punya yg ukhti miliki sifat rendah hati...justru ana menyukai ketidaksempurnaan nya ana menyukai semua kekurangan yg ada di diri ukhti..." ucap kang sya dingin pada Hawa


"kang sabar kang...." ucap uzi

__ADS_1


Haikal hanya bersiul siul ria merasa tidak nyaman dengan situasi ini


"astagfirullah ....aseef sya bukan maksud ana begitu....tapi orang tua ana dan orangtua anta sedang berbicara masalah perjodohan kita sya ..."


"apa!!!!" ucap kakang ia menyela keringat nya


uzi memandang kakang seolah bertanya begitupun Haikal


"come on sya....kita sudah saling mengenal sejak kecil....ana uhibbuka anta sya...." ucapnya


tanpa mereka sadari dari belakang mereka 3 pasang mata menatap melongo terlebih syifa yg sudah semakin berderai air mata


"syifa...."panggil Haikal membuat kang sya,uzi dan Hawa menoleh pada ketiga gadis yg tengah mematung di lorong


"**** ......"umpat kakang segera menghampiri syifa


"fa ana bisa jelaskan fa...." mohon kakang


"plakkk......


semua membelalakan mata termasuk Syifa


Rai menampar sang kakak kembarnya dengan cukup keras mata bulat dan muka menggemaskannya berubah menjadi mengerikan bak mafia girls yg siap membunuh musuhnya tentu saja ia warisi dari sang ayah .....


"itu belum cukup untuk mengganti air mata syifa yg jatuh dari matanya ...kang sya..."


syifa tidak percaya Raisya seorang gadis cuek itu kini pasang badan membela syifa dari kakanya sendiri ,padahal Hawa adalah teman nya sejak kecil tapi ia tau bahwa kali ini Hawa sangat salah apalagi dengan kata katanya barusan membuat Rai muak dan menjadi tidak respect pada gadis blasteran itu ,ia lebih memilih syifa yg apa adanya namun ia lebih tulus, dan jujur semua mematung termasuk Haikal yg kaget melihat gadisnya itu untuk pertama kalinya sangat menakutkan padahal tidak bermain jurus seperti biasanya


Vani melongo selama hidup ia mengenal Rai ternyata belum cukup ia mengenal sahabatnya itu...


"fa hapus air mata anti ,anti adalah akhwat yg kuat. . ."Rai kembali memeluk syifa dari samping


syifa pun menghapus air matanya dan memberanikan diri menatap kang sya dengan senyuman nanar


"selamat tinggal sya ......mungkin kita belum berjodoh...." ucap Syifa bergetar.....


JLEB........


menghujam jantung kakang tepat sasaran....ucapan lembut nan bergetar meruntuhkan benteng pertahanan emosinya ....senyuman manis syifa membuatnya malah terluka baru saja kemarin siang gadis ini memberikan nya sebuah benda yg tak bisa disentuh ,sebuah kotak kepercayaan namun kini ia menghancurkannya berkeping-keping tak menyisakan sedikit pun dan menutup pintu hatinya dengan mengucapkan selamat tinggal .....


syifa berlalu bersama Vani dan Rai


"ayo fa...."ajak Rai


rahang kang sya mengeras tangannya mengepal wajahnya terlihat menahan emosi "fa....."ia berbalik


uzi dan Haikal yg melihat langsung berlari menahan Rasya yg hendak mengikuti syifa mereka tau kakang sedang tidak berfikir jernih sekarang

__ADS_1


"fa ana uhibbuki Fillah anti... fa gue cinta sama loe fa...." pekik kakang yg ditahan uzi dan Haikal namun syifa tak bergeming dan terus berjalan menjauh


"sudah kang kalian sama sama emosi biarkan Syifa tenang dulu anta juga harus tenang kang..." ucap uzi


kakang berbalik menatap tajam Hawa seakan hendak membunuh namun uzi dan haikal membawanya menjauh


"Hawa sebaiknya anti kembali ke kamar ...."titah uzi


,mereka membawa kakang ke ruangan berlatih taekwondo kakang melampiaskan kemarahannya pada semua alat berlatih


uzi dan Haikal menatap nya prihatin sekaligus ngeri bahkan alat untuk berlatih tendangan pun sampai sobek dan mengeluarkan isinya


"kang sudah,anta harus kontrol emosimu kang..." ucap uzi kang sya membalasnya dengan tatapan tajam layaknya elang yg siap memburu mangsanya


"sans kang.....oke mangga silahkan dilanjut..." gidik uzi berdiri ditopang satu kaki ke belakang


"Rasya ngeri nj*rrrrr kalo lagi ngambek..." bisik Haikal yg berjongkok di samping uzi


di kamar syifa terisak di pelukan Rai dam Vani mereka mencoba menenangkan syifa walaupun percuma syifa tetap saja larut dalam kesedihannya


inikah akhir dari kisah gue sama Rasya,hanya sampai disini saja gue sama Rasya mengukir cerita indah kita...kalau iya ya Allah terima kasih sudah pernah mengirimkanku seorang Adam yg telah membawaku dan mengarahkan ku ke jalanmu walaupun kini aku harus berjalan sendiri .... terimakasih Arrasya Al-razzam......


"sudah lah fa... sebaiknya kita segera istirahat nanti anti bangun untuk solat malam ana temani mintalah ketenangan batin pada Allah .. fa..." ucap Rai membawa syifa ke ranjangnya


"iya fa ana pun...." tambah Vani


setidaknya mereka berdua lah yg Syifa punya saat ini untuk menguatkannya tak lupa juga ia masih memiliki Allah SWT...


ia memejamkan matanya walaupun tak terlelap ,ia hanya merasakan tubuhnya sangat lelah


kakang melihat kedua punggung tangan nya yg mulai membiru dan mengeluarkan sedikit darah ia sudah merusak beberapa alat latihan di sasana


"apa begini cara anta menunjukkan ketidakterimaan dam kekecewaan..." suara yg mereka kenal di ambang pintu mengejutkan mereka Azam membuka kokonya menyisakan t-shirt putih ia pun membuka kopiahnya lalu berjalan mendekat


"ayo lawan Yanda...."tatapannya berubah tajam dengan senyuman smirknya membuat uzi dan Haikal bergidik


"waduh om ustadz lebih ngeri zi...kaya gengster pantesan anak anaknya pun ngeri aku tau dulu beliau adalah tangan kanan kesayangan papih ,tapi gue ga nyangka aja doi semengerikan ini ,apa kabar sama bokap gue ...." ucap Haikal pada uzi,ia pun sama takutnya


awalnya kakang menatap Azam tunduk ia selalu menghormati kedua orangtuanya melebihi apapun walaupun rasa sakitnya ini adalah andil orangtuanya juga....namun emosi kembali menyelimuti fikiran labilnya ia menyerang Azam brutal Azam menangkis setiap serangan-serangan anak nya itu melampiaskan semua amarah di hatinya


"amarah tidak akan mengalahkan ketenangan,,,,,justru amarah adalah sebuah kelemahan, percayalah Yanda pun pernah mengalami nya...."ucap Azam di sela sela perkelahian mereka....sampai sebuah pukulan mendarat di sudut bibir Azam membuatnya mengeluarkan darah


" yanda...om..." gumam haikal dan uzi


"hemm..."Azam menyunggingkan senyumnya ia mengelap darah yg keluar dengan ibu jarinya


saat kakang hendak menyerang ayahnya lagi dan Azam pun sama,,, priscil dengam sigap berlari dan berdiri di tengah-tengah mereka membuat kakang dan Azam hanya melayangkan kepalannya di udara tepat di samping kanan kiri Priscil

__ADS_1


"bunda..!!!!!!!" .pekik uzi dan Haikal


"bunda ....khumai...." gumam mereka berdua


__ADS_2