
happy reading all
.
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
.
" bun .....mau berapa kali ini paru paru ana sudah kembang kempis nih. .." ucap kakang ngos ngosan
"bun...."mereka celingukan melihat di atas kolam sudah tidak ada siapapun ,priscil dan ketiga gadis itu sudah masuk ke dalam rumah
"hah....ana kapok kang bermasalah dengan bunda..."ucap uzi menggigil....
mereka naik dari dalam kolam renang
"astaga....salut deh om ustadz kuat banget sama bunda kece...." jawab Haikal tak kalah mengigil
" anta ini zi seperti baru mengenal bunda saja ....." jawab kakang
" om ustadz sudah kebal kal....justru jarang jarang kan ada istri yg begini sama suami...om ustadz senang yg menantang..."jawab Azam terkekeh dibalas tawa ketiga cowo ini
" ini mah bukan menantang lagi om...menantang maut...."jawab Haikal
"iya kal yanda ana sudah dibutakan oleh cinta ,,,, bau ee ayam aja berasa bau melati ...."ledek kakang
" hahahahaha.." meledaklah tawa mereka di penghujung hukuman mereka miris memang sudah dihukum masih tetap bisa tertawa , Azam pun ikut tertawa mendengar jawaban anaknya
"hari ini anta bertiga masih bisa tertawa nanti juga anta bertiga merasakan sampai saatnya tiba .." jawab kakang
priscil kembali membawa 4 buah handuk dan memberikannya pada mereka masing-masing ,saat bagian Azam priscil membantunya mengelap dari ujung rambut sampai ujung kaki membuat mereka bertiga iri
"dihhh Yanda manja sekali...." ucap mereka
"bukan manja ,,,,ini sudah menjadi kewajiban seorang istri ...."jawab nya
priscil kembali mengeluarkan senyuman hangat nya .....senyuman yg terkadang bisa berubah menjadi mengerikan saat mereka berbuat kesalahan dan memberikan hukuman...
"sudah...sudah....ini para ikhwan jaman sekarang tuh sukanya berghibah mulutnya kaya ibu ibu kalo lagi featuring kang sayur...." ucapnya yg masih memakaikan jubah mandi pada Azam
"bunda sudah siapkan kalian makan sama susu coklat panas ..... Rai dan yg lain sudah di dalam tapi pakai dulu pakaian ....jangan bertelanjang dada begitu...." ucap priscil menunjuk pintu depan rumahnya yg akan langsung menuju lantai 2 kamar kakang
"asik....bunda pengertian....loh memangnya kenapa bun??? bukannya kalo ikhwan tidak apa apa..." tanya Haikal
"isshhh anta ini sama saja ,,,kalo ukhti yg di dalam tergoda apa anta mau meladeni mereka..."jawab kakang mendapat tatapan dari Azam,kakang dan uzi
" dengar dulu bunda belum selesai bicara maksudnya meladeni ledekan dan ejekan mereka kalau bunda sih yakin iman mereka kuat tapi mulut mereka yg pedes...." jawab Priscil
"bunda kali yg imannya tidak kuat..."ledek kakang
__ADS_1
"dihhh bunda mah sudah punya ini...."priscil memeluk suaminya mesra dan mengecup pipinya menggoda ketiga pemuda di hadapannya
"sudah ahhh lama lama sama pasangan bucin bisa bisa hari ini juga ana ke rumah orangtua Syifa...untuk mengkhitbahnya... ucap kakang masuk ke dalam diikuti uzi dan Haikal
"hemmm kini hubby yg tergoda....khumai harus tanggung jawab...."ia mencolek hidung mancung istrinya ini
"ihh hubby genit...ayo masuk pake baju nanti masuk angin terus makan khumai sudah buatkan minuman hangat..." ucapnya yg masih dalam pelukan Azam
"syukron sayang uhhibukki Fillah istriku...." kecupnya di kening priscil dan berakhir di bibirnya sekilas
"uhhibuka fillah hubby...."
mereka masuk ke dalam setelah keempat akhi ini berpakaian mereka semua makan
"fa...nanti kalau sudah menikah anti jangan galak galak seperti bunda ya..." ucap kakang di tengah makan malam mereka setelah sebelumnya mereka solat isya berjamaah
priscil menatap tajam anaknya Azam hanya menahan tawa mendengar pernyataan anaknya itu...
"peace bun...." kakang menunjukan kedua jarinya dan nyengir
"oh ya kal...besok anta mau pulang jam berapa???"tanya Azam
"nunggu jemputan papih om...."jawab Haikal lalu meneguk segelas air
"emangnya besok loe jadi pulang kal....??"tanya Syifa
"yoi...." jawab Haikal dengan anggukan
"yoi apa sih...."tanya Vani , priscil jadi merasa melihat cerminan Cici dulu
"yoi itu iya Vani..."jawab priscil ....
hanya Vani yg tak mengerti bahasa anak gaul kota maklum lah ia dibesarkan seumur umur disini walaupun Fikri adalah manager sebuah pabrik
mereka semua bercanda dan tertawa-tawa tapi tidak dengan Rai ia merasa ada kesedihan dan kekecewaan saat ayahnya bertanya kepulangan Haikal dan Haikal mengiyakan,,,, rasanya sedih bila Haikal pergi ia terbiasa dengan gombalan dan godaan cowok tampan itu ia sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Haikal walaupun terkadang ia merasa kesal namun itulah...., kesal itu berubah menjadi gelenyer geli di hati Rai yg membuatnya ketagihan ,,akhir akhir ini wajahnya sering sekali memerah dan hatinya sering merasa melayang dengan sikap dan ucapan Haikal
"Rai kamu sakit???" tanya haikal yg beralih menatap Rai seketika Rai langsung menetralkan suasana hatinya...
semua melirik Rai "anti sakit sayang???"priscil meraba kening dan menangkup pipi chubby anaknya itu
"tidak bunda...ana sehat...ana hanya capek saja..." jawabnya
kakang yg meneliti Rai merasakan ada yg aneh ia tau yg kembarannya ini rasakan entah ikatan feeling yg begitu kuat antara saudara kembar kakang hanya melihat gelagat Rai yg berbeda
serapat dan secuek apapun Rai tapi kakang akan selalu tau....
"ana mau lihat seberapa jauh anti menutupi perasaan anti terhadap Haikal Rai..."benak kakang
"assalamualaikum...."
"wa'alaikumsalam....."
"bunda....teh Rai......."pekik Hana
" zi ada si bocil zi.... tangkap...." titah kakang pada uzi
uzi bersiap siap menangkap Hana namun Hana berlindung pada Azam
"uzi ,kakang...." bentak Priscil menggelengkan kepalanya
mereka semua tertawa melihat tingkah mereka sungguh gemas
"asyiikkk..... ada personel Salwa lengkap disini kebetulan...emang dasar rejeki anak soleh..."ucap Hana mengeluarkan ponselnya
"teh Rai,ka Syifa teh Vani . Hana mau minta foto dan video....boleh kan teman teman ana ngefans oh ya Salwa lagi trending topik di Al amanah di Mts sama MA loh...." jelas Hana membuat rai syifa dan Vani senang bukan main mereka membuat blog bareng di gazeboo belakang
"ciihhhh.... Hana ngeselin..." ucap uzi
" hahahaha cie iri bosss...."ledek Priscil membuat Azam ikut tertawa
"bunda sih pake ngajarin para ukhti jadi kan mereka..."ucap kakang merajuk
"mereka jadi idola???" sanggah priscil
__ADS_1
" kalo begitu kalian 11 12 sama Yanda nah...curhat lah sana..." priscil beranjak melihat para gadis di belakang
"apa maksudnya sya ,,,zi...."tanya haikal melongo mereka menggidikan bahunya
"nasib anta bertiga sama kaya nasib yanda dulu....saat Mujahid naik daun...."ucap datar Azam
"hahahaha satu nasib ternyata..."ucap mereka dengan gelak tawa
di luar....
"bunda....bunda nanti ajari Hana dong Hana juga mau kaya teh Rai bun...."Hana merengek
"iya ..iya nanti ya...." jawab priscil
malam berlalu dengan keceriaan
keesokan harinya pukul 9 pagi Haikal sudah bersiap siap karena saat mendapat panggilan kalau ayahnya Gio sudah dekat dengan pesantren
Haikal tampak sangat berbeda , penampilan nya seperti saat pertama kali datang kesini membuat siapapun ukhti akan berbalik menengok dan berdecak kagum
celana levis panjang hitam dan sepatu sneaker panjang diatas mata kaki, t-shirt maroon dan jaket kulit hitam tak lupa kacamata hitam bertengger manis di hidungnya
Rai menatap tak berkedip
"assalamualaikum...."
"wa'alaikumsalam...."
bang Gio turun bersama Salsabila mereka melepas rindu pada priscil dan Azam malah mengajak bertandang ke Jakarta
saat yg lain tengah berada di ruang tengah haikal menghampiri Rai yg tengah berada di ayunan belakang ia terkejut karena sedang tidak berjilbab dan memakai dress selutut berwarna biru dongker
deg.....
jantung keduanya
"astaga ..... Rai cantik banget .... astagfirullah..."Haikal menghembuskan nafas kasar sedangkan Rai sibuk menutupi dirinya
"Rai boleh aku ngomong...."tanya Haikal
"boleh mau ngomong apa..." jawabnya ketus
"aku pamit pulang ya .....ga lama ko...." ucapnya
ada rasa sedih di hati Rai ingin rasanya Rai mengucap jangan tapi ia mengurungkan niatnya karena rasa gengsi dan tak mungkin juga kan ia melarang larang siapa aku???
"iya udah pulang saja tidak ada yg melarang ko...mau lama juga silahkan...."ucapnya bohong sambil menutup mata
ada raut kecewa di wajah Haikal namun ia berfikir positif saja dan tidak menyerah untuk menaklukkan hati Rai ia merasa Rai patut diperjuangkan...
"ya sudah kamu jaga dirimu baik-baik ya selama tidak ada aku...jangan nakal jangan lirik lirik laki laki lain..."canda Haikal
"ihhhh apa urusan anta ya sudah sana...."
"assalamualaikum..."
"wa'alaikumsalam...."
Haikal berbalik hendak pergi dengan segera Rai menoleh dan menatap kepergian nya sungguh Rai sebenarnya tidak rela....
setelah berpamitan Rai hanya bisa merutuki kebodo*annya yg lebih menomor satukan gengsi nya,kini ia hanya bisa menatap mobil om Gio yg semakin menjauh ia menyesal tidak bersikap manis dan menatap Haikal saat berpamitan walaupun hanya untuk menghabiskan waktu liburan di Jakarta bukankah seharusnya bagus kalau Haikal bisa liburan disini mereka bisa lebih mengenal satu sama lain yahhhh nasi sudah menjadi bubur .....
"anti yakin tidak memiliki perasaan apapun terhadap Haikal kalau ana sih tidak yakin...." bisik kakang yg langsung melenggang masuk ke rumah ucapan kakang membuatnya terdiam mematung...
dimobil
"Haikal....apa itu anak perempuan om Azam???"tanya Gio
"hmmm..."jawaban Haikal
"cantik...."ucap Salsabila "mamih suka...."
Haikal tersenyum simpul ternyata bukan hanya dia yg menyukai Rai namun kedua orangtuanya juga , Gio melihat senyum anak sulung nya buah cintanya bersama Salsabila...dari balik spion pengemudi ,baru kali ini ia melihat Haikal begitu pada seorang gadis bahkan hanya mendengar namanya saja ia sudah tersenyum simpul...
__ADS_1