
maaf maaf dehh readers ngangenin ,bukan maksud author gantung tapi memang per bab cuman author pegel nulisnya ..... hehehehe
happy reading π
.
.
.
.
.
.
bismillah.
.
.
.
.
"ya udah aku masuk dulu assalamualaikum...." dengan terpaksa Rai melepas Haikal masuk lagi ruangan sempit berjeruji itu
kini mereka dalam perjalanan menuju rumah kediaman Haikal
rumah bergaya klasik bercat putih dan hitam gerbang pun terbuka seorang security membukakannya
ting..tong....
" assalamualaikum ."
seorang wanita masih aga muda membukakan pintu
"wa'alaikumsalam silahkan masuk pak bu ...."
"Azam, Priscil......!!!" ucap ka Salsa turun dari lantai atas ,matanya sembab bagaimana tidak ia hampir 2 hari ini tak berhenti menangis ,siapa lagi kalau bukan menangisi anak semata wayangnya, Haikal
"sil..." ia lantas langsung menghambur ke pelukan priscil dan terlihat punggungnya bergetar
priscil mengusap usap lembut punggungnya sebagai bentuk menenangkan dan memberi kekuatan
"yang sabar ya ka salsa.... berdo'a saja pada Allah semoga Allah memberikan jalan.... insyaallah ka Haikal akan baik baik saja..." ucapnya ,ia membawa salsa ke sofa
"maaf ya sil...aku cengeng ..."
"tak apa ka...."
" gimana zam.... perkembangan kasusnya???, tadi siang aku jenguk Haikal ke polsek..mas Gio juga sedang di Surabaya mencari keberadaan Nungki..." ucapnya sesenggukan
"iya sal....ana tau anti tenang saja ... insyaallah semua akan baik baik saja ...."
drrtt...
drttt...
ponsel Azam bergetar "bang Gio..."
"sebentar ana angkat telfon dulu..." ia menjauh dari mereka
"udah ya kak ,kita serahkan masalah ini sama kaum laki-laki, insyaallah priscil yakin Haikal akan baik baik saja" ia menangkup wajah salsa dan menghapus sisa air mata dari wanita paruh baya yg masih terlihat cantik ini
__ADS_1
Salsa melirik kakang dan Rai
"ya ampun tante sibuk menangis ,sampe lupa ada si cantik dan si ganteng ..."ucap salsa
"assalamualaikum..tante..."salim mereka
"wa'alaikumsalam..."
"monggo diminum bu,,, den,,,non...."wanita yg tadi membukakan pintu menyajikan minum
" syukron bi makasih "ucap Rai tersenyum ramah begitupun kakang
"aduh tante tuh senang sekali sama Rai ....kamu tuh cantik,pinter,sopan,santun, sholeha aduhhh calon menantu idaman..."gemas Salsa membuat pipi chubby itu merona
"oh ya kebetulan disini ada 3 kamar tidur tamu biar aku antar sil ...."
Salsabila mengantar tamunya menempati kamar masing-masing di lantai bawah
kakang masuk ke kamarnya lalu merebahkan tubuh nya yg sudah lelah tak butuh waktu lama untuknya mulai menyelami alam mimpi ,sedangkan Rai matanya susah sekali terpejam padahal ia sudah merasakan lelah di seluruh badannya ia melirik kamar orangtuanya sudah tertutup rapat ,begitu pula kamar kaka kembarnya ia mencoba berjalan jalan sebentar keluar kamar, matanya menyipit saat melihat seseorang sedang duduk di sofa di hadapan tv yg masih menyala namun tidak menonton bahunya terlihat bergetar ia mendekat
wanita itu memakai scarf berwarna maroon dan mendekap foto Haikal
"tante....tante sedang apa disini ko belum tidur???" tanya Rai memegang pundaknya
ia sedikit tersentak lalu menghapus air matanya " ehhh Rai ,kenapa belum tidur ???"tanya Salsa balik
" Rai belum bisa tidur ..."jawabnya
mereka mengobrol cukup lama "Rai mau ikut tante ga???" tanya Salsa , Rai mengerutkan dahinya "kemana??"
Salsa menarik tangan Rai mengajak nya menapaki lantai marmer itu sampai ke lantai atas menuju sebuah kamar
Rai melihat pintu kamar berwarna hitam menggantung disana sticker bertuliskan "yang tidak berkepentingan dilarang masuk" dengan simbol tengkorak dan pistol
ceklek....
"sini duduk sayang ...."salsa menepuk nepuk ranjang di samping nya Rai pun menurut , Rai mengedarkan pandangannya ke seluruh inci kamar ini matanya tertuju pada sebuah foto berbingkai kayu eboni ia tampak sangat lucu dialah Haikal kecil yg giginya masih ompong , Rai tertawa kecil melihat nya
"ini Haikal Tante??"
tanya Rai, salsa mengangguk ia pun ikut tertawa matanya menerawang masa lalu saat mengambil gambar itu
"ini tuh dulu waktu Haikal umurnya masih 4 tahun dia tuh suka banget makan permen dan coklat tante sama om sering melarang dan membatasi tapi Haikal selalu beli ngumpet ngumpet makanya gigi nya ompong...."jawab Salsa
"ini tuh dia lagi belajar main sepeda di depan komplek...dia tuh bilang suatu hari dia bakal jadi pembalap hebat...makanya om masukin dia ke sekolah balap dan Haikal sering ikut balapan secara legal,,, ayahnya tidak mau Haikal mengikuti jejaknya dulu termasuk ayahmu azam masuk ke dunia hitam..." jelasnya lagi
Rai beranjak melihat lihat barang barang sekeliling nya dari mulai rak yg berisi buku buku komik ,koleksi kaset film action yg tersusun rapi
"tapi....semenjak Haikal mengenal beberapa teman temannya semasa SMP yg merupakan anggota geng motor ilegal ia malah jadi terseret ke dalamnya Haikal jadi jarang pulang,, sering keluar malam ... sering membuat masalah...sering mengikuti balapan liar..."terang salsa lagi wajahnya menjadi sendu
Rai menoleh ke belakang "Haikal itu anak yg baik dia tidak mungkin seperti itu..."salsa kembali menangis...
"iya tante Rai percaya ko..."Rai mengantar salsa kembali ke kamarnya dan membaringkan salsa di ranjang lalu menyelimutinya ,ukhti hendak kembali ke kamar tamu namun langkahnya terhenti saat di depan kamar Haikal ,ia kembali masuk ,,jujur tadi di dalam sana ia merasa sangat nyaman apalagi bantal dan selimut yg masih wangi oleh parfum Haikal menandakan sarung bantal dan sprei yg belum diganti semenjak terakhir Haikal tidur disana,seakan merasakan kehadiran Haikal lewat kamarnya ia kembali masuk , Rai mengambil foto masa kecil Haikal lalu membaringkan tubuhnya di ranjang Haikal ia membalikkan badannya menyamping dan memeluk foto itu disini Haikal merebahkan tubuhnya untuk beristirahat , niatnya hanya sebentar namun Rai merasakan kenyamanan disini hingga matanya terasa berat tanpa sadar ia bergumam"selamat tidur Haikal.." ia pun terlelap.....
Priscil sudah selesai memasak di dapur membantu para asisten rumah salsa untuk menyiapkan sarapan untuk semua "kang... Rai mana???" kakang yg duduk di meja makan menggidikan bahunya tanda tak tahu
"by... Rai mana???"
"loh bukannya semalam sudah masuk kamar , memangnya dikamarnya tidak ada???" tanya Azam yg keluar sambil merapikan kemeja nya Priscil menggeleng
"kang coba cari di depan...atau di taman belakang.." pinta priscil ia mengangguk "na'am bunda..."
saat mereka bertiga kelabakan mencari Rai,, Salsa turun dari lantai atas "kalian sedang mencari siapa???" tanya nya menuruni tangga memakai sendal rumahnya
"oh iya apa anti melihat Rai,Sal...??"tanya Azam
__ADS_1
"oh Rai....dia menginap di kamar Haikal...."ucap tenang Salsa...
"hah....kamar haikal tante...???" tanya kakang setengah terkejut
"iya katanya semalam susah tidur ,coba deh cari disana pasti masih ada..." Salsa duduk di meja makan menyeruput teh hangatnya
"ya sudah kang..coba bangunkan Rai suruh ukhti sarapan..."pinta priscil kakang berjalan ke arah yg ditunjukkan oleh Salsa
ceklek
dan benar saja Rai tengah tertidur pulas di ranjang Haikal sambil memegang pas foto
kakang mengguncang guncang lengan adik kembarnya itu "hey.... assalamualaikum.... Rai bangun bunda menyuruh anti sarapan..."
suara kakang berhasil membuat Rai mengerjapkan kedua matanya
"astagfirullah....kang jam berapa ini ana ketiduran setelah salat subuh..." ia mulai duduk
"jam 8 pagi ,sudah anti mandi terus lekas bergabung di meja makan ..."
"na'am kang ...."
di meja makan
" Rai ....yanda,bunda dan kakang akan menengok resto dan toko hari ini apa anti mau ikut???" tanya Azam
Rai tidak seperti ayah,ibu dan kakanya yg tertarik pada bisnis ia sama sekali tidak berniat menjadi businesswoman ,"tidak yanda ana tunggu saja disini...." jawab nya malas
" Zam,sil...biarkan hari ini Rai bersamaku, aku berniat mengunjungi Haikal di kantor polisi..." sahut Salsa melirik Rai, Rai pun mengangguk menyetujuinya
"Rai bantu tante memasak saja ya nanti kita kirim makanan ini pada Haikal ..."ucapnya
"na'am tante..."
"huuuu ada yg mau ngapel nih...."ledek kakang dipelototi Rai
"ya sudah kalau begitu ....oh ya semalam bang Gio bilang akhi hari ini pulang dari Surabaya..." ucap Azam
semua kecuali Salsa tergelonjak kaget tak sabar dengan hasil pencarian nya
"benarkah yanda???"tanya Rai
"lalu bagaimana hasilnya???" tanya nya sekali lagi cemas dan penuh harap berharap Haikal akan segera terbukti tak bersalah
tapi wajah Azam terlihat datar membuat sedikit keraguan dan kecemasan di hati Rai "insyaallah sayang do'a kan saja...."
sarapan selesai... Azam, priscil dan kakang pamit untuk meninjau resto dan toko yg sudah beranak cabang itu....
"Rai hati hati ya sayang temani tante salsa disini ya... bunda tinggal dulu.."
" iya bun..."
"assalamualaikum..."
"wa'alaikumsalam..."
mereka masuk mobil "loh ko yanda duduk di belakang sama bunda???"tanya kakang
"iya lah...memangnya kenapa...??"tanya Azam
"hemmm ana kali ini jadi obat nyamuk dong,bakalan jadi sopirnya orang pacaran..." gumam kakang
mobil melaju
" oke Rai sayang... calon mantunya Tante.. temani tante masak makanan kesukaan Haikal ya...." wajah Rai memanas pipinya merona mendengar ucapan tante Salsa
__ADS_1
"let's go calon mamah mertua..."
akhirnya mereka bisa tertawa dengan candaan yg mereka buat sendiri