Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
cinta bertepuk dua belah tangan


__ADS_3

kedua adik kaka ini terkejut bukan kepalang ,wajah imut Rai menunjukan kegusaran apakah kini ia harus senang apa harus sedih mengingat ia akan segera bertemu dengan akhi yg membuatnya galau beberapa hari ini namun dengan kondisi akhi sebagai tahanan kantor polisi


"afwan yanda kenapa akhi bisa sampai ditahan di kantor polisi ???" pertanyaan kakang memecah keheningan


"akhi ... diduga sebagai pengedar narkoba,namun ini masih dugaan belum pasti ...semoga saja tidak..."ucap Azam tanpa menoleh dan tetap fokus pada jalanan


"astagfirullahaladzim....." ucap mereka bertiga


"tidak mungkin yanda...akhi tidak mungkin seperti itu..." sanggah kakang yg merasa sudah sangat mengenal Haikal


begitupun dengan Rai yg syok


" ya Allah by setau khumai kalau memang terbukti dan menjadi tersangka hukumannya berat kan by..." ia mengerutkan keningnya Azam mengangguk


"makanya saat ini bang Gio dan Ricko sedang berusaha mencari bukti kalau Haikal tidak bersalah, kemungkinan salah satu teman Haikal menyembunyikan bungkusan sabu itu di dalam motor Haikal entah sengaja ataupun tidak ....." jelas Azam


"memangnya berapa banyak sabu yg ditemukan di motor Haikal yanda???"tanya kakang


"sekitar 1 kg....atau 1000 gr....."


"hahh.. subhanallah...."


Rai sudah tidak bisa berkutik , lidahnya kelu mulutnya terkunci rapat apa yg akan terjadi setelah ini apa setelah ini ia tidak akan pernah bertemu lagi dengan akhi .....baru saja Rai merasakan dan mengakui perasaannya namun harus segera pula mengakhiri perasaannya...


"apa setelah ini kita tidak akan bertemu dengan akhi lagi yanda...." pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut gadis manis itu semua menoleh ke arah suara Rai yg bergetar ,ketiganya tau bagaimana perasaan Rai pada Haikal tanpa ukhti menyatakan


Priscil mengedarkan pandangannya pada Azam "insyaallah sayang akhi akan baik baik saja dan bebas kita berdo'a saja ya semoga ikhtiar yg dilakukan oleh Om Gio dan om Ricko berhasil ..." ucap Azam memenangkan anak gadisnya begitupun dengan priscil yg menolehkan badannya dan menggenggam tangan putrinya dari bangku depan


kakang menepuk nepuk pundak adik kembarnya ini "insyaallah Rai.... insyaallah.... "


"by...apa koneksi,uang dan jabatan yg bang Gio miliki tidak bisa meringankan ataupun menyelamatkan Haikal...." tanya Priscil


" uang,jabatan,bahkan koneksi itu terbatas khumai itupun sudah bang Gio lakukan setidaknya Haikal menjadi tahanan polsek seharusnya dalam kasus Haikal,akhi sudah harus di tahan di BNN atau bahkan di rutan yg jarang bisa dikunjungi hanya saja permintaan Haikal ia ingin bisa dikunjungi oleh...." ucapan Azam menggantung


"oleh siapa by???"


"oleh Rai....." ucapnya


dada Rai semakin sesak ,,,,,,sebulir air mata jatuh di pipi chubby nya


tak terasa sudah setengah perjalanan mereka lewati mereka memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu dan mengisi perut juga menunaikan shalat Maghrib


sedari tadi banyak makanan yg menggugah selera dipesan oleh mereka namun tak satu pun yang membuat Rai berselera ,


"sayang dengar bunda,,,, Rai harus makan nanti anti sakit...." pinta Priscil


"Rai belum lapar bun...." jawabnya yg hanya meminum teh tarik saja


priscil memutuskan membungkus makanan 2 porsi satu untuk Haikal dan satu untuk Rai


" yanda biar ana saja yg menyetir..." tawar kang sya ,kini kemudi beralih pada kang sya Rai pun duduk di depan sedangkan orangtuanya di bangku belakang sebelumnya Azam sudah menghubungi Salsabila dan berencana menginap disana setelah pulang dari polsek....


akhirnya mobil sampai di tempat tujuan ,bangunan kokoh berwarna coklat muda dan tua berlambang kan polisi Indonesia beberapa orang berseragam coklat berlalu lalang Azam janjian bersama pak Yudha pengacara keluarga Gio mereka datanh bersamaan


"assalamualaikum ,selamat malam pak Azam..." pria yg berumur setengah abad itu menjabat tangan Azam


"wa'alaikumsalam....malam pak Yudha,,,mari kita masuk ...."


"selamat malam pak..."


" selamat malam ....."

__ADS_1


"bisa bertemu dengan tahanan bernama Haikal Giovanni Adiguna...."


"oh iya silahkan masuk, sebentar kami panggilkan..."


hati Rai berdegup kencang ia masih berharap kalau bukan Haikal nya lah yg berada di dalam sana seorang polisi masuk


tap...


tap...


tap.....


betapa terkejutnya mereka melihat Haikal yg sudah diborgol kedua tangannya saat keluar dari pintu ruangan di depannya dengan masih memakai t-shirt putih dan celan levis panjang karena ia sempat mandi tadi siang


"astagfirullah...." ucap mereka bertiga Rai,kakang dan Priscil Rai hampir tak percaya dengan yg dilihatnya untung saja pijakan kakinya begitu kuat hingga ia masih punya tenaga untuk menahan posisinya dan tidak terhuyung


"om ustadz...." Azam memeluk Haikal yg berjalan ke arahnya


"om.... Haikal tidak bersalah om..." terlihat ujung bibirnya lebam ,dan terluka ,,,luka yg ia dapatkan dari bogeman mentah ayahnya sendiri 2 hari yg lalu saat mengetahui ia ditangkap polisi


"om tau Haikal papah mu dan om Ricko sedang mencari Nungki...." bisik Azam Haikal mengangguk lalu pandangannya jatuh ke priscil yg sedang memeluk Rai


"bunda...."panggil nya


priscil melepaskan pelukan nya pada Rai beralih memeluk Haikal, Haikal tampak tegar tidak sedikitpun ia menangis


kini pandangan nya mengedar ke kakang


"sya...


" ehh brad....gimana kabarmu ,anta dekil amat kal...apa anta tidak mandi...." kekeh kang sya mencoba mencairkan suasana


"bodoh..."gumam Rai


"kami ijin sebentar bertemu Kapolsek..."ucap Azam berlalu bersama pa Yudha dan Priscil ke ruangan Kapolsek


"duduk disana saja ...."ajak Haikal pada Rai dan kakang sya


"apa tidak apa-apa??"tanya kakang mereka menuju bangku panjang di teras polsek


"tidak apa lagipula gue ga bisa kabur ko dari sini..."sambil menunjukan tangannya yg terborgol


mereka duduk berdampingan dengan kang sya di tengah tengah layaknya tumpeng


"kal anta yg sabar,,, semua sedang mengusahakan kebebasan mu..." ucap kang sya haikal mengangguk dan tersenyum getir


"gue jadi kangen ponpes sya...apalagi kalo malem gini..." ucap menerawangnya


kedua akhi ini tak sadar sedari tadi Rai sudah meneteskan air matanya namun ia buru buru menyeka nya


"suuutttt ..."mata kakang dan mulut nya seakan memberi kode pada Haikal menunjuk Rai


"ana ijin menelfon syifa sebentar ya disitu..." tunjuknya tak jauh dari mereka hanya berjarak 5 meter ,kakang merasa mereka butuh privasi lantas ia pun menelfon syifa sebagai alasan sekaligus ia pun ingin mengabari syifa


"kamu apa kabar???" tanya Haikal canggung ingin rasanya ia memeluk gadis cantik dihadapannya yg matanya sedikit sembab


" kamu nangis??? apa tangisan kamu buat aku???"tanya nya lagi


Rai menyeka air mata yg keluar ia ingin sekali mengungkapkan perasaannya pada Haikal tapi ia malu dengan semua kekuatan dan yang ia punya


" puk....!!!

__ADS_1


"pukk....!!!!


Rai memukul mukul bahu Haikal yg tidak bisa melawan maupun mengelak


"awww ko dipukul..."


"dasar bahlul anta...anta tau apa akibatnya kalau sampai Om Gio gagal membuktikan anta tak bersalah..."tangis Rai pecah ia sesenggukan dan meremas roknya


Haikal menyeka tangisan di pipi Rai dengan kedua tangannya yg terborgol


"jangan nangis aku baik baik saja ...." ucapnya ia sedih dan senang sekaligus


" apa harus ditangkap polisi dan mendapat ancaman hukuman mati dulu baru kamu mengakui perasaanmu sama aku Rai...." tatapan Haikal meneduhkan justru membuat Rai semakin berurai air mata


" bodoh ......dasar ikhwan bahlul...." rutuk Rai Haikal malah terkekeh ini adalah bentuk sayang Rai padanya dengan memakinya akhirnya sekarang ia tau bahwa perasaannya berbalas


"kamu sudah makan???"tanya Haikal Rai menggeleng


" kenapa???" Rai diam...


"apa anta sudah makan???" Haikal pun menggeleng


"kenapa??apa disini tidak diberi makan???"tanya Rai


"ehhmm dikasih hanya saja aku kangen sama capcay air laut..."kekeh Haikal Rai memanyunkan bibirnya memukul lengan Haikal


ia mengambil bungkusan berisi nasi kotak yg sudah mereka beli tadi di resto membukanya dan menyendokkan nya ke mulut Haikal , dengan senang hati Haikal menerima nya


" sekarang kamu...."walaupun tampak kesulitan tapi Haikal menyuapi Rai


setelah beberapa suapan


"ekhhhmm....bisa sekali kalian tau tau sudah main suap suapan ...hey... secara tidak langsung kalian sudah berciuman itu ...."tunjuk kakang


mereka berdua tertawa .....


belum puas bertemu kangen seorang polisi memanggil


"saudara Haikal jam besuk sudah habis ...."


dengan berat hati mereka masuk dan berpisah di ambang pintu....


.


.


.


.


.


.


.


.


.


yahhhhh pak polisi ganggu nihhhh...... TBC guys maaf telat ya author harus berbagi waktu dan pikiran buat cerita lain.....

__ADS_1


__ADS_2