
happy reading all π
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
2 hari Rai berada di rumah terus ,ia sudah rindu dengan suasana kelas ,ia berencana untuk masuk esok
paginya
"assalamualaikum bun..."
"wa'alaikumsalam..... loh ko pake seragam anti mau kemana???"
"mau masuk bun...bosan di rumah terus ana sudah baikan ko nanti kalo kelamaan ana bisa tertinggal pelajaran...." langkahnya yg sedikit kesulitan karena memakai tongkat sebelah dan kakinya masih terbalut gip
"ya sudah terserah ukhti saja.... "jawab Priscil sambil menata piring
dari atas turun kakang yg sudah memakai seragam putih abu dan Azam yg sudah memakai koko berwarna tosca berbordel gold , rapi seperti akan pergi....
" wesss ada Jarvis nih...." ledek kang sya pada Rai begitu melihat Rai yg seperti robot iron man terbalut gip
"Jarvis....."gumaman yg seperti mendumel
" anti yakin mau mulai belajar???"
"yakin....jawab Rai
"ya sudah nanti bunda antar ke kelas ...."
" tidak usah bun..."tolak Rai
"kalo kata ustadzah ayu yo wess lah sakarepmu..." jawab Priscil
"nanti kalau sudah sampai Jakarta , hubby kabari..."
"assalamualaikum...." bang ustadz dan uzi datang dari pintu belakang yg memang selalu terbuka
"tuh....soulmate yanda sudah datang ,,,abi Rahman..." ucap kakang
"tuh soulmate anta juga sudah datang ...uzi.." balas Azam
"sini bang ustadz,zi ikut sarapan...."ajak priscil
"ana sudah sarapan tadi sil, syukron..."
"ana belum....." ucap uzi yg langsung mengambil piring dan menyendok nasi,bang ustadz sudah tak aneh lagi dengan sikap anak semata wayangnya yg memang selalu makan disini....
" ya sudah ,yanda pergi dulu....,khumai hubby pergi dulu...." Azam mencium kening Priscil...."assalamualaikum...."
"wa'alaikumsalam...."
Rai pun ikut beranjak bersiap siap untuk ke ponpes sambil menggendong tas nya
"sini kakang bantu.....zi anta tunggu disini sebentar ana mengantar dulu iron man akan lepas landas .."kekeh kang sya yg mendapatkan jitakan dari Rai "na'am..." tawa uzi yg sedang makan
"tidak perlu ,,kang..." tapi kakang sudah mendahului membawa tas dan merangkul adik kembarnya itu
"sudah ayo..."
mau tidak mau Rai mengikuti saja keinginan kakang nya
"hati hati...." pekik Priscil melihat punggung Rai dan kakang yg mulai menjauh
"kang , anta sudah yakin akan segera mengkhitbah Syifa...anta dan Syifa masih sekolah kang..." ucap Rai
__ADS_1
"insyaallah Rai do'a kan saja...." jawab kakang
"Rai....!!!" pekik kedua temannya itu ,kini Rai diambil alih oleh Vani dan Syifa
"ukhti titip nih bocah nakal satu ini ya...." ucap kakang pada Vani dan Syifa
Vani dan Syifa mengangguk "fa...jagain calon adek iparnya ya..." goda kakang
" ekhmmmm ,udah ...udah .... bukan makhrom oyy..." sarkas Rai menghentikan pandangan saling terpesona
π»π»π»π»π»π»π»π»
para santriwati berlarian seakan berebutan
"ini ada apa sih....??" bingung syifa ....
ketiga gadis ini sedang duduk di depan kelasnya
"mau ngantri sembako kali...." jawab Vani
" heboh banget kaya ada artis korea aja...." timpal Syifa
"iya kali artis korea datang ke pesantren.... "sahut Rai
"hehehehe siapa tau aja dia mualaf mau belajar agama disini...." jawab syifa lagi
" hahaha kebayang ya song Jong ki pake kopiah...hahaha " canda mereka bertiga
"serius oyyy ada apose??? heboh banget..." tanya Syifa
" paling paling tontonan gratis ..... " jawan Rai
Syifa kebingungan maksud dari Rai ,ia beranjak dari duduknya mengikuti para santriwati bak emak emak rempong berlarian ingin mengetahui ada apa ia mendekat ke lapang tempat olahraga alangkah terkejutnya Syifa melihat beberapa pasang santriwan santriwati yg berjejer sepertinya sedang dihukum
si akhwat memakai dandanan cumang cemong dan kain perca di sekeliling bajunya sedang diatas gerobak sedangkan si Ikhwan yg mendorongnya di belakang dengan dandanan serupa dengan bacaan di depan gerobaknya just married sambil berteriak-teriak Allahuakbar.....
matanya membelalak ingin tertawa..dan ustadz yg sedang menghukum mereka adalah ustadz Hafidz ,bagian BP/BK
Syifa kembali ke tempat teman-temannya
"gilaaa kalo aku malu banget...." gumamnya
"anti kenapa fa ,sudah lihatnya???" tanya Rai yg sedang sibuk membaca tafsir
"itu mereka dihukum begitu karena kesalahan apa ???" tanya Syifa kepo
"heem...." Syifa menjelaskan kepada para santri yg kena hukuman ustadz Hafidz
" bwahahahaha mereka dihukum begitu karena ketauan melanggar aturan pesantren...." jawab Vani
"aturan yg mana???"
" iya aturan kalau santriwati dan santriwan dilarang bertukar surat,saling bertemu dan mengobrol juga apalagi pacaran...." jelas Rai
Syifa beroria "untung bukan gue..."gumannya pelan
"makanya ana itu bukannya sombong atau so jual mahal pada Haikal tapi ,ana takut kena hukuman kalau meladeni Haikal...." ucap Rai sambil melengos masuk ke dalam kelas dengan tertatih tatih
di tempat lain
"zi...shoot....!!!!" pekik kang sya
seperti biasa mereka trio basket selalu menjadi magnet untuk kaum hawa
"ahhhh Rasya...." pekik Cindy cs
kang sya duduk di pinggir lapangan bersama antek anteknya ,peluh di sekitar rambut dan mengucur di pelipis menambah pesona seorang Arrasya Al-razzam membuat para penonton kaum hawa berteriak histeris...mengagumi
"ehhh...gue udah lama ga liat Syifa,bro dia apa kabar ya..." tanya Satria
"baik...." jawab kang sya sambil mengelap keringatnya dengan lengan
"so tau lu sya....kaya yg sehari hari bareng doi aja..." jawab Ziyan
uzi hanya mengulum senyuman ,,,,
"lu do'a in aja bro lagi proses...." kakang memantul mantulkan bola basket ke bawah
" proses apa bro??? bukannya tiap ketemu loe sama syifa berantem mulu....iya ngga "kekeh imam di amini yg lain
" lu sama syifa pacaran bro???" tanya Gilang
" emmm lebih tepatnya calon makhrom...." jawab kang sya
"kalo Syifa calon makhrom loe lah itu siapa....??" tunjuk Gilang pada Cindy yg berlari mendekat sambil berteriak
"itu..itu mah calon selir alias harim kedua ...." kekeh uzi
__ADS_1
"bukan itu mah hansip nya Rasya..." timpal Ziyan
"honeyyyyyyy........." suara cemprengnya begitu membuat telinga berdengung
" cabut...cabut guysss pait...pait...." kakang sya beranjak lalu berlari di tertawai teman temannya
"hahaha tawon kali pait.....ahhh payah berandal ,perampok, guru killer ga takut lah sama tawon doi takut...." ucap Gilang
"ihhhh ko Rasya lari sihh...."ketus Cindy sambil menghentakkan kakinya
"princess mungkin Rasya kebelet..." ucap salah satunya
" ya jelas akhi kabur ...yg datang nenenya grandong..." ucap uzi sambil menyusul kang sya
"hahahahaha..." tawa mereka meledak
"ihhh uzii jahat.... " ucap Cindy...
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
bel pulang berbunyi
kang sya dan yg lain menuju parkiran mereka berencana ke rumah kang sya....kang sya dan uzi masuk ke mobil sedangkan yg lain menggunakan motor
hanya menempuh 30 menit mereka sampai di depan pintu gerbang rumah kakang
"assalamualaikum....."
"wa'alaikumsalam....." jawab orang rumah
"kang anta bawa siapa???" tanya Rai yg sudah di rumah
" biasa lah temen sekolah mau mengerjakan tugas sekalian main PS bareng..."ucapnya menuju kamarnya untuk berganti pakaian
"dihhh kebiasaan...!!!"
"bunda dimana???" tanya nya sambil berteriak
"ponpes....!!!" jawab Rai tak kalah kencang
tak lama kakang turun lalu mencomot makanan Rai
"takk...!!!"
"awww...."
"anta jorok....!!" ketusnya
" hehehe biarin lah vitamin j .....jorok...." ucapnya
"kang...." tahan Rai pada lengam kaka kembarnya
"hemm???"
"ana bisa minta tolong ..." ucap Rai pelan dan menunduk
" minta tolong apa??" tanya kakang
"apa anta bisa sampaikan pada Haikal kalau......" Rai menutup kedua matanya
"kalau semua syarat itu ana cabut...." ucapnya terbata
kakang mengangkat alisnya sebelah dan tersenyum"kenapa tak sampaikan saja sendiri..." acaknya pada jilbab Rai gemas
" ihhh ,kan anta tau sendiri peraturan ponpes seperti apa ,,kapan ana bertemu dengan akhi..."
"ohh jadi sekarang ana jadi merpati pengantar pesan nih...wani pirooo???" godanya
"ihhhh kakang nih...menyebalkan...." geram Rai "dasar cowo mata rupiah...."
"siapa bilang pake rupiah???" goda kakang
"terus???" Rai mengangkat alisnya sebelah
"ana hanya mau disogok pakai dirham...biar bisa ke Arab...."
"buat apa ke Arab???"
"mau dagang minyak sama korma terus ketemu raja Salman..." kekehnya , Rai semakin geram dan memukul mukul lengan sang kaka kembar
kakang tertawa puas " awww sakit ampun nyonya Haikal...." kekehnya lagi membuat Rai berteriak
"kakang......!!!!"
kang sya berlari sambil tertawa menuju ruang tamu dimana teman temannya berada
"insyaallah nanti ana sampaikan pada akhi ,tapi sampaikan juga kiss buat Syifa ya....bilanh sama ukhti ana rinduu...." ucapnya
__ADS_1
TBC π.......