
happy reading all
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
"haaa kebetulan sekali Syifa , Vani antuma harus ikut kegiatan bela diri ..." ucap kakang
keduanya memebelalakan mata "hah????"
"iya setuju ....antuma harus ikut..."ucap Rai
" tapi...tapi...." bantah keduanya
" ya bunda setuju ....jaga jaga kalau nanti bertemu jambret kaya waktu itu..." tambah Priscil menghidangkan cemilan
jangan ditanya lagi baru saja ditaruh di meja , seperti ikan dalam kolam yg dilempari empan ....mereka yg sedang duduk langsung membelalakan matanya bila menyangkut makanan. mereka serempak beranjak dan berebut cemilan di meja
"masyaallah...". priscil melongo melihat cemilan yg baru saja ia hidangkan langsung ludes tak bersisa
"bunda tidak menyangka anak anak bunda RW 06 semua..." ucap Priscil
mereka tertawa renyah ....
"RW 06 ???" Haikal menautkan alisnya
" rewog.....!!!!" ucap mereka serempak lalu kembali tertawa (rewog\= rakus)
"loh...loh...bunda kenapa nyiapin piring kosong disini ,masa ada tamu dikasih piring kosong..."ucap Azam duduk di sofa
__ADS_1
"tamu tak diundang , tepatnya yanda..."ucap kakang
"bukan kosong by... lebih tepatnya sudah habis...." sahut priscil membawa piring kembali ke dapur dan membawakan sepiring lagi untuk Azam sebagai teman teh
" syukron khumai...."
priscil tersenyum"afwan hubby...."ia mencubit pipi suaminya
"aduduh...hubby diabetes nih senyumnya itu lebih manis dari madu...." gombal Azam
"ekhem....ekhem....heyy manten basi tidak lihat masih ada anak anak jomblo disana"ucap bang ustadz menunjuk para jomblowan dan jomblowati di sofa yg melongo melihat kemesraan Azam dan Priscil yg berpangku pangkuan
"iya nih.... Yanda sama bunda bikin iri...." ucap kakang
"aduhh mata ana ternodai..." Vani menutup matanya
"aduhh ada adegan 17 ke atas nih..." ucap Syifa
"biarin biar kalian pada ngiler.... "jawab Priscil
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
2 hari kemudian tiba waktunya Syifa dan Vani memenuhi janji mereka yg akan mengikuti kegiatan
"ayo cepet ganti bajunya...." titah Rai berkacak pinggang diambang pintu kamar sedangkan kedua temannya ini masih enggan untuk berganti pakaian dengan busana serba hitam yg sudah terlipat rapi di atas ranjang
"Rai minggu depan saja deh..."ucap Syifa diangguki Vani
" no!!!!....ayo cepat...!!!"Rai menghentakan satu kakinya
"ahhh antuma lama..."Rai menarik tangan keduanya
mereka tertarik oleh tenaga Rai dengan mudahnya waduhhh Rai kaya wonder women aja
mereka sampai di lapang ,,wajah mereka memucat apalagi melihat para santri yang mengikuti sedang sparing,
tonjokan,tendangan,kuncian dan bantingan membuat mereka bergidik ngeri,memegang bagian bagian tubuhnya, dengan hanya melihat saja sudah merasa linu sendiri
jantung mereka berdegup kencang , keringat dingin bercucuran
Rai tertawa melihat ekspresi kedua sahabatnya ini "belom juga diapa apain kalian udah pucet duluan..."
"fa...van....antuma berdua ikut bergabung di barisan..." pekik bang ustadz
"aduh Van...mati aku...kabur saja yuu..." ucap Syifa
"iya fa...ana pun takut..." tangan Vani mendingin
Rai menarik kerah baju mereka
"nah gitu dong jadi nanti kalau ana sedang pergi anti bisa jaga diri sendiri sekaligus menjaga anak anak kita..."bisik kakang namun di balas tatapan mendelik Syifa ,,kakang tertawa kecil gemas melihat tingkah Syifa
uzi memperhatikan Vani yg tampak kesulitan mengikuti gerakan Azam
" tangan anti harusnya begini.... lututnya ditekuk..." uzi membenarkan posisi Vani pandangan mereka bertemu
__ADS_1
degupan jantung mereka seirama....uzi tersenyum lalu berbisik " semangat...." sepertinya merah nya blush on sudah berpindah ke pipi Vani
kedua gadis ini memang gadis pintar tak membutuhkan waktu lama mereka bisa mengimbangi gerakan yg lain
" come on syifa kamu bisa....." gumamnya menyemangati dirinya sendiri
" syifa dan Vani melawan Rai ....." Azam bersuara
"apa???" pekik Syifa dan Vani , sedangkan Rai tersenyum devil
glek.....
"ayo Syifa....anti bisa ..van...."sorakan uzi dan kakang
"ayo jodohku ...kamu bisa..." pekik Haikal
kini malah ketiga cogan ini yg heboh
"suuttt antum bertiga berisik....kalo mau jadi suporter jangan disini sana saja ke stadion.." pekik bang ustadz
"ayo Syifa, Vani dicoba dulu om ustadz mau lihat bagaimana kemampuan antuma...."
Rai maju dan sudah memasang kuda-kuda
mereka berdua maju dengan ragu ragu, keduanya menghembuskan nafas kasar dan saling berbalas anggukan
"ciaaaa......."
"serang fa..... tengkuk nya..."heboh Vani
" tendang Van....."
syifa hendak memukul tengkuk Rai namun tangannya ditahan dan dipelintir Rai hingga ia mengaduh , Vani pun hendak menendang namun belum mengenai target Rai menangkap kaki Vani dan membalikkan nya lalu Rai menjatuhkan keduanya
"awwww ......"pekik mereka
namun saat Rai lengah tendangan syifa mengenai perutnya ia sedikit terpundur
"haaa yeee...kena...." pekik syifa kegirangan dan tos bersama vani , begitupun kakang , Haikal dan uzi tertawa ,melihat tingkah mereka yg konyol
"awas kalian ya..."senyum smirk Rai..
dan akhirnya Rai menumbangkan mereka berdua dalam kuncian
"adududuhhhh......" adu syifa dan Vani
selesai sudah pertandingan mereka kini syifa dan Vani tengah berbaring di rerumputan meregangkan otot-otot mereka
"aduh van...badanku.... remuk semua ..." ia meringis sambil memegang tengkuknya
"iya ..fa adududuhhhh pinggang ana sakit fa..."
Rai menertawakan kedua sahabatnya ini " maaf ya..." ia mulai mengoleskan salep dan balsem pada mereka ,,,mereka mengobrol sambil sesekali tertawa dan bercanda ditengah rasa pegal dan linu ,dari kejauhan ketiga akhi memandang mereka ....
TBC π
__ADS_1