
happy reading all π
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
" fa ....kenapa lari lari sih...." ucap kakang
Syifa mengatur nafas yg sudah ngos ngosan sambil berjongkok menumpu kedua telapak tangannya di lutut.
" dikejar Rai..." ucapnya tersengal.
" loh Rai nya mana ???" kakang menautkan alisnya sebelah.
" itu di belak......loh tadi di belakang Syifa kang..." Syifa yg sudah menegakkan badannya berbalik menengok kebelakang ia menggaruk kepalanya tak gatal .
" ya sudah biarkan saja udah gede ini nanti juga kesini...." ucap kakang yg tengah merapihkan matras....
" kal..zi... sepertinya punch mitt nya ketinggalan nih ...ana ambil dulu dari sasana..." dijempoli oleh Haikal dan Uzi .. namun mata Haikal tidak menemukan istrinya Rai bersama Syifa.
"loh Rai kemana ???" gumam Haikal.
" fa ...ga bareng Rai ???" tanya Haikal mendekat.
__ADS_1
" tadi si ketinggalan di belakang..." jawan Syifa.
langkah kakang terhenti saat melihat sosok Rai tengah berdiri berhadapan dengan akhi yg bukan makhrom nya , apalagi hanya berduaan ,ia geram melupakan tujuan awalnya mengambil punch mitt.
" Raisya bisa kita bicara sebentar,ada yg ingin ana sampaikan kepada anti..."
" Rai... Fayeez....." pekik Kakang
bukan tidak mungkin kakang mengetahui jika Fayeez menaruh hati pada adiknya ini ,kakang sering memergoki Fayeez mencuri pandang pada Rai beberapa jam yg lalu , sebagai sesama akhi ia tau betul arti tatapan itu ,bisa dikatakan kakang memanglah kaka yg posesif pada adiknya ,ini ia lakukan semata-mata karena ingin menjaga agar tidak ada sesuatu yg buruk yg akan terjadi pada Rai.
" kakang... " Rai menunduk ..
tatapan kakang datar namun sarat akan peringatan " antum berdua sedang apa disini ..??" tanya Kakang
" ga sengaja ketemu kang tadi ana sedang mengejar Syifa tapi menabrak akhi..." jelas Rai buru buru takut kakang salah paham ,akhi tak menjawab namun langsung mengarahkan pandangannya tepat ke sasaran.
" Fayeez, bukankah anta tau agama???bukankah anta tau hukumnya berduaan dengan yg bukan makhrom nya itu apa ??dan anta tau kan kini Rai sudah memiliki suami...???" ucapnya dingin , Fayeez memang temannya namun kakang tidak akan mentolerir sebuah perbuatan yg mungkin akan merugikan beberapa pihak apalagi sampai melanggar aturan agama .
" aseef.... Rasya ana tau..." ucap Fayeez namun sepertinya Fayeez tidak akan menyerah begitu saja ..
" kalau anta ingin membicarakan sesuatu dengan ukhti , silahkan bicara....ukhti mendengarkan..." ucap kang sya melipat kedua tangannya di dada.
Rai dan Fayeez menatap kang sya ada rasa tak terima dari diri Fayeez,ini adalah privasinya.
baiklah Fayeez menyerah ia rasa kang sya akan cukup bijak menanggapi nya , biarlah kang sya tau...akhi akan menerima konsekuensinya daripada memendamnya terlalu lama...
Fayeez menghela nafas panjang " Raisya sejak dulu ana selalu menyukaimu ana kira ini hanya perasaan suka anak kecil terhadap anak kecil lainnya tapi nyatanya perasaan itu tersimpan rapi sampai kini , selama hampir sepuluh tahun ana menyimpan nya dan masih berharap bisa mewujudkan nya tapi penantian itu kini sia sia " ucap Fayeez di depan Rai membuat Rai menautkan alisnya tak mengerti dengan ucapan Fayeez , ukhti memang pintar namun dalam hal perasaan otaknya masih pentium ...
melihat wajah Rai yg melongo Fayeez meneruskan " Raisya kanhebek (saya cinta kamu /kaneb'rik)
kakang hanya menghembuskan nafas nya lelah ,namun beda dengan Rai yg nampak terkejut dengan pernyataan Fayeez barusan.
kakang menyunggingkan senyuman " anta telat..bosss...." kakang menepuk pundak Fayeez.
di sisi lain Haikal yg melihat ketiganya mencebik melihat kedekatan kakang sya dan Rai dengan Fayeez,ada rasa cemburu dan itu jelas sangat menggangunya hingga tak sadar ia sudah mengepalkan tangannya.
rupanya Haikal telah salah paham dengan penglihatannya...
" ana tau sya...sudah terlambat untuk ana , pernyataan dan kedatangan ana tidak akan mengubah apapun sekarang..." Fayeez menunduk kakang merangkul nya dari samping.
" anta benar Fa....smeh liya (maaf)Fayeez...ana sangat mencintai Haikal...." ucap Rai tulus..menatap Fayeez memberi keyakinan " ana harap anta segera berjodoh dengan akhwat yg sholeha...." ucap Rai tersenyum manis..
" ana fhemt Rai...choukran...!!! setidaknya ana sudah lega , tidak ada lagi beban di hati ana karena memendam perasaan ini bertahun tahun..."
" cinta tak harus memiliki , Fa.... insyaallah kita masih bisa bersama ,ana dan ukhti masih bisa menjadi saudaramu ,brother...." ucap kakang memberi kepalan yg dibalas oleh Fayeez sambil tersenyum.
__ADS_1
membuat gadis manis di depan mereka juga tersenyum dan mengikuti gaya mereka memberikan kepalan tangannya tentu saja disambut hangat keduanya, tidak ada lagi muram di wajah tampan Fayeez...
" ana do'akan keluarga anti sakinah mawadah warahmah till jannah..." ucap Fayeez
"aamiin...." ucap kakang dan Rai lalu tertawa
" ana pamit...besok ana harus kembali ke Maroko..." ucap Fayeez..
" hah???ko cepet banget ???" tanya Rai
" tugas ana sudah selesai memberikan laporan pembukuan toko dan cafe yg ada di Maroko pada om Azam..." jelas Fayeez
" ohh " kakang berohria
" yahhh pulang ya... jadi kangen Maroko deh kang..." ucap Rai.
" ikut sono sama Fayeez paling paling ntar Maroko perang sama Indonesia.." ucap santai kakang
keduanya menautkan alisnya tak mengerti, rasanya kini mereka harus benar benar belajar kosa kata bahasa, karena kakang selalu saja mengatakan kalimat yg tidak masuk dalam kamus otak Rai apalagi Fayeez " tadi Syifa yg ga jelas sekarang kakang "... gumam Rai
" maksud anta ??" Fayeez berani bertanya
" iya lah kalo Rai ikut anta ke Maroko yg punya marah , bisa bisa Maroko di bom oleh anak tunggal pemilik Adiguna group...." jelas kakang yg sontak mendapat tonjokan keras di lengannya
" lagipula bagus Fa...anta tidak dengan ukhti kalau jadi uhhh tak tau anta bisa bertahan sampai kapan.. tiap hari ada saja bekas luka baru di tubuh anta..." kekeh Rasya, membuat adik kembarnya ini meradang dan hendak mengejar kakang Fayeez yg terhibur tertawa puas... sedangkan yg melihat mereka sedari tadi sudah kebakaran jenggot karena setan sudah berhasil mengusiknya,ia sudah salah paham memang Fayeez adalah calon menantu idaman tapi saat ini Raisya sudah sah menjadi istrinya,tak ada seorang pun yg bisa merebut nya.
Haikal berusaha meredam kecemburuan nya ,tapi tetap tidak bisa bagaimana tidak sekarang Fayeez tengah melihat acara latihan sore mereka .
" kal...anta sakit ???" Rai menempelkan punggung tangannya di kening sang suami ,namun Haikal hanya menggeleng tanpa menjawab .
" aneh...." gumam Rai yg merasa Haikal bersikap beda hari ini ,tepatnya setelah ia kembali bersama kakang dan Fayeez.
semua pertanyaan yang Rai lontarkan hanya dijawab singkat oleh Haikal cukup ya dan tidak...
" fa...apa ada yg terjadi pada akhi..." tanya Rai pada Syifa , karena Syifa, Uzi dan Vani lah yg berada disana sewaktu mereka belum sampai di TKP bersama santri lainnya
" siapa ???" tanya Vani ,
" yg ditanya siapa yg jawab siapa makanya Van matanya jangan belanja terus pake diem diem kios punya Uzi lagi..."
------------
"Haikal....dan...." belum bang ustadz mengatakan rival duet Haikal,akhi sudah menyela
" ana mau menantang akhi yg disana abi Rahman..." tunjuk Haikal pad Fayeez...
__ADS_1