Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
asinnya....bagai air laut


__ADS_3

"hiya...."


"hiya...."


sore ini Azam melatih pencak silat bersama beberapa puluh santri yg menjadi muridnya


selangkah demi selangkah Haikal mendekati Rai namun Rai yg fokus tidak tau kalau kini haikal sudah berada di posisi belakangnya


"suutt kang liat tuh..." uzi menunjuk Haikal yg menggoda Rai


" biarkan saja ,akhi tidak tau saja yg akhi dekati itu anaknya macan kumbang "bisik kakang pada uzi


"assalamualaikum jodoh...." bisik Haikal di dekat telinga kanan Rai membuat gadis itu meremang dan sontak terkejut ,tangannya refleks menarik dan memukul Haikal


"awwww....akhhhhhhh..."


"hahahaha benar ana bilang..."tawa kakang dan uzi


"astagfirullah aseef....haikal maaf....ana tak sengaja.."


suasana latihan menjadi terhenti sejenak gara gara ulah Haikal


"kenapa Rai, Haikal...???"tanya Azam


"ini yanda Haikal mengganggu saja ....." ucap Rai


"maaf om ustadz Haikal cuma menyapa saja..." jawab Haikal sambil meringis dan dibangunkan oleh Azam


"baik sekarang melingkar kita adakan sparing..."titah Azam


kakang datang mendekati Rai dan memeluknya dari samping "hahahah anti ini terlalu galak sama ikhwan ,mana ada ikhwan yg mau sama anti kalau begitu "kekehnya


wajah Rai menahan marah ia mengercutkan bibirnya "ihhh biar saja anta itu terlalu sibuk mengurusi urusan ana...suhhh pergi sana tuh syifa mu melihat tajam kesini..."tunjuk Rai pada syifa yg sedang berada di kelas musik bersama Vani dan ustadzah Fatimah,kakang melambaikan tangan pada syifa dan sun jauh....membuat syifa memalingkan wajahnya malu


tanpa mereka duga sepasang mata menatap tajam ke arah mereka


"na'am lawan latihan kakang untuk hari ini ....."Azam mencari lawan untuk kakang selain uzi


"ana om ustadz..."tiba tiba semua mata tertuju pada Haikal yg mengajukan diri selama ini belum ada yg berani mengajukan diri menjadi lawan sparing kakang selain uzi,dan Rai ataupun teman teman kakang


kakang menyunggingkan senyuman " boleh juga akhi..."gumam kakang


mereka berhadapan dan bersiap dengan kuda kudanya Haikal patut diperhitungkan karena memang ia pun jago bela diri


kakang menendang dan memukul namun Haikal dapat menangkisnya disela sela mereka saling mengunci Haikal berbisik"anta siapanya Rai???" membuat kakang hanya terkekeh mendengar pertanyaan bodoh Haikal yg tak tau siapa kakang


mereka saling melepas kuncian lalu kembali saling memukul "apa urusan anta ???"senyum smirknya


"anta menyukai Rai???" tanya Haikal dengam perasaan yg memanas mengingat pelukan kakang tadi dan Rai tidak menolaknya , emosinya mendidih terbakar api cemburu ia semakin brutal menyerang kakang namun kakang memang tidak mudah dikalahkan apalagi bila dengan emosi semuanya akan sia sia kakang hanya tersenyum geli melihat kelakuan Haikal yg terlihat sangat jelas cemburu...karena emosi yg meluap luap Haikal jadi tak fokus membuat kakang dengan mudah menemukan celah dan menumbangkannya , Haikal bangun dan pergi dengan tatapan tajam pada kakang


"kenapa tuh akhi???"tanya uzi "tak terima kekalahan???"


"hehehe akhi cemburu akhi kira ana adalah pacar Rai..." jawab kakang


"si*lan....gue kalah dari tuh cowok..." Haikal marah dan melampiaskan nya paa pohon dengan menendangnya berkali kali


"kal anta kenapa ?"tanya Salman teman Haikal


"man,anta tau tidak Rasya itu tadi siapanya Raisya???" tanya Haikal to the point


" anta sudah 2 bulan lebih disini tidak tau siapa Rasya kal.... kebangetan.... "jawab Salman


" bilang saja jangan berbelit belit man..." dengus Haikal


"jangan bilang anta suka Raisya kal...wahhh bakal berat ujianmu kawan...."tepukan pundakw dari Salman, Haikal mengerutkan dahinya semakin tak mengerti


" Rasya adalah anak calon pimpinan ponpes AL-AMANAH cucu kyai Usman anak dari ustadz Azam AL-RAZZAM kaka kembar Raisya...." jawab Salman


"apa????" pekik Haikal tak percaya


"hahahaha kaget sih kaget kal,,, tapi biasa saja atuh mukanya ...."ucap Salman dengan cekikikan


"sya....sorry ya gue udah salah paham...." Haikal menghampiri kakang yg tengah duduk di rerumputan bersama uzi


"lain kali cari tau dulu jangan ambil keputusan sebelum tau kebenarannya...." jawab uzi


"iya sorry ,gue fikir...." belum Haikal menyelesaikan ucapannya


"anta boleh juga ,lain kali bila sparing dengan ana ...jangan pakai emosi ana tunggu keseriusan anta saat bertanding..."jawab kakang lalu pergi membuat Haikal tersenyum tipis


"om ustadz ...."panggil Syifa


" kenapa fa???"


" katanya bunda sakit ???" tanya syifa khawatir


"iya syifa bunda sedang tidak enak badan beliau demam dan asam lambungnya kambuh tapi tidak usah khawatir sudah di tangani dokter..." jawab Azam


"kalau begitu boleh syifa dan vani menjenguk bunda..."tanya syifa dan Vani


"boleh...datang saja bersama Rai ke rumah .." jawab Azam lalu pamit


"Rai bunda sakit???" pekik syifa dan vani mengejar Rai yg hendak pulang

__ADS_1


"iya fa...van..." jawab Rai sendu


"kalau begitu kita boleh ke rumah buat jenguk kan....??"


"boleh ko... ayo..." ajak Rai


saat sampai di rumah langkah Rai dan kedua temannya terhenti saat mendengar suara beberapa orang ikhwan


"ada siapa???" gumam Rai , ekspresi nya berubah ketika tau siapa yg datang


"anta sedang apa anta disini...." tanya Rai mulai ngegas karena yg dilihatnya adalah Haikal


"akhi disini kakang yg ajak....katanya akhi mau menjenguk bunda...." ucap santai kang sya " hay fa..." sapa kang sya


flashback on


"anta boleh juga nanti bila sparing lagi dengan ana jangan pake emosi ana tunggu keseriusan anta saat bertanding.."kakang pergi namun baru selangkah


"tunggu ana dengar tante kece sakit ya ???" tanya Haikal


" iya anta tau darimana???" tanya kakang berbalik badan


"siapa sih disini yg tidak kenal ustadzah gaul .... begitupun kabarnya cepat menyebar...


"hmmm..."


"apa boleh ana....??'


"kenapa anta mau menjenguk ,boleh lah ayo kebetulan ana mau pulang iya kan zi...."uzi mengangguk


flashback off


"hai....." cicit syifa


" hai...hai... assalamualaikum.....kang...."ketus uzi


"wa'alaikumsalam.... uzi..." jawab kakang...


"yeee dikasih tau juga anta ini...." jawab uzi


"sudah akhhhh kita mau lihat bunda...." Rai melengos diikuti syifa dan Vani


"bunda....." sapa Rai


priscil di gendong Azam ala brydal style matanya membulat melihat kini di ruang tengah sudah ada 6 orang muda mudi tengah melihatnya di gendong Azam


"ihhh bunda gendongan gitu bikin kakang ngiri saja iya tak zi..." uzi mengangguk "yoi.."


namun Azam dan priscil saling memandang dan tersenyum "lagian kalian itu datang di waktu yg salah ...." jawab Priscil


"kita mau jenguk bunda..." ucap syifa


"om ustadz sama tante kece ga lihat apa ..ini kita semua muka muka mupeng...ngiri jadi kepengen cepet cepet halal ...iya ngga Rai..??" tanya Haikal


yg dibalas tatapan tajam Rai dan kepalan tangan


"membuat semuanya tertawa


priscil duduk di sofa...." tuhhh anak anak anti pada berisik menanyakan kabar anti..." ucap Azam


"iya bahkan di ponpes juga apalagi kelas musik pada heboh nanyain ustadzah gaul ,?" ucap Rai memijit mijit kaki priscil


"bunda sudah makan ??" tanya kakang


"bunda mah ga akan sampai belum makan kang...secara punya perawat pribadi...."tunjuk uzi dengan dagunya pada Azam


"hehehehe iya dong...kalian sudah pada makan ???pasti belum kan kalau begitu bunda bikinin ya..."


" ehhh ehhh tunggu." pekik mereka melarang priscil beranjak


"khumai mau kemana ??" tanya Azam


"mau ke dapur by... bikinin anak anak makan..."


"tidak usah bun..!!!"jawab mereka serempak


"biar saja kita yg masak...." jawab Rai,syifa dan Vani


"kalian yakin ???"tanya Priscil tak yakin kalau anak gadisnya ini bisa masak secara selama ini Rai selalu dimanjakan masakan priscil dan tak pernah memegang urusan dapur


"yakin....iya kan fa ...van???" tanya Rai ragu


"i...iya...ucap mereka...."


" anti yakin Rai ???awas saja kalau anti kasih racun...."ucap kakang


"astagfirullah..kakang ini suudzon..."jawab Rai


"ya sudah coba kalian memasak kami yg menilai ya kan zi...kal???' mereka berdua menganggy


"itung...itung....belajar jadi calon istri yg baik..." ucap kakang dengan kekehan


akhirnya mereka bertiga masuk dapur dan mulai memasak mereka tampak aga sedikit kebingungan namun mereka coba saja

__ADS_1


"lahaula saja..."kekeh Rai


"iya anggap saja mereka kelinci percobaan kita ..." tambah Syifa


"kalau tak enak gimana??!"cicit Vani


"yang penting sudah mencoba..."jawab Rai dan syifa


" anta yakin sya ???" tanya Haikal


"tak tau kal.... paling paling sepulang dari sini anta bolak balik ke WC...."kekeh kang sya


"setau ana Rai tidak bisa masak kang entah kalau syifa dan Vani..."bisik uzi


"bun...salam dari anak anak pencak silat dan musik katanya syafakillah ustadzah gaul...." kakang menyampaikan amanah dengan menirukan gaya bicara santriwati


"aamiin bilangin syukron ....." jawab priscil


" idola mah banyak fans nya " ledek Azam "ya sudah ayo bunda minum obat dulu...terus istirahat..." Azam membawa priscil kembali ke kamar dengan menggendongnya


sudah sejam mereka bergumul di dapur beberapa piring masakan sudah tertata rapi di meja makan ketiga cogan ini mendekati


"hemmmmm ayolah ana coba....ana sudah lapar..."mereka duduk di kursi dan mengambil piring menyendok nasi


kakang yg pertama, Rai,syifa dan vani menatap penuh cemas saat ketiganya melahap suapan pertama


"happp...."


"astagfirullahaladzim...." batin uzi kakang dan Haikal bersamaan


"ini air laut tumpah kesini semua kang...." bisik uzi


"lidah gue langsung mati rasa sya...." bisik Haikal


"astagfirullah... sebegitu dendam kah mereka sama ana ya allah ini mah capcay garem disayurin bukan capcay sayur digaremin...." bisik balas kakang


"ihhh apa sih bisik bisik ....." tanya Rai yg sudah tak sabar menunggu jawaban penilaian


" iya bagaimana masakan kita enak kan???"tanya syifa


"iya .....ihh bikin penasaran...."


tak tega menyebut tak enak ,,,melihat wajah penuh harap dan lelah hasil jerih payah akhirnya mereka saling melirik dan berbohong


"e.....enak....." jawab Azam mereka dengan susah payah menelan makanan


"yeeeeee.....aku pengen coba dong..." syifa hendak mencomot masakannya


"eh tunggu biar sekarang kita gantian memasak untuk kalian....kalian tunggu disini sebentar..."


sebenarnya dibandingkan Rai ,,kakang Rasya lebih sering di dapur membantu priscil dan sering ikut membantu Azam di resto otomatis ia lebih pandai memasak


mereka bertiga ke dapur namun uzi dan haikal hanya membantu mengupas bahan bahannya saja sedangkan yg memasak adalah kakang tak butuh waktu lama beberapa masakan terhidang disana dan tampak lezat mereka mencoba dan


"emmmm enak banget sya...."ucap syifa dam Vani disusul Haikal dan uzi juga Rai


Azam keluar dari kamar setelah priscil tidur melihat mereka sedang makan Azam bergabung tak sengaja Azam menyendok hasil masakan ketiga gadis itu


"happp...... astagfirullah....uwekkk..."


Azam memuntahkan makanan nya ke wastafel


"ya Allah yanda ....yanda tak apa apa???"tanya Rai


"ini masakan siapa sepertinya air laut Pangandaran pindah semua kesini....asiinnn sekali... sayuran nya pun masih keras..."jujur Azam yg langsung minum


" hah!!masa sih yanda ko mereka bilang tadi enak...." jawab Rai


"iya ...."anggukan Syifa dan Vani


azam melirik ketiga cogan di hadapannya "lidah mereka saja yg tidak normal...." dengan jujurnya Azam berkata ketiganya hanya nyengir menampilkan deretan gigi putihnya


"jujur itu lebih baik boys sekalipun menyakitkan..." ucap Azam


"iya ihh jujur aja ga apa-apa ko..."jawab Syifa...


mereka mengangguk "maaf ya habisnya kami tak enak hati..."jawab Haikal


.


.


.


.


.


.


.


."tangguh juga kalian sampai bisa menelan makanan itu "kekeh Azam....

__ADS_1


__ADS_2