
hai readers ngangenin maaf ya udah beberapa hari belum up ,kapten oleng nehh masalah kesehatan...
ok happy reading all π
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
.
...
" apaan nih ,,,,???" Syifa mengerjapkan matanya melihat camping dengan segala perentelannya
"niat banget" seru priscil
"iya dong...." Rai dan Vani berseru bangga mereka duduk menghadap api unggun
" cieee keganggu nihhh.... lagi pada ngapain hayoookkk...." goda Rai
muka Syifa tertekuk , menurut muu...iya kali lagi koprol bareng diatas kasur.... dalam hatinya
" udah jangan digodain terus , Syifa nya lagian antuma kurang kerjaan sekali mengganggu penganten baru..." ucap priscil yg melihat Rai dan Vani malah cengengesan
" ngga lah ,aku sama byby ehhh Rasya...belum kepikiran sampe situ ...." tetot......ia malu dengan ucapannya sendiri ,semakin membuat Vani dan Rai menggodanya
" aduhhhh byby.... sekarang manggilnya udah byby segala...." goda mereka ,wajah Syifa sudah sangat merah padam
tunggu saja pembalasanku ," bentar lagi juga Rai merasakan ..." ucap Syifa
Rai mengalihkan pandangannya kearah lain " ihh Syifa...." ia merengut mana kala mengingat hubungan nya dengan Haikal
"malu malu meong tuh...." goda Vani mendapat tatapan sinis Rai, Priscil sadar betul bagaimana sifat Rai yg mempunyai gengsi setinggi gunung Himalaya....
.
.
.
.
__ADS_1
" ya sudah ini mau maen games apa ???" tanya Azam
" truth or dare bagaimana??" usul Haikal ,mereka mengangguk
" boleh lah... lagi pula apa yg Yanda sembunyikan...tidak ada tuh...sekali kali yanda jabanin tantangan anak muda..." Azam menggosok kedua telapak tangannya
" okehhh ,anta kenapa zi jangan bilang anta tidak ikut???" tanya kakang
" ana tidak apa-apa,ana ikut ....."
" oke..." kakang memutar sebuah botol yg di letakan di tengah ,
deg...deg...deg.....
semua harap harap cemas menunggu botol itu berhenti berputar ...
dan trappp......
moncong botol berhenti tepat di depan uzi welll ....inilah yg mereka tunggu tunggu....
" hah..... amsyong..." uzi menepuk jidatnya
sedangkan semua sudah tertawa lepas " truth or dare???"
" truth....." pilihan uzi
" oke , zi ini yg ana tunggu tunggu...." seakan menjadi kesempatan menggoda uzi sekaligus mendengar pengakuan uzi kakang tak membuang waktu
"ekhemm....ana tau anta menyukai Vani zi jujur apa anta sudah bilang perasaan anta pada Vani???" todong kang sya
deg..
" sudah...." tak disangka jawaban singkat uzi membuat kakang dan kedua lainnya terbengong tak menyangka kalau dibelakang mereka uzi ternyata sudah menyatakan perasaannya pada Vani
" yang betul anta zi...." ucap kakang tak percaya
" wahhh.....anta gentle zi...." kagum Haikal
" memangnya antum berdua saja yg berani ....." uzi melengkungkan bibirnya
" ckckckckck anak muda sekarang,,,,, berhati-hatilah antum jangan sampai melewati batas lembah dosa mengancam ...." Azam mewanti-wanti
" na'am yanda.... " uzi dan Haikal menunduk
sedangkan kang sya hanya mengulum senyuman ia merasa di atas angin sekarang mau apapun yg ia lakukan pada Syifa tidak akan membuatnya berdosa ,,,so pasti kang karena sudah halal
"anta jangan merasa di atas awan kang ,justru sekarang tanggung jawab anta lebih besar ,,,,salah salah anta mengambil langkah ikutlah syifa dalam kehancuran naudzubillah himindzalik.....bimbinglah syifa dijalan yg diridhai Allah SWT.."Azam menyeruput minuman kaleng...
"insyaallah yanda....."
"zi,,, kapan anta bilang pada ukhti ???" selidik Haikal
"iya ,zi ko ana tak tau???" kakang menyipitkan matanya
uzi mengangkat alisnya sebelah" kenapa ???memangnya ana harus lapor dulu sama anta kang ???"
kakang hanya cengengesan " hehehe tidak juga sih ,zi...."
botol kembali diputar kini mengarah pada Haikal
" hahahhaa anta kal...."
__ADS_1
" siapa mantan anta kal sebelum anta mengajak Rai menikah??? tanya kakang yg tak sabar
deg......haikal sedikit terkejut dengan pertanyaan kang sya
" apaan anta , sya belum ana memilih sudah main tanya saja " dengus Haikal
" Astagfirullah ana lupa oke truth or dare .....??" tanya kang sya
tapi belum Haikal menjawab kakang sudah memotongnya" ahhh lama sudah pertanyaan tadi ...."
" dihhh apa anta sya ...." ujar Haikal tak terima
" lalu anta pilih apa ??" tanya kakang sembari memakan keripik
" dare..." jawabnya
" na'am kalau begitu " jawab kakang kemudian mereka berembuk untuk menentukan tantangan apa yg harus dilakukan Haikal
" begini saja anta harus bisa mencari koin ini di kolam ikan yg ada di belakanh sana kalau anta tak bisa anta harus menjalankan truth ...." ucap kakang
glekkk.... Haikal kepayahan meneguk salivanya sendiri ia fikir lebih baik kedinginan di malam hari daripada harus jujur masalah Winda,,, terdengar sedikit saja di telinga Rai habis sudah perjuangannya mendapatkan gadis yg terkenal dengan kedinginannya itu... tapi kalau sampai ia gagal bukan hanya membongkar rahasia nya sendiri tapi ia juga harus rela berbasah- basahan di malam hari ,ia mengangguk yakin setidaknya ia sudah mencoba.... dengan terbata ia mengiyakan
"oke...."
" clubbbb......!!!"
dengan seringaiannya kakang melemparkan sebuah koin pada kolam sebatas lutut itu yg diisi ikan ikan konsumsi walaupun sedikit merasa geli Haikal menggulung celananya sampai paha lalu memasuki kolam meraba raba dasar kolam
"ayo kal....cari sampai ketemu....." semangat uzi kakang yg bersidekap hanya memperhatikan Haikal yg kesusahan mencari koin itu
disisi lain para ukhti sedang tertawa tawa melihat wajah Syifa dan Rai yg memerah karena menjadi bahan candaan diantara mereka berempat ,beda dengan kaum ikhwan yg memainkan permainan ,para akhwat ini malah saling berbagi cerita alias curhat walaupun bukan seperti acara rumah mamah dedeh ...
" sudah.. kalau memang cinta anti tidak usah gengsi , Rai... nikmati saja." ucap Syifa yg kini sudah menjadi kakak iparnya
" ana biasa saja ,fa...." Rai bersidekap di dada dan memalingkan wajah
" anti ini Rai ,biasa saja tapi sudah menerima khitbah Haikal....malu malu tapi dilahap..." kekeh Vani
"dihhh..." mata Rai membulat , Priscil menggelengkan kepalanya melihat sikap Rai persis seperti Azam gengsinya yg selangit
"kalau memang biasa saja apa alasan anti menerima haikal??" tanya Vani yg mengundang tatapan penasaran dari Syifa dan Priscil
" ya....ya....kan keluarga nya punya niat baik jadi ana terima ,lagipula akhi ikhwan baik baik...." ranpa sadar Rai sudah memuji Haikal
" ganteng kan???" Syifa menaik turunkan alisnya. cinta kan???" tambahnya
Rai menjauhkan wajah Syifa sambil merona " apa sih fa...ana ngantuk ahhh " kilahnya melihat ponselnya yg sudah menunjukan pukul 1 dini hari
" hoaammmm....." priscil dan yg lain pun merasakan kantuk yg sudah menyerang ,mereka memutuskan untuk masuk ke dalam dan tidur namun saat mereka hendak masuk ke dalam dam menyimpan toples toples dan tempat makanan mereka melewati para ikhwan ,langkah mereka terhenti mata mereka membulat dan terkejut
"Astagfirullahaladzim.....!!!"
" bwahhahahahahaha......." pecah lah gelak tawa ketiga gadis ini melihat keadaan para akhi...rasa kantuk yg tadi menyerang sudah terhapus dengan pemandangan yg ada
Priscil berkacak pinggang " ya Allah ya Kareem...."
Azam dengan keadaan wajah yg penuh dengan coretan make up artist layaknya pemeran orang gila dadakan ,kakang yg sudah seperti campuran valak dan joker haikal yg bajunya sudah basah kuyup plus coretan coretan di wajahnya layaknya tentara yg akan berperang dan uzi dengan rambut yg dikucir beberapa puluh menggunakan karet gelang tak lupa sentuhan make up artist nya dari ketiga akhi lainnya
mata Priscil semakin membulat mana kala netranya itu menangkap peralatan make up kesayangannya tercecer disana
"Astagfirullahaladzim.... Yanda....!!!!!!!"
__ADS_1