
happy reading guys π
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
.
suasana ponpes sangat sibuk setelah pembagian rapot beberapa hari berlalu kini hampir seluruh santri sedang berbaris mengambil kartu perijinan untuk pulang walaupun sebagian memilih untuk tetap tinggal. ..
sekitar pukul 10 suasana berangsur angsur sepi satu persatu santri keluar daru gerbang entah itu dijemput ataupun yg berjalan menuju jalan besar lalu naik kendaraan umum
"astagfirullah....capek ...kakang merebahkan punggung nya disandaran kursi bersama uzi ia menggantikan tugas ayahnya dulu sebagai ketua santri di ponpes ini terutama bagian santriwan.....
"sepi ya kalo lagi pada liburan...."syifa mengedarkan pandangannya melihat mulai terasa sepi
"iya... soalnya sebagian pada pulang...." jawab Vani
"Rai,,,, mau kemana??? tanya Syifa pada Rai yg sudah aga menjauh dari mereka sungguh hari ini dia tidak bersemangat seperti biasanya ,wajah ceria namun cool nya berubah muram pipi chubby yg biasa merona terlihat pias
"apa Rai sakit???"bisik Syifa pada Vani ,vani menggidikan bahunya
"ana mau pulang saja lagipula sudah selesai kan tidak ada yg mau minta surat ijin pulang lagi..." jawab Rai tanpa menoleh mereka berdua sangat penasaran dan berlari mengekor
" ikutttt....."pekik mereka
"zi ana mau pulang saja zi.... "kakang beranjak bangun lalu melangkah pulang bersamaan dengan datangnya Rai cs
"assalamualaikum....bun...bunda...." panggil Rai
__ADS_1
"nyai bunda mana???"
"ibu belum pulang dari ponpes neng....jawab wanita berusia sekitar 50 tahunan
"ahhh begitu ...."Rai
dari arah kolam ikan terdengar suara orang gaduh tengah berdebat Rai menoleh dan mengikuti arah suara
"ini kenapa lagi ribut ribut..."ia mengerutkan dahinya diikuti syifa dan Vani
ternyata kakang dan uzi juga berjalan kearah yg sama karena tertarik dengan suara gaduh ternyata mang Darma dan nyai Iceu sedang membersihkan kolam ikan
"ieu atuh kang...palih dinya kotor keneh sugan teh ti tatadi diberesihan ehhh kalahkah asik ngadangukeun musik dangdut ,,,, A'a ustadz dongkap kumaha kan teu enak ningal ieu can bersih"gerutu nyai iceu yg berkacak pinggang sambil bersungut-sungut
( " ini atuh kang....sebelah sini masih kotor dikira dari tadi dibersihin gatau nya malah asik dengerin musik dangdut ,,,,,nanti kalau A'a ustadz datang ga enak liat ini belum bersih...." )
" mang nuju naon ( mang lagi apa)???" tanya kakang sya
" nuju mersihan balong den kakang..." laki laki paruh baya itu menjawab sambil menyikat dinding dinding kolam
kakang melintingkan celananya sampai lutut ia berfikir lebih baik ia membantu toh ia pun sedang tidak mempunyai kegiatan apapun
"ehhh den kakang bade naon (mau apa)" tanya mang Darma dan nyai Iceu
"bade turun ngabantosan mempeng nuju free alias teu sibuk (mau turun bantuin )"balas kakang langsung turun ke kolam dan membantu mang Darma
"yang bersih ya mamang...kapan lagi liat tukang bersih-bersih kolam ganteng ,iya ngga??"ucap Rai pada syifa dan Vani yg tertawa
"tuh nya jadi weh si aden ikut ikutan bersihin kata saya juga dari tadi mang.... bersihinnya kadon (malah)asik dangdutan..."bibir nyai Iceu monyong
"ya sudah atuh tong (jangan) kukulutus... "jawab mang Darma,nyai Iceu berdecak
mungkin hanya Syifa yg mengerutkan dahi tak mengerti ucapan nyai Iceu ,karena Syifa merupakan pindahan dari Jakarta dan baru menetap di kota ini sekitar 6 bulan yg lalu jadi ia belum begitu paham dengan bahasa Sunda
"kukulutus itu apa???"pertanyaan syifa membuat semua menghentikan aktivitas dan menoleh ke Syifa kakang dan yg lain setengah berfikir
"emmmm gimana ya jelasinnya...ucao Rai meminta bantuan kakang
" tanya saja sama yang ngomong " tunjuk kakang pada mang Darma "apa mang artinya???"kekeh kakang ia menggoda mang Darma yg tampak kebingungan
tanpa disangka mang Darma menjawabnya
"jadi begini neng....mang Darma memetakan tangannya seolah menjelaskan dan Syifa mendengarkan dengan seksama
"aduh bagaimana jelasinnya ya..."mang Darma kebingungan
__ADS_1
"hayu atuh bagaimana???" tantang nyai Iceu
" jadi kukulutus adalah kondisi dimana sungutnyah alias mulutnya itu muncugug dibarengi dengan ngocoblak teu eren eren gara gara kenyataan tidak tersingkronisasi dengan apa yg dipikahayang atau diinginkan...."jelasnya jakun nya naik turun menelan ludah karena terasa sulit menjelaskan
"bwahhahahahahaha....." semua yg disitu tertawa terpingkal-pingkal mendengar jawaban mang Darma yg diluar nalar...sungguh tidak terpikirkan yg membuat Syifa malah semakin bingung dengan kata kata yg tidak ia pahami dan mengerutkan dahi juga garuk-garuk kepala tak gatal
kakang dan uzi malah sudah memegangi perutnya yg terasa sakit karena tertawa Rai dan Vani sampai mengeluarkan air mata karena tertawa
"apa sih mang aku makin ga ngerti..."ucap Syifa
"astagfirullah...perut ana sakit zi...."
"aduh ana tidak kuat pingin ke toilet Rai..."Vani berlari mencari toilet ingin pip*s karena terlalu geli tertawa
"aduh mang....bahasa apa itu..."tanya uzi
"dasar borokokok..." ucap nyai Iceu meninggalkan mereka dan masuk ke dalam untuk menyiapkan makanan
"jadi kukulutus itu menggerutu Syifa....." ucap kakang....
syifa berohria"ohhh bilang dong dari tadi ga usah belibet gitu..." jawab Syifa
sedikitnya ini sudah menjadi hiburan untuk Rai di waktu galau nya
sejak kepulangan Haikal kemarin Rai merasa tak semangat apakah sikap Haikal selama ini bisa menaklukkan hati seorang Rai...
seusai makan... Vani juga Syifa kembali ke pondok rumah terasa sepi lagi membuatnya mengingat kembali kegelisahan hatinya sebenarnya Haikal menyimpan nomer ponsel Rai namun sejak kemarin Haikal belum menghubungi nya , Haikal hanya menghubungi Rai saat sudah sampai rumah lalu setelah itu tidak ada lagi kabar beritanya, Rai mondar mandir di kamarnya tak jelas ia sesekali menggigit ujung kuku jarinya dan menengok ke arah ponsel yg tergeletak di ranjang ,apa kini ia merindukan Haikal
"ihhh akhi itu nyebelin ko tidak menghubungi lagi sih..... menyebalkan...."
Rai ragu ragu hendak menghubungi, jari putihnya sudah menyentuh icon kontak Haikal yg berfoto profil Haikal yg tengah memakai bajunya sama seperti hendak pulang hanya bedanya ia sedang bersender di motornya ,jari jempolnya diarahkan pada icon telfon berwarna hijau namun ia ragu ragu ia pun mengurungkan niatnya dan memutuskan untuk menunggu saja....
Rai menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dan menatap langit langit kamarnya membayangkan semua moment saat bersama Haikal yg selalu berakhir dengan Rai memukul Haikal segaris senyuman terukir di wajah Rai, pipinya menghangat mengingat kejadian itu
satu kata nih buat Rai GALAU.........
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.