
happy reading all
.
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
.
hari hari berlalu sampai tak terasa kegiatan belajar pun sudah berjalan selama seminggu
" Van...anti kenapa senyum senyum sendiri ???" tanya Rai
"wah...wah...jangan jangan anti sudah mulai konslet nih..."tambah Syifa
"husss amit amit naudzubillah....ana masih waras oh ya fa anti sudah punya kang sya ,Rai juga... anti sudah dilamar Haikal ,berarti sekarang Gus Ali nganggur dong...."Vani menaik turunkan alisnya
"haaa tidak bisa selama janur kuning belum melengkung gas-keun....." jawab Syifa dibumbui tawa Rai
"apa fa ...ana adukan pada kang sya ...." ancam Vani
" apa ???oh anti sudah mulai aduan ya boleh..... ,ana bakal cari uzi...." syifa berlari keluar kelas
"fa..."pekik Vani , Rai mengejar kedua temannya yg menuju lapangan karena jam istirahat
" Van....tunggu....."Rai menepuk dan menarik pundak Vani
"haduh Syifa cepat sekali larinya ,ukhti mau kemana sih..." Vani ngos ngosan sambil membungkuk
"anti ini ngapain juga mengejar syifa... " tahan Rai "ana mau tanya anti suka sama uzi kan ???" Rai menyipitkan matanya
seketika Vani menjadi salting "eng...engga...apaan sih Rai..."
"terus kenapa anti berlari saat syifa yg menggoda anti pasal uzi...."Rai menyunggingkan senyumnya,skak mat untuk Vani
"dipikir pikir Rai ada benarnya lagipula ana dan akhi tidak ada hubungan apa-apa" pikir Vani
"nahhh kan....hayooo...."tunjuk Rai membuat wajah Vani menjadi merah delima
"tuh...tuh...merah merah deh kaya cepot...." ledek Rai
"ihhh Rai...."
Rai cekikikan"lagipula anti pikir ,masa iya syifa mau bilang pada uzi kan uzi santriwan ,akhi beda asrama ,kapan ukhti bisa bertemu akhi kalau selain di rumah ...." ucapan Rai benar lagi
Vani diam mematung mengiyakan perkataan Rai
"ana baru tau kalau jatuh cinta bisa bikin orang jadi bahlul ternyata.. "kekeh Rai
"Rai......!!!" pekik Vani Rai hanya nyengir kuda
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Rai baru saja sampai diambang pintu namun ia sudah melihat kakangnya yg sudah pulang sekolah dan masih mengenakan seragam sekolah putih abu-abu... tengah duduk makan ...
"heuuuh anta itu kebiasaan ,ganti dulu seragam baru makan..." ucap Rai sambil salim pada Priscil
__ADS_1
" berisik....!!! ukhti jelek diem aja...!!!ana sedang makan jangan merusak momen bersama sahabat sahabat saya...ehhh malah jadi iklan..." ucap kakang
Rai mendelik " ya sudah Bun,ana ke atas dulu..."
"na'am..."ucap priscil
"husss hussss....."
"tukk....." Rai menggetok kepala kakangnya lalu kabur
"heyyy anti tak sopan ....."
πππππππππ
"tok...tok...tok....."
"iya....buka saja tidak dikunci..."
kepala kakang menyembul dari balik pintu
"ada apa anta kemari???" Rai menengok
"bisa bicara sebentar??"
"masuk...." ucapnya sambil tetap terfokus pada tugas yg sedang ia kerjakan
kakang duduk di tepian ranjang "Rai... bukannya ana mau ikut campur masalah anti,tapi jujur saja ana merasa keberatan,menurut ana anti terlalu berlebihan...."
jari Rai menghentikan aktivitasnya "apa anta kesini hanya untuk membicarakan itu ,kang???" Rai menoleh kakang mengangguk
"ana sedang tidak ingin berdebat kang ,,, insyaallah ana yakin ,ana hanya ingin fokus pada satu hal ,dan sekarang ana hanya akan fokus pada pendidikan ...."tegasnya
"apa bukan karena Winda???" tanya kakang hati hati sambil memainkan selimut Rai
Rai mengerutkan dahinya lalu tersenyum smirk"jadi anta tau soal Winda,lalu kenapa anta masih menyebutkan keberatan??" tanya Rai balik
kakang tau ia sudah mengungkit dan justru mengorek luka yg ingin Rai lupakan,tentunya ia juga sudah membangunkan macan tidur
"coba anti fikirkan baik baik ,putuskan semua dengan bijak jangan lupa tabayyun ukhti... jangan mengambil kesimpulan tanpa tau kebenarannya" kakang beranjak lalu keluar dari kamar Rai
Rai menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi "astagfirullahaladzim,," lalu menghembuskan nafas panjang , memikirkan semua ucapannya tempo hari ,netra nya menyisir setiap sudut kamarnya pikiran nya melayang mengingat semua yg telah dilaluinya bersama Haikal juga kejadian yg membuatnya memutuskan untuk memberikan persyaratan pada Haikal dan keluarganya ia hanya ingin memprotect dirinya sendiri dari rasa sakit hati,ukhti tidak mau merasakan sakit yg lebih dari ini....makanya Rai ingin melihat seberapa serius kah akhi padanya...
"astagfirullah kenapa ana bisa sampai lupa ini sudah pukul 2 siang "Rai segera beranjak dan mengganti pakaiannya menggunakan stelan hitam hitam
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
semua berkumpul dan berlatih termasuk Vani dan syifa , Azam , bang ustadz dan ustadzah Nabila mengumumkan nama nama yg akan menjadi perwakilan AL-AMANAH....
seperti biasa waktu ekskul ini selalu dimanfaatkan santriwan santriwati menunjukkan bakatnya
"semangat Rai.....kita bakal jadi suporter anti yg paling heboh...." Vani dan Syifa menepuk nepuk pundak Rai antusias sambil lompat lompat mendengar nama Rai disebut kan sebagai peserta yg akan berlaga
"adududuhhhh iya dukung sih dukung tapi kalo terus ditepuk tepuk ana tidak akan jadi bertanding yg ada ana akan berakhir di tukang urut..." Rai mendumel
"hahahaha sorry .. sorry...."kekeh Syifa
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
"khumai yakin tidak ikut melihat pertandingan pencak silat..??" tanya Azam
"tidak by.. pekerjaan khumai masih banyak by,ditambah khumai ada meeting teleconference " jelasnya sambil memberikan secangkir teh pada Azam
" kecebong kecebongnya yanda sama bunda semangat ya...." priscil mengacak rambut kedua nya yg tengah sarapan
"kecebong....dipikir anaknya ini katak apa??" kakang tak terima
"webek...webek....." Rai menirukan suara katak...
" hihihihi...." tawa renyah Priscil
"hati hati ya bunda do'a kan semoga menang...." ucap priscil
setelah mereka semua berkumpul dan berdo'a sama sama mereka pun pergi menuju tempat diadakannya pertandingan pencak silat
tempat ini sudah ramai oleh para peserta, official dan panitia dari seluruh sekolah tingkat SMA di penjuru kota ini .
"kecium ga guys...."syifa menghirup nafas dalam dalam bertanya pada semua temannya saat para pengajar sedang memverifikasi pendaftaran
"nyium apa fa???"tanya kakang
__ADS_1
"iya, bau ya ???atau wangi???" tanya Vani
"iya fa gue nyium ....." sama halnya dengan Haikal
"apa sih??"tanya uzi
"aroma luar pesantren..!!!!!" pekik syifa dan Haikal diikuti tawa mereka
" cihh dasar aneh...antum berdua " decih Rai
"omongannya sehati banget ...jodoh kali..." ucap salah seorang santri lain ,malah mendapat pelototan dari kakang dan Rai
"anta itu kalau ngomong ,ga tau ini calon imamnya..."ucap kakang ,ia nyengir menunjukkan deretan giginya
"bukan lah lagipula soulmate gue mah Rai... "Haikal menaik turunkan alisnya pada Rai
"soulmate itu apa???" tanya Vani
"belahan jiwa ..." jawab uzi
" waduhhh, jawabnya dari hati banget ,zi...." kekeh syifa
"oyy antum semua mau bertanding atau mau bentuk forum ghibah disitu ..." tanya bang ustadz ,mereka langsung masuk ke dalam gedung dan menempati tempat yg sudah disediakan...
.." Van keren nih....banyak banget..."ucap Syifa dengan mata mebelalak
"iya lah fa ,ini kan melingkupi SMA dan pesantren se-kota ini..."jawab Vani
"cuci mata nih Van...." gumam syifa diangguki Vani ,belum juga niat mereka terlaksana
"anti disamping ana saja ,fa jangan harap mau lirik sana lirik sini..." bisik kakang dari belakang
glek....
dihadapan mereka sudah ada beberapa arena berlaga , sebelumnya ketua penyelenggara menyampaikan sepatah dua patah katanya dan berdoa ,para juri dan wasit memasuki tempatnya
di babak kualifikasi , Al-AMANAH masuk sampai perdelapan final pun mereka masuk ,namun saat perempat final beberapa santri ada yg gugur hanya tersisa kang sya di nomor wiralaga dan uzi di nomor wiraloka dan Haikal bersama Dias di nomor berpasangan , sedangkan putri ,,hanya Rai di nomor wiralaga
kakang maju ke depan saat namanya dipanggil oleh wasit akhi berhadapan dengan lawannya dan saling memberi hormat ,tendangan , pukulan,dan jurus jurus telak kakang memukau semua penonton dan mengalahkan lawan ,,kemampuan kakang yg mumpuni mampu mengalahkan lawan walaupun ia juga beberapa kali terkena pukulan dan tendangan yg menyebabkan luka dan lebam .Sorakan yg menggema di arena mengiringi kemenangan telak kakang atas lawannya ,dengan ini kakang menambah deretan piala dan gelarnya di tahun ini...begitupun dengan uzi , Haikal dan Dias..., mereka semua bersorak sorai karena tiga piala sudah mereka sumbang untuk AL-AMANAH.... kini hanya tinggal Rai yang berjuang
"yeeee...kita menang .....fa...kita menang...." Vani antusias sampai mengguncang guncang kedua bahu Syifa,kakang dan yang lain kembali ke tempat duduk
"Alhamdulillah...." ucap Azam dan bang ustadz juga ustadzah Nabila
"iya yanda,abi,umi.... Alhamdulillah...." ucap kakanh dam uzi
terlihat senyum puas Azam dan yg lain
"nih..."Syifa memyerahkan beberapa lembar tissu pada kakang dan sebotol air mineral"Syukron calon ibu negara..." ucap kakang
Rai bersiap siap
"Rai...ayo... Rai.... semangat..."pekikan semua teman teman nya
kini tiba giliran grand final di nomor tunggal putri atau tepatnya wiralaga Putri , Rai maju ke dalam arena dengan sedikit peluhnya yg keluar mengintip dari balik jilbab hitam nya lawannya seorang gadis berkucir satu perawakannya agak sedikit lebih tinggi dan berisi daripada Rai ,wasit menyebutkan peraturan dan pritt...
mereka saling memberi hormat , terlihat jelas lawan Rai sangat berambisi untuk menang mengingat Rai pun merupakan juara bertahan ,tatapan matanya tajam menusuk
"hiyyaaa......"
pukulan berbalas dengan tepisan Rai nampak serius namun entah mengapa akhir akhir ini pikirannya tak konsen selalu saja kata kata kakangnya dan wajah Haikal yg terbayang beberapa kali Rai sampai menggelengkan kepalanya mengenyahkan pikiran itu berusaha fokus pada pertandingan sampai
"bukkkk......."
gumshield dari mulut Rai terlempar jatuh ....
"Rai....!!!!!!" pekik mereka
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
TBC π