Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
semakin aneh


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


.


.


Dan benar saja sepulang dari RS kakang benar benar mengerjai Syifa ,bunda pun diseret untuk menemani Syifa membuat mie ayam ,2 jam sudah Syifa berkutat di dapur wajahnya sudah tak semulus tadi, tepung ..saus sudah menempel di mana mana, wajahnya berminyak dan rambutnya pun di cepol satu ke atas mengeluarkan beberapa helai rambutnya yg nakal...


" Alhamdulillah....." ia menjatuhkan semua rasa lelahnya beserta badannya di kursi meja makan.


inilah kelelahan seorang istri,ibu di rumah untuk menghidangkan makanan yg mengenyangkan perut, butuh perjuangan yg melelahkan .Angkat topi untuk seorang ibu dan istri di rumah yg berusaha memasak di rumah....


" tarrraaa !!!!!mie ayam ala chef Syifa siap dicicipi..." Syifa menyodorkan semangkuk mie ayam dengan hiasan bawang goreng dan saus untungnya ukhti tidak jadi memasukkan mayonaise dan telur setengah matang kedalamnya...karena tadi Priscil melarangnya atau rasanya akan menjadi aneh...


melihat bentukannya memang tidak seperti mie ayam yg dilihat di pinggir jalan tadi ,kakang mengambil sendok dan garpu lalu menyendokkan ke mulutnya ,hati Syifa berdebar menanti reaksi kakang dan penilaian kakang ,sudah seperti acara masak memasak di televisi dengan juri yg selalu mengkritik hasil masakan pesertanya dengan kata kata pedas,dan disinilah Syifa berada,, seorang peserta ajang memasak yg menunggu penjurian


" happp....."


Syifa mendongak dan mengangkat alisnya " gimana kang??" tanya nya harap harap cemas.


" emmmm enak sayang.."


satu kata itu sudah membuat hati Syifa bersorak gembira dan pesta kembang api.


"Alhamdulillah.....!!"


kakang menyimpan sendok dan minum , Syifa yg melihat jadi heran sendiri kalau memang enak kenapa kakang menghentikan makannya


" lho kenapa katanya enak tapi ko ga diabisin...???" tanya Syifa ,


" udah sayang ,ana sudah kenyang..." jawabnya enteng " untuk anti saja...."


apa ???apa dia bilang ????mau gue banting ???


gilaaa udah cape cape dibikin sampe kecipratan air panas cuma dimakan sesendok doang..!!di icip doang...sempurna setelah ini ingatkan Syifa untuk segera terjun payung dari ketinggian 4000kaki


" ihhhh.....!!!' geram Syifa gemas sekali melihat kelakuan sang suami yg kian hari kian mengesalkan entah apa maunya ,cukup .... Syifa sepertinya melambaikan tangan ke kamera saja...


" fa...!!" panggil kakang


" hah??iya kang ??" Syifa baru saja tersadar dari lamunannya jahatnya .


" ana ingin tiduran fa...." pintanya , Syifa mengerti ia langsung membantu sang suami untuk berjalan menuju kamar ,fixx ini bukanlah suaminya ,,yg biasanya tidak ingin dibantu dalam keadaan apapun ,namun akhi yg sedang di papahnya ini tampak begitu manja sampai mengendus endus Syifa membuat Syifa kegelian dan juga risih karena dirinya yg sudah berpeluh ,kotor ....


" fa anti wangi banget !!" seraya hidungnya tak mau lepas menciumi rakus aroma Syifa membuat si empunya merinding geli.

__ADS_1


what ???ga salah nih....gue keringetan plus bau bawang gini disebut wangi ,ingatkan Syifa untuk membuat janji dengan dokter saraf juga besok, memeriksakan saraf kakang takut takut kalau ada yg kejepit atau putus gara gara serudukan babi hutan, semakin aneh saja ....


" fa anti mau kemana ???" baru saja di dudukan di ranjang bersandarkan bantal ,kakang sudah memanggil Syifa yg baru saja akan melangkahkan kakinya keluar kamar ,


" Syifa mau balik ke dapur kang ,mau beresin bekas berantakan barusan terus mandi...."


" oh na'am jangan lama ,5 menit...!!" ucap kakang


buseett kenapa ga sekalian aja cekik Syifa kang...


Syifa setengah berlari menuju dapur seperti dikejar celeng... membereskan kekacauan bekasnya masak lalu diam sejenak untuk menghabiskan mie ayam buatan nya sambil mendengus pasrah tak tau apalagi yg akan diminta oleh yang mulia suaminya,biarkan lah waktu terus berjalan yang pasti ukhti hanya ingin rehat dan makan , perutnya tak bisa diajak kompromi lagi betapa laparnya ukhti ,padahal sebelum pulang ia menyempatkan makan terlebih dahulu tapi rasanya sudah seperti tak makan seharian.


mie ayam sudah habis tak bersisa ukhti kembali ke kamar segera mengambil handuk dan menuju toilet melewati kakang yg sedang berkutat dengan laptop nya ,namun langkahnya terhenti


" 15 menit.... ckckckckck ana bilang kan hanya 5menit fa ,anti kemana saja ???"


" Syifa makan sisa mie ayam yg masih banyak kang,,,kan sayang lagipula Syifa lapar kang...kakang memohon mohon minta dibuatkan seperti tidak akan menemukan lagi hari esok tapi setelah Syifa buatkan malah tidak dimakan ,..." kesal Syifa akhirnya terlempar keluar dari mulutnya, lalu ia bermaksud masuk kamar mandi masih dengan tatapan menyorot kakang


" pintu kamar mandinya buka, jangan ditutup biar anti kelihatan !!" pinta kakang lebih tepatnya perintah


"apa ???" mata Syifa membola yang benar saja,mau ditaruh dimana mukanya , walaupun kakang sudah tau setiap jengkal tubuhnya tapi tetap saja apa suami tampannya ini tak tau arti privasi, kesannya seperti Syifa sedang menggoda kakang layaknya penari penari erotis di club plus plus, Syifa refleks menyilangkan tangan di dada , sontak kakang tertawa melihat tingkah lucu Syifa


" kenapa ,ana sudah melihat semuanya fa...." dengan tatapan sensual


" brakkk...!!' suara kamar mandi di tutup kencang


jin apa yg sudah memasuki tubuh kakang sya...???


_________________


" fa??tumben pagi pagi anti sudah di dapur ..." kekeh Rai yg baru turun dari kamarnya memperhatikan kian hari Syifa sudah menunjukkan menjadi seorang istri yg sempurna dengan celemek dan spatula, rupanya kakang minta dibuatkan nasi goreng,


" iya Rai,kakang minta dibuatkan nasi goreng " Syifa menggidikan bahunya tanda ia pun tak mengerti setiap kemauan kakang yg mendadak dan tak biasanya , Priscil hanya tersenyum melihat interaksi Syifa dan Rai seraya tangannya memainkan sebuah bungkusan plastik di bawah meja , Azam menoleh


" apa itu khumai ???"


" hubby udah tua..." bisik Priscil


Azam menangkup pipi Priscil dengan tangan kanannya ," khumai juga... tapi makin hawwt..." Azam menaik turunkan alisnya


" ihh mulutnya..."


kakang terlihat sangat antusias , Rai dan Haikal melihat nya sambil tersenyum nanar betapa masih lekat diingatan mereka bagaimana dulu Rai dan Syifa memasak sudah seperti air garam, keduanya menatap pergerakan kakang yg menyendok nasi goreng sangsi...


" Happpp....."


kakang mengunyah nya dan mengangguk angguk menyendok kembali dan begitu seterusnya berarti amankan ???


" enak kang ??" tanya Syifa


" hmmm banget..." ucapnya


Rai masih dengan ekspresi yg sama menelan Saliva nya berat ukhti penasaran ia mengambil sendok yg berada di depannya lalu tanpa permisi menyendok nasi goreng kakang membuat si pemilik segera menjauhkan piring yg berisi nasi goreng dari jangkauan Rai


" anti kalu mau bikin saja sendiri jangan mengambil milik orang lain...tanpa ijin pula..." dengus kakang melanjutkan makan .


keduanya terlihat seperti anak kecil yg sedang berebut makanan kesukaan.


" happ..."


" fuhhhh...." Rai memuntahkan kembali nasinya di wastafel , ukhti bergidik lalu minum


" fa....asin banget..." Rai masih bergidik dan mengambil susunya lalu meminumnya untuk menetralisir lidahnya dari rasa asin yg membuat lidahnya jadi mati rasa


" masa sih ??" tanya Syifa tak percaya melihat kakang masih asyik menyendok nasinya tanpa dimuntahkan


" ihhh....kakang saraf pengecap anta kenapa kang ,nasi segitu asinnya dibilang enak..." Rai masih berusaha menghilangkan rasa ketir di lidahnya, Haikal yg melihat lalu memberikan Rai roti selai agar tertutupi dengan rasa manis .

__ADS_1


" menurut ana ini pas ko...enak..."


Priscil semakin yakin kalau hari ini Syifa harus memakainya


______________


" fa anti kenapa ???sakit ???" tanya Rai di jam istirahat, sudah beberapa hari ini tubuhnya sangat mudah cape bahkan kemarin saat kakang minta dibuatkan nasi goreng matanya sudah berkunang kunang ....


Syifa menggeleng "nanti ada pelajaran fiqih Rai...aku sudah melewatkan terlalu banyak pelajaran fiqih,takut tertinggal lebih jauh... ngejarnya susah..." , Rai nampak khawatir , 'daripada nanti anti kenapa-napa, fa"


" mungkin hanya kecapean saja Rai...cukup ditidurkan saja nanti juga segar lagi..." jawab Syifa ia beranjak dari duduknya untuk kembali ke kelas


langkahnya semakin berat, matanya mulai kunang kunang , kepalanya terasa berputar,hingga suara perlahan-lahan seperti menjauh hingga semuanya menjadi gelap


" brukk ..."


" Syifa...!!!"


" fa...anti tidak sakit??" tanya kakang khawatir pandangan nya penuh kecemasan


" Syifa tak apa apa kang..mungkin kecapean saja..." jawabnya masih pelan...


Priscil membawakan segelas teh manis hangat ,ke kamat kakang


" Syukron bunda jadi merepotkan..." ucapnya Syifa ,kakang membantu Syifa untuk bersandar di kepala ranjang ,wajah ukhti terlihat pucat , keringat dingin diusap ...akhi mengambil gelas teh lalu membantu Syifa minum


tanpa diduga Priscil menyerahkan bungkusan berwarna biru kepada Syifa


" coba anti pakai..."


" apa itu bunda???" tanya Syifa dan kakang mengernyitkan dahi tak mengerti barang barang seperti itu.


" sini bunda bantu "


Priscil mengangkat Syifa dan memapahnya ke dalam kamar mandi ,kakang memperhatikan kedua wanita beda generasi itu tak mengerti


" coba anti masukkan air urin* anti ke dalam situ "


" hah ???" Syifa terkejut sekaligus malu


Priscil mengerti Syifa tak mengerti sekaligus malu


" na'am bunda keluar anti tampung ya..." sambil menyerahkan wadah plastik kecil seukuran cup agar agar berdiameter 4 cm.


Syifa masih belum mengerti tapi ia menurut kata-kata mertua tersayang nya,siapa tau besok besok ia akan meraih sebagai ' the next menantu idaman '...


Syifa sudah keluar sambil membawa air urinenya didalam wadah tersebut, Priscil kembali membantu Syifa yg masih lemah kembaki ke tempat tidur .


kakang melirik bertanya tanpa suara dan Syifa menggedikan bahunya tak tau rupanya mereka sedang bermain kode kodean ,tak tau belajar jadi penerjemah kaum disabilitas.


Priscil kembali ke dalam kamar mandi dan mencelupkan benda pipih panjang namun kecil itu sekitar 5 sampai 10 menit ia menunggu


senyuman lebar tercetak dibalik pintu kamar mandi


" positif..."


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2