Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
say goodbye to Vani


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


" eh maaf ...maaf...."


" eh ga apa apa...."


" ini Syifa kan ....hay fa apa kabar ??" tanya Nando


Syifa menepuk-nepuk pakaiannya.


" wahhh ....loe makin cantik fa ,pangling gue...." Nando berdecak kagum melihat Syifa yg sudah tampil berhijab ,,,,menelisik gadis berjilbab pastel itu .


" sorry nan,,," ucap Syifa yg risih dengan sikap Nando, bagaimana pun Nando tidak berhak memandangnya secara berlebihan...


" oh sorry...sorry....mau kemana ???itu temen temen loe fa ???" tunjuk Nando pada Rai dan Vani.


" mereka sodara gue...gue mau pulang... kebetulan Rasya udah jemput ...." dengan menekankan kata Rasya membuat Nando yg awalnya ceria terlihat sedikit sendu.


" loe masih sama Rasya ,fa ???" Syifa mengangguk .


" fa...gue rasa loe harus pertimbangin lagi deh, loe ga tau aja kelakuan si Rasya di sekolah gimana?loe juga ga bisa ngawasin dia kan ....??" roman romannya Nando mulai ingin menjelek jelekkan kang sya di depan Syifa , Rai sedikit geram namun Vani menahan kepalan tangannya..


" cukup nan....loe ga usah ikut campur masalah rumah tangga gue...eh maksud gue masalah gue sama Rasya..." hampir saja Syifa ketahuan setelah ia keceplosan .


" tapi Rasya sama Cindy....." Nando menggantung ucapannya .


" Rasya sama Cindy kenapa ???"


" mereka sering jalan bareng bahkan Uzi juga mulai deket sama Husna..." jelas Nando sontak saja Vani mendongak dan menatap penuh pada Nando saat nama Uzi disebutkan.


" apa ??ga mungkin..." nama Uzi pun tak luput dari fitnah pedas Nando sudah seperti akun gosip saja Nando .....


" kalo loe ga percaya tanya aja sama orangnya kemaren mereka ke kantin bareng...makan bareng..." ucap Nando.


Syifa sebenarnya sudah tak tahan entah itu percaya dengan ucapan Nando atau tak tahan karena Rasya menjadi obyek fitnahan Nando.


" kenapa ga sekalian aja loe sebut gue juga ke toilet bareng bareng. . .." suara dingin seseorang ternyata mengamati mereka dan kini menghampiri .


" sudah puas mengadu nya ???" kang sya dengan tatapan menusuk ke arah Nando kini menggandeng tangan Syifa .

__ADS_1


" sudah jalan jalannya ??? mari kita pulang ..jangan sampai telinga ,hati dan pikiran anti diracuni virus fitnah juga. . " kang sya melirik Syifa dengan lembut sambil menangkup pipi sang istri membuat Nando memanas...


" Rai ...Vani...tidak usah dengarkan setiap kata akhi insyaallah kenyataannya bukan yg seperti antuma dengar..."


Nando yg mematung dan menahan kesal,malu ,takut, hanya mampu diam saat orang yg ia bicarakan hadir di situ apakah usahanya berhasil ataukah gagal ???yg jelas ia tak kan menyerah sampai disitu saja untuk merebut Syifa .


" sudah sore jangan sampai kita kemaghriban di jalan ,ayo kita pulang..." ajak kang sya tanpa menghiraukan Nando


Nando tau masalah lah yg akan ia hadapi esok di sekolah .....


Vani hanya diam sambil melihat ke luar jendela mobil ukhti bertanya tanya siapa Husna??? apakah ukhti cantik ,pintar ??? apakah Uzi akan lupa dengan janjinya karena Husna???pikiran pikiran itulah yg sedari tadi ada di otaknya menari nari mengusik ketenangan pikiran


" Van...tidak usah dipikirkan,,kalo memang anti penasaran tanyakan saja pada akhi langsung agar jelas " ucap kang sya yg sedari tadi memperhatikan Vani ,air mukanya berubah manakala Nando menyebutkan kata Uzi dan Husna,jelas sekali terlihat Vani yg terusik.


" hah.....bukan ko sya ana sedang memikirkan umi ..." kilah Vani ,namun kang sya hanya tersenyum tipis.


_______________


mereka keluar dari mobil Vani langsung menuju ke asrama santriwati sedangkan Syifa dan Rai ke rumah sebelumnya mereka mengeratkan pelukannya seakan tak mau dipisahkan .....


" kalo bisa di lem udah aku lem deh...." cicit Syifa di tengah pelukan mereka


Vani dan Rai tergelak


" anti berangkat jam berapa Van,biar kita bisa mengantar sampai gerbang ....??" tanya Rai


" sepertinya subuh Rai agar tidak gaduh...." jawab Vani kembali menyeka air matanya berat rasanya sudah lama sekali hampir setengah umur nya ukhti habiskan disini bersama Rai...


bagaimana mungkin tidak gaduh secara Vani adalah salah satu personel the Salwa , idola pesantren AL-AMANAH


akhirnya karena waktu yg sudah mendekati Maghrib mereka mengakhiri pelukan mereka dan kembali ke rumah dan asrama .


Vani berjalan menyusuri koridor utama sambil menunduk tangannya menenteng paper bag merah muda hasil dari jalan jalannya bersama kedua bestie nya ia terkejut saat mendongak mendapati seseorang sedang berdiri di depan ruang pimpinan ponpes sengaja menunggu nya


" assalamualaikum Van...."


" wa'alaikumsalam...." cicitnya lalu mengalihkan pandangannya..kata orang mata adalah jendela hati ,ukhti tak mau Uzi melihat keadaan hatinya terlebih saat ini yg sangat ingin memeluk akhi di depannya ini menyalurkan kesedihan dan kerinduan nya .


" Van...aseef.... apakah keputusan ukhti sudah tidak bisa diubah lagi...."


" afwan..." cicit Vani mulai melirik namun kembali menjatuhkan pandangan nya kelain arah .


bukan karena akhi di depannya kurang ganteng justru sebaliknya rambut yg basah sepertinya akhi mempunyai wudhu karena sebentar lagi memasuki waktu maghrib , karena ini pula ukhti mengalihkan pandangannya takut kalau kalau ia memandangi yg bukan haknya ,,ya Allah..sungguh indah ciptaan-Mu


meskipun sekilas,, mampu terbayang di pikiran ukhti rambut klimis ,wajah yg segar dan tampan, tubuh proporsional dan tentunya wangi,dari kejauhan saja wangi ciri khas maskulin nan menyegarkan Uzi sudah tercium membuat siapa saja akhwat yg mendekat ingin memeluk,menyesap dengan rakus aroma tubuh akhi.


" Van... apakah janji kita hanya sebatas janji Van???"


bila mengingat kata kata tadi rasanya Vani ingin menyerah saja.


" Van ..." Uzi menyodorkan kotal beludru biru itu pada Vani


" apa ini ,ya akhi....??"


" buka saja .."


Vani menaruh paper bag di bawah samping kakinya lalu membuka kotak itu


" masyaallah....indah sekali zi...cantik " ucap Vani


Uzi tersenyum getir akhi senang melihat kalau ternyata pilihannya tak salah tapi ia sedih mengingat ukhti di depannya ini akan pergi menjauh ...


" Van....mungkin ini terdengar berlebihan namun ana harap dimanapun anti berada anti selalu mengingat ana ...ana masih berharap kakau janji kita bukan sekedar janji belaka ..." Uzi menyentuh cuping kupingnya, sepertinya pasukan semut lebih menarik dilihat dibanding lawan bicara masing-masing.

__ADS_1


itu juga lah yg diharapkan Vani " insyaallah zi kalau memang kita berjodoh insyaallah kita dipertemukan kembali ...."


" Van...jaga selalu kalung itu ya seperti anti menjaga selalu akidah dan keistiqomahan hati dan pikiran anti...."


kalo jaga selalu hatimu mah lirik lagu....


" insyaallah zi...syukron...." Vani menutup kembali kotak itu lalu memasukan nya kedalam paper bag..


" dimanapun anti,, jaga selalu kesehatan dan jaga wudhu mu... assalamualaikum..." uzi berlalu menuju masjid ponpes , Vani tersenyum bahagia jangan tanya bahagia Vani sederhana karena bahagia Vani memerlukan seorang Fauzi AL-RAZZAM....ini artinya harapan Vani tak padam .


" ana pasti kembali ,akhi.... insyaallah...." gumamnya


____________________


ini adalah shalat subuh terakhir Vani disini koper sudah ukhti rapikan semua sudah dibereskan


" Fikri...apa akhi yakin ??" tanya Azam di ruanh tamu rumah ponpes .


" sebenarnya ana sudah melarang Zam tapi ukhti kekeh ingin merawat Cici.... " jelas Fikri


" ya sudah lah Fik,kalau itu memang mau ukhti..padahal anta bisa saja bawa Cici kesini akan ada banyak yg merawatnya ..." Azam meneguk secangkir kopi


" kami tidak ingin merepotkan banyak orang, Zam..."


" anta , Cici dan Vani sudah seperti keluarga kami sendiri Fik...bahkan Priscil sudah menganggap Vani seperti Rai...."


" tapi ya sudahlah apapun keputusan kalian ana berharap itu juga yg baik menurut Allah untuk kalian ....kalau anta butuh sesuatu jangan sungkan hubungi ana , Fik...." Azam beranjak menepuk pundak sang sahabat yg menemaninya sejak masa masa di pesantren.


Vani menyeret kopernya dibantu abi nya Fikri


" Rai...fa anta berdua jangan bertengkar.. sekarang tidak akan ada yg melerai ....." ucap Vani


Syifa dan Rai sedari tadi sesenggukan .


" Van,anti tega meninggalkan ana Van....sejak kecil kita bersahabat..." Rai menangis di bahu Vani


" sudahlah Rai...jangan membuat langkah ana semakin berat... insyaallah ana akan kembali setelah umi sehat...."


" janji ...??"


" insyaallah..." Vani mengangguki


lalu Rai kembali ke ponpes pelukan Haikal


" Vani pamit bun...." Vani menghambur di pelukan Priscil


" hati hati sayang...." Priscil menghapus jejak jejak air mata di pipi Vani


" jangan hapus Vani di list anak anak kesayangan bunda ,ya ??" ucap Vani menggemaskan Priscil mengangguk


" Vani pamit semua..." Vani celingukan mencari sosok Uzi namun yg dicari tak muncul disini ...


" Uzi kemana kang ???" tanya Syifa


kang sya menggeleng


" Uzi bilang akhi sudah berpamitan dengan Vani semalam..." bisik Haikal pada Rai


sedingin itu sepupunya fikir Rai apa akhi tidak akan menyesal .....


" assalamualaikum...." Vani masuk ke dalam mobil yg sudah dimasuki abinya terlebih dahulu.


mau tau kisah Uzi dan Vani ,author bakal bikin beda kisah mereka dari kisah Rasya dan Syifa atau Raisya dan Haikal dan tentunya beda lapak soalnya kalo disini malah jadi numpuk ga jelas tentunya setelah kisah kedua pasangan selebriti AL-AMANAH ini berakhir,,,, juga kisah Salwa dan Om Za ,,,kasih author rehat sejenak ya biar alurnya Vani dan Uzi istimewa lain daripada yg lain....

__ADS_1


__ADS_2