Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
gagalnya acara pacaran


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


" kang... Syifa ikutttt...." Syifa merengek manja layaknya anak kecil yg sedang meminta coklat pada ayahnya


" La...nanti anti bosan disana lagipula anti kan ada muraja'ah(kegiatan mengulang kembali pelajaran dan hafalan) hari ini dengan ustadzah Sarah...." jawab kakang yg sedang memakai jaket.


" tapi kan cuman 3 jam selebihnya udah ga ada kegiatan lagi..." Syifa yg sedang duduk di tepian ranjang memanyunkan bibirnya tanda kecewa.


kakang menghela nafas " memangnya anti tidak bosan kayanya ana akan sedikit lama di cafe..." tanya kakang yg mendekat dan berjongkok di hadapan istri nakalnya ini.


" Syifa bosan kang kalo harus di rumah dan ponpes terus ," akunya.


iyalah dulu Syifa adalah gadis bebas tanpa aturan lebih tepatnya selalu membangkang bahkan bila harus mengingat lagi Syifa dulu sempat bekerja di bengkel untuk mencari uang jajannya ,sering masuk ke dalam arena balapan liar walaupun hanya sekedar sebagai pengusir kepenatan ,kakang menyadari itu.


" bagaimana kalau besok kita jalan jalan kemanapun Syifa mau ,,,," tawarnya membuat Syifa mendongak dan tersenyum lebar.


"bener nih...???janji???" Syifa mengacungkan jari kelingking nya , awal nya kakang menautkan kedua alisnya namun ia membalas tautan kelingking itu.


.


.


.


.


.


.


hari ini Syifa sangat bersemangat ,kakang janji akan menemaninya jalan jalan ,ia sudah memikirkan tempat tempat yg akan ia kunjungi hari ini ,itung itung masa masa pacaran nya bersama kakang sambil romantis romantisan....


ia sudah bersiap-siap begitupun kakang.


" ceklek...."


"astagfirullahaladzim...."kakang tergelonjak kaget mendapati mobilnya sudah diisi oleh keempat makhluk yg selalu merecoki waktu berduanya bersama Syifa.

__ADS_1


"kenapa kang ??" tanya Syifa yg menyusul di belakang.


" assalamualaikum kang ..fa...." sapa mereka,,iya mereka siapa lagi kalau saudara dan sahabat terlove sepanjang sejarah....


"waalaikumsalam..." gumam kakang dan Syifa.


"antum berempat ngapain di mobil ana desek desekan ??" tanya kakang.


" ya elah sya...pake tanya kenapa lagi.... ga liat nih gue udah gaya gini???" jawab Haikal,kakang menatap keseluruhan penampilan Haikal hingga Rai, Vani dan Uzi...ia menghela nafas kasar.


" kang ... mentang mentang sudah ada hariimmm anta seperti kacang lupa akan kulitnya..." uzi sedikit mendengus ...


" ya salam.....!!" ucap kakang frustasi melirik ke arah Syifa , Syifa malah santainya tersenyum sambil mengangguk ,gagal sudah rencana untuk berduaan dengan kekasih halalnya karena mereka berempat,apa mungkin kalo kakang dan Syifa berbulan madu mereka juga akan mengikuti???


" sepertinya besok besok kalau ana dan Syifa akan bulan madu kami akan memilih mars sebagai destinasi wisata agar kalian tidak ikut..." gerutu kakang sambil mengambil posisi di belakang.


" awas...!!! anta pindah jadi sopir kal..." ucap kakang .


"lho ko gue sya...ini kan mobil loe..." Haikal tampak kebingungan dengan wajah melongonya,apa ini efek ujian kemarin ya Haikal bisa sebod*h ini apa akhi lupa kalau diantara mereka yg sudah halal bersentuhan hanya kakang dan Syifa...


" loe mau dikerubutin sama cewe sya??? modus loe...loe udah punya syifa sya..." jawab Haikal sontak saja mendapat jitakan di keningnya.


"anta tuh ngaco.. makanya makan ikan sana biar ga pelupa ....anta lupa disini yg sudah halal bersentuhan cuma ana dan Syifa "jelas kakang mengingatkan.


" kita pakai mobil yg biasa Rai pakai saja ,itu kapasitas nya lebih banyak anta jadi supir , Uzi di samping anta , Rai dan Vani dibelakang bersama Syifa dan ana..." jelas kakang yg mengambil kunci mobil yg satu lagi...


"ohhh....ngerti gue iya sorry gue lupa rasanya udah pengen cepet cepet halal aja gitu iya ngga , Rai???" Haikal menaik turunkan alisnya yg mendapat cubitan sayang dari Rai menutupi wajahnya yg sudah menghangat ,hoffff semurah itu anti Raisya... pekiknya dalam hati.


setelah perdebatan itu mereka akhirnya naik, Syifa menghela nafas berat gagal deh acara ngapel nya kali ini...


sepanjang jalan selalu diwarnai perdebatan perdebatan kecil dan candaan,,, apalagi kalau sudah menggoda Uzi dan Vani yg masih shy shy cat....


"antum semua disini saja ana mau keluar dulu memesan makanan sekaligus mengecek pekerjaan karyawan...." ucap kakang meninggalkan mereka semua di ruangannya.


" ckckckckck boleh lah jadi referensi buat gue ntr buka cafe...." Haikal yg memiliki jiwa bisnis menelisik satu persatu inci cafe milik kakang.


" weitssss ana lupa kalau disini juga ada pak boss...." ucap Uzi menyenggol bahu Haikal.


" gue jadi penasaran kal ...om Gio tuh punya usaha apa sih???" tanya Syifa


" bokap punya usaha si bidang properti,kuliner, dan advertising...." jelas Haikal.


" woahhh calon CEO dong loe...." ujar Uzi


Haikal mengangguk tanpa menoleh


" besttt.... Rai calon ibu boss dong..." senggol Syifa namun tidak dengan keempatnya yg saling senggol dan berbalas ucapan, Vani malah asyik dengan pikirannya sendiri yg merasa kebingungan.


"kenapa van??" tanya Rai yg memegang bahu Vani, Vani mendongak


" dari tadi akhi Haikal bilang bokap... bokap tuh apa ya??coba tolong bahasa nya yg mudah dimengerti.." ucap Vani yg membuat semuanya melongo


" ya Allah..dikira dari tadi mikirin apa ???" ucap Syifa.


" bokap itu ayah Van...abi..." ucapan lembut disampaikan Uzi.


"ooo abi...bilang dong kirain bokap tuh sejenis sayuran atau apa gitu..." jawab Vani polos.


Haikal menggaruk tengkuknya tak gatal sedangkan Syifa mengetuk ngetuk jidat nya .

__ADS_1


Syifa dan Rai malah saling melirik " cieeee.....!!!" sontak wajah Vani memerah ,namun tidak dengan Uzi yg bisa mengontrol kapan wajahnya harus blushing tentunya bukan dihadapan orang lain .


saat semuanya sedang asyik dengan obrolan santai sambil makan dan minum yg tadi sudah dipesankan kakang ,mata Syifa hanya terfokus pada pintu , menunggu kakang yg tak kunjung kembali untuk makan.


" fa...buruan dimakan keburu dingin tuh nanti ga enak lagi..." ucap Rai," eh iya..." jawab Syifa terkejut


" guys gue ke belakang dulu ,..." ucap Syifa yg sudah tak bisa menahan hasrat panggilan alamnya.


.


.


.


.


"ahhh lega...." namun ia menghentikan langkahnya saat melihat kakang sedang bersama sekumpulan pengunjung yg nampak sudah tak asing lagi ,ia mendekat dan benar saja itu adalah teman teman sekolah...disana juga ada Cindy and the genk .


" rupanya belum menyerah juga dia...." gumam Syifa melihat Cindy yg masih curi curi pandang pada kakang .


" assalamualaikum..eh...ada kalian disini..." sapa Syifa yg tiba-tiba menyelipkan tangan di lengan kakang membuat yg disana terkejut dengan kedatangan Syifa sepaket dengan sikap so mesranya,seakan sedang mengamankan teritori nya,wajah Cindy seketika merah padam menahan marah ia memalingkan wajahnya ke lain arah seraya tangannya mengepal kuat.


" skak....laki gue nih...hak milik Syifa..."gumamnya dalam hati sambil cekikikan .


Cindy masih berada di cafe kang sya saat semua teman temannya sudah pulang ,ia masih penasaran karena belum sepenuhnya menerima kalau kakang sudah bersama Syifa.


Syifa yg sudah kembali ke ruangan bergabung lagi dengan kluster ponpesnya.


" sya...!!" Cindy yg berada tepat di belakang kakang menunduk sambil memainkan jari tangannya , sebenarnya kakang malas menanggapi Cindy tidak penting juga ,justru akan menimbulkan fitnah berduaan dengan akhwat yg jelas jelas bukan makhrom nya apalagi kini ia sudah menikah.


"ada apa cin,,,,apa ada yg ketinggalan???" tanya kang sya dengan sopan mengingat Cindy merupakan pelanggan nya .


" tidak..." cicitnya menahan gugup.


" sya gue sayang sama loe...." ucapnya lirih terdengar oleh beberapa pengunjung cafe ,kakang menghela nafas lelah ,mau tidak mau akhi harus tegas pada ukhti ,akhi lelah harus menghadapi Cindy yg seakan tidak mau melepaskannya.


kakang melirik ke arah pengunjung dan mengangguk seakan meminta maaf," bisa kita bicara sebentar Cin,,," pinta kakang .


senyum Cindy mengembang ,ada rasa senang karena ia merasa sikap kang sya mulai bisa menerima nya...


"duduk...." pinta kang sya dingin " tunggu sebentar..." akhi melangkah menjauh, Cindy mengusap ujung matanya yg berair dan tersenyum tipis dengan begini jalannya untuk merebut Rasya dari Syifa akan terbuka bahkan 0.1 persen saja akan ia perjuangkan....


tak lama kang sya kembali ,wajah Cindy langsung berubah drastis ketika kang sya datang bersama seseorang yg ia benci .


"Cin,,,," kang sya menghela nafas pendek " kenalin....ini Syifa...." ucap kakang datar,melihat senyum manis Syifa saja sudah seperti mengejek bagi Cindy.


"gue tau dia ga usah dikenalin juga...." jawabnya ketus,kenapa Rasya mesti bawa bawa nih cewe si*lan kesini ngerusak suasana aja .


" jangan potong omongan gue...." ucap kakang ,sedang Syifa sudah mengulum senyum menahan tawanya sedari tadi


" kenalin ini Syifa istri gue......" lanjut kakang


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2