Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
trio Salwa tak akan bubar


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


" Vani...!!!"


" grappp....." kedua gadis ini menangis


" anti jahat kenapa anti tidak bilang kalau anti akan pergi ???" ucapan Rai sesenggukan.


" aseef ukhti ..rasanya ana tak sanggup kalau harus berpamitan..." ucap Vani yg tertunduk lesu menahan lelehan hangat dari air matanya ,sejak ia kecil ia sudah berteman dengan Rai , Rasya dan Uzi,bahkan dengan Uzi..ukhti tidak memungkiri ada rasa selain teman.


tapi ukhti bisa apa??saat ini ibunya Cici baru saja selesai operasi akibat tumor di rahimnya ,, Cici bahkan vakum dari kegiatan mengajar nya di ponpes , dimana sang ayah Fikri juga sudah jarang datang ke ponpes karena pekerjaannya yg sibuk ... tempat tinggal mereka cukup jauh dari pesantren AL-AMANAH... sebenarnya sudah dari bulan bulan sebelumnya Vani sering absen untuk sekedar merawat ibunya namun semenjak neneknya meninggal ukhti berfikir kali ini lah saatnya ukhti yg merawat wanita yg telah melahirkannya...


Fikri sesungguhnya keberatan dengan keputusan Vani ,namun ukhti tetap kekeh hingga akhirnya Fikri menuruti keinginan anak semata wayangnya itu.


" Vani... Bunda mohon tolong fikirkan lagi. ... Cici bisa tinggal di area ponpes disini ada bunda , ustadzah Ayu dan ustadzah Sarah yg akan menemani Bunda..."


" tidak usah bunda...lagipula umi harus bolak balik RS jaraknya terlalu jauh bun.... Vani tidak mau merepotkan bunda dan yg lain ... "jelas Vani masih dalam dekapan Rai dan Syifa.


Priscil mengusap lembut kepala Vani " Fikri, Cici dan anti sudah bunda anggap seperti keluarga sendiri..."


namun rupanya itu tak cukup mengubah keputusan Vani " terus pendidikan anti gimana ??" tanya Rai

__ADS_1


" insyaallah...ana akan melanjutkan nya suatu hari nanti..." ucap Vani mengusap pipinya yg sudah basah oleh air mata .


"kapan kamu akan pergi Van??" tanya Syifa tanpa berniat melepaskan pelukannya membuat Vani sedikit sesak.


" insyaallah besok ...."


" hah ??? dengan teganya anti akan berangkat besok..." Rai dan Syifa sesenggukan kembali.


kaki Uzi tak terasa sudah mangarahkan langkahnya ke arah asrama putri ,ia sudah seperti orang yg linglung, ia kembali berbalik badan dan berjalan kembali ke arah rumah namun kembali lagi,sampai ia memutuskan untuk ke rumahnya saja ,kakinya menendang angin untuk sekedar melampiaskan rasa kesal ,kecewa ,didominasi kesedihan.


ia menjatuhkan tubuhnya di ranjang menatap langit langit kamarnya ,kakinya menggantung dan masih memakai sepatu ,apakah hanya sampai disini saja perjuangannya ,akhi bangun lalu berjalan ke arah meja belajarnya membuka laci meja meraih sebuah kotak beludru berwarna biru dongker dan membukanya nampak sebuah untaian kalung indah dan seolah menampakan ke glamouran nya karena cahaya yg memantul ,kalung berliontinkan matahari dengan batu shafir sebagai matanya ,,tidaklah besar bandul matahari itu namun cocok untuk dipakai seorang gadis , siapapun yg memakai nya akan lebih terlihat cantik...


bahkan sesaat ia ingat janji nya bersama Vani ,akan mengkhitbah Vani saat sama sama sudah lulus....


" astagfirullahaladzim....ampuni hamba ya Allah karena lebih mencintai hambamu dibanding engkau ya Rabb....." Uzi menunduk sambil beristighfar beberapa kali


terdengar kumandang adzan Dzuhur dikumandangkan dari pengeras suara masjid ponpes,akhi memutuskan untuk bersih-bersih dan melaksanakan shalat secara munfarid.


diakhir bacaan shalatnya ia selalu membaca do'a sapu jagat dan kedua orangtua, tak lupa mengucap tahmid,tasbih,dan tahlil dan terakhir akhi selipkan kata kata do'a untuk orang-orang sekitarnya " ya Allah ya Rabb hamba akan menerima semua yg menjadi keputusan-Mu ,hamba yakin apapun itu adalah yg terbaik untuk hamba...jika memang bukan jodoh ku jauhkanlah tapi jika ukhti jodohku maka dekatkanlah...."


akhi melipat sajadahnya sambil pikirannya, yg terus menerawang apakah ini jawaban yang mahakuasa atas semua do'a do'anya selama ini ....


namun hati Uzi siapa yg tau ....hanya Allah lah yg dapat membolak-balikan hati manusia...


" Van.....gimana kalo kita jalan jalan ...itung itung sebagai kebersamaan kita yg terakhir sebelum anti pergi....?" tawar Syifa yg menyeka air mata nya


" boleh..." ucap Vani.


akhirnya mereka bertiga berencana untuk pergi berjalan-jalan menghabiskan waktu bersama sebelum Vani pergi ,,,memang terdengar lebay sihh padahal mereka masih bisa mengunjungi Vani , Vani masih menginjak bumi yg sama dengan mereka tapi tetap saja....


ketiga gadis ini pergi setelah mendapatkan ijin dari ponpes dan juga tentunya dari para suami .


" biar nanti kakang jemput kalian lagi disini...telfon saja..." ucap kakang saat menurunkan para gadis ini di depan sebuah pusat perbelanjaan....


Syifa mengangguk ,untuk yg pertama mereka memilih foto booth lalu masuk ke arena permainan dan setelah itu mereka makan ....


" Van....ana mau tanya sesuatu namun ini bersifat pribadi...?" tanya Rai hati hati


" boleh Rai ,apa ???" tanya balik Vani


" lalu bagaimana hubungan anti dengan Uzi. Van??"

__ADS_1


Vani lalu berhenti mengunyah makanannya dan meraih cup berisi minuman bersoda...


" ana tak tau , Rai.... Uzi tidak pernah memberikan kepastian dan kejelasan ...akhi hanya menyuruh ana menunggu..." jelas ada raut kesedihan di wajah Vani yg sendu . Syifa mengusap usap lembut punggung Vani, menyalurkan ketenangan dan kekuatan untuk Rai


" insyaallah Van...anti harus yakin kalau memang jodoh Allah akan dekatkan...." jawab Rai yg mengambil tindakan sama seperti Syifa.


" insyaallah..." ucapnya


" ana tak yakin fa .. Rai...melihat akhi yg lebih banyak diam membuat ana semakin ragu...." batin Vani bergumam.


" ehh udah sore nih...kakang juga sudah menanyakan kapan kita pulang...." ucap Syifa


ketiganya saling melirik ,bukankah ini akhirnya .....


bulir air mata jatuh di pipi ketiganya tak dapat menutupi kesedihan yg dirasakan


" aduhh mata gue kelilipan lagi.. " saking gengsinya untuk menutupi kesedihannya Syifa sampai lupa kalau dia sudah masuk ke mode loe gue....


Rai tertawa geli mendengar perkataan Syifa yg jelas jelas sedang berkilah " dasar bahlul...." gumamnya


Vani ikut tertawa " sedih ya sedih aja fa...ga usah bilang kelilipan segala ...." ukhti pun menghapus air matanya mungkin saja esok lusa ia tak akan menemukan gadis gadis penghibur seperti Rai dan Syifa.


" setidaknya kalian bisa tetap menghubungi ana kan di waktu senggang..." ucap Vani menenangkan kawan kawannya dan juga dirinya...ya setidaknya ..... walaupun tetap saja berbeda rasanya dengan face to face...


mereka berjalan sambil mengobrol Syifa juga sudah meminta kakang untuk menjemput mereka .


" ehhh lucu tuh...." gumam Syifa lalu ia masuk ke sebuah toko pernak pernik dan membeli bros bunga mawar yg menurutnya unik , kebetulan ada 3 pcs ukhti membelinya dan memberikan satu untuk Vani dan satu untuk Rai .


" trio Salwa ga akan pecah dong..." ucap Syifa


mereka tergelak karena keasyikan bercanda Syifa tidak melihat jalannya


" bruukkk....."


" awww....."


Rai dan Vani melongo lalu hendak membantu Syifa namun belum mereka meraih Syifa orang yg menabrak Syifa refleks menolong Syifa ,yg sebenarnya sedikit ditolak oleh Syifa karena tau mereka bukan muhrim


" Syifa !!!!"


" Nando !!!!!"

__ADS_1


__ADS_2