Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
the wedding ring


__ADS_3

makasih buat readers selalu ngasih semangat dan selalu mengingatkan, kesempurnaan hanya milik Allah Azza Wa Jalla dan manusia gudangnya kesalahan,,,,tugas sesama manusia untuk saling mengingatkan ya.... guys kalo author ada kesalahan persepsi atau penulisan mohon diingatkan....


happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


kakang sudah mulai beraktifitas seperti biasa bahkan hari ini ia sudah mulai masuk sekolah ,ujian yg tinggal menunggu hari mengharuskannya selalu hadir di sekolah....


" kang memangnya anta sudah benar benar sehat untuk mengurus urusan cafe...." tanya bunda


" Alhamdulillah bun,, insyaallah ana kuat ....." jawabnya sambil mengunyah roti , disamping nya Syifa intens memandang nya menyiratkan bukti kekagumannya pada sosok pemuda tengil yg kini menjadi imam nya.


.


.


.


.


.


"kang ....ini...." Syifa menyodorkan kotak makan yg berisi bekal makan siang untuk kang sya, Syifa berkutat di dapur sebelum ia bersiap siap berangkat ke ponpes ia sampai harus belajar memasak masakan kesukaan suaminya itu pada sang ibu mertua hanya demi membuat bekal makanan untuk kang sya sampai tangan mulusnya sempat terciprati minyak panas.


kakang mendongak menaikan alisnya sebelah namun menerimanya.


" dimakan ya.... insyaallah enak ko..."


kakang yg mengerti tersenyum bangga pada istri nakalnya itu yg sedikit sedikit mulai berubah menjadi lebih baik akhi semakin yakin kalau Syifa partner yg tepat untuk menjalani biduk rumah tangga bersamanya.

__ADS_1


"syukron sayang...." akhi mengacak rambut Syifa gemas .


Syifa merengut " syukron doang nih..." cicitnya,kakang dibuat kebingungan ,Syifa merotasi bola matanya ,apa sakit membuat otak nakalnya menjadi insyaf,pikirnya. Syifa mendekat dan mengalungkan tangannya di leher kakang.


"cupp..."


kini kakang yg mengulas senyum setelah kecupan singkat mendarat di pipinya dan bibirnya." istri kakang sudah mulai nakal ,ya...jadi gemas ana makin ga sabar aja..." kakang menarik hidung Syifa .


" ga sabar buat apa ???"


" buat unboxing anti..." bisiknya membuat Syifa meremang dan bergidik , Syifa tak tau saja sikap impulsif nya barusan membuat jiwa kelaki lakian kakang terbangun, Syifa langsung menjauh.


" ya sudah ana berangkat dulu ,,,, assalamualaikum...."pamit kakang sambil tertawa kecil.


" wa'alaikumsalam..."


.


.


.


Uzi sesekali melirik kakang di kursi pengemudi ,ia mengangkat alisnya terlihat kebingungan sekaligus ngeri "kang apa demam membuat anta jadi kurang waras..??" tanya Uzi yg memang lidahnya ini sudah gatal ingin bertanya.


" hah??kenapa??" tanya kakang yg baru tersadar setelah sekian menit ia tersenyum senyum sendiri melihat kotak makan yg diberikan Syifa sambil mengingat kejadian pagi tadi.


" anta kalau masih sakit sebaiknya di rumah saja kang ,ana khawatir anta malah semakin parah..." jawab Uzi " anta tersenyum-senyum sendiri seperti orang yang kurang waras..."


Uzi menghela nafas ,ia menebak " pasti Syifa...." kapan ana merasakan yg seperti anta kang " ucapan itu tersimpan hanya di hati Uzi saja , bukannya ia tidak mau namun akhi merasa ia dan Vani masih sama sama membutuhkan waktu untuk saling mengenal dan juga mempersiapkan diri masing-masing, mengenyam pendidikan di universitas yang mereka inginkan,akhi merasa masih terlalu muda ,berbeda dengan kakang, Uzi bahkan belum memiliki penghasilan ,kalau ia melamar Vani sekarang sekarang lalu Vani akan diberi makan apa nantinya,


" lalu bagaimana dengan Vani???" tanya kakang di tengah keterdiaman mereka..


Uzi yg terkejut dengan pertanyaan yg baru saja ia pikirkan itu menegakkan duduknya dan berdehem.


"ekhemm....ana masih pikit pikir dulu kang ana tidak mau terburu-buru....lagipula ana hanya ingin fokus sekolah dulu....mungkin kalau nanti ana dan Vani berjodoh maka Allah akan mendekatkan...jodoh tak akan kemana kang..." ucapnya dengan matanya yg tetap fokus pada jalanan.


"iya zi,,, jodoh memang tak akan kemana tapi harus diperjuangkan " kakang menggeleng kepalanya tak ingin ikut campur lebih dalam .


Tangannya meraba-raba cincin yg terbuat dari campuran platinum dan titanium yg menggantung indah di lehernya sebagai penanda kalau ia sudah menjadi hak milik seseorang,bukan tanpa sebab kakang menggantungnya di leher,,pertama jelas karena statusnya sebagai pelajar ,dan agar tidak mudah hilang berbeda dengan cincin yg dikenakan Syifa cincin itu terbuat dari emas putih , meskipun sama sama memesan di toko yang sama namun dengan bahan berbeda alasannya adalah seorang laki-laki muslim diharamkan memakai perhiasan dari emas sesuai sabda Rasulullah Saw " emas dan sutra dihalalkan bagi para wanita dari ummatku, namun diharamkan bagi laki-laki.." (HR An-nasai dan Ahmad)


bahkan nabi shalallahu alaihi wasallam melihat sahabatnya memakai cincin dari emas,beliau mengambilnya dan membantingnya sambil mengatakan " kalian sengaja mengambil sepotong neraka,dan meletakkan nya di tangan kalian..."(HR Muslim)


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


di Jakarta


"pah ,,Haikal bilang ia sudah memesan sendiri cincin untuk mahar Raisya bahkan detailnya saja sudah ia kirimkan ke toko perhiasan langganan mamah..." ucap Salsa yg sangat antusias dengan pernikahan putra tunggalnya,akhirnya Haikal mendapatkan calon istri se sholeha Rai apalagi ia tau Rai adalah putri dari Azam dan Priscil , pernikahan memang masih sekitar 3 minggu lagi , Haikal pun tak bisa ikut mengurus segala perintilan pernikahan nya dengan Rai karena harus sibuk belajar dan juga dirinya yg tidak mungkin harus bolak balik ,maka akhi menyerahkan semua urusan itu pada ibu dan ayahnya.


" iya papah tau..." Gio sesekali menyesap kopi nya sambil membaca koran pagi hari nya .


" lalu sisanya ??? " tanya nya


" semuanya sudah mamah urus...." senyum tercantik yg pernah Gio lihat dari istrinya,ada kelegaan terpancar disana , bagaimana tidak mereka takut akan pergaulan Haikal yg selama ini Haikal jalani di Jakarta yg selalu berkumpul bercampur baur dengan lawan jenisnya yg bisa dikatakan untuk berpakaian saja astagfirullahaladzim.....tidak dapat menjaga auratnya,kedua orangtuanya ini takut kalau kelak Haikal memiliki pendamping,yg bukan akhwat baik baik....


"Rai...kamu ga deg degan apa bentar lagi udah mau married???" tanya Syifa yg sedang kepayahan mengipasi wajahnya menggunakan kipas kecil ,cuaca hari ini sangat terik membuat para gadis ini terduduk di bawah pohon mangga besar yg buahnya selalu dilempari bebatuan kecil agar terjatuh oleh beberapa santriwan,,,, berharap mendapatkan angin sejuk .


" married apa sih?? coba jelasin pake bahasa yg mudah dimengerti,fa??" ucap Vani yg tengah asyik bergulat dengan sebungkus kuaci ,yg menurut Rai sebuah kegabutan yg haqiqi....


Rai dan Syifa merotasi matanya lelah " kawin Vani nikah...." jelas Rai kesal dengan kepolosan yg bisa dikatakan mendekati keb*dohan , sedangkan Vani hanya berohria.


" emangnya ana harus bagaimana,fa uye. uye..sambil joget gitu..." jawabnya , Vani tergelak


mereka tak tau saja jantung Rai tengah berlari cepat meninggalkan tempatnya antara senang,gugup dan takut ,namun wajahnya yg cuek dan terkesan dingin menutupi kegugupannya. Bukan Rai namanya kalau ia tidak bisa begitu ,memangnya Syifa yg tidak bisa mengontrol emosi nya disaat senang ataupun gugup ia selalu bertingkah konyol...


siapa dulu dong titisan yanda Azam....


" afwan...neng Syifa...." seorang wanita paruh baya menghampiri mereka sambil menyodorkan sepucuk amplop coklat pada Syifa.


" apa ini nyai???" tanya Syifa meraihnya dengan ragu


" nyai kurang tau tadi ada petugas paket datang ke rumah dan memberi ini...kalo gitu nyai permisi assalamualaikum..."


"wa'alaikumsalam..."


Syifa melihat lihat tulisan yg memang tertuju untuknya dan melihat si pengirim yg beralamatkan Jakarta,ia menyobek amplop itu lalu membukanya bersama dengan Rai dan Vani yg sudah kepo maksimal


kedua alisnya terangkat dan wajahnya seketika ceria sambil tersenyum ...


" Alhamdulillah..... insyaallah gue sama kakang dateng ya,met...."


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2