Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
personel cadangan


__ADS_3

happy reading all 😍 😍


.


.


.


.


.


bismillah


" assalamualaikum..."


"wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh..."


setelah sepasang suami istri itu turun tak lama seorang gadis turun dari bangku belakang mobil berwarna putih gayanya masih belum bisa berhijab namum kini agak sedikit sopan ia memakai t-shirt putih jaket parka hijau army dan celana levis panjang dan rambut yg dibiarkan tergerai masuk menyusul ke ruangan pimpinan ponpes yg masih dihuni abi sebelum sebentar lagi abi akan menyerahkan posisi pimpinan ponpes kepada Azam...


"masuk pak Rio....bu Risa dan nak Syifa...."pinta Abi ramah


"bagaimana kabarnya nak syifa ,,,,masih mau melanjutkan pendidikan disini??" tanya abi sebelumnya mempersilahkan mereka duduk


"iya pa yai insyaallah..."


lalu pak Rio menceritakan maksud dan tujuan datang kemari sambil mengobrol ringan dengan kedua orangtua syifa


lalu Risa dan Syifa pamit keluar ruangan dari kejauhan priscil yg sedang berjalan melihat mereka


"sa......"panggil priscil melambaikan tangan lalu sedikit berlari kecil


"priscil..."


"bunda...."


"assalamualaikum...syifa , Risa....." ucap priscil


"wa'alaikumsalam sil...bunda..."balas mereka


"sil gue titip syifa ya..."


"iya sa gue udah anggep syifa kaya anak sendiri ko...anak gue mah banyak disini ..."jawab priscil


"ckckckckck sil...sil....ga nyangka gue ratu madol jadi begini laki laki kaya apa Azam mampu rubah loe jadi sholeha begini..." kekeh Risa sambil meneliti penampilan priscil


"loe mau tau laki laki kaya apa dia...??" mereka duduk di bangku panjang sekitaran lapang sambil menikmati suasana


"loe mau tau ...tuh liat...doi lagi ngajar ...."tunjuk priscil pada Azam yg tengah mengajar outdoor


"bun, Rasya mana ???" tanya syifa tiba-tiba


"ko yg ditanyain cuma Rasya???"ledek priscil membuat syifa salah tingkah ...


"emm maksud syifa Rasya, uzi,sama Rai bun..."wajahnya sudah memerah malu


"hahahaha anti ini lucu sekali fa...lihat wajah mu sudah matang..." jawab Priscil


"kakang sama uzi ada di rumah , Rai ada di rumah ponpes....kakang ingin kesini namun bunda larang..." ucap priscil menggoda


"kenapa???" tanya syifa polos


"bunda takut dia berulah di depan calon mertua nya...." kekeh priscil sontak membuat Syifa menunduk semakin malu dan merona..


" kamu kenapa fa???"tanya Risa yg belum faham...


"ngga ko mah ga apa apa"...


setelah cukup lama mereka mengobrol akhirnya priscil menunjukkan kamar pada syifa untuk ia tempati persis kamar nya dulu hanya saja sudah sedikit di rehab...dan mengenalkan syifa pada Vani anak dari Cici dan Fikri teman bangku Raisya


"ya sudah bunda tinggal dulu ya ...semoga syifa betah... assalamualaikum...." ucap priscil berlalu


"wa'alaikumsalam..." balas Vani dan Syifa


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"hubby ke hotel and resto dulu nanti jam 10 khumai menyusul saja dengan kakang dan uzi ke hotel,jadi ke RS nya bareng dari hotel..." titah Azam


"iya by ....."ucap priscil memakaikan jas pada Azam


selama kakang masih ijin sakit Syifa berangkat ke sekolah bersama Azam ,syifa akan tetap sekolah formal sampai semester ganjil lalu ia memutuskan untuk mondok di ponpes atas kemauannya sendiri dan disetujui ayahnya


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


"kang ,zi sudah siap ???yanda bilang kita menyusul ke hotel saja..." ucap priscil merapihkan pakaiannya


"jadi bareng yanda perginya???" tanya kakang yg sedang memakai sepatu


"iya ...."

__ADS_1


"bunda pamit dulu ya sayang.... cuma sebentar ko..." pamit Priscil pada Rai


"na'am bunda hati hati, Rai juga mau balik ke ponpes Vani sudah menunggu..." jawab Rai


"assalamualaikum...."


priscil, uzi dan kakang masuk ke mobil dan mereka pergi menuju hotel


"assalamualaikum...." priscil masuk ke kantor bersama uzi dan kakang


"wa'alaikumsalam...."jawab Azam dan bang ustadz yg tengah mengobrol dengan beberapa berkas ditangan mereka


"ini trio kwek-kwek mau kemana???"tanya bang ustadz


"trio kwek-kwek..... trio macan !!!" jawab priscil


"habisnya kalian sering bersama ,..."kekeh bang ustadz


"tak apa bang bro biar ana kebawa muda lagi..." senyum priscil


"ya sudah ayo by nanti keburu siang...." ajak priscil


"iya ayo...,mari bang bro..."


akhirnya mereka berlima ke RS


ceklek.....


"assalamualaikum....."


"wa'alaikumsalam......"


terlihat gadis muda yg terduduk lesu di ranjang RS dengan tatapan kosong kondisinya sudah terlihat lebih baik dibandingkan malam itu disampingnya seorang wanita paruh baya dan Ziyan menemani


"eh bro sehat???" ucap Ziyan menyalami kakang dan uzi juga para orangtua


"terimakasih...sekali lagi saya ucapkan pak Azam atas pertolongan nya " tetesan air mata ibu Ziyan tak terbendung begitupun Rumi si gadis itu yg sudah banjir air mata


"sudah lah bu berterima kasihlah pada Allah SWT yg sudah memberi pertolongan lewat kami...atas ijinnya kita semua selamat..." jawab Azam yg duduk di hadapan ibu Ziyan


"lalu bagaimana kelanjutan kasusnya ???" tanya ibu Ziyan


"insyaallah sudah masuk berkas sebentar lagi gelar perkara dan olah TKP ,,,apa polisi sudah datang kesini ...??" tanya Azam


"sudah om beberapa kali..." jawab Ziyan


" ini sudah takdir Rumi ,nasi sudah menjadi bubur ..... ikhlaskan lah yg penting kamu sekarang harus bangkit...." ucap lembut priscil


" aku kotor ....aku jiji dengan diriku sendiri .... kenapa aku begitu bodoh...." rutuknya sambil sesenggukan


"menyesal memang selalu datang di akhir ,tebuslah rasa penyesalan mu dengan cara yg baik..... Allah masih memberimu kesempatan bukan kamu saja tapi beberapa gadis mengalami seperti mu..."jawab Azam


membuat Rumi menoleh "beberapa???" gumamnya


"kami menyelamatkan beberapa gadis lain yg bernasib sama seperti mu dari mansion mereka.."jawab bang ustadz


"apa by????" pekik priscil yg langsung mendekati dan duduk kembali di sebelah Azam sepertinya hanya ukhti saja yg tidak tau kejadian sebenarnya di malam penyergapan itu


"jadi....ada..selain Rumi???" tanya priscil heboh


Azam mengangguk


"cihhh kurang aj*r para b*jing*n itu ......mmpphh..." Azam membungkam mulut priscil pasalnya priscil selalu tidak bisa mengontrol lisan dan emosinya kalau sedang marah


"ihh hubby..." priscil melepas bungkaman Azam


"astagfirullah...khumai..." cicitnya


"menyesal dulu bunda tidak menuruti saran opah Hendra untuk mengikuti akademi kepolisian..atau kemiliteran ,kang "dengus priscil


"menyesal selalu datang di akhir bunda..." kakanh menirukan bicara Azam barusan semua tertawa termasuk Rumi tersenyum sekilas setidaknya keluarga Rasya bisa sedikit menghibur kesedihannya


"hubby sih kenapa malam itu tidak mengajak khumai ..."


"memang kalau diajak mau ngapain ...itu bahaya..."jawab Azam


" berandalan nya mau dipukul pake centong...." jawab kakang dengan kekehan


"engga engga mau disuruh bersiin kolam ikan ..."timpal uzi yg sama sama cekikikan


"tuuk..."


"aduhhh sakit bun..."


ucapan mereka dihadiahi jitakan di kepala masing masing


"lihat zi,tidak jadi polwan saja sudah galak apalagi kalau jadi polwan atau tentara??"gidik kakang sambil berbisik


"awwww bun sakit sakit...." gumaman kakang yg terdengar dibalas cubitan pada pinggangnya

__ADS_1


"kalau khumai ikutan akademi kepolisian nanti tidak bertemu hubby dong..."jawab Azam


"sudah sudah kenapa antum semua malah jadi berdebat kasian Rumi ingin beristirahat..." sela bang ustadz


"tidak apa pa Rahman justru malah membuat suasana menjadi hangat..."


"ya sudah Rumi kalau begitu kami pamit dulu sekalian mau menjenguk Satria yg akan dioperasi hari ini..." pamit Azam


lalu mereka bergegas ke kamar rawat Satria,dimana Satria tengah berbaring ditemani ibunya


"assalamualaikum..


"wa'alaikumsalam.....


"sat...apa kabar bro..."


"seperti yg kalian liat gue baik baik aja..."


ibu Satria tersenyum ramah pada mereka priscil membawakan beberapa buah dan kue untuk Satria


"guyysss sorry ya kalian jadi gagal tampil di pensi gara gara gue "sesal Satria


" sans bro yg penting loe sembuh dan sehat lagi..." kekeh kakang sambil duduk di ranjang Satria


"lagipula ada personel cadangan ko..."ucap uzi


"siapa???" tanya satria terheran


"ada lah doi personel band pro...." kakany dan uzi cekikikan sedangkan priscil dan Azam mengatupkan bibirnya


" wahhh keren kalian bisa bayar personel pro...entar vc in ya streaming gue pengen liat kalian perform..." ucap Satria


setelah mengobrol lama akhirnya mereka pulang Azam, bang ustadz dan kakanh kembali ke hotel hari ini kakang memulai belajar bisnis pada Azam sedangkan priscil dan uzi pulang


sore harinya kedua teman band kakang datang ke rumah sesuai janji mereka untuk gladi resik dan pemilihan lagu mereka adalah Firman dan Nathan


"Nat,,bener kan ini alamat Rasya???" tanya Firman melepaskan helmnya di depan gerbang rumah kakang


"coba telfon deh man...." jawab Nathan


"hallo sya gue sama Nathan di depan gerbang.." ucap Firman diujung telfon


tak lama gerbang dibuka lalu mereka masuk


"gue baru tau rumah loe sya...rumah loe sebelahan sama ponpes sya???" tanya Nathan melihat lihat sekeliling rumah


"yoi...masuk yuu...gue kenalin sama personel pengganti Satria..."


mereka masuk ke ruang tamu lalu kakang menuntun mereka ke ruang tengah dan belok kiri menuju pinti ruangan kayu bercat hitam di ujung koridor yg menampilkan ruangan dan taman di sisi kanan kiri nya karena koridor itu disekat kaca besar seperti pintu ...di dalam sudah ada uzi an priscil mereka mematung melihat priscil yg jelas jelas akhwat berjilbab hanya saja ia tidak berniqab


"ciwi bro...., sumpah bening...." bisik Nathan pada Firman


"yoi tapi sepertinya sudah dewasa gue taksir mahasiswa..." cicit Nathan


kakang yg mendengar hanya tertawa geli melihat kelakuan teman temannya itu


"kenalin brad...ini pengganti Satria ..."


lalu priscil mengatupkan tangannya dan tersenyum


" Nathan.... meleleh bro... jantung gue ....aduhhh calon istri idaman ....." cicit Nathan


" Firman ,,yoiii....yg dewasa yg menggoda...." jawab bisikan tak kalah pelan Firman


priscil menahan tawa melihat kelakuan teman anaknya itu


dari belakang sepasang mata elang melihat mereka dan menggelengkan kepalanya


"kenalin beliau priscil bunda gue...." ucap Rasya


jederrrrr.......suara geledek


kreekkkk.....suara hati patah


" bunda ......!!!!!! " pekik Nathan dan Firman


" mpphhhhh.." uzi menahan tawa melihat ekspresi kedua temannya ini antara kaget,tak percaya dan kecewa


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2