Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
senjata makan tuan


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


.


sisa malam yg seharusnya mereka pakai untuk istirahat ujung ujungnya malah menjadi malam yg panjang dan melelahkan


" by....kasian bunda loh...itu merk make up nya bukan kaleng kaleng...." sebelah tangan Syifa menangkup wajah kang sya dan sebelah nya lagi memegang kapas yg sudah di bubuhi cleanser....


jari lentiknya luwes di lekukan lekukan wajah kakang ,membersihkan setiap coretan maha karya para maestro amatiran


kang sya terkekeh" paling juga yanda yg kena omelan bunda ,yanda sendiri ko yg ngambil make up bunda buat hukuman...."


mengingat permainan tadi kang sya menjadi tertawa geli sendiri ,wajah para akhi tampan ini disulap bak badut dan kawan kawan sebangsanya


uzi dan Haikal saling membersihkan satu sama lain di kamar tamu ,mereka memutuskan menginap karena hari juga sudah sangat malam apalagi kalau mereka keluar dengan dandanan seperti ini auto dikirim langsung ke liang lahat oleh Abba yai.....


"kasian bunda loh by kalian ini ada ada saja kan bisa cuman pake bedak tabur ga usah pake peralatan make up segala..." Syifa masih saja mengomel,ia pun sedikit berpeluh membersihkan permukaan kulit kang sya dari make up waterproof ,yg memang bukanlah perkara mudah....


"iya sayang maaf deh....mau bagaimana lagi masa byby sendiri yg menolak...yg ada byby disebut chicken...."


Rai dan Vani sudah terlelap duluan ,,,di kamar Rai


" haduh ,kal kalau tau bakal susah begini ....ana tidak mau mengiyakan usul kakang dan anta..." uzi tampak kepayahan membersihkan wajahnya


" mana gue tau ,zi kalau yg om ustadz ambil make up bunda yg sering bunda pakai....ini sih senjata makan tuan namanya...." bukannya menghilang lipstik merah milik Priscil malah membuat wajah Haikal menjadi merah merata layaknya salah satu tokoh wayang si cepot....


" hahahaha..." uzi tergelak melihat pantulan wajahnya dan Haikal di cermin


" ahhh sudahlah ....ana menyerah kal...biarkan saja besok saja lagi siapa tau bunda tau caranya ,ana sudah mengantuk..." uzi membuang kapas kasar di tong sampah yg terdapat di kamar lalu bergegas menjatuhkan tubuhnya ke ranjang ....


Haikal mengekor tak lama mereka pun terlelap


" khumai...maafin yanda dong.....hubby ganti deh...." mohon azam mengerjapkan matanya ,membuat Priscil geli dengan tingkahnya


priscil masih bersidekap di dada memanyunkan bibirnya terang saja ia kesal make up yg mereka pakai untuk sekedar seru seruan ,bukan hal mudah mendapatkan nya ,,,,jauh jauh hari Priscil memesan dengan harga yg lumayan mahal... kini sudah terlihat cekungan di dasarnya ,entah bagaimana mereka memakainya.


" hubby tau ,khumai susah mendapatkan nya belum lagi harganya yg lumayan ,mubadzir by..." dengus Priscil


Azam tertunduk dengan wajah yg sudah sedikit bersih


" iya hubby ganti secepatnya ya...." ringis Azam


Priscil menatap dengan mata elangnya" sampai make up khumai balik di tangan... hubby tidak dapat jatah bathiniah...." ancam Priscil, Azam mendongak dan sewot


" Laa.......!!! tidak bisa begitu dong, khumai melanggar perikesuamian kalau begitu..." jawab Azam menyebalkan


priscil mengangkat alisnya sebelah " apalah suaminya ini ,,,aneh aneh saja mana ada kata seperti itu kuliah di Maroko malah menjadikannya..memiliki bahasa yg aneh... " dengan melipat kedua tangannya di dada dan bibir yg merengut


calon pimpinan ponpes yg dingin dan berwibawa,juga santun di luar, apalagi terkenal bekas anggota gengster, namun bila tinggal berdua dengan istrinya menjelma menjadi seorang anak kecil minta dihajar....menyebalkan dan manja ....

__ADS_1


" ya Allah ya Robb....ga mungkin Superman berubah jadi Masha dalam serial anak gadis dan beruang Grizzly....." priscil menepuk jidatnya


" hoaammmm....khumai ngantuk... hubby minggir...." Priscil naik ke ranjang di samping Azam yg masih menatapnya mengaharapkan pengampunan


" khumai Allah saja maha memaafkan umatnya loh...tanpa syarat pula..."


" khumai belum bisa seperti rasul atau malaikat apalagi Allah ,by...."


" manusia masih punya hawa nafsu dan emosi.... bukannya hubby sendiri yg sering bilang waktu tausyiah" jawab balik Priscil


" Allah mencintai orang yang berinfak,baik di waktu lapang maupun sempit,dan orang orang yg menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain (Q.S Ali Imran ayat 134),,,,,,," Dan tidaklah kami ciptakan langit dan bumi apa yg ada diantaranya melainkan dengan benar.Dan sesungguhnya saat(kiamat)itu akan datang.Maka maafkanlah mereka dengan cara yg baik (Q.S Al Hijr ayat 85)..."


bila sudah menyangkut hadist yg langsung turun dari Allah, Priscil hanya bisa menghela nafas menerima ,selalu ini yg menjadi senjata sang pimpinan ponpes Al Amanah bila mengahadapi istri cantiknya yg galak...


" hahhh....memang suami itu maha benarrrrr....." dengus Priscil, Azam yg terkekeh merasa dirinya selalu menang


"ikhlas ga nih...." tanya nya


" iya....ikhlas..." ucap Priscil banyak banyak membuang nafas memang harus banyak sabar menghadapi suami yg cerdik seperti kancil


" khumai ngantuk by..." matanya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi


" ya sudah khumai tidur saja kalau memang mengantuk ,hubby mau lanjut mandi sebentar lagi ke masjid... tunjuk Azam pada jam dinding di kamar nya


Priscil mengangguk , Azam mengecup kening Priscil yg sudah mulai memasuki alam mimpinya lalu mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi


begitupun kang sya " sayang...ana langsung ke masjid saja ya tanggung,,,,,"


Syifa yg sudah tidak fokus lagi karena mengantuk mengangguk saja sebagai jawabannya


"terus tidurnya kapan???" tanya Syifa


" nanti saja sesudah solat malam ana tidur sebentar dilanjut setelah shalat subuh...." jawabnya seraya mengambil handuk


tak lama Syifa pun terlihat menutup kelopak matanya dan nafasnya mulai teratur menandakan ia sudah tertidur,kang sya mengecup keningnya lembut" have a nice dream my rohi...."


rohi\=belahan jiwa....


cieeeee acikiwirrr mau dwongggg......


" mana uzi dan Haikal, kang??" tanya Azam


" sepertinya akhi berdua kelelahan,yanda..."


" ya sudah lah biarkan saja...."


mereka berdua pergi ke masjid ponpes


.


.


.


.


Syifa masih menggeliat kecil di ranjangnya hingga ia merasakan perutnya yg terasa berat dan susah bergerak bebas ia mengerjapkan matanya beberapa kali


" kyyyaaaaa.....!!!" pekiknya saat melihat kang sya sudah memeluk nya intim


" kenapa ???" kang sya dengan muka bantalnya merasa tidurnya terusik


"kamu ngapain disini??" sepertinya kepala Syifa perlu ditimpuk batu nih ,apakah ia belum sadar kalau kini mereka sudah satu kamar


" ngapain???tidur lah ,,fa...sudah jangan mengganggu ana ngantuk sebaiknya anti tidur ...." ucap kakang kembali melanjutkan tidurnya


Syifa terdiam ia menerawang ,,tak lama merutuki dirinya sendiri kenapa dengan bod*hnya ia malah bertanya pada kang sya ia sampai lupa kalau sekarang mereka sudah menikah ,,,


" ege banget gue...." rutuknya


" sudah nyalahin diri sendiri nya besok lagi saja ...anti tidak mengantuk apa ???" kang sya bicara tanpa membuka matanya


"astagfirullahaladzim....dikirain tidur...." jawab Syifa yg menghadap pada kakang


" ana hanya bergumam ...."

__ADS_1


Syifa tertegun memandang pesona wajah akhi yg kini sudah sah menjadi suaminya itu sungguh kesempurnaan ciptaan Allah SWT pahatan yg tidak ada yg dapat menandingi


cupp....


mata Syifa membulat seperti akan keluar dari tempatnya,ia terdiam nafasnya seperti berhenti sepersekian detik


wajahnya seketika menghangat saat benda kenyal dan hangat bahkan terlihat merah muda tampak segar belum tersentuh rokok apalagi miras,,, mengecup bibirnya dengan lembut,dua detik yg berkesan


Syifa menarik selimutnya sampai menenggelamkan seluruh kepalanya menyembunyikan rona wajahnya


kang sya menyunggingkan senyuman dalam lelapnya


.


.


.


.


.


.


kang sya dan Syifa sudah bersiap dengan pakaian seragam mereka masing masing


" sya eh..by .." Syifa seperti kurang nyaman dengan nama panggilan itu pada kakang terasa canggung untuknya


" fa kalau memang anti tidak nyaman dengan panggilan itu lebih baik jangan dipaksakan.... apapun yg anti ucapkan insyaallah ana terima ..yg penting anti nyaman ..." ucap kang seraya mengacak rambutnya


Syifa yg mengambilkan jam tangan kakang mengangguk" iya kayanya aku kurang nyaman gimana kalau seperti yg lain saja ,,,,aku panggil kakang saja..." tawar Syifa...


" boleh...." kang sya mengacak gemas rambut Syifa yg belum tertutup jilbab


"asal jangan bro atau kang bro saja ...." kekeh kakang


" hahaha itu mah uzi...."


" na'am...." kakang mengambil jilbab lalu memasangkannya di kepala Syifa


" kang ,,,, Syifa bisa sendiri..." ucapnya merasa canggung


" tak apa...biar kang mas mu ini yg pasang ya..."


Syifa menepuk lengan kakang merasa geli dengan sebutan kang mas


" kaya jaman kerajaan Mataram saja.... panggil kang mas...."tawanya


" kalau hanya memasang jilbab kang mas mu ini bisa...."


sekali lagi Syifa menepuk lalu mencubit pinggang kang sya


" kang mas kang mas...geli ihhh ogahhhh.....kalo kamu kang mas apakah aku??? adinda....tuh Adinda mah tetanggaku dulu anak pak Cipto...." mereka tertawa bersama


" sudah selesai..." ucap kakang melihat pantulan mereka di cermin


" cocok..." gumam kakang


Syifa menautkan alisnya


" iya cocok suaminya ganteng istrinya cantik...." kakang mencubit pipi tembem Syifa


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2