
happy reading all
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
Rai dibantu Azam dan Priscil duduk di kursi roda dengan balutan gip di kakinya ia sedikit kesusahan untuk sekedar duduk ataupun berdiri
akhirnya mobil tiba di depan gerbang rumah
"ahhhh home sweet home...." ucap Rai menghisap udara sebanyak mungkin ,sudah seminggu ia meninggalkan rumah
"assalamualaikum...."
"wa'alaikumsalam.... Rai...."
ternyata di dalam sudah ada keluarga dan teman teman nya menyambut kepulangannya
"ya Allah...kalian... bukannya ini masih jam belajar ya... "
"ini jam istirahat Rai....," ucap syifa, Vani ,namun Haikal kakang dam uzi tidak disana kalo kakang dam uzi sih jam segini mereka masih di sekolah formal tapi Haikal???
mata Rai mengedar mencari keberadaan seseorang ,raut wajahnya aga sedikit kecewa namun ya sudahlah mungkin akhi sedang sibuk
saat semua sudah sibuk masing-masing
"Rai anti mencari Haikal ya???" tanya Syifa dan Vani menaik turunkan alisnya
" engga ko...." padahal sudah jelas dari wajahnya Rai seperti tak tenang
"akhi sedang di hukum .....akhi membuat lagi masalah makanya akhi tidak bisa kesini ,tapi akhi katanya janji sepulang dari kegiatan ponpes akhi akan menyempatkan waktu mampir kesini" jelas Syifa
"fa katanya yanda dan bunda sudah bertanya kapan bisa datang kerumah untuk melamarmu ya???" tanya Rai , Syifa mengangguk namun langsung menunduk
"kenapa ,fa???apa anti tidak suka pada kakang???" tanya Rai hati hati
"bukan ..bukan begitu Rai...aku hanya masih memikirkan kata kata apa yg cocok untuk aku ucapkan saat nanti bicara pada ayah ibuku..."jawab Syifa
__ADS_1
mereka sedang duduk di sofa ,tapi tiba-tiba Vani tersentak "aduh fa ini sudah jam masuk....."
"ya Allah.....fa kita balik ke ponpes dulu ya... assalamualaikum...."
"iya wa'alaikumsalam....hahaha ada ada saja mereka" Rai geleng geleng kepala
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
sepulang kegiatan ponpes Syifa meminta ijin pada pihak ponpes untuk keluar sebentar untuk pulang ke rumahnya ,dengan ijin Azam dan Priscil, Syifa bisa keluar ponpes ia diantar oleh kakang dan uzi
akhirnya mobil kakanh sampai di depan gerbang pagar rumah Syifa , terlihat dari wajah syifa dan kakang kegugupan yg jelas membuat uzi ingin menggoda mereka
"jadi ini wajah wajah yg akan menghadapi ayah Syifa.... Rai yg dirawat tapi malah kalian yg terlihat pucat seperti kekurangan darah..."kekeh uzi
"isshhh diam anta...!!" bentak mereka berdua yg sudah mulai berdebar
"bismillah...."
"ting...tong....."
"assalamualaikum......"
"wa'alaikumsalam.... Syifa... Rasya....uzi... masuk..." Risa membukakan pintu sambil menggendong bayinya yg tertidur
"bu...."mereka salim
"tumben,ko kesini ada apa ??? memangnya kalian mendapat ijin keluar pesantren???" tanya Risa
"mah...papah mana ???" tanya nya sambil menyentuh gemas pipi adik tirinya yg mungil....
"ada sebentar ya mamah panggilkan dulu sambil nidurin adikmu....." Risa beranjak meninggalkan mereka berganti si mbok yg menyodorkan beberapa gelas teh
"neng Syifa...apa kabar neng...."
"bibi kangen neng Syifa ..."ucap wanita paruh baya yg memeluk Syifa
"sama bi.... Syifa juga kangen bibi .."
"kangen dijewer???" tanya si bibi di balas tawa Syifa
"kangen di jewer gimana bisa???"tanya kakang
"iya di jewer ,neng Syifa ini den...kalo pulang tengah malem terus ,kalo pulang itu mukanya item item oli...masa perempuan maenannya oli...." cubit si bibi yg mendarat di hidung mancung Syifa
"ekhhemmm...."
"papah...." Syifa mendongak dan memeluk ayahnya
" syifa...tumben kamu kesini memangnya dapet ijin pulang???" tanya pak Rio
"hemm dapet dong pah..."
"pah.... sebenernya kedatangan Syifa kesini ada yg mau Syifa sampaikan...." muka Syifa menjadi serius bercampur gugup
"apa ??" senyum ayahnya
" begini om..." kakang mulai bersuara sebagai seorang ikhwan yg gentle ia lah yg harusnya meminta restu dan ijin dari ayah Syifa
"saya mau meminta ijin dam restu dari om dan tante,saya ingin melamar Syifa......" ucap kakang
"apa???apa saya tidak salah dengar???" ucap kaget pak Rio dan tante Risa
"insyaallah tidak om.... "
__ADS_1
"melamar .... apakah kalian sudah....." pak Rio menggantung ucapannya namun mereka mengerti maksudnya
"ahhh tidak tidak om,pah...." gelengan kepala Syifa dan kang sya
"insyaallah om kami tidak berbuat hal yg melanggar aturan agama ..." ucap kakang
" justru karena kami sudah saling menaruh rasa suka ,untuk menghindari hal yg tidak diinginkan makanya ana memutuskan ingin melamar Syifa om..."
"Alhamdulillah kalo memang begitu tapi kalian masih sekolah ,,,,,bahkan umur kalian saja masih muda .... apa kamu yakin???" tanya pak Rio pada kakang
" insyaallah ana yakin om...." ucapnya mantap ,namun masih terlihat keraguan di wajah pria yg berumur hampir setengah abad ini
" pernikahan itu bukan untuk main main....papah rasa kalian masih merasakan yg namanya cinta monyet papah hanya takut kalian masih akan mudah tersulut emosi dan keegoisan....papah tidak mau nasib kalian sama seperti nasib pernikahan papah dan mamahmu dulu ,fa...."
begitu besarnya luka yg menganga di hati pak Rio atas kegagalan pernikahannya dulu bersama ibu kandung Syifa hingga ia sedikit parno ,ia hanya belum yakin pada keduanya yg terbilang masih sangat muda....
" namun baiklah ,papah akan restui kalian..." jawab pak Rio...
"kapan ayah dan ibumu kesini ,sya...???" tanya pak Rio
"Alhamdulillah...... insyaallah kalau tidak ada halangan setelah dari sini akan segera ana sampaikan pesan dari om dan tante.... untuk datang melamar syifa..."
kakang berbinar mendengar jawaban dari papah nya Syifa
setelah makan dan bercengkrama mereka pamit kembali ke pesantren .....
Syifa pamit kembali ke kamar nya
"bunda...yanda..."
kakang merebahkan tubuhnya di sofa samping ibunya
"bagaimana???" tanya priscil wajahnya mendekat
"Alhamdulillah bunda...om Rio merestui ,beliau bertanya kapan bunda dan Yanda datang melamar ...."
"Alhamdulillah......yanda akan membicarakan dulu niatan ini pada abba yai dam ummah yai dahulu...beserta keluarga besar baru akan menentukan tanggal khitbahnya...."
"kalau tak ada halangan insyaallah hari minggu kita kerumah Syifa untuk membicarakan masalah ini dengan kedua orangtua Syifa baru kita mengadakan acara khitbah...." ucap Priscil
"Alhamdulillah.... syukron bunda...yanda...." kakang memeluk kedua orangtuanya
"haaaa jadi dejavu masa lalu ,by...." ucap priscil
" kakang tuh so sweet sopan banget pas timingnya bagus..." ketus Priscil
Azam hanya menoleh " justru hubby yg lebih romantis...." jawab Azam tak mau kalah
" romantis apanya....khumai hampir nabrak kucing terus celaka itu yg namanya romantis...." gerutu nya
"iya lah mana ada kan jaman sekarang ikhwan melamar akhwat sambil taruhan balapan ...." jawab Azam
"itu mah nodong... pemaksaan...."
"bukan pemaksaan tapi perjanjian...."
"sama aja by...."
" lah pemaksaan tapi anaknya dua .......giliran hubby dideketin cewe diikutin...."
"hemmm mulai lagi....." kakang memutar bola mata jengah, begitupun Rai
"kang ana ingin istirahat saja bisa bantu ana....kuping ana panas harus mendengar yanda datm bunda berdebat paling tetep aja ujung ujungnya ngamar....."
__ADS_1
kakang mengangguk dan membantu adik kembarnya meninggalkan orang tua mereka yg tengah berdebat sengit tentang masa lalu....