Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
cinta Vani terhalang tembok pesantren


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


kang sya turun menuju meja makan ,semua mata penghuni meja makan tertuju pada pergerakan kang sya seolah melucuti akhi.


" apa ???" tanya kakang dengan santainya saat melihat semua tatapan mengarah padanya, ia mengambil piring lalu mengisinya dengan nasi dan lauknya ,dilihat seperti nya itu porsi untuk 2 orang.


terlepas dari aktivitas kang sya yg sedang asyik memilih lauk makan ,hanya Azam yg anteng melahap setiap suapan nasi.


" Syifa mana kang ???" tanya bunda .


" iya kenapa tidak turun...?? anti tidak sakit kan ??" tambah Rai yg dari tadi sudah penasaran dengan keabsenan Syifa di meja makan


" susah jalan ..." benaknya


" engga apa-apa ko...anti sehat walafiat...." jawab kakang .


" terus kenapa ga gabung ???" tanya menyelidik Haikal ...kakang menoleh lalu tersenyum geli mengingat kejadian semalam ,ia hampir lupa ingin bertanya sesuatu pada bundanya tapi tak mungkin juga di depan semuanya,yg ada anta harus siap dengan godaan godaan yg mengarah padanya dan Syifa, terkhusus dari adik tersayang nya .


akhi juga jadi mengingat kejadian asal muasal hingga Syifa sulit berjalan .


"anta kenapa sih kang,nyebut oyyy pagi pagi sudah cengar cengir sendiri anehhh..." gidik Rai ,beda hal nya dengan Haikal yg menaruh curiga.


" oh iya semalam tumben anta tidak terlihat shalat tahajud ,,,,??" tanya Azam


" ahh iya ....aseef Yanda semalam ana bergadang mengerjakan tugas baru tertidur pukul setengah dua...." jawab kakang tidak sepenuhnya bohong,akhi tidak berniat berbohong namun sekali lagi dihadapan Haikal dan Rai,oh tidakkk.....


mereka percaya saja sambil manggut-manggut,hanya saja tidak biasanya kakang melewatkan shalat di sepertiga malam kecuali kalau akhi sedang sakit.


" tugas apa tugas.??" goda Haikal menaik turunkan alisnya


" ihh anta nih... tugas....!!!" ucap kakang intonasinya meninggi di akhir.


" tapi ko rasanya ana tidak percaya ???" goda Haikal lagi


" ana tidak minta anta untuk percaya..." jawab kakang


" yang ada ana yg harusnya bertanya semalam antum berdua sedang apa, sebaiknya kalau akan melakukan lagi kamar kalian harus dipasangi peredam suara.." ucap kakang yg tertawa geli lalu membawa piring yg sudah penuh dan segelas air putih.


Haikal dan Rai menautkan kedua alisnya saling bertukar tatapan kebingungan, memangnya semalam mereka sedang apa ???


tak hanya Rai dan Haikal yg kebingungan Priscil pun sama ," memang nya semalam ada apa ???" tanya bunda


Rai menggidikan bahunya " ana tak tau semalam kita berdua bermain kartu lalu yg kalah dijepit pake jepitan jemuran ...." jelas Rai sambil menunjuk kumpulan penjepit jemuran di tempatnya.


" pantesan bunda tadi subuh nyari nyari penjepit jemuran ga ada semua ,,rupanya kalian yg ambil....!!!" Priscil berkacak pinggang sambil berdecak


" hehehehe...peace bun...." senyum lebar Rai


" ceklek"

__ADS_1


"assalamualaikum.."


" wa'alaikumsalam..."


mata Syifa menyipit dan memicing bergantian melihat kakang dan berpindah ke cermin yg memantulkan bayangan dirinya dengan penuh tanda kissmark .


kakang terkekeh melihat itu " waaww bagus ya anti terlihat tambah cantik dan seksi " dengan ucapan yg terdengar sensual , Syifa mencubit pinggang kakang untung saja piring dan gelas nya tidal terjatuh .


kakang memilih mengambil posisi menghadap Syifa " aaaa???" kakang membuka mulutnya seperti sedang mengajari anK kecil makan


" Syifa bisa sendiri kang..." Syifa mengerucutkan bibirnya


" bilang apa ???" tanya kakang jumawa


" syukron...." jawab Syifa .saking gemasnya kakang mencubit hidung Syifa mereka pun makan bersama sambil sesekali melempary candaan


" masih sakit ???" tanya kakang


" sedikit..." cicit Syifa.


Β ______________________


" bun...ada yg ingin ana tanyakan???" kakang terlihat panik


" lho anta belum berangkat???" tanya Priscil


" sebentar lagi bun...menunggu Uzi...."


" ohhh na'am apa yg mau anta tanyakan seperti nya urgent??" tanya Priscil yg baru selesai menjemur pakaian di halaman belakang


kakang terlihat salting" aduhhh gimana ana jelasinnya???"


" anta kenapa sih kang....sudah seperti cacing kepanasan ???"


" bun....ukhti berdarah..." cicit kakang


" hah??? apa???apa ???yg jelas dong ngomongnya???" ucap Priscil menajamkan pendengarannya


adu kakang seperti anak yg sedang mengadu kalau habis berkelahi lalu si lawannya hampir k.o ,merasa bersalah....


" apanya yg berdarah??kenapa ???coba jelaskan yg benar kang,anta suka langsung pada intinya saja tanpa intro ...."


" bahkan ukhti sampai sekarang susah berjalan bun...katanya masih sakit..ana harus apa bun ??"


tunggu. .. Priscil menyambungkan potongan potongan ucapan kang sya


" memangnya ukhti habis melakukan apa ???sampai kesulitan berjalan dan berdarah ???"


kakang menghela nafas panjang " semalam ana dan ukhti.... melakukan nya bun...."


Priscil lama berfikir hingga ia akhirnya sampai di maksud sang anak....


" Alhamdulillah... maksud anta kewajiban bathiniah ???" tanya Priscil meyakinkan kakang mengangguk malu


" ya Allah ngomongnya berbelit belit ....." Priscil tertawa renyah lumayan lama menertawakan kepolosan anak tengilnya ini gaya saja yg seperti berandal metropolitan tapi pengetahuan tentang hal hal tabu seperti itu sangat jauhh apalagi dibandingkan Azam suaminya ,yg bisa dibilang sangatlah tau caranya mentreatment dan memanjakan nya disaat pertama kali menyerahkan mahkotanya....


" berd*rah itu wajar kang itu menandakan berarti kegadisan ukhti sudah terambil olehmu....soal sakit namanya juga perawan pasti sakit itu hal yg lumrah ,anta suruh ukhti berendam air hangat dengan tetesan aroma therapy agar ukhti relax insyaallah,rasa sakitnya akan berkurang dan hilang dengan sendirinya...dan untuk masalah sprei anta cuci lah sendiri....." jelas Priscil lalu meninggalkan kang sya dengan ekspresi menyimaknya membawa ember yg sudah kosong ke dalam.


"Alhamdulillah..ana kira Syifa kenapa-napa..." gumam kakang .


kebetulan Rai dan Haikal masih di kamarnya untuk bersiap siap


________________


Syifa berjalan sudah seperti bayi yg baru belajar berjalan ,dan Rai, Vani menyaksikan itu


" anti sedang apa fa ???" tanya mereka netranya mengikuti Syifa yg berjalan anggun , untungnya bekas kissmark yg tidak hanya 1 tertutupi...


" hah ...engga....aku ga papa...." bantah Syifa yg seketika menegang


ukhti kemudian duduk di samping Rai lalu matanya menyipit " Rai...besok besok suruh Haikal memasang peredam suara...." bisik Syifa persis seperti ucapan kakang nya pagi tadi , Rai semakin menautkan alisnya " mereka berdua kenapa sihhhhhh pagi pagu sudah bicara ngelantur " batin Rai

__ADS_1


" untuk apa ???" jawab Rai


" biar ga bocor keluar " sarkas Syifa mengingat kejadian semalam lah sebab musabab kini dirinya berjalan seperti " si tuan money " di film si kotak kuning " aku siap...."


" apanya yg bocor??" Rai semakin bingung


" ihh pake ga ngaku ,," jawab Syifa sedikit melenting" semalam anti habis pecah teloe kan bareng Haikal ayo ngaku???"


semalam ukhti memang kalah dari Haikal dalam permainan kartu namun tidak nol juga...tapi darimana Syifa tau kalo mereka sedang bermain kartu.


" iya sih ....." angguk Rai


" udah kuduga ..!!! gimana rasanya ???" jawab Syifa cepat


Rai meringis ,semalam beberapa jepitan jemuran menjepit bibir hidung membuat kulitnya sedikit memerah dan itu sakit tapi menyenangkan ,ia terhibur sampai ujungnya mereka tertidur dengan skor akhir 5 -1


" emmm sakittt lah .....tapi seru..." ucap Rai sambil tersenyum manis


" antuma ngomongin apa sih gaje..." sarkas Vani yg sedari tadi memasang wajah cemberut lalu keluar dari kelas dan duduk di bangku depan kelas


" Vani kenapa ???" tanya Syifa yg menghentikan tawanya .


" tak tau " Rai menggedikan bahunya


Vani termenung memikirkan kejadian semalam ,, Syifa sudah lama pindah dari kamar asrama otomatis Vani tidur dengan beberapa santriwati lainnya ,ukhti ingat betul teman sekamarnya itu seorang pengagum dan fans fanatik Uzi , jujur ukhti sangat kesal dengan hal itu apalagi sekarang sudah mulai belajar mereka pun sudah masuk di tahun ajaran akhir semakin langka saja pertemuannya dengan Uzi .


" Van.... anti kenapa sih ???" kedua hot wige ini duduk di samping Vani


" iya cerita lah....siapa tau kita bisa bantu iya ngga fa ?? Rai yg sudah merangkul Vani menoleh pada Syifa di samping kiri Vani


" heemm....kenapa ???" Syifa mengangguk lalu bertanya


Vani menghela nafas panjang dan diam sejenak " menurut antuma ,ana itu seperti apa sih ???" tanya Vani membingungkan Rai dan Syifa


" bagaimana apanya ???" jawab Rai


" ya ana orangnya ...fisiknya... kemampuannya..." ucap Vani sedikit tersulut emosi


Syifa tau kini ia tengah menghadapi seorang akhwat yg tengah dilanda kecemburuan dan kerinduan ,ukhti tebak pasti Uzi....


" Uzi tidak melirik siapapun, Van...tenang saja..." bisik Syifa pada Vani yg sontak membuat Vani menoleh ada rasa lega namun bukan itu yg ukhti ingin dengar....


" hah...kenapa ??kenapa ???" tanya Rai yg masih loading ....


" bukan itu fa...." ucap vani yg ukhti pun sedikit bingung cara menjelaskannya


biarkan saja Rai yg masih stuck di awal kita fokus pada Syifa dan Vani


" ya..." Syifa sedikit berfikir lalu melanjutkan" anti...baik,lucu,cantik....emmhh walaupun sedikit telat mikir..." kekeh Syifa....


" ihhh Syifa....." rengek Vani


" anti rindu ya....apa anti sedang terbakar api cemburu ???" tebakan Syifa tepat sasaran, Vani langsung merenung


" hah...antu rindu ???anti cemburu ???sama siapa ??? Uzi ???" baru sekarang Rai terkejut dan memberondong dengan beberapa pertanyaan yg lebih bisa disebut pernyataan


" gini ceritanya mah judulnya cintaku terhalang tembok pesantren..." ucap Syifa


" bukan....tapi tembok asrama...." tambah Rai


keduanya tergelak namun tidak dengan Vani


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2