Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
lope lope setambak udang


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


"ckkk....." kalau bisa dihitung entah sudah keberapa kalinya Syifa merotasikan matanya sangat sangat malas .


"udah kek sal...lo lebay banget sii make up loe ntr rusak ah elah...." Syifa tengah duduk memperhatikan Salwa yg sedang di make up ,tepat hari ini adalah pernikahannya bersama Zaky,dan see.....drama queen tengah berlangsung.


" gu...gue...mau mati aja....fa...."Salwa tersedak nafasnya sendiri.


"ya jangan dong kalo loe mati yg gantiin loe jadi pengantin cewe siapa???" jawab Syifa seperti tak punya hati.


Salwa semakin mengeraskan raungannya.


" mau gue bunuh diri sekarang atau ngga sama sama nantinya juga mati fa...hidup bareng laki laki selaku spons cucian piring gitu apalagi diktator fixxx baru 2 hari aja gue udah dibalsamic terus dimasukin ke Sarkofagus sama tuh om om..." seketika Syifa dan sang perias tergelak puas mendengar celotehan si jeng Kelin yg satu ini .


" dijadiin mummy maksud loe??? ngaco loe!!!...itu laki loe bukan Fir'aun...mau sampe kapan loe nangis terus ....kasian tuh mba mba tukang make up nya kesusahan..." Syifa yg berhenti tertawa meratapi kesusahan si perias yg sudah berkeringat karena merias teman gilak nya ini,yg tak mau diam ,apa perlu ia ikat sahabat terlove nya ini agar ia diam .


" fa...lo tuh mantunya ustadz tapi bahasa loe ga ada adem ademnya dikit ke sama gue...." Salwa menyerut cairan yg hendak meleleh dari hidungnya dengan kata lain ingusnya.


Syifa meringis" dihhh jorok banget sii loe ,penganten tuh mesti bersih nih tissue...jangan loe peperin ingusnya....gaun loe mahal tuh....no kaleng kaleng..."


Salwa semakin cemberut sahabatnya ini tidak ada pengertiannya sama sekali ,baginya ini seperti akhir dunia menikah dengan om om kece namun sifatnya sudah seperti pemimpin Nazi....


"lagian mau sampe gajah beranak kucing juga pernikahan loe ga mungkin dibatalin,sal....nih ya lebih baik sekarang loe tuh banyakin bersyukur daripada mengeluh....kata laki gue bersyukur biar hidup lu berkah..." ucap Syifa yg mulai bijak .


Salwa mendengus sambil melirik sinis " loe keluar aja deh....kehadiran loe ga membantu..." ketus Salwa


Syifa menghela nafas kasar " gue tuh cuman pengen loe tuh lebih bersyukur aja Sal..loe tuh beruntung dapetin laki laki sebaik bang Za...gue liat dia lelaki dewasa, bertanggungjawab,tampan,dan yg penting gue yakin dia adalah calon imam yg baik buat loe ,bisa bimbing sahabat gue ini buat jalan di jalan yg lurus ....." Syifa mengelus elus lengan Salwa yg tertutup kebaya muslim nya , walaupun Salwa tidak berkerudung namun nuansa muslim terasa kental mengingat calon suaminya Zaky berasal dari kota serambi Mekkah... daerah sabang Indonesia....


"udah ahhh gue balik mau nemenin hubby gue kasian sendirian di luar..." Syifa keluar dari kamar Salwa sebelum benar benar keluar tatapannya jatuh pada sebuah frame foto yg ditaruh di meja foto 2 orang gadis tersenyum lepas saling berpelukan di pantai ,,,senyum Syifa terbit melihat foto itu mengingat masa masa dulu bersama sahabatnya itu ukhti tak menyangka mereka yg anti dengan yg namanya pacaran, bukan berarti mereka tak laku justru tidak sedikit akhi yg menyukai mereka ,dan kini si usia yg terbilang masih sangat muda mereka sudah menikah....


"gue bingung kata orang laki laki baik untuk perempuan yg baik baik pula ,,,, berarti di mata penghuni langit gue sama Salwa merupakan gadis baik baik makanya dapet jodoh juga yg baik baik" gumam Syifa yg mengambil dan mengusap foto itu lalu menaruhnya kembali .

__ADS_1


.


.


.


" assalamualaikum jodoh....." bisik Syifa dari arah belakang kakang


" wa'alaikumsalam....ana kira anti bakal temani Salwa sampai ukhti keluar ??" kakang yg sedari tadi sibuk dengan ponselnya untuk mengecek keadaan cafe lalu memasukkan ponselnya ke saku celana.


" ihh tampannya my hubby...." goda Syifa pada kakang sambil mencolek dagu kang sya sambil tersenyum lebar.


kang sya menyipitkan matanya "jangan mulai ....istri kakang sudah mulai nakal ya...."


.


.


.


.


mempelai laki-laki tampak begitu gagah berkharisma dengan stelan jasnya yg kini tengah mengucap ijab qabul sehidup semati nya dihadapan sang wali nikah.


setelah ucapan sah membahana ,,, Salwa dibawa masuk ke dalam ruangan oleh bunda nya...tampak sangat cantik ,tak terasa air mata Syifa meleleh terharu ,ia dengan cepat menyekanya


senyum terlukis di wajah tampan sang mempelai pria yg lekat menatap gadis yg sudah sah menjadi istrinya ,jarang sekali akhi tersenyum seperti ini sedangkan Salwa hanya tertunduk lesu .


.


.


.


kakang mengangguk sambil tersenyum tipis pada Syifa, begitupun Salwa yg tau tempatnya sekarang , seorang istri...


" boleh ..." ucap Zaky tanpa ekspresi, seperti biasa .


"makasih ya mettt...gue bakal kangen banget sama loe...,kapan kapan loe main ke tempat gue....dan kayanya selulus sekolah nanti gue bakal ikut ke Aceh..." ucapnya sendu menahan air mata yg sudah siap jatuh kapan saja.


"insyaallah.... Sal...kalau ada waktu dan kesempatan kami akan main ke tempat mu... sekaligus honeymoon..iya kan yang...??" tanya kakang mengangkat sebelah alisnya yg dihadiahi cubitan di lengan kakang...


wajah Syifa menghangat... menahan malu .


" ya kalian juga kapan kapan main ke ponpes..." ucap Syifa menetralkan perasaan nya


" insyaallah..." jawab Zaky mewakili Salwa, tersenyum tipis sangat tipis sakinh tipisnya sampe susah bedain sama kulit bawang.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


" tante makasih ya sudah mengijinkan kami menginap disini ,,om Gio mana tan???" kakang dan Syifa sudah sejak 1 jam yg lalu berada di rumah Haikal dan bercengkrama dengan Salsa .


" om masih di kantor sya....jangan sungkan tante dan Om tidak merasa direpotkan ko...kalian sudah seperti anak kami sendiri,,yahhh rumah ini sepi ...." mata Salsa menyendu mengingat rumah sebesar ini hanya ditempatinya dengan suami ,serta pembantu,dan supir sedangkan Haikal kini tengah mondok di AL-AMANAH...


" tante tenang saja lagipula sebentar lagi kan Haikal dan Rai akan menikah ,kelulusan juga kan hanya tinggal setahun lagi ,dan ana rasa Haikal akan memboyong Rai tinggal disini...." ucap kakang


" iya tentu saja ,mereka harus disini...biar tante tidak sendiri..." kekeh Salsa sambil menyeruput teh nya.


" iya walaupun nanti bunda bakal nangis darah karena melepas putri kesayangannya...tapi beliau bakal ikhlas karena memang sebuah kewajiban seorang istri berada dimanapun suaminya berada,dan memang sudah seharusnya ikhlas kemanapun suaminya membawa...." kang sya mengangguk pelan.


Syifa yg dari tadi hanya menyimak saja sudah mulai menguap pertanda ukhti sudah letih dengan rutinitas seharian ini.


" Syifa sudah mengantuk ya ???ya sudah kalian istirahat lah...tante masih mau menunggu om pulang..." senyum tulus wanita paruh baya yg masih cantik di umurnya yg sudah tidak muda lagi.


.


.


.


.


.


" semua ini barang seserahan untuk acara pernikahan Haikal dan Rai nanti tante???" ujar Syifa melongo melihat satu ruangan penuh barang hantaran pernikahan sudah rapi tersusun dengan kotak yg di desain secantik mungkin .


Salsa mengangguk ,saking excitednya beliau dengan pernikahan Haikal sampai jauh jauh hari sudah dipersiapkan, pernikahan yg masih 2 minggu lagi pun sepertinya kalau dimajukan mereka siap siap saja...


Syifa melirik setiap barang yg tentu saja bernilai tak main main ,melihat Gio adalah pengusaha sukses dan Haikal adalah anak semata wayangnya,,,


ia jadi mengingat saat pernikahan nya dengan kang sya , ia terkejut bukan kepalang melihat barang seserahan nya merupakan merk merk ternama yg selama ini untuk mendapatkan satu pcs nya saja Syifa harus menabung dalam jangka waktu yg lama,sampai sampai satu persatu ia fotokan kalau bukan karena kang sya yg mengingatkan kalo memposting itu pertanda riya jempolnya itu sudah lama mengirim dan meng-upload foto barang seserahan yg dibawa kakang waktu itu , katanya cukup aku ,kamu dan Allah yg tau bahkan menurutnya harga Syifa tak sebanding dengan harga barang barang yg ia beri sebagai tanda cintanya ,apakah ia harus mengucapkan lope lope sekebon teh atau lope lope setambak udang pada suami tengilnya itu.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


hari hari berganti , saking sibuknya kang sya ia hampir tidak dapat ikut andil dalam menyiapkan pernikahan adik kembarnya Rai namun kakang mensponsori catering untuk adiknya ini sedangkan acara dilangsungkan di hotel yg sudah menjadi legend beberapa pernikahan fenomenal sejagat raya di gelar disini ,,, diantara nya bang ustadz dan ustadzah Nabila,a Farhan dan teh Nurul ,kakang dan Syifa ,hanya pernikahan Azam dan Priscil saja yg tidak ...padahal hotel and resto ini milik mereka


__ADS_2