
happy reading all π
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
" anti mau kemana ???"
" Syifa mau ke toilet kang..."
" sini ana bantu..."
" tok..tok..tok..."
Kakang dan Syifa yg hendak beranjak mendongak
" masuk !"
ceklek
" bunda ??"
" assalamualaikum fa...kang...katanya Syifa sakit kenapa ???"
" wa'alaikumsalam, iya bun...tadi Syifa pusing ,muntah ,badan Syifa lemes ,,tapi Syifa ga apa-apa ko..."
" ada meriang ??" tanya Bunda
" emmm ga tau sih bun..tapi emang dingin..." ucap Syifa
lalu Syifa dibantu kakang ke kamar mandi
" anta tunggu disini jangan ikut masuk.." ucap Syifa penuh peringatan
" ga mau dibantuin ??kali aja mau dibantuin bukain gitu ??" kang sya terkekeh yg dipelototi Syifa
Priscil yg melihat itu hanya mengulum senyuman ingat akan kejadian nya sewaktu dulu ,kakang sedikit berbeda dengan Azam ,kakang terkesan lebih hangat dan penurut ya meskipun sedikit tengil.. sedangkan Azam lebih pemaksa apapun itu wajib Priscil ikuti , termasuk ke kamar mandi sekalipun rasanya sudah tak ada lagi kata privasi untuknya .
" kang dimana biasanya Syifa menyimpan barang-barang pribadinya ??" tanya Priscil kakang bengong tak mengerti ucapan bundanya untuk apa bundanya menanyakan barang barang pribadi Syifa
" maksud Bunda ??"
" ya seperti pembalut dan dalaman gitu..."
kakang mengerjap lucu tak percaya bundanya menanyakan hal tersebut ,untuk apa ???
" sudah jangan bengong .....ambilkan cepat sebentar lagi pasti Syifa teriak..."
__ADS_1
kakang masih tak mengerti namun ia menurut saja ,membuka lemari bajunya mengambil dalaman Syifa plus pembalut,selang 5 menit kemudian
" kang..." panggil Syifa dari balik pintu kamar mandi ..
" bisa minta tolong ga ???" Syifa lantas berbisik dan benar saja ,apa yg dikatakan Priscil memang benar kakang menyodorkan kedua barang tersebut, membuat Syifa terheran secepat itu tanpa membuka lemari ...
" wah... bunda ajaib ,ko bunda bisa tau kalo Syifa membutuhkan itu ....??" tanya kakang
" tuh....!" tunjuk Priscil pada sprei ranjang mereka yg sudah terdapat bercak merah
rupanya dugaan ukhti salah menantunya ini bukan mual muntah karena tengah berbadan dua namun memang sakit ,meskipun sedikit kecewa namun ia menyadari umur Syifa dan kakang yg masih lah terlalu muda ,anak adalah amanah yg dititipkan Allah disaat Allah sudah percaya pada hambanya ,untuk saat ini mungkin Allah belum lah percaya untuk menitipkan amanah tersebut pada kakang dan Syifa , Priscil bukanlah ibu mertua yg kejam seperti dalam sinetron atau buku novel biarlah mereka menikmati masa muda mereka dulu meraih cita-cita nya tanpa harus di amanahkan seorang anak sampai nanti Allah sendiri lah yg akan menentukan kapan mereka akan dikaruniai momongan , meskipun tidak seperti dirinya dan Azam dulu ....
Priscil mengambil obat dari dalam kotak p3k lalu memberikannya pada kakang
" nanti berikan obat lambung ini pada Syifa.." lalu Priscil kembali
_____________
seminggu telah berlalu Syifa pun sudah kembali sehat
"berapa lama kalian akan berada disana ??" tanya bunda
" tak tau bun ,,,tapi ana dan Haikal juga tak bisa lama lama nanti tertinggal jauh hafalan dan pelajaran...." ucap Rai memasukkan beberapa helai pakaian miliknya
" sampaikan salam Bunda dan Yanda untuk papih Gio...bilang maaf kami belum bisa menjenguk kesana Yanda sedang sibuk sekali dengan urusan pesantren..." ucap Priscil
kemarin malam Salsa menelfon Haikal ,Gio papihnya masuk RS karena jantungnya mengalami pembengkakan...
" bunda ...kami pamit...barusan Haikal sudah pamit pada Yanda di ruangannya ..." ucap Haikal yg mengecup punggung tangan Priscil
" ya sudah hati hati...."
" kalian perlu ana temani ??" tanya kakang
" tidak usah kang ,ana tau cafe anta sedang ramai ramainya sekarang..." ucap Rai
" na'am , Haikal jaga singa betina mu.." tunjuk kakang memakai dagu pada Rai yg diberi kepalan tangan oleh Rai.
mereka semua mengerutkan dahi " hati hati di jalan..." tambah Syifa
" assalamualaikum...."
" wa'alaikumsalam...."
Haikal dan Rai berangkat menggunakan mobil Rai menuju kota Jakarta ,baru kali ini mereka bepergian hanya berdua
" berasa pacaran ya..."
" huum.." Rai mengangguk
" suka ngga ??" Haikal meraih tangan Rai dengan sebelah tangannya yg bebas di jari manisnya tersemat cincin penanda janji suci mereka ,akhi membawa ke depan bibirnya dan mengecupnya diakhiri dengan sentuhan gigitan kecil di jari Rai oleh gigi gigi rapi Haikal .
Rai tersenyum simpul,inilah kebiasaan baru Haikal
Haikal melirik Rai yg tengah tertidur dengan wajah lelahnya ,mobil melesat menembus hiruk pikuk kota metropolitan menuju RS dimana Gio dirawat , Haikal dan Rai memutuskan untuk langsung saja ke RS , sudah sekitar 20 menit mobil terparkir namun Haikal belum turun ,akhi memutuskan untuk menunggu Rai bangun dari tidurnya , alis Rai mulai bergerak matanya pun terbuka sedikit demi sedikit ,ukhti mulai menyadari bahwa mereka sudah sampai
" udah sampe ???" Haikal mengiyakan
" ko ga bangunin ??"
mana mungkin Haikal tega ,ia lebih memilih menunggu ukhti sampai bangun. .
" ga tega bangunin ....lagian baru sampai ko..." jawab Haikal pelan .
" nih minum dulu " Haikal menyodorkan sebotol air mineral pada Rai.
" syukron habibi...." senyum semanis gula aren inilah yg selalu membuat Haikal luluh ...
__ADS_1
lalu mereka turun dari mobil menuju kamar rawat Gio
"tok..tok.. tok..."
" ceklek...."
" assalamualaikum...."
" wa'alaikumsalam....."
kedua wajah yg sudah lama dirindukan ada di hadapan mereka saat ini
" Haikal... Rai...!!" seru Salsa yg tengah duduk disamping Gio yg tertidur , Salsa menghambur memeluk anak semata wayangnya dan bergantian pada menantunya
" mamih....yang sabar ya mih...."
" gimana keadaan papih ???"
" seperti yg kalian lihat saja ???"
mendengar suara istrinya sedang mengobrol dengan beberapa orang , Gio penasaran dan membuka matanya
" Haikal.. Raisya...!!" ucapan lemah dari seorang Gio
" assalamualaikum papih gimana kabarnya??" entah kenapa suara lembut menantunya ini sangat menggetarkan hati...apa semua wanita yg berhubungan dengan Azam seperti ini ,kamu sudah berhasil mendidik anakmu Zam...dan beruntung nya aku mendapatkan menantu seperti Raisya...
santun,lembut, insyaallah sholeha tanpa terkecuali dengan kemampuan bela dirinya..
saat ini Salsa yg tengah tertidur di sofa saking lelahnya menjaga Gio ... Haikal sedang melaksanakan shalat di mushola RS
" papih mau minum ?? Rai ambilkan atau papih butuh sesuatu??bilang saja,pih ??" suaranya lembut
Gio menggeleng " tidak nak...makasih ... bagaimana kabar Yanda bunda mu ???"
" Alhamdulillah pih ,Yanda dan bunda sehat walafiat... Yanda dan bunda juga titip salam buat papih sama mamih maaf belum bisa menjenguk soalnya masih disibukkan dengan urusan pesantren dan bisnis , insyaallah nanti kalau sudah ada waktu beliau ingin berkunjung..." jelas Rai, Gio mengangguk
setelah bertemu kangen dengan kedua orangtuanya Haikal memutuskan pulang ke rumahnya,, melihat Rai yg juga terlihat sudah lelah.
" pih..mih...besok Haikal dan Rai balik lagi kesini ..."
mobil yg sudah memasuki halaman rumah yg luas disambut oleh beberapa asisten rumah tangga rumah itu
" assalamualaikum bibi...mamang..." ucap Haikal dan Rai yg langsung masuk ke dalam rumah
Rai bersih bersih bergantian dengan Haikal . Rai merebahkan dirinya di ranjang menatap langit langit kamar Haikal yg masih tetap sama seperti terakhir kali ia melihat nya dimana ujung ujungnya ukhti tidur di kamar ini,bedanya kalau dulu ia hanya berteman kan foto Haikal namun kali ini langsung orangnya..
" oh ya dulu.. waktu anta ditahan ana tidur disini loh. itupun tak sengaja ..." Rai bercerita di dalam dekapan Haikal
" oh ya ??? " ucap Haikal mengeratkan pelukannya di tubuh Rai, senyaman ini tidur memeluk seseorang yg disayangi ,kalau akhi tau seperti ini rasanya menikah akhi akan meminta sedari TK saja menikahi Raisya....
aroma dan hangat tubuh Rai menjadi drugs merk sendiri untuk Haikal, semenjak hari pertama sah menjadi pemilik gadis ini ,ia tak bisa untuk tidak memeluk anak gadis om ustadz ini , begitu pun dengan Rai setiap sentuhan lembut Haikal di kening, rambut dan pipinya menjadi ritual nina bobonya ...
" baby...."gumam Haikal bahkan aroma mint dari mulut Haikal menyeruak memabukkan membuat Rai seakan luluh
" iya honey ..."
jangan salahkan Haikal yg selalu memanggil mesra Rai itulah panggilan untuk Rai kalau bukan baby ya honey...akhi bukanlah ikhwan yg terpaku dengan panggilan panggilan sayang berbahasa negri berjuta pohon kurma begitupun Rai,ia ingat om ustadz pernah berdakwah hendaklah kamu memanggil dengan panggilan sayang terhadap istrimu ... maksudnya tidak harus berbahasa arab saja...
Haikal menatap lekat Rai lalu menarik dagunya untuk lebih mendekat, menarik selimut hingga menutupi tubuh keduanya
hingga tangan Haikal mulai keluar sebelah meraih tombol off lampu tidur yg ia raih dan ia pencet..
" cetrekk .."
malam ini menjadi malam penyatuan keduanya... kedatangan mereka ke Jakarta menyempurnakan kewajiban Rai sebagai seorang istri ....
hay hay..guys....ini sudah mulai masuk konflik konflik akhir ya mungkin beberapa episode ke depan assalamualaikum jodoh versi kakang dan Rai akan segera the end....
__ADS_1
untuk part Rai sengaja author bikin singkat takutnya bosan kalau adegannya selalu terbuka terus biarkan itu akan menjadi rahasia mereka berdua ,author malu kalo mesti ngintipin sama ngereport kegiatan hawwtt mereka takut kena timpuk...tapi kalau memang ada dari pembaca yg penasaran bisa nanti author extra part kan khusus adegan mereka yg AW...AW...
bagaimana dengan kakang dan Syifa apakah mereka akan memiliki anak jawabannya ada dibeberapa episode selanjutnya ya.....