
maaf readers aku telat up soalnya up dulu yg pertama
jangan lupa like vote and komen ya....
.
.
.
.
.
happy reading all
.
.
.
.
bismillah
💮💮💮💮💮💮💮💮
setelah mendengar penjelasan dokter Meri,dokter puskesmas kampung , setelah shalat subuh mereka membawa Satria ke RS diantara mereka berlima Satria lah yg paling parah akhi mengalami retak tulang pada bahunya akibat pukulan benda tumpul dan tendangan. Azam dan bang ustadz mengurusnya sedangkan yg lain dijemput oleh keluarga masing-masing...
"anta lihat karena kecerobohan kalian semua tanpa berdiskusi dengan orangtua akhirnya begini..." ucap priscil
"iya untung saja anta hanya mengalami lebam dan luka sobek pada lengan...coba kalo seperti Satria bagaimana???" tanya Rai ikut ikutan kesal dengan ulah kaka kembarnya itu
"iya maafin kakang bun...."
"untuk beberapa hari ke depan anta ijin sakit surat sudah di titip ke Syifa , syifa juga sudah mulai mondok besok...." ucapan priscil membuat senyum mengembang di hati kakang ,ia sudah menjalankan semua saran Azam namun selalu wajah syifa yg hadir di malam malamnya
"hemmm"Rai melengkungkan bibirnya " kesemsem syifa nih...."
"biarin yg penting masih wajar justru yg ga wajar itu anti sama si bule depok...."(maksudnya Haikal) balas kakang
"siapa???"tanya Rai ketus dan ngegas
"santuy ga usah nyereng kaya sprite...(ngegas kaya sprite) ..."kekeh kakang
" cihhhh.... pasti maksud nya Haikal..." gumam Rai
"dihhh siapa yg nyebut Haikal anti saja yg dipikirannya cuman ada Haikal ekhem...ekhem...bun...ada yg cilok...eh cinlok nih....cewe sangar kepentok cinta bule depok..."kekehnya lagi membuat Rai semakin memdengus kesal dan memukul mukul kakang
"aduh...aduh...ampun Rai...bun...tolong...ada macan Asia...ngamuk..." Rai semakin mengeraskan pukulannya
"sudahhhh.....kalian tidak lihat bunda sudah pusing .....nih bunda kasih alat satu satu biar sekalian nyusul Satria..." priscil menyodorkan sapu pada Rai
"ampun...ampun....peace..." ngengir kakang
"ini kenapa lagi ...??" tanya Azam dari ambang pintu ,dia baru saja tiba dari RS mengantar Satria
"aduh bunda tuh pusing kalo mereka lagi bareng kaya gini berantem terus udah ntar bunda kawinin satu satu kakang sama Syifa Rai sama haikal biar berenti berantem..."pekik priscil dari dapur lalu priscil kembali membawa segelas kopi susu untuk Azam
Azam cengengesan melihat wajah istrinya yg kesal "sabar khumai... sekarang khumai merasakan kan yang mamah dan almarhum ayah alami waktu dulu khumai sering berantem sama ka tyas dan bang Jaya..." ucapnya pelan
"udah ahhh Rai mau masuk dulu ke ponpes ,kalo lama lama disini Rai bisa kebawa gila kaya kakang... assalamualaikum..."
"ahhh bilang aja anti kepengen buru buru ketemu si bule depok...." kekeh kakang yg langsung dihadiahi lemparan bantal sofa
"wa'alaikumsalam..."
"kakang sya bunda mau tanya ...." wajah priscil serius
"tanya apa bun???"
"anta serius suka pada syifa???" kakang melirik bunda dan yandanya bergantian
"anta menggoda,mengusili anak gadis orang sampai memaksanya makan apa anta yakin menyukainya??"
Azam menautkan alisnya mulai menyimak,namun kakang hanya diam
"i know ....kalau memang anta menyukainya buktikan padanya dan pada orangtuanya jangan sampai bunda mendengar anta mempermainkan anak gadis orang seperti laki laki kurang aj*r di luaran sana..." priscil membereskan piring kotor
"wahhh seperti nya ada yg pernah berurusan dengan cowo playboy nih..." ledek Azam membuat ekspresi kakang berubah menjadi tersenyum
"iya bundaku..."
Azam mengekor dibelakang priscil "khumai...siapa cowok playboy yg pernah mainin perasaan hareem ana...biar hubby sikat mau di siksa dulu atau mau langsung di tembak..." pekik Azam yg mulai menghilang menuju dapur, kakang yg sudah tau tingkat kebucinan ayahnya itu tidak mau mengekor juga ia memilih masuk ke dalam ruang musik pribadi di rumahnya itu,lebih seperti studio musik sendiri ,ruangan ini sengaja dibuat Azam sebagai hadiah ulangtahun priscil beberapa tahun lalu ia mengambil gitar dan bernyanyi nyanyi namun pikiran nya terfokus pada gadis yg selalu ada di malam malamnya juga ucapan sang ibu barusan
di sekolah
__ADS_1
"kenapa sih otak gue mikirin terus Rasya...gimana kabarnya sekarang ya tadi pagi kan gue ga sempet pamit..." batin syifa
"fa...fa...fa....." Rani menaikan volume panggilannya
syifa tersentak "heummm???"
"dari tadi dipanggilin juga ga denger mikirin apa sih fa ,,,,"tanya Rani
"engga gue ngga mikirin apa apa ko..." jawab syifa
"cowo ya fa???" tanya nya lagi
"engga ih apaan ga ada..."
"fa ..ko pangeran pangeran gue ga keliatan ya fa apa mereka ga sekolah ya???" Rani celingukan ke luar kelas biasanya pagi pagi begini wajah Rasya cs selalu hadir berjalan di koridor
"ehhmm ga tau tuh..."bohong syifa pada Rani,ia hanya belum siap kalau Rani mencecarnya dengan banyak pertanyaan dan ledekan Rani
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
bel istirahat berbunyi Rani mengajak syifa ke kantin namun syifa menolak
syifa hanya memonyongkan bibirnya,ia merasa badmood dan tak bersemangat biasanya ada saja ulah Rasya yg membuatnya jengkel namun itu yg membuatnya lebih bersemangat ,apakah kini syifa kecanduan digoda Rasya apa itu tandanya kalau ia menyukai cowo tengil itu...
"fa ko cemberut aja...makan yu...." senyum Nando
"ga ah loe aja gue lagi males..." jawab syifa
"fa hari ini tentram damai ya ga ada yg gangguin loe...katanya yg gue denger dia sakit tapi yg anehnya ko sakitnya berjamaah sih bareng cs cs nya ,ahhh paling juga mereka janjian gara gara mau madol aja....dasar cowo cowo ga bener..." Nando berbicara menjelek jelekkan rasya namun syifa tak menanggapi,syifa mengepalkan tangannya kesal
"bisa diem ga kalau loe ga tau apa apa ga usah menjudge orang itu namanya fitnah loe sudah suudzon sama orang..." bela syifa entah kenapa Syifa merasa marah dan kesal dengan ucapan Nando yg menjelek jelekkan Rasya
Nando terdiam "loe kenapa fa bukannya loe juga ga suka sama mereka ya ,jangan bilang kalau sekarang loe juga suka sama mereka ???"
"engga ko engga....abisnya kata kata loe itu...ahh udah lah..." syifa beranjak langsung keluar kelas
" fa tunggu..."Nando meraih tangan syifa..."fa maafin gue fa bukan maksud gue gitu...tapi fa..." syifa menoleh
"gue suka sama loe fa...." ucap Nando
syifa tersentak kaget namun hatinya tidak merasakan apa-apa , perasaan terasa biasa saja beda halnya saat bersama Rasya
syifa menghempaskan tangan nando " kita bukan makhram nan...." syifa meninggalkan nando menuju kantin
bel sekolah berbunyi ,syifa bergegas menuju parkiran untuk menghindari Nando ia pulang ke rumah
"assalamualaikum...."
"mah syifa ke kamar dulu ya sambil sekalian siap siap..."
"iya sayang..."
syifa menaiki anak tangga menuju kamarnya,ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang
"ko gue kecewa ya Nando nembak gue, gue malah berharap Rasya yg nembak gue... aduhhh ni otak ma hati ga bisa dikondisikan banget sih...masa iya gue suka sama Rasya..." syifa menjitak jitak jidatnya
tiba tiba ponsel bergetar
COWOK MARS
hey ukhti anti sudah pulang???
senyum Syifa mengembang,pucuk dicinta ulam pun tiba itu nama Rasya di ponsel syifa
Syifa
udah... kenapa loe chat chat kangen sama gue???
COWOK MARS
iya ana kangen cepetan balik ke ponpes .....
dada syifa berdegup kencang , pipinya merona , rasanya hatinya ini sudah ngajakin syifa buat main lompat tali
COWOK MARS
kenapa diem baper ya jangan dulu maksud ana ...ana kangen godain anti...😂😂
Syifa
si*lan.....
ga gue ga baper ,jangan kepedean ....lagian gue juga ga mau sama loe ....
COWOK MARS
hahaha bercanda kalo iya ana kangen sama anti gimana???
__ADS_1
tidak ada balasan dari Syifa karena kini dia benar benar sudah baper
"drrtt...."
"drrtttt...."
syifa melihat ponselnya Rasya menelfonnya
ia belum mengangkat panggilannya ,ia malah bolak balik kebingungan...tak pernah ia segugup ini
di lain tempat sana jantung Rasya berdegup kencang tak karuan menunggu seseorang mengangkat panggilan nya
"hallo...."
"hallo assalamualaikum....fa..."
"wa'alaikumsalam....." jawab syifa sambil menetralkan suasana hatinya
"fa ....huffftt kenapa tidak menjawab..."
"jawab apa ??"
"yg barusan....."
"kalo gue gak jawab loe mau apa mau mukul gue???"
"ya kali fa....hahahaha...fa ....."
"iya...."
"ana .....ana ....suka sama anti...."
blushing......syifa diam mematung di tempatnya
"fa...hallo anti dengar kan...."
"iya sya gue denger ....gue .....gue.....masih belum yakin sya lebih baik kita jalani saja dulu ya...."
"tapi ana tidak akan meminta anti untuk menjadi pacar ana fa"
ucapan Rasya membuat hati syifa tak karuan ada perasaan kecewa " sya loe tau ga Nando nembak gue sya tapi kenapa loe malah ga mau...."hati syifa berkecamuk
"kenapa..???" tanya syifa lemas
" ana hanya akan meminta anti menjadi istri ana kalau nanti saatnya tiba ,fa...." sontak kata kata Rasya langsung mengena ke area sensitif perasaan syifa,waktu terasa berhenti kalo bisa dia ingin waktu berhenti selamanya agar moment ini tidak berakhir
"sya...."hanya satu kata yg Syifa ucapkan itupun dengan pelan
"fa ....mulai hari ini ana akan berusaha untuk menjadi calon seorang imam yg layak untuk anti fa,sampai tiba saatnya nanti ana akan datang ke rumah anti bersama yanda dan bunda untuk meminta anti pada kedua orangtua anti fa...."
air mata syifa lolos begitu saja , Syifa menutup mulutnya dengan tangannya agar tak bersuara...
"iya sya..."suaranya sedikit bergetar
"sya udah dulu ya gue mau berkemas dulu..."
"iya fa ...ana tunggu di ponpes Al-AMANAH... assalamualaikum..."
"wa'alaikumsalam...."
" ..yeeeeessss......" syifa melompat-lompat kegirangan merasa kini hatinya di penuhi kupu-kupu beterbangan
" kita sama-sama berusaha ya sya ....loe berusaha jadi imam ,dan gue berusaha jadi calon istri yg layak buat loe..."
keadaan yg sama di kamar Rasya, ia merasakan kelegaan dihatinya setelah pengakuan perasaan nya tanpa disadari dibalik pintu kamar Azam mendengar semua obrolan mereka
"hemmm duplikat ana...." gumamnya , sebenarnya Azam hendak menemui kakang membicarakan Satria dan Ziyan sekeluarga namun belum sempat mengetuk Azam mendengar Rasya tengah menelfon Syifa....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
ahhhhh so sweettt.....