
happy reading all π
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
"sya adek loe kenapa ???" tanya Ziyan
"iya sya ,kakinya di gip ???" tambah Satria sambil menunjuknya dengan dagu
" tulang nya retak dan sendinya bergeser "jawab kang sya yg mengambil stick PS....
"ahh yang bener ,sya..?? abis ngapain ??? ga mungkin kan abis nyatroni balapan liar..." kekeh imam
" itu mah Satria...." jawab Ziyan
"lah gara gara bantuin lu, yan. ..."
"hahaha thank u brother...." ucap Ziyan
"jadi kenapa dia ,sya???" tanya imam
" dia cedera abis pertandingan pencak silat baru baru ini..." jawab kakang
"oke gue Juventus...." ucap kakang
mereka lantas asyik bermain PS sedangkan buku yg sudah mereka keluarkan dibiarkan begitu saja
Rai melihat Priscil ingin bicara namun ibunya ini sedang melakukan panggilan dengan seseorang di sebrang telfon sana ...lalu ia memutuskan untuk kembali ke dalam menunggu ibunya...
" bun...telfon siapa ???" tanya Rai saat tau Priscil mengakhiri panggilan dan masuk ke dalam
" telfon calon besan ,,,," Priscil cekikikan
" siapa???" Rai menautkan kedua alisnya
" tante Risa...."
" mau apa bun??"
" insyaallah bunda sama yanda mau bersilaturahmi sekalian membicarakan soal lamaran kakang mu..."
" oh...."
Priscil duduk di sofa sambil membawa beberapa lembar kertas dan laptop , Rai mengambil posisi di samping ibunya
"bun...."
"hemm??"
" kalau seandainya Rai mau...." Rai aga sedikit ragu mengutarakan niatnya
"mau apa ???mau makan???"
"bukan bun...."
" terus ???"
" masalah pinangan akhi bun....akhi Haikal.... Rai mau cabut persyaratan yg Rai kasih bun,,,,untuk akhi ..." jawab Rai terbata
jari priscil berhenti mengetik lalu ia menoleh dan menangkup wajah chubby itu "kenapa???"
__ADS_1
" Rai rasa itulah yg terlalu berlebihan setelah Rai fikir matang matang tidak ada salahnya menikah dulu baru mengejar cita-cita seperti yanda dulu ..." senyum manis Raisya
" anti yakin??? apapun yg menurut anti baik bunda dan yanda hanya bisa mendoakan ...." ucap priscil
" ya sudah anti bilang saja sama akhi...."
"ana sudah meminta tolong pada kakang bun.." ucap Rai
"kenapa tidak bicara sendiri sih ,tidak sopan rasanya... pernikahan itu bukan hal sepele ...." jawab Priscil " memangnya anti percaya kakang...akhi kan usil kadang juga pelupa..."
"emmmm... ana rasa kakang cukup bisa diandalkan dalam hal yg serius bun..." jawab Rai
"jadi kapan bunda dan yanda mau kerumah Syifa???" tanya Rai
"minggu ...."
" minggu itu kan lusa bun..."
"heem..." jawaban Priscil yg kembali nugas...
"terus anti kapan mau bilang pada akhi .....???" tanya Priscil
" emmmm nanti sajalah setelah acara khitbah kakang dan Syifa biar satu satu..."
"huffftt bunda ga nyangka ngeluarin kalian barengan masa nikah kalian juga barengan ...." Priscil mulai sendu
" bunda..." Rai memeluk ibunya
"ya sudah bunda mau ke depan dulu mau kasih minum sama cemilan buat temen-temen kakangmu " Priscil beranjak ke dapur mengambil beberapa gelas minuman dan beberapa toples cemilan dibantu nyai
" assalamualaikum....." ucap Priscil sontak membuat mereka tergelonjak kaget termasuk kakang yg melempar stick PS yg dipegangnya dan panik mencari buku paket dan membaca nya
"wa'alaikumsalam....bun..."
" hahahaha ga usah pada so sibuk bunda tau antum semua bukan mau kerja kelompok tugas sekolah tapi mau kerja kelompok ngabisin tokennya rumah bunda..." kekeh Priscil
" ahhh bunda ,tau aja....gini nih kalo bunda ga bisa dikadalin... ucap uzi
"iyalah zi buaya ko dikadalin...." jawab kakang yg mengambil gelas jus
"astagfirullah....bundanya dibilang buaya berarti anta anak buaya...." jawab Priscil
" kutuk aja bun,,,akhi anak durhaka.... "
" anta pun sama ,zi...."
"wahhh anta zi memangnya kepala ana laut ...."
ketiga temannya ini hanya menjadi penonton bayaran saja melihat perdebatan antara ketiga anggota keluarga ini sambil sesekali tertawa
ππππππππππ
lusanya, Priscil dan Azam bersiap siap untuk pergi ke rumah pak Rio dan Risa ,hanya mereka berdua tanpa ada kakang ataupun Syifa ,,,, beberapa lama mereka disana diputuskan lah kalau minggu depan adalah acara khitbah kakang dan Syifa namun pak Rio selaku ayah Syifa meminta persyaratan pada kakang sya untuk menunda kehamilan sampai mereka lulus sekolah....
" jadinya kapan A... kakang akan mengkhitbah Syifa??" tanya Abi yai
" insyaallah minggu depan bi..." jawab Azam
mereka sedang berada di rumah ponpes
" lalu dimana akan digelar acara khitbahnya ???"
"A'a dan pak Rio ayahnya Syifa memutuskan untuk mengadakannya di hotel and resto kita saja ,mi..."
"na'am,,a...." ucap umi
di pesantren
Syifa sedang bolak balik tak karuan di kamar
"fa...anti tidak cape apa bolak balik kaya setrikaan ,kenapa sih ???" tanya Vani
" Van,,,aduh aku gugup nih..." ucapnya
"cieeee yang mau di khitbah .... senengnya...." jawab Rai yg memang setiap hari Sabtu selalu mondok
" ihhh antuma ....liat tuh tanganku dingin...gimana ya keputusannya, Rai cari tau dong...." pinta Syifa
" iya....iya sebentar... Rai merogoh ponsel dan menelfon Priscil, Syifa dan Vani langsung menempelkan kupingnya di dekat ponsel yg sedang berada di panggilan membuat Rai sedikit risih
*********
" ya udah ya bun,syukron..... assalamualaikum...."
__ADS_1
Rai menutup panggilan " ihhh antuma ngapain sih...gerah nih ....."
sedangkan Syifa hanya terdiam mematung kupingnya tentu saja mendengar jawaban Priscil
"haaaaaa selamet Syifa ... yeeee calon manten mimpi apa anti dapetin Rasya si idola pesantren....cieee...." Vani merangkul Syifa
sedangkan syifa hanya mesem mesem jaim....
" cieee calon kaka ipar ana...." colek Rai mendarat di dagu Syifa
" oh ya hari ini ana tidak melihat Rasya dan uzi , biasanya kalau hari minggu kan akhi ambil kelas bahasa Arab dan hadist..." ucap Vani
"iya hari ini kakang dan uzi ikut abi Rahman mengurus kerjaan Yanda di hotel and resto soalnya kan yanda ke rumah syifa ..." jawab Rai
"wahhh bener niat ya...."
"nah kamu sendiri gimana Rai ,apa kabar hubungan mu dan Haikal..."
tiba tiba Rai tersenyum "ada deh kepooo...."
"ihh Rai....."
Rai berencana memberitahu Haikal pasal batalnya persyaratan nanti setelah acara khitbah kakang dan Syifa
" wah kalo senyum senyum sendiri mah udah ga usah ditanya Van,,,,," kekeh Syifa
" ekhhemmm , assalamualaikum...."
"wa'alaikumsalam....."
" ukhti ustadzah Nurul mencari...antum bertiga ...."ucap seorang santriwati
"astagfirullah......!!!" tepuk jidat Rai yg melihat jam tangannya
" ya Allah keasyikan ngobrol sampe lupa kalau ini sudah masuk mapel umi Nurul...." ucap Rai
ketiga gadis ini bergegas keluar kamar menuju kelas ,mereka mengambil pelajaran ekstra di hari weekend
"assalamualaikum......"
"wa'alaikumsalam....."
"hemmm ckckckckck.....antum bertiga ini sedang apa sampai lupa ini sudah telat..."
" aseef ustadzah...." jawab Vani dan Syifa
"ya sudah masuk ....." titahnya
tapi ingat karena kalian telat , agar tidak mengulanginya lagi ,kalian ana hukum setelah habis pelajaran fahimtum..." ucap ustadzah Nurul
" na'am fahimna...." ucap ketiganya kompak
pelajaran selesai...... Rai dan kedua temannya menutup buku
"ayo antum bertiga ikut ustadzah...." ucap ustadzah Nurul,mereka mengekor dan berjalan beriringan menuju ruangan ustadz Hafidz sang guru BP
"assalamualaikum....."
"wa'alaikumsalam....."
" afwan ustadz Haikal ana mau menitipkan ukhti untuk kena hukuman ,"
" oh na'am ustadzah ,"
"kalau begitu ana tinggal ustadz, assalamualaikum..."
walaupun mereka tau Rai,kakang,uzi adalah anak pimpinan ponpes tapi mereka tak pernah membeda bedakan dengan santri yg lain
"kalau begitu antum bertiga ,ana hukum membantu mang Koko menjaga dan menggembalakan itik menggiringnya ke kandangnya..." ucap ustadz Haikal
"apa???" pekik mereka bertiga
"astagfirullah....." ustadz Hafidz menutup telinganya ingat tidak boleh ada yg terlewat atau kabur ....." tambahnya
mau tidak mau mereka menerima hukuman dan sampailah mereka di beberapa petak sawah milik pesantren..dan melihat mang Koko sedang menjaga itik yg jumlahnya puluhan...
mata mereka membelalak .....
" subhanallah.....!!!" gumam Vani
"mimpi apa gue semalem...." gumam Syifa
" hadeuhhh..." gumam Rai......
__ADS_1