Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
sebuah kepercayaan


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


3 bulan berselang, perut Syifa mulai membuncit ..


" ihhh ga cocok..." dia melihat pantulan dirinya dari cermin , semua baju berserakan di lantai kamar , menurut nya belum ada pakaian yg cocok dari semua tumpukan baju baju yg barusan dicobanya


" astagfirullah....fa..anti sedang apa ??kenapa kamar kita sudah seperti kapal pecah ??" tanya nya keluar kamar mandi ,melihat raut wajah Syifa yg mulai lelah karena susah payah meilih milah pakaian yg hendak dipakai hari ini ,hari ini Syifa akan ikut sang suami ke cafe mumpung libur


" aseef kang , abisnya ga ada baju yg cocok perutnya masih keliatan banget..." dumelnya.


" ya bagus dong...anti kelihatan seksi ...." bibir Syifa mengerucut mendengar ucapan suaminya yg terdengar seperti sebuah ejekan .


" tahan. sabar fa.....jangan marah ntr anakmu kaya angry bird. " batinnya .


" baju mana saja yg penting menutupi aurat ,cocok cocok saja fa..." kakang meraih sebuah dress panjang dengan lengan panjang berwarna baby pink beraksen biru navy..


Syifa meraih nya lalu mengganti pakaiannya begitu saja di depan kakang ,urat malu rasanya sudah putus semenjak kehamilannya , Syifa yg biasanya malu malu kini selalu terang terangan toples di depan suaminya menampakkan perut yg mulai buncit ,kakang menunduk mensejajarkan wajahnya dengan sang buah hati yg terhalang kulit Syifa.


" assalamualaikum sayang.... bagaimana kabar nya ?? daddy lupa hari ini jadwalnya sayang di bacain surat Yusuf ya...." gerakan bagai jelly menandakan si jabang bayi merespon perkataan kakang.


" kang sudah , perut Syifa geli ihhh...." Syifa menjauhkan tangan kakang lalu segera memakai bajunya.


" sebentar fa...." kakang membawa Syifa duduk di tepi ranjang lalu kakang berjongkok mengahadap perut ,akhi melantunkan shalawat nabi....begitu merdu seakan tau sang jabang bayi yg baru menginjak usia kandungan 5 bulan itu tenang tanpa bergerak seperti sedang menghayati lantunan sang ayah ...setelah selesai akhi mengecup lembut dan lama perut sang istri yg telah terbalut pakaian, mereka pun turun ke lantai bawah


liburan yg tertunda karena Gio yg memaksa Haikal dan Rai untuk datang ke Jakarta harus diundur menjadi selesai ujian sekolah semester akhir

__ADS_1


Uzi sedang memilah milah universitas yg akan menjadi tempatnya meneruskan pendidikan


" kang ! anta mau ke cafe ???" tanya nya.


" yoi..."


" kang seperti nya universitas ini cocok kang untuk anta " tunjuk Uzi pada layar laptop nya,


" nah anta sendiri ??" kakang duduk lalu mencomot roti dan dioleskan selai..." coklat ?? stroberi??"


" coklat ..." seru Syifa lalu minum susu yg sudah kakang siapkan sebelumnya


" Haikal sama Rai kemana ???" tanya kakang


" katanya tadi mau cari lontong sayur ke alun-alun..." jelas Uzi tanpa mengalihkan pandangannya


" uhukkk... "


" pelan pelan,fa...." kakang menepuk nepuk punggung Syifa


" tumben...."


" ga tau tuh dari sehabis shalat subuh Haikal ingin sekali lontong sayur "


mulut kakang membentuk huruf o


kakang mengangguk " insyaallah...."


" anta mau daftar ke universitas mana ,zi ???" tanya Syifa


" insyaallah universitas Angkasa...." jawab Uzi ,salah satu universitas swasta yg patut diperhitungkan karena lulusannya banyak yg menjadi orang sukses , ditambah jurusan fakultas nya sesuai yg Uzi inginkan.


" hah daebak....vani cute banget ....!!" Syifa tertawa kecil menatap benda pipih ditangannya ,kakang menoleh terlebih Uzi yg degup jantungnya berhenti karena kabar dari Syifa...


" kenapa fa ???" kakang mendongak melihat ke arah ponsel Syifa


terlihat lah Vani yg memakai seragam putih abu ,nampak manis memainkan gitar di sebuah podium sekolah.. Uzi ikut mendongak


" lihat dong komen komennya ..." pekik Syifa saat mengklik komenan di Ig sahabat nya itu yg rata rata adalah kaum Adam mungkin teman sekolahnya, kebanyakan komenan bahwa mereka mengagumi sosok gadis polos itu.


ada sebuah letupan emosi di hati Uzi , sudah lama akhi tidak berkabar dengan Vani ,tak rela bila semua yg melekat di diri Vani menjadi konsumsi kaum Adam lain...


" sudah dibilang jangan yg gerobak biru...ana maunya yg gerobaknya pink...!!!" pekikan Haikal yg tengah berdebat dengan Rai ,mereka baru saja sampai di rumah dan sudah mengusik ketenangan penghuni rumah


"wa'alaikumsalam....!!" sarkas kakang kedatangan keduanya


" lupa assalamualaikum....." ucap keduanya

__ADS_1


" ini ada apa lagi ??" ..


" itu Haikal mau lontong saja pilih pilih gerobak penjualnya,,yg penting itu rasanya bukan warna gerobaknya. "


" ya salam ....masalah lontong yg tadi pagi belum beres juga...." ucao Priscil dari arah kamar nya


" sudah sudah jangan ribut lagi ,,,,mandi sana,, bukannya antum berdua belum sempat mandi tadi setelah olahraga pagi...."


" naam bunda" jawab Rai meninggalkan Haikal dengan semua rasa kesalnya...


" bby tunggu bby..." Haikal menyusul


" antum berdua jadi ke cafe ??"


" jadi bun..."


" kang,zi...bisa ikut yanda sebentar.."


Azam berjalan ke ruang kerjanya menunggu kedua pemuda yg sudah beranjak dewasa ini


kakang dan Uzi saling melirik ,kini apa kesalahan mereka , kakang dan Uzi memutar otak , seingatnya mereka tak berbuat apapun yg melanggar aturan akhir akhir ini ,jangankan berbuat ulah memikirkan idenya saja tidak ada waktu.. belakangan keduanya disibukkan dengan urusan persiapan ujian sekolah akademik maupun pesantren, pekerjaan dan kampus mana yg akan menjadi tempat mereka melanjutkan pendidikan.Keduanya saling melempar pandang lalu beralih ke arah Priscil seolah menanyakan ada apa ???


" turuti saja ..." Priscil mengusap lembut lengan kedua cowo ganteng di depannya.


" assalamualaikum yanda..." Azam tengah berdiri membelakangi , tersenyum memandang sebuah foto berbingkai , menampakkan 3 orang anak kecil saling berangkulan sekitar usia 4 tahunan lalu menyimpannya kembali di lemari yg penuh dengan pajangan foto berbingkai yg menghiasi ruang kerjanya kebanyakan adalah foto sang idola ,banyak sekali foto yg menampakkan seorang wanita itu dari mulai masih di bedong hingga kini saat si idola berumur hampir menginjak 37 tahun namun pesonanya tak pernah luntur...siapa lagi kalau bukan foto Priscil....bahkan foto Priscil yg sedang duduk diatas bangku panggung pensi sekolah dengan baju seragam batik abunya menjadi bingkai terbesar di ruang itu,mungkin foto itu diambil saat Priscil masih sekolah di Bandung , darimana Azam mendapatkan nya hanya Azam dan Allah yg tau.


" wa'alaikumsalam.... duduk.."


keduanya duduk


" ada apa yanda ??"


" kang ,zi selepas kalian lulus nanti dan melanjutkan pendidikan mungkin sudah saatnya antum berdua membantu tugas Yanda dan Abi Rahman mengurus ponpes.. " jelas Azam menatap keduanya bergantian tak ada raut keraguan..


" apa yanda yakin ???" tanya kakang , sedangkan Uzi hanya menyimak karena semua pertanyaan nya akan diwakili oleh kakang.


" insyaallah...kalau bukan antum berdua siapa lagi ???"


" yanda harap kalian bisa bagi waktu , seperti halnya dulu yanda dan abi saat masih muda....yanda yakin antum berdua pasti bisa..."


" afwan yanda, insyaallah..." ucap keduanya


memang benar kalau bukan mereka siapa lagi ??? mungkin hari ini memang akan datang tapi mereka tak tau akan secepat ini mendapatkan kepercayaan membantu mengurusi ponpes.


insyaallah Salwa dan Om Za sudah terbit ya guys sambil nunggu othorrr bikin alur Uzi sama Vani...mampir yukkk.....slow update ya guys...!!!


__ADS_1


__ADS_2