
happy reading all π
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
" fa...."
" mampoosss gue..." gumamnya seketika berubah menjadi patung batu sambil membungkuk posisi wenakk saat menguping .
" anti ngapain ???" selidik kang sya yg keluar dari kamar karena terbangun, lalu mencari Syifa yg tak ada di sampingnya.
ukhti mengesampingkan rasa malu dan takut pada suami gemesnya ini ,ukhti lebih takut akan amukan Rai jika ia dan Haikal mengetahui bahwa ukhti tengah menguping kegiatan hawwtt mereka .
segera Syifa menarik kang sya..." suuttt ....!!!"
" awww Rai jangan disitu jadi kan merah tuh...nakal ya...!!" suara dari dalam terdengar lagi ,kali ini bukan hanya Syifa yg mendengar melainkan kakang juga mendengarnya,akhi justru mengulum senyumnya menahan tawa .
jadinya mereka berdua tetap berada di depan pintu kamar Rai dengan Syifa yg membungkuk sedangkan kang sya tak berniat melakukan hal yang sama dengan Syifa, hanya berdiri saja tak berminat memancing di air yg keruh ,tak tau kah ukhti dengan melakukan hal ini justru akan membangunkan sisi kelaki lakian kakang yg masih waras dan bersih ?? mengingat akhi masih menjaga untuk tidak menyentuh Syifa tanpa persetujuan dari Syifa nya sendiri walaupun hampir tiap malam akhi harus mengguyur kepala dan badannya dengan air dingin menahan sesuatu yg selalu keluar saat bersama dengan Syifa terlebih Syifa selalu sangat menggoda iman di waktu tidur ,memang lah orang tidur tidak sadar ia selalu seenaknya bertindak tanpa memperdulikan kondisi sekitar ,,,,
" fa sudahlah biarkan saja itu urusan mereka ,,,ngapain anti ikut campur...mau jadi wasitnya ???" tanya kang sya setengah berbisik membujuk Syifa untuk segera tidur kembali karena kang sya sudah sangat mengantuk sesekali ia menguap .
" ihhh kakang jangan berisik ...." tangan Syifa menutup mulut kakang yg menguap .
" atau jangan-jangan anti juga mau seperti mereka ???" mata kang sya menyipit dan tersenyum jahil ,mata Syifa hampir saja keluar mendengar pernyataan mesum sang suami ,lalu menarik tangan kakang menjauh dari kamar Rai .
__ADS_1
"mulutnya....ihhh..." Syifa mengipasi wajahnya yg menghangat....
kini kakang sudah tak mengantuk lagi malah semakin ingin menggoda istri nakalnya ini sekali kali sikap ke kepoannya harus diberi pelajaran...
tanpa Syifa sadari kakang langsung menggendong nya ala bridal style membuat Syifa memekik tertahan ...
" aammphhhh...." ia menutup mulutnya dan reflek mengalungkan tangannya ke leher kang sya...
" turunin kang...ya sudah yu kita tidur ...." ajak Syifa yg sudah mulai waspada ,tapi bukannya menurut kakang malah tidak mau melepaskan gendongan nya dan semakin mengeratkan sehingga bagian bagian sensitif Syifa yg terlihat sebagai aset perempuan bersentuhan dan terasa menempel pada dada kakang ,membuatnya meremang sendiri,kaki Syifa di goyang goyangkan namun percuma tenaga kakang adalah tenaga Samson....
"anti yg mulai !!....anti tau anti sudah membangunkan singa lapar ... dan anti harus tanggung jawab..." senyum devil itu layaknya laki laki baj*ngan... Syifa menelan saliva nya dengan berat , apakah malam ini ukhti harus memberikan hak kakang dan menjadi istri Arrasya Al-razzam seutuhnya??? tangannya mendingin saking tegangnya ketika senyuman kakang berubah melembut namun mematikan seluruh syaraf dan otot-otot nya ,ukhti bagai dihipnotis oleh Rasya si pemilik mata menawan .
Kakang pun yg niat awalnya hanya ingin menggoda istri nakalnya itu kini malah ikut tergoda atas ulahnya sendiri,kakang sadar kini di bawah sana sudah ada yg bangun ,kalau seandainya Syifa masih saja menolak sepertinya malam ini akhi harus benar benar mandi air es....
kakang perlahan menurunkan Syifa ke ranjang ...tatapan mereka tak terlepas ,tubuh kakang seperti menindih namun lengannya menahan berat tubuhnya sehingga Syifa tak merasa keberatan ,ia mengecup seluruh inci wajah Syifa dan turun ke bibir ,namun akhi merasakan ingin lebih dari itu malam ini juga ....tangannya sudah mulai bergerilya bertualang menyentuh tiap centi kulit mulus Syifa,tak ada penolakan dari Syifa ,dan sampailah tangan nakalnya di atas bukit Teletubbies milik Syifa lalu menyentuh nya, memanjakannya membuat si empunya melenguh manja tentu saja otak waras kakang sudah menghilang sedari tadi ,pikiran dimana akan meminta saat mereka sudah lulus pun seakan tergerus dan menghilang ,inilah bahayanya kalau sampai mereka belum halal memang hawa nafsu manusia sulit untuk diajak kompromi terlebih itu halal baginya .
Kakang melanjutkan aksinya turun ke bawah Syifa semakin hilang kesadaran ,kang sya tanpa harus belajar pun sudah menjadi naluri laki laki membuka satu persatu kancing baju Syifa ,matanya menatap mata Syifa yg sudah sayu dengan rambut yg acak acakan ,suatu sensasi yg semakin membuat benda dibawah sana sesak...
" bolehkah ???"
Syifa mengangguk pelan pertanda ijinnya sudah terbit ,tak menunggu waktu lama lagi ,kakang melanjutkan aksinya .
malam ini menjadi penyatuan mereka berdua... apakah ini salah Rai dan Haikal ??? emmm hanya Allah SWT yg berhak menjudge.....
samar samar terdengar suara adzan awal , Kakang yg mulai tersadar menyentuh matanya dan menguceknya . Tangannya yg sebelah terasa berat ternyata seorang ukhti yg bergelung seperti kepompong menjadikan lengannya sebagai bantalan tidurnya.
akhi tersenyum mengingat kembali kejadian beberapa jam yg lalu saat Syifa menangis karena melihat noda merah di sprei mereka, banyak sekali tingkah nya sebelum penyatuan... ukhti minta lampu dimatikan lah ,minta minum dulu lah, minta wajahnya ditutup bantal lah....ada ada saja...
kakang mengecup kening Syifa lalu menarik pelan pelan lengannya ,akhi menuju kamar mandi untuk bersih bersih lalu sekembalinya dari kamar mandi akhi melihat ukhti sedang berurai air mata dengan wajah kusut khas orang bangun tidur dan rambut acak-acakan tak lupa tubuh toples yg dibalut selimut .
" fa ...anti kenapa ???" ucap kakang yg menyugar rambut basahnya lalu menghampiri Syifa dan duduk di depannya ,namun Syifa malah berpaling
" kenapa ??" kakang meraih kedua tangan Syifa yg tengah terduduk di paha Syifa ..namin Syifa menepiskan tangannya dan menutup wajah nya dengan kedua tangannya
apakah kini akhi harus minta maaf ....mulai ada rasa bersalah di hati kang sya tapi bukankah semalam ukhti sudah mengijinkan .
"hey...kakang minta maaf kalo memang Syifa belum ikhlas ...." ucap kakang menenangkan dan menyentuh pundak Syifa.
Syifa menggeleng " Syifa malu kang...." cicitnya
kakang melongo ,apa yg baru saja ukhti katakan
bukankah telat untuk menyebut kata malu setelah kakang melihat semuanya secara utuh...
__ADS_1
" malu sama siapa???" tanya kakanyh sedikit menahan tawa.
" sama kakang...." jawabnya
" malumu telat sayang....ana sudah melihat semuanya...hingga hal hal yg tersembunyi pun ana sudah lihat " jelas kakang, Syifa membuka kedua telapak tangannya
" ya sudah anti mandi besar dulu lalu kita shalat subuh..."
Syifa mengangguk namun saat ia berdiri " awwwshhh....' ia kembali terduduk di ranjang tak mampu berdiri bagian tubuh bawahnya terasa sakit dan pegal rasanya tubuhnya seperti remuk seperti habis dijatuhkan dari gedung lantai 3 ...
memangnya sudah pernah merasakan thor dijatuhkan dari lantai 3 ????au..
" masih sakit fa ???" kakang memegang lengan Syifa ,tanpa aba aba akhi membawa Syifa ke kamar mandi dengan menggendongnya .
" kang...." pekik Syifa "ngomong dulu kenapa !!!" ukhti memukul dada kang sya ,akhi terkekeh " aseef sayang..."
kakang menaruh Syifa di atas kloset duduk karena kebetulan di kamar kakang tidak disediakan bathtub namun kakang memijit tombol merah artinya shower dinyalakan dalam mode air hangat.....
" bisa mandi sendiri ???" tanya kakang yg sudah menaruh tubuh naked Syifa yg sudah menunduk malu dari tadi,hanya anggukan sebagai jawaban.
kakang melangkah keluar kamar mandi namun langkahnya terhenti diambang pintu
" yakin apa mau ana man____"
" blughhhh...." suara pintu ditutup keras untung saja hidung mancung kakang berjarak dari depan pintu , akhi sedikit mundur lalu tertawa renyah melihat sikap malu malu kucing Syifa .
di dalam Syifa sudah tertawa tawa sendiri" udah gila gue... " ia menggigit bibir bawahnya yg sedikit membengkak pada ujungnya karena kakang.
kini Syifa sudah duduk di tepian ranjang,dengan telaten kakang membantu Syifa mengambil seragamnya .
lahhh emangnya berapa ronde sihh kepo deh ana ,,mungkin jawaban ini hanya mereka sendiri yg tau...
Syifa berjalan tertatih menuju meja rias saat ia mulai berias betapa kagetnya dia .
" astagfirullahaladzim...ini apa kang.... banyak banget..." Syifa menyibakkan rambut dan kerah bajunya bahkan saat ia melongokan matanya ke arah dalam bajunya matanya menyipit menghitung cap RW yg diberikan oleh kakang warnanya merah keunguan.
" ya Allah...." entah kalimat istighfar yg keberapa kalinya Syifa mengucap namun kakang dengan santainya menjawab " ga apa-apa itu adalah karya seni yg limited edition,,, anti terlihat lebih menggoda dan hawwwttt harusnya ana bikin dibawah kuping kiri satu lagi ,,,," seraya memakai jam tangan dan memasang anting tempelan di kuping kirinya .
"bukkk..." sisir melayang tepat di perut kakang
" Syifa masih susah berjalan kang gimana dong...masa ke ponpes harus pake kursi roda...lebay banget..."
" ya sudah ana bawa sarapan ke atas ya...anti tunggu sebentar...." pikirnya akan menanyakan hal itu pada bunda siapa tau bundanya memiliki solusi sebagai orang yg lebih berpengalaman.
__ADS_1
" huffftt gara gara kepo sama Rai dan Haikal...senjata makan tuan ini mah..."