
happy reading all π
.
.
.
.
.
.
.
" jadi di babak grand final besok lawan kita beneran SMA***, sya ???" tanya Gilang yg masih ikut bertanding sebelum ia benar benar rehat karena ujian nasional .
" yoii...." jawab kang sya sambil meneguk air mineral ,team basket yg kini tengah duduk di pinggiran lapang melakukan pendinginan setelah selesai berlatih untuk yg terakhir karena esok adalah hari dimana mereka akan bertanding di laga garndfinal mempertaruhkan nama dan gelar sekolah yg sudah bertahun-tahun menjadi juara bertahan .
" kang....hareem kedua anta tuh...." decak Uzi menyenggol lengan kakang yg duduk dengan kedua lutut di tekuk ,ia menoleh ke arah yg ditunjukkan dagu Uzi.
" ya sallaammmm..." geram kakang melihat Cindy cs mendekat ,ia segera beranjak dari duduknya hendak meraih tas ranselnya dan pulang .
" Rasya...." panggil Cindy wajahnya sedikit sendu dan matanya terlihat bengkak mungkin karena menangis entah disengat tawon ....
" hmmm ..." jawabnya tanpa melirik.
" sya bisa kita bicara sebentar hanya berdua???" pinta Cindy.
kakang terdiam sejenak mendengar permintaan Cindy ,apa yg diinginkan gadis ini sebenarnya bukankah kejadian di cafe sudah jelas membuatnya menyimpulkan bahwa kini Rasya tidak lagi sendiri .
" maaf Cindy tidak bisa ,itu bisa menjadi fitnah...gue sama loe bukan makhrom nya..." ucap kang sya datar ,ia ingat betul peringatan istri nakalnya tentang menjauhi akhwat satu ini....
" tapi sebentar saja sya ,gue mau ngomong...." rengek Cindy sambil menghentak hentakkan kakinya layaknya anak kecil yg memiliki keinginan dan ingin sesegera mungkin dikabulkan .
" kenapa loe ga ngomong aja disini ???" sahut Uzi...yg ikut berdiri .
" tapi...." Cindy menggantungkan ucapannya saat lirikannya mengedar pada sekeliling. Rasya yg menyadari keengganan Cindy akhirnya menurut biarlah sekali ini saja sekalian ia akan menolaknya untuk kesekian kalinya agar Cindy mau menjauhinya.
" oke,tapi gue bareng Uzi....gue ga mau cuma berduaan saja dengan loe..." kakang melangkahkan kakinya terlebih dahulu disusul Uzi dari belakang dan Cindy yg mengekor walaupun ia merasa keberatan dengan kehadiran Uzi tapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali.
kang sya menghentikan langkahnya setelah sampai di parkiran " buruan loe mau ngomong apa ???" sikapnya dingin terhadap Cindy, lebih tepatnya bukan pada Cindy saja sebenarnya terhadap kaum akhwat yg bukan muhrimnya di sekolah kang sya memang sedikit menjaga jarak dan sikap itu ia lakukan agar tetap menjaga diri dari fitnah dan shahwa...(nafsu).
si kakang gayanya menjaga shahwa dan jaga diri dari fitnah tapi dianya keren gitu gimana akhwat ga klepek-klepek... jadi sapeehh yang salah....???
" sya gue mau tanya ada hubungan apa loe sama Syifa???" tanya nya sedikit nge gas menahan amarah dan kekesalan yg menggebu selama beberapa hari sejak kejadian di cafe ,
" apa pentingnya buat loe???" tanya balik kakang.
" penting lah... penting banget sya gue suka sama loe ...loe tau kan...tapi kenapa loe harus milih Syifa sih ,punya apa dia??? kasar... jutek....nah gue yg jelas jelas lebih segalanya dari dia dan kenal lama sama loe...apa sedikit aja loe ga pernah liat gue???" matanya mulai berkaca-kaca.
Kakang menjadi serba salah ia mengepalkan tangannya mendengar Cindy mengatai istrinya,namun ia juga tak tega dengan keadaan Cindy,begitupun Uzi yg merasa tak nyaman dengan situasi ini......kang sya menarik nafas panjang .
" Cindy ,gue sama Syifa pacaran jadi gue mohon sama loe jangan pernah banding bandingin Syifa dengan siapapun termasuk loe, bukan loe yg pantes menjudge seseorang,,, belum tentu loe juga sesempurna itu dihadapan Allah,dimata Allah semua sama tergantung bagaimana akhlak seseorang..." jelas kang sya , membuat Cindy tak bisa menahan lagi tangisnya .
" sorry Cin,,,dari awal gue ga pernah memberi loe harapan apapun atau meminta loe buat suka sama gue...but thanks selama ini sudah selalu peduli sama gue...gue hanya menganggap loe sama seperti siswi yg lainnya " jelas kang sya dengan pandangan yg hanya sesekali melirik saja .
"tidak baik baginya yg sudah menikah baik laki laki maupun perempuan saling berpandangan dengan yg bukan muhrimnya dalam intensitas yg lama... karena di dalamnya terdapat godaan syaitan dan shahwa...."
semua kata kata Rasya membuat hati Cindy semakin hancur,ia sendiri lah yg membuatnya begitu ,,,karena terlalu mengagumi seseorang yg belum tentu berjodoh dengannya. Cindy berlari sambil menangis , membuat Uzi merasa iba.
__ADS_1
" kang ,ana kasihan melihat ukhti kang,, sudah lama ukhti mengagumi anta..."
" lalu ana harus bagaimana,Zi ... menduakan Syifa???yg ada jari jari ana dijadikan pengganti velk motor..." kekeh kakang.
" mau tidak mau ana harus tegas ,zi agar ukhti tidak terus menerus berharap, tidak menutup kemungkinan nanti ukhti akan mengganggu hubungan ana dan Syifa...." Kakang yg masih bersandar pada kap mobilnya mendongak menatap langit yg sudah mulai menggelap ,Uzi mengiyakan ucapan kakang.
" ya sudah ,Zi come on go to home.....tapi sebelumnya mampir ke cafe sebentar ana harus mengecek laporan ...." kakang membuka pintu mobil diikuti Uzi
" Zi,ana mau tanya hanya sedikit pribadi habisnya ana kepo ,zi ...."
" apa ???"
" Vani bagaimana???" ucapnya hati hati
" Alhamdulillah baik ... sehat walafiat....kan anta juga tau kang..." jawabnya polos walaupun terlihat raut wajah dan gelagat Uzi yg tak nyaman mendengar pertanyaan kakang yg memang sangat sensitif bagi Uzi...
Uzi... Uzi ..... polosnya kaya serabi ....basket??bela diri???mengaji???adzan??? Fatanah???sudah tak diragukan lagi.. tapi kenapa giliran hati dan perasaan masih kelas paud ,zi...clap.!!clap.!!clap.!!
kakang menepuk jidatnya yg tiba-tiba berdenyut,,,,
" bukankah Vani mengagumi Gus Ali ya...??"goda kakang mengulum senyuman ,ia sekali melirik Uzi yg sudah terlihat tak nyaman saat mendengar nama Gus Ali disandingkan dengan Vani..
" mereka tidak ada hubungan apapun ,kang..." terlihat Uzi yg tak nyaman namun tetap menutupi ketidaknyamanan nya.
cemburu mah cemburu aja zi.... readers juga udah pada tau ko...
dan well kakang terhibur ....
setelah mengambil beberapa laporan dari cafe,mereka pulang...
kakang sya naik ke atas sedangkan Uzi langsung menuju rumah ponpes karena merasa badan yg sudah lengket....
" masjid ,tadi ijin bunda buat shalat maghrib dilanjut tahsin dan shalat isya..." jawab Priscil
kakang berohria sambil mencomot pisang goreng
.
.
.
.
.
"assalamualaikum...."
" waalaikumsalam.... ckckckckck cantiknya ...." ucap kakang .
" syukron..."jawab Rai tersenyum lebar menampilkan deretan gigi putihnya yg rapi ..
" bukan anti...tapi ukhti sebelah anti..." kakang mengedipkan matanya sebelah pada Syifa yg tertawa melihat muka kecut Rai..
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
" fa....besok pertandingan final basket fa...jadi ana pulang telat lagi..." kini mereka sama-sama sudah berbaring di ranjang tanpa guling pemisah keduanya saling berhadapan,,,di dalam selimut yg sama.
Syifa mengangguk " perlu ditonton ga???" tanya nya yg menikmati sentuhan sentuhan lembut kakang yg mengusap usap wajahnya.
Kakang tersenyum" maunya sihh ,,,tapi kalo ga bisa ga apa-apa...." jawabnya.
"emmmm..... insyaallah Syifa usahain ya..." jawab Syifa
" na'am...." Kakang menarik kepala Syifa yg menyerukkan kepalanya ke leher kang sya, ia hirup dalam dalam aroma maskulin ciri khas kang sya,yg kini menjadi candunya.
bahkan mungkin ukhti tak bisa tidur tanpa menghirupnya dulu....
.
.
.
.
.
.
.
" zi...afwan bisa tolong abi...." ucap bang ustadz yg keluar dari ruang kerjanya.
" insyaallah abi,,, tolong apa???" Uzi yg sudah terlihat segar sehabis melaksanakan shalat isya, masih dengan sarung yg terpakai rapi dan juga t-shirt hitam nya Uzi melangkahkan kakinya menuju ponpes ...
namun langkahnya terhenti saat ia mendongak dan melihat Vani tengah mengobrol dengan Gus Ali tepat beberapa meter di depannya, wajah Vani yg terlihat sumringah begitupun Gus Ali yg terlihat tampan...
Uzi memegang dadanya yg tiba-tiba panas ,kesal,marah,itu yg ia rasakan dan yg jelas rasa tidak ikhlas....
"Uzi menghembuskan nafas kasar" bismillah..... assalamualaikum...." volume suara yg sengaja dinaikkan menyentakan keduanya.
"astagfirullahaladzim... wa'alaikumsalam....." jawab keduanya pelan,
" ehh ada anta ,zi...ada apa???" tanya ramah Gus Ali , yg merasa tidak berdosa karena membuat Uzi seperti gunung yg hendak meletus ini namun beda halnya dengan Vani saat tatapan elang Uzi menatap ke arahnya,ukhti menjadi salah tingkah...
bukannya menjawab namun Uzi malah mendikte Vani " anti sedang apa disini ??? bukannya ini sudah malam, lagipula anti dan Gus Ali hanya berduaan dan bukan makhrom nya... sebaiknya anti kembali ke asrama sebelum timbul fitnah ...." sarkas Uzi tak memberi celah untuk siapapun berkomentar dengan tatapan yg masih menusuk ke manik mata Vani terlihat jelas garis kemarahan , Vani menunduk
belum ia akan menjelaskan namun Ukhti sudah takut duluan " ana....ana...." Vani memainkan jarinya gugup,,,
" Van,ana sudah dapat ayo lekas kita balik...." teriak Sava dari pintu ruangan sebelah mereka seraya menunjukkan balsem .
"oh iya,,,, ayo..." ucap Vani terbata " Gus...akhi ....ana dan Sava undur diri assalamualaikum...." Vani membungkuk sopan bersama Sava yg bingung dengan perubahan sikap Vani dan ikut nyengir saja...
Vani menarik Sava...
deg.....
seketika rasa marah bertukar menjadi rasa malu campur rasa bersalah.....
nah kan Uzi sihhhh.......mak author tuh sebenernya mau buka lapak sendiri buat Uzi sama Vani tapi berhubung readers pada pingin liat Uzi bucin makanya mak author ulas dikit deh disini ....
__ADS_1