Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
rasanya kehilangan dan ikhlas


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


" astagfirullahaladzim... Rai..!!" tubuh Rai mulai ambruk di dekapan kang sya


" kang eh....." Syifa pun ikut kaget.


" fa panggilkan saja Haikal dan yanda ,bilang pada mereka kakang membawa Rai langsung ke rumah ponpes ....!!" ucap kakang


" greuup...!!" akhi langsung membopong tubuh sang adik kembar , Syifa mengangguk dan segera berlari


" fa.. jangan berlari,ingat dede bayi..." pekik kang sya.


" na'am kang aseef...!!"Syifa nyengir hampir saja lupa kalau kini ada nyawa yg harus dijaga olehnya.


Haikal tampak tak tenang , akhi tak bisa duduk diam , akhi minta ijin pada Azam untuk menyusul Rai ,namun langkahnya terhenti melihat Syifa yg setengah berlari...


" hossshh...hosshhh.....cape gila..." gumamnya


" Syifa ??" Haikal mengernyit


" assalamualaikum..!!"


" wa'alaikumsalam...." semua menoleh


" afwan ustadz bisa bicara sebentar..." karena masih di area ponpes dengan banyaknya santri yg ada disitu Syifa sedikit menjauh .. Haikal terlihat gusar ,tak pernah sedetikpun matanya melihat ke arah lain,angin sore hari tak menenangkan perasaan Haikal yg tengah khawatir...besar kemungkinan Syifa tengah menyampaikan tentang Rai nya .


Azam terjengkat " astagfirullah...!!",karena merasa Azam menatapnya,,, memberikan intruksi untuk mendekat,akhi pun menghampiri ayah mertuanya itu.


kemudian mereka bertiga segera menuju ke rumah ponpes dengan sedikit tergesa sampai Syifa pun susah mengimbangi langkah keduanya.


" bang bro titip anak anak ana pulang dulu..." dijempoli oleh ustadz Rahman .


benar saja Rai sudah terbaring di ranjang ,namun matanya masih terpejam terlihat wajahnya yg pucat.


" Rai...!!! hey. bby bangun ...." sentuhan lembut di pipi chubby itu menyadarkan si empunya,ukhti mulai mengerang kecil merasakan sakit di bagian perut dan kepalanya.


dokter pun datang dan memeriksa kondisi Rai,


" sebaiknya Rai dibawa ke RS untuk memastikan nya .." dokter Rahma memberikan analisanya,wanita berkacamata itu terlihat sendu dan khawatir.


" memangnya kenapa dengan ukhti ,," Priscil sangat khawatir dengan keadaan putrinya saat ini


" Rai.." dokter itu menaikkan kacamata nya " saya mau tanya kapan hari pertama Rai me*nstr*uasi....??" Rai yg masih lemas memutar matanya berfikir" memang bulan ini ana belum menstruasi dok, harusnya minggu lalu..." jawab lemah Rai.


" apa terjadi benturan keras pada bagian perut atau stress yg teramat akhir akhir ini ???" tanya dokter meneliti.

__ADS_1


" baru saja ana kena tendangan dibagian sini saat duel silat..." tunjuk Rai pada perutnya ,dokter kembali menghela nafas dan mengangguk.


Haikal dan Priscil yg menyimak mengernyitkan keningnya...


dokter mengehela nafas " sepertinya dugaan saya benar ...." ucap dokter pelan.


" memangnya kenapa dok???"


" ini baru sebatas dugaan saya saja , untuk lebih jelasnya Rai saya beri rujukan ke RS ..."


" memangnya apa dugaan dokter..??" tanya Rai yg masih merasakan sakit


dokter terdiam lama ,ragu untuk memberitahukan..


" Rai... keguguran...!! saya perkirakan usianya masih sekitar 3 -4 minggu ...", begitu tercengangnya mereka mendengar kabar yg tak disangka sangka itu bahkan Rai dan Haikal sekalipun.


" apa ???" pekik Haikal ,dan Rai bersamaan sedangkan Priscil berteriak dalam diam,menutup mulutnya dengan tangan


" ya Allah..." bulir bulir lelehan bening membasahi pipi Rai ." jadi.. maksud dokter...??a...ana...ha..hamil ??"ucapan tak percaya dengan terbata.


dokter mengangguk." tapi kenapa ana tidak merasakan apapun,?? seperti mual atau hal yg aneh aneh ???" Rai mengingat ingat...


" tidak semua wanita hamil harus mengalami hal hal yg aneh atau gejala morning sick...banyak juga yg tidak menyadari kalau dirinya tengah mengandung karena tak merasakan hal apapun...." jelas dokter


ingin memastikan akhirnya Rai dibawa ke RS,dengan tak henti hentinya menangis , Syifa yg berada di dalam pelukan kakang ikut menangis sesenggukan merasakan apa yg Rai rasakan,kalau sampai terjadi apa apa pada janin yg dikandungnya maka ia pun pasti sama seperti Rai bahkan mungkin akanw nekat saja , naudubilahimindzalik.....


Haikal tak kuasa menahan emosinya ia menyalahkan dirinya sendiri yg bisa bisanya tak menyadari kalau Rai tengah mengandung buah hati mereka,dan kegagalannya tak bisa menjaga anak istrinya.


hasil sudah keluar ,dengan hati yg masih berharap kalau dugaan dokter Rahma itu salah.


.


.


.


.


lemas sudah raganya,, Haikal dan Rai hanya bisa menyesali diri sendiri ,semua sudah terjadi yg hilang tak bisa kembali,mungkin Allah lebih menyayangi calon anak mereka dan mengambilnya kembali..


Rai menangis tergugu dalam pelukan Haikal...usia kandungan yang baru saja menginjak 4 minggu harus hilang ,bahkan Rai tak sempat mengetahui dan mengenalnya, kini ukhti harus melakukan tindakan pembersihan..


" bby...udah ya jangan nangis...." ucap Haikal menghapus air mata yg percuma saja seraya mengeratkan pelukannya,akhi pun tak kalah hancurnya apalagi kalau sampai orangtuanya di Jakarta tau kejadian ini bisa bisa akhi digantung di Monas... seberapapun kesedihan dan kekecewaannya Haikal harus tetap kuat , memberikan kekuatan dan sandaran untuk Rai...


" ini salah ana bby... harusnya ana sadar kalau ana tengah mengandung..." begitu pilu dirasakan oleh gadis berusia 18 tahun ini...


Priscil yg ikut menangis masih duduk di bangku tunggu diluar


" khumai... sudah jangan menangis...ini sudah takdir yang Allah beri, manusia hanya bisa berencana...khumai mau menyalahkan Allah???" Azam merangkul Priscil..


" La... khumai hanya kasihan melihat Rai dan Haikal by...di usia muda, Rai kita harus merasakan kehilangan bahkan tanpa dia tau by...kenapa harus mengetahui saat sudah tidak ada..."


"astagfirullah...itu namanya khumai menyalahkan keputusan Allah..." tangannya tak henti mengusap lembut punggung sang istri.


" astagfirullahaladzim.... aseef...." ia menghapus air matanya.


" kalau khumai begini yg akan menenangkan Rai dan Haikal siapa ???" Azam menangkup wajah berniqab itu


" na'am by..."


" ya sudah masuk ...!!temui mereka..." ajak Azam melepas pelukannya dan menangkup wajah Priscil


ceklek


Priscil mendekat , seketika tangisan Rai pecah dalam pelukan ibunya


" luapkan sayang , luapkan semua kesedihan, tapi Rai janji setelah ini jangan menangis lagi insyaallah dede utun akan menjadi tabungan antum berdua di akhirat nanti Allah lebih menyayanginya...." suaranya bergetar mengumpulkan kekuatan dan menyalurkan pada anaknya yg tengah terpuruk...

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


seminggu sudah sejak kejadian berduka itu, Rai masih belum dapat beraktivitas seperti semula ,bahkan ukhti memutuskan untuk berhenti dari kegiatan pencak silat ,ukhti menjadi paranoid dengan kejadian seminggu yg lalu masih terngiang di ingatan nya kejadian yg merenggut calon kebahagiaan ukhti dan Haikal... terkadang ada rasa iri melihat Syifa yg setiap saat meminta permintaan yg aneh aneh ataupun sekedar dibuatkan susu ibu hamil oleh kakang... Rai tau Syifa dan kakang sebisa mungkin menyembunyikan kebiasaan baru mereka untuk menjaga perasaan Haikal dan Rai , namun apa daya .... seperti sekarang


" ayolah kang...biar samaaan....bagus kang....ayo dong..." rengek Syifa mengguncang guncangkan lengan kakang.


" La...ana tak mau masa warna pink ???" tolak kakang .,menolak sebuah kaos berwarna pink bergambar Mickey mouse..yg merupakan kaos couple


Syifa terus saja menampilkan wajah cemberut... hingga kakang benar benar menerima nya ,


" ya salammmm ,sabar..sabar...!!" geram kakang yg mengelus elus dadanya. senyum Syifa terbit bagai mentari pagi cerahhh..!!!!


Rai tersenyum menggelengkan kepalanya lucu sekali kelakuan calon ayah ibu muda itu ...


ada rasa sesal ,dan sakit memang, namun insyaallah ukhti sabar dan ikhlas..sulit...tapi ukhti akan terus berusaha untuk ikhlas ,ia yakin Allah lebih tau mana yg terbaik,, bila memang sudah saatnya ,maka akan datang juga hari dimana ukhti dan Haikal merasakan yg kakangnya dan Syifa rasakan.


" heyy ngelamunin apa sih ??" peluk Haikal dari belakang mengejutkan gadis berpipi chubby itu


" bby .. Dede disana bahagia kan bby ??" tanyanya dengan wajah yg tersenyum , awalnya Haikal merasa khawatir kalau Rai masih belum bisa melupakan semua kesedihan atas kehilangan calon anak mereka walaupun ukhti belum pernah sekalipun melihat bagaimana rupa gumpalan da*rah calon darah dagingnya itu ,namun ikatan batin yg kuat yg membuatnya merasa kehilangan yg teramat.


" insyaallah...bby..ambil hikmahnya saja berarti Allah masih memberi kita waktu untuk pacaran..." kekehnya bibirnya mengecup tengkuk Rai mesra membuat si empunya bergidik geli..


" bby..ihh.nakal..."


" Yanda pernah bilang bila Allah sudah berkehendak maka akan terjadi... begitupun anak... insyaallah kita berdo'a dan berikhtiar saja , lagian bby masih kepengen kencan berduaan sama anti ...." coleknya di hidung mancung Rai dan Rai tertawa kecil


"nih...." Haikal memberikan sebuah amplop berwarna merah muda,


" apa ini bby ??" tangan lentik nya menerima amplop tersebut .


" buka..!" pinta Haikal


Rai membukanya " liburan bby ??? Bali ???" pekik Rai menutup mulutnya dengan tangan raut wajahnya tak bisa menutupi kebahagiaan nya...


Rai memeluk Haikal lagi,,, senang " masyaallah...syukron bby..." ucap Rai


apapun bby ... apapun hanya buatmu .... pov haikal


Haikal diam menatap wajah istrinya yg terlihat senang ,wajah yg sempat hilang seminggu belakangan ini.


" bby....setelah lulus dari sini anti mau kan ikut ana bby ???"


Rai mendongak ,obrolan mereka dengan mertua nya dulu terekam jelas diingatan, ukhti tau obrolan ini akan terucap dan ia harus sudah siap mengikuti laki laki yg menjadi suaminya ...hanya dengannya lah kini surga dan kebahagiaan nya berada .


" insyaallah bby,ana siap mengikuti kemanapun anta pergi... surga dan kebahagiaan ana adalah di samping anta...." ucapan dewasa dari seorang yg berumur muda...


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


hahhh maknyesss....kita masuk episode episode akhir nihhh....yg mau marahin othor tak apa othor yg baik ini terima ko...


__ADS_2