Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
barisan para mantan


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


.


sepertinya kalau hanya bagai petir di siang bolong saja kurang untuk menggambarkan rasa terkejut Cindy saat ini, bagaimana tidak ia adalah ketua grup fans fanatik kang sya tapi tak tau kabar sepenting ini....


" ga...ga...mungkin..." Cindy menggeleng dengan ekspresi wajah yg masih tidak percaya


kakang tau ini tidak akan mudah ,ia benci dengan hal yg menyusahkan semacam ini apalagi menyangkut hati padahal rasanya akhi tidak pernah memberikan harapan untuk siapapun,bahkan untuk dekat dengan akhwat saja dia tidak pernah .


kakang mengeluarkan cincin yg tergantung manis di lehernya sebagai bandul kalung yg ia pakai dan cincin milik Syifa yg dikenakan ukhti itu.


" apa anti masih belum percaya juga??" tanya nya datar ,mata Cindy yg sudah memanas tak bisa membendung lagi air matanya ,inilah yg kakang tak suka membuat akhwat menangis , bunda nya pernah berkata jangan pernah membuat seorang akhwat menangis tapi hari ini ia tidak mengindahkan peringatan bundanya itu.


"ini semua pasti gara gara loe kan,dasar cewek gatel....loe pasti udah hamil di luar nikah kan dan sengaja minta pertanggungjawaban Rasya..." sarkas Cindy membuat suasana cafe gaduh untung saja sedang tidak terlalu banyak pengunjung dan mereka sedang berada di luar cafe di bagian belakang.


Tangan Cindy hendak meraih Syifa namun kakang dengan sigap menghalaunya, Syifa lumayan terkejut dengan sikap Cindy yg terkesan bar bar,


" jaga sikap loe cin....gue udah mau cape cape meluruskan dan menjelaskan bahkan gue sudah berbicara secara halus tapi loe ga hargai itu..." kang sya menghempaskan tangan Cindy namun tak kasar akhi masih menghargai Cindy adalah seorang perempuan.

__ADS_1


" gue masih menghargai loe sebagai perempuan Cin....loe juga temen gue....maka loe juga jaga harga diri loe sendiri, jangan seperti ini."


" kalau begitu ana dan Syifa pamit , assalamualaikum...." kakang menyelipkan jari jemari Syifa di jemari miliknya dan membawa Syifa masuk ke ruangan meninggalkan Cindy yg masih menangis.


" sorry ..cin...gue harap loe ngerti...." ucap Syifa sebelum akhirnya benar benar pergi.


mereka masuk ke ruangan melihat keempat lainnya tergelonjak kaget dan gelagapan mencari tempat duduk dan kesibukan masing-masing.


" antum berempat kenapa???" tanya kakang dan Syifa.


" emmhhh engga ....kita lagi ....lagi.....main main doang iya kan,zi..." ucap Haikal gelagapan diiringi senyum getir Rai dan Vani.


" anta sudah jujur pada Cindy kang???" tanya Uzi yg dengan santainya tanpa melihat ekspresi Haikal yg sudah tersenyum kecut dan terlihat stupid.


" si*lllll, zi....!!" umpat Haikal membuat Uzi terkekeh.


" oh.. jadi kalian nguping??" ketus Syifa.


" bukan nguping kita melihat ,gimana ga lihat kejadian nya di depan mata..tuhh...." tunjuk Rai ke luar jendela yg dapat melihat satu arah dimana posisi mereka saat bersama Cindy di luar.


kenapa mereka sampai lupa kalau itu tepat di samping kantor kakang....


"kang anta kejam pada ukhti...." ucap Vani


"bukkk...." Syifa memukul kerasa bahu kakang.


"mulutnya...ihh....ucapan adalah do'a kang..." dumel Syifa.


" hehhe sakit yang....aseef keceplosan..." kakang nyengir.


Haikal dan Uzi terkekeh melihat sehebat hebatnya seorang Rasya tetap saja pada akhirnya k.o juga oleh makhluk Allah yg berlabel kan istri .


" mana berani kakang poligami ,fa..lha liat harim nya aja belum apa-apa sudah siap menguliti..." ledek Rai


" engga ya... yang ada anti.. Haikal baru nawaitu sudah babak belur masuk RS..." timpal Syifa


keempat lainnya tergelak mendengar perdebatan mereka tentang poligami sedangkan para kaum Adam nya saja anteng anteng saja..memang sungguh rukun sekali mereka .


Vani tertawa puas melihat kedua sahabatnya berdebat sayang...


" anti bisa tertawa nanti kalau suami anti begitu anti hanya bisa nangis..." ujar Syifa.


" naudubilahimindzalik" gidik Vani sambil mengetuk ngetuk kepalanya ...." antuma berantem saja tidak usah bawa bawa Vani..." jawab Vani menyeka air mata di sudut nya karena puas tertawa..

__ADS_1


kakang yg sedang menyelesaikan pekerjaan pun tak merasa terganggu dengan perdebatan ketiga ukhti di depannya malah sesekali melirik tersenyum melihat interaksi mereka yg terkadang di campuri oleh Haikal dan Uzi.


" Vani ga akan nangis fa.. tapi semua barang yg ada di dapur pada pada terbang..." kekeh Rai


" ihhh Vani ga gitu ....tau tau pas akhi pulang bajunya dah Vani koperi..." ucap Vani sambil mencomot keripik yg tadi mereka beli sebelum ke cafe.


" anta dengar kan ,zi...." pekik kakang yg matanya tetap terfokus pada layar laptop.


" widdiiihhh sadis... hati hati anta ,zi..." ucap Haikal.


Uzi hanya legowo saja mendapat ledekan dari saudara dan sahabat nya.


" lagi pula bukannya poligami itu tidak dilarang ya ?? tanya Haikal yg mendapat sambutan hangat tatapan elang Rai.


" wah wah...kode tuh....minta di hajar..." goda Syifa


" memang tidak tapi dengan syarat anta harus bisa adil bukan hanya dalam materi kal...memangnya anta mau begitu ???bahkan seorang ulama saja belum tentu bisa berlaku adil apalagi anta...." jawab kakang.


" ana hanya bertanya sya bukan berarti mau melakukan itu...."


" masa ??? bukannya baru baru ini mantan anta....uppss...." sahut kakang yg langsung mendapat tatapan penasaran Rai.


" mantan akhi apa kang...." tanya nya dengan mata menyala


" ya salam loe sya ahhh cari mati....bukan, yang.. bukan apa-apa ,,,,," sela haikal dengan cepat


" wahhh seru nih sebentar lagi bakal ada perang dunia ke 4..." ucap Uzi


"bukannya perang dunia baru 2 ,zi...." jawab polos Vani


" kan perang dunia ke tiga nya Rasya dan Syifa...kita cukup jadi penonton saja Van..." Uzi cengengesan diangguki Vani.


" ayo kang cerita mantan akhi kenapa ???" Rai mulai ngegas...


" ahhh anti tanya saja pada akhi....jujur saja kal...." ucap kakang sambil tertawa melihat wajah panik Haikal .


Haikal menghela nafas pendek " bukan apa-apa ukhti.... kata mamah Winda ke rumah, pas kebetulan Rasya dan Syifa disana lalu menanyakan ana ,daripada terjadi kesalahpahaman diantara kita makanya mamah kasih undangan pernikahan kita pada Winda..." jelas Haikal mencoba menenangkan.


Rai menghela nafas lega..


" weleh..weleh....antum berdua rupanya punya fans ,hayoo Rai,, Syifa kalau antuma tidak bisa menjaga hati para barisan mantan sudah siap menunggu akhi berdua...." ucap Uzi menggoda kedua gadis itu.


" liat saja kalau berani..." ucap Syifa melirik kakang dengan tatapan membunuh....

__ADS_1


__ADS_2