
happy reading all π
.
.
.
.
.
.
bismillah
" arghhhhhh.....!!" kakang langsung meringis celana yg dipakai ikut sobek saking tajamnya taring itu dari sana mengucur cairan kental merah segar ....
" astagfirullahaladzim ,,,kakang....ya Allah...!"
Uzi dan Haikal mengejar babi hutan yg sudah mulai limbung dan terbaring di tanah dengan hati hati mereka berdua mengikat dengan tali yg ada dan mengaitkannya pada batang bambu menyuruh yg lain membawanya pada bang ustadz yg sudah menunggu di gudang ponpes .
" kang ....!!!'
Azam segera menyobek bagian celana kakang yg terkena serangan babi hutan agar bisa melihat jelas luka yg ditorehkan ,kakang terduduk di tanah sedikit meringis
luka sepanjang 7 cm kini jelas mengalirkan dar*h, Azam mengambil bekas sobekan celana bahan kakang lalu mengikatkan pada luka kakang dan segera membawa kakang ke UKS ponpes.
" angkat ,,,zi...kal.."
" bismillah...."
" Ferdy ....bawa senapan ke gudang ponpes berikan pada ustadz Rahman...antum berdua ikut Ferdy menemui ustadz Rahman..." titah Azam pada ketiga santri lainnya
" na'am kyai anom....!!!"
gelar baru Azam (kyai muda)
" tahan kang....!!"
"Yanda sebaiknya akhi dibawa saja ke klinik sepertinya ini luka sobekan dan memerlukan tindakan..." Uzi tampak gusar.
" assalamualaikum...a..." bang ustadz menghampiri
" ayo angkat kakang ke mobil ,,, uzi , Haikal antum berdua pulang saja...biar kakang, abi dan yanda yg bawa... " titah Azam mutlak dilaksanakan dan tak bisa ditawar.
"na'am yanda..."
setelah kakang dibawa ke mobil dan pergi menuju klinik , uzi dan Haikal segera pulang .
" kal ana ikut ke rumah yanda ..."
" assalamualaikum...."
" wa'alaikumsalam...."
"astagfirullahaladzim....antum berdua kenapa zi..kal..??" tanya Priscil menunjuk noda darah di jaket Uzi dan Haikal..
" afwan bunda Haikal dan Uzi alhamdulillah tidak apa-apa..."
Rai turun setelah mendengar suara beberapa orang mengobrol , ekspresi yg sama ukhti tunjukan saat melihat Haikal dan Uzi ..
" bunda...." Uzi nampak ragu memberitahukan kabar buruk ini ,akhi mencoba mengatur rangkaian kata yg cocok agar para kaum akhwat penghuni rumah disini tidak terlalu khawatir...
Uzi menghela nafas lalu melirik Haikal yg menganggukan kepalanya seolah berkata yoo silahkan zi....
" bunda...tadi ada sedikit musibah...." ucap Uzi hati hati
deg...
__ADS_1
mendengar kata musibah saja hati Priscil sebagai seorang istri dan ibu langsung meloncat dari tempatnya dengan ketiadaan Azam dan kakang berarti musibah ini menimpa satu diantara mereka atau bahkan keduanya.
Uzi menjelaskan apa yg terjadi tanpa melebih lebihkan dan tanpa mengurangi...
Priscil dan Rai menutup mulut dengan tangannya
" inalillahi...ya Allah kakang...."
" Syifa mana bunda ??" Uzi celingukan
" Syifa sepertinya sudah pulas di kamar...." jawab Rai yg dipeluk Haikal dari samping.
" jangan dulu beritahu Syifa biarkan saja dulu ," ucap Priscil sendu .
" kenapa bun?? bukannya seharusnya ukhti tau ??" tanya Rai
Priscil memiliki firasat sesuatu tentang Syifa dengan semua perubahan mood Syifa dan kakang , semoga saja benar namun ia tak ingin mendahului kehendak Allah,lalu apa jadinya kalau mendengar kabar kakang terkena musibah .
" biar nanti saja kalau ukhti bangun kita beritahukan ,kasian Syifa baru saja tertidur..." ucap Priscil
baru saja selesai berucap bahkan bibir masih terasa basah , Syifa muncul dan sudah berada di tangga .
" beritahu Syifa masalah apa bun ???" bagai tersengat listrik semua tersentak kaget
" astagfirullahaladzim... Syifa bikin kaget saja..." Rai berucap
wajah wajah kaget berubah bingung ,namun Priscil segera menarik Syifa untuk duduk di sofa
" fa...anti jangan berpikiran buruk dulu ," ucap Priscil mengusap lembut punggung mantunya
" apa bun...??" wajah polos itu membuat Priscil ragu...
" tadi sewaktu patroli kakang....."
drtt drrrtt.......
ponsel Priscil berdering ,ukhti menerima panggilan dari Azam
semua yg mendengar sontak bergeming sekaligus penasaran
air wajah Priscil menghangat ada lekukan senyum disana " Alhamdulillah.... na'am by ... wa'alaikumsalam..."
" bagaimana bunda ??, bagaimana keadaan kakang??"
Syifa semakin panik dan kebingungan dengan pertanyaan tak sabar dari Rai
" Alhamdulillah kakang baik baik saja...lukanya sudah ditangani ..."
" Alhamdulillah..." ucap semua seraya mengusapkan kedua telapak tangan ke wajahnya
" apa ???kakang ??? luka ???" Syifa refleks berdiri
" duduk dulu sayang ...kakang tadi terkena serudukan babi hutan dan melukai kakinya ..." jelas Priscil, Syifa yg mendengar siap melontarkan kalimat terkejut dan tak percaya nya ,tapi percayalah Priscil dengan sigap langsung menyanggahnya " tapi Alhamdulillah...akhi baik baik saja...besok pagi sudah bisa pulang dan rawat jalan..." ucap Priscil
Syifa nampak tak terhibur dengan ucapan Priscil
" Syifa harus kesana bunda... Syifa harus liat keadaan kakang bun..." tangisnya lolos , sebenarnya terkesan lebay atau berlebihan bagi orang lain tapi tidak bagi Syifa atau mungkin memang akhir-akhir ini perasaan nya lebih sensitif...ia pun tak tau
karena Syifa yg terus memaksa dan merengek layaknya anak kecil ,mau tak mau Uzi mengantar Syifa dan yg lain menunggu di rumah
sepanjang jalan Syifa tak diam , ukhti tak bisa duduk tenang barang sedetik saja , Uzi sepertinya harus ekstra sabar menghadapi Syifa dalam mode lebaynya ini yg menyuruhnya melajukan mobil dengan cepat bahkan ukhti bilang bahwa Uzi seperti siput...dan masih banyak ocehan lainnya.
brakk....
" kakang....!!" Syifa setengah berlari menghampiri kakang yg tengah terduduk di ranjang pasien ,luka kakinya sudah mendapatkan perawatan.
ukhti menghambur memeluk kakang yg sedikit terjengkat ke belakang karena tak siap ,tak peduli kalau disana ada Azam dan bang ustadz sepaket wajah kebingungan nya,ukhti terlihat seperti sedang menyambut suami yg bangun dari kematian.
" fa...kenapa anti bisa disini??" pertanyaan yg seharusnya tak akhi tanyakan , Uzi menyusul masuk.
__ADS_1
" fa..anti berjalan cepat sekali..." Uzi terlihat ngos ngosan..
" udah disuruh hati hati juga .." mood Syifa terlihat swing...baru saja ia menangis sesenggukan melihat keadaan kakang sya, tapi sekarang sudah berubah bibirnya mengerucut tatapannya kesal bahkan ukhti memukul lengan kang sya.
" aww fa...suami kena musibah malah dipukul..." aduh kakang yg masih memeluk pinggang Syifa.
Azam dan bang ustadz keluar dari ruangan menerawang apa yg akan terjadi ,mengingat dulu saat mereka sedang hangat hangatnya usia pernikahan ,betapa bucinnya dan memalukannya mereka ,terkadang membuatnya tertawa sendiri... sedangkan Uzi yg masih polos sepolos lembaran kertas HVS ,diam tak bergeming menurutnya sudah hal yg biasa akhi berada di situasi seperti ini, kejombloan yg haqiqi ya zi...
melihat kemesraan sepasang muda mudi dimabuk cinta di depannya Uzi seakan meredup wajah Vani terkenang ,apa kabar ukhti disana ??apa ukhti juga sedang memikirkan ana ??? uzi menggelengkan kepalanya segera tersadar dari lamunannya bersama Vani
di depannya tanpa malu kedua sejoli ini saling cubit cubitan mesra tapi sesaat kemudian saling dorong dorongan kesal.
" aneh..."
akhi memutuskan keluar dari ruangan berniat menyusul kedua laki laki dewasa itu namun akhi tak menemuinya,akhi duduk di kursi tunggu depan ruangan kakang ,kebetulan menghadap ke sebuah halaman rumah sakit,yg lengang karena kondisinya tengah malam hanya beberapa perawat saja tampak lalu lalang untuk mengecek pasien,pas sekali suasananya untuk melanjutkan lamunannya tadi namun akhi teringat pesan abi nya untuk tidak melamun,katanya memberi jalan syaitan untuk masuk, lebih baik akhi shalat dan berdzikir...
segera Uzi menuju mushola RS dan mengambil air wudhu dalam doa nya terselip sebuah nama , yg selalu menjadi harapannya , tidak dipungkiri akhi masih berharap semua berjalan sesuai keinginannya meskipun manusia hanya mampu berencana dan Allah lah yg memutuskan.
hebatnya perjuangan Uzi guysss , sepadan dengan yg akan didapatkan nya ya insyaallah.... aamiin allahumma aamiin......
pagi hari setelah dokter mengecek keadaan kakang , akhirnya kakang bisa kembali ke rumah dan melakukan perawatan di rumah.
" stopp....yanda....!!" kakang menyetop mobil yg tengah melaju , Azam melihat dari spion pengemudi
" ada apa ??"
Syifa pun sama meliriknya
" ana mau itu yanda....fa belikan ana mie ayam itu sepertinya enak !!" ucap kakang yg berbinar membayangkan betapa enaknya saat orang yg tengah memakannya begitu bersemangat sampai berpeluh...
Azam melongo tak percaya seumur hidup mengurus anaknya ini jarang sekali kakang meminta makanan yg berkuah saus seperti itu...
" anta yakin kang ?? setau yanda anta kurang suka dengan mie ayam...." sanggah Azam
" ana mau itu yanda...cepat belikan fa...minta tolong ya sayang..."kakang mengerjap lucu, Syifa tak tega untuk menolak ia pun mengangguk
" tunggu sebentar ya...apa yanda juga mau Syifa belikan ??"
"ahh tidak usah fa...syukron..." jawab Azam dengan senyum tulus
Syifa keluar dari mobil ,namun sepertinya kedai mie ayam itu ramai sekali jadi Syifa harus mengantri
saat tiba bagian Syifa ternyata mie ayam itu sudah habis..
" lama lama mengantri malah habis....." ia kembali dengan tangan kosong ,mencoba menahan genangan air dipelupuk matanya.
" kang ....." ia menunduk ada rasa bersalah dan kecewa mengingat wajah berbinar kakang sya tadi .
" mana mie ayamnya fa ??" dengan tatapan penuh harap
" mie ayamnya habis kang..." Syifa mulai melelehkan air matanya
kakang terlihat kecewa namun hatinya lebih sakit jika melihat Syifa menangis " ya sudah fa..tak apa-apa...kita cari saja pedagang lainnya..."
Azam yg melihat adegan dengan tema cinta yg berlebihan ini merasa canggung,rasanya dulu dia dan Priscil tidak sealay ini...
hayooo giliran Yanda yg dikerjain sama pasangan muda ini...
namun apa daya sudah hampir 2 jam mereka berputar putar bahkan si sepanjang jalan sampai mendekati rumah mereka tak menemukan pedagang mie ayam lainnya , pedagang mie ayam bagai hilang di telan bumi di saat saat genting seperti ini.
keduanya sama sama kecewa ,namun apa mau dikata ...
"kalau anta masih mau mie ayam,buat saja sendiri di rumah kang..." Azam bersuara dari kursi pengemudi,wajah keduanya kembali cerah atas usul Azam
" nah ide bagus...." kakang mengangguk cepat membayangkan kembali lidahnya dimanjakan dengan rasa saus berpadu bumbu rempah ayam suwirnya.
"coba tanya bunda...setau yanda, mie ayam buat ane bunda t.o.p...."
" wahh bunda mah jago bikin apapun....!!" ucap kakang
__ADS_1
" fa ana mau mie ayam buatan anti...anti tanya sama bunda bagaimana caranya ya..." tambah kakang memohon.
senyum cerah Syifa tak lama berubah getir...anta kan tau kang ana tak bisa memasak....ia menghembuskan nafas kasar,kali ini kakang benar benar mengerjai nya.