
seminggu berlalu syifa baru mengetahui secara langsung kalau gadis itu bernama Hawa pasalnya syifa masih sekolah formal mungkin beberapa hari lagi ia akan segera pindah untuk fokus mondok kini mereka sedang berada di masjid ponpes mengadakan kajian
"baiklah siapa yg siap membacakan ayat selanjutnya..???"tanya teh Nurul
Hawa mengangkat tangannya lalu ustadzah Nurul mempersilahkan ,begitu menggetarkan hati ,tajwid dan makhrajnya pun sempurna ia lafalkan patut lah ia anak seorang habib ditambah kecantikan parasnya membuat siapa saja ikhwan yg memandang akan langsung jatuh cinta
"gila... suaranya bagus Rai..."bisik syifa
"iya ,,ukhti itu anak Habib Maliq teman Yanda di Maroko beliau salah satu pengajar di sebuah ponpes disana ....ukhti itu teman kecil ana dan kakang ,dari dulu ukhti menyukai kakang mungkin sampai sekarang sepertinya kamu mendapat saingan fa untuk mendapatkan kakang...."ucap Rai terkekeh
kreekkk....
kenapa ada rasa sesak dan panas di hati syifa mendengar ucapan Rai bahkan kecewa ,terang saja bila disandingkan dia dan Hawa bagai bumi dan langit jauhnya kebangetan ia merasa ciut entah karena pesimis ia hanya harus bersiap-siap jika harus patah hati...
"uhhh saingan berat fa...."ledekan Vani membuat syifa semakin membuatnya ragu pada kang sya
hari ini ia akan ke perpustakaan , ditangannya banyak sekali buku untuknya menghafal karena besok mulai ujian akhir semester ganjil
tak sengaja ia menangkap moment yg membuatnya semakin kecewa pada Rasya,,, seorang Hawa tengah mengekori Rasya bahkan merengek manja pada Rasya,kakang pun terlihat tak bisa menolak entah apa yg mereka bicarakan Syifa membuang mukanya ke arah lain ia sangat ingat kalimat terakhir yg kakang ucapkan di sungai something about keep your heart for me...
apa itu hanyalah gombalan receh kakang lainnya hanya untuk membuatnya senang,apa kini setelah kedatangan Hawa janji itu sudah tidak berlaku syifa duduk di bangku perpustakaan bukan untuk membaca namun untuk merenung
" apa patah hati itu sesakit ini ya Allah..." gumamnya
"fa ..... perpustakaan tuh tempat buat baca bukan tempat buat orang galau..." Haikal duduk di samping syifa dengan berjarak
"so tau loe....loe sendiri ngapain kesini gue yakin bukan mau baca" tebak Syifa menaikan alisnya sebelah
"hahahha sotoy...gue baca ko...baca ini...." ucap Haikal
syifa melihat judul buku yg sedang Haikal baca "cara menaklukkan wanita judes"
tawa syifa pecah "kocak loe pasti ini Rai kan ???" Haikal mengangguk
"loe sendiri malah galau makanya jangan so jual mahal ....gue tau loe lagi galau karena Rasya sama si Hawa kan ,"
syifa terdiam ekspresi nya berubah dari tertawa menjadi datar "hahahaha sudah gue duga muka loe jelek fa kaya nasi basi..." ucapnya
"gue yakin ko Rasya sukanya sama loe fa.... walaupun ya otak loe gesrek,loe juga bandel,loe juga ga cantik cantik amat..."ledek Haikal
" hahaha kampr*t loe......"jawab syifa terkekeh
"loe juga mesti percaya fa.....oh ya gue denger loe sering modifin motor ya fa...boleh tuh gue coba gue anak motor fa..."
"boleh aja....oke ntar lah kapan kapan panggil aja gue....jawab syifa
"oh ya nanti liburan loe balik???kalo gue balik dulu ke Jakarta ada urusan yg musti gue selesaikan...gue titip jodoh gue ya fa....yayang Raisya...."kekehnya
" cihhhhh gue kayanya pulang tapi bentar ... iya deh jodohnya Rai ...." jawabnya
obrolannya bersama Haikal sedikit banyaknya menghibur syifa
" udah ahh gue mau baca ini lagi siapa aja Rai bisa nyangkut ..."
__ADS_1
" hahahaha emangnya Rai ikan dasar loe...jawab syifa
πΊπΊπΊπΊπ΄π΄πΊπΊπΊπΊ
setiap hari syifa selalu disuguhkan dengan pemandangan yang membuatnya merasa panas dan sesak "apa gue harus lepas aja Rasya....apa gue harus nyerah... pikirnya perasaan nya beda saat melihat Cindy dan Hawa padahal dulu Cindy terang terangan menyukai Rasya tapu syifa tidak merasakan segalau ini saat Hawa mendekati Rasya
sudah beberapa hari ini Syifa jarang bertemu Rasya sekalinya bertemu Hawa selalu mengekor kakang layaknya anak itik pada induknya, paling kalau berangkat sekolah itupun syifa selalu menyumpal kupingnya dengan headset lalu berlalu begitu saja seakan sedang menghindar
" zi ...syifa kenapa sih...??"heran kakang yg masih belum sadar
"zii...ana risih sekali ,Hawa selalu saja ngintilin ana takut syifa salah paham zi..." ucap kakang di kelas
" bukan takut lagi kang ,syifa memang sering lihat anta bersama Hawa..." ucap uzi
"hah ?? yang betul zi,,,waduh kacau ini lagian yanda juga ngapain menitipkanHawa pada ana zi kaya anak kucing saja dititipkan ana jadi serba salah ,"kakang mengusap wajah nya kasar
"ana harus bagaimana ya zi...."ucap kakang
"anta harus jelaskan secepatnya kang pada syifa..."saran uzi
"pantas saja zi,syifa menjadi dingin sama ana..." ucap kakang
siang ini sepulang sekolah kakang berencana mengajak syifa makan diluar sambil bicara
" loh sya...ko kita kesini ???" ucap Syifa saat mobil dibelokkan ke parkiran sebuah rumah makan
"heeemmm harusnya ana ajak vani kemari ...."gumam uzi yg menyadari dirinya hanya akan menjadi kambing conge pasangan yg tengah dilanda kegalauan
"kita makan dulu fa ,ana dan uzi mendadak lapar ..." jawab kang sya sambil melirik syifa
"fa....maaf....." ucapnya membuat syifa mendongak
"hemm maaf untuk???"
"ana sendiri yg melanggar janji dan ucapan ana tempo hari ,tapi jujur Hawa bukanlah siapa siapa ana " ucap kang sya kali ini serius jauh dari wajah yg selalu menampilkan kekocakannya
syifa menaruh alat makannya" aku tidak marah sya...lagipula wajar saja toh kita belum ada hubungan apa-apa kan??"ucap syifa tajam seakan mengisyaratkan luka hatinya yg ia rasakan akhir akhir ini
perkataan Syifa memang ada benarnya tapi kenapa terasa begitu menyakitkan ia merasa ditampar bukan dengan kata katanya tapi dengan sorot mata yg memancarkan luka dan kekecewaan
"sekali lagi maafkan ana fa ,ana janji akan menjelaskan semuanya pada Hawa ..." mohon kakang
"jangan membuat janji takut kamu tidak bisa menepati ....."syifa mengingat beberapa hari ini ia melihat kakang dan Hawa selalu bersama kakang pun terkesan tidak menolak dan menerima seakan lupa dengan ucapannya pada syifa yg membuatnya melambung kini ia pula yg menjatuhkannya syifa beranjak meninggalkan kedua cowok itu menuju mobil
"fa .. tunggu fa...zi bayar..." kakang mengejar syifa
" hah giliran yg beginian ana..." uzi membayar bill
"aduh kenapa gue kaya gini sih...." benak syifa "kan keliatan banget gue ambeukan...."
"tap.....
"fa jalannya jangan cepat cepat..." kang sya meraih tangan syifa "anti harus percaya fa sama ana..." pintanya lagi
__ADS_1
"oke aku percaya sama kamu sya ,jaga kepercayaan ku jangan sampai kamu rusak..." ucap syifa tajam kakang mengangguk
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»
tak terasa sudah hampir tiga bulan waktu berlalu syifa makin mantap untuk pindah kesini walaupun ada sesuatu yg selalu mengganjal di hatinya tidak ia pungkiri selalu cemburu pada Hawa
" syifa ...syifa you are stupid .....dulu aja loe so so jual mahal banget sama Rasya .... sekarang aja loe cemburu...." benaknya
"hayooo ngelamunin apa nih...." ucap priscil
" ga tau nih bun syifa tuh akhir akhir ini sering ngelamun pikirannya manteng kaya tali layangan.." ledek Vani
sore hari selepas pulang sekolah syifa,,,mereka sedang ada di studio musik di rumah Priscil ,,sebentar lagi liburan semesteran ,selama ini mereka berlatih band namun tidak ada yg tau mereka berencana tampil di acara pembagian rapot semester ganjil
" iya lagi galon yaaaa...apa kakang penyebabnya fa...ledek Rai
"engga ihh...." jawab syifa berbohong "udah ahh ayo latihan lagi..."ajaknya mengalihkan pembicaraan
mereka merampungkan latihannya "udah ga usah lama-lama lagian kalian juga sudah mahir tinggal nunggu hari H kita beri kejutan buat mereka girls...." ucap priscil
tak lama Rai dan Vani keluar dari sana hendak membuat minum
ting tong ....ting... tong.....
"assalamualaikum...."
"wa'alaikumsalam....."
"fa bentar ya sepertinya ada tamu....bunda kedepan dulu ya...." pamit priscil syifa mengangguk
"ehhh ka Nur.....habib....." ucap priscil
"by.... ada tamu...."pekik Priscil
Rai kembali bersama Vani
"ada tamu ya??" tanya syifa
"iya mereka orangtua Hawa fa....habib Maliq dan umi Nur......"jawab Rai
"ohh..." syifa dan Vani berohria
"aduh gue kebelet nih ..."syifa keluar mencari toilet
"ahhh lega...." ia keluar dari toilet saat hendak kembali ia tak sengaja mendengar pembicaraan para orangtua di depan
"bagaimana kalau anta jodohkan Rasya dengan putri ana Hawa...,zam???" ucap habib Maliq di balas tawa Azam dan senyum priscil
bagai disambar petir disiang bolong syifa merasa kakinya lemas dia tak percaya yg ia dengar baru saja ia mencoba untuk percaya pada Rasya ,tapi saat ini ia harus mendengar bahwa mereka akan dijodohkan.....karena takut ketauan syifa melangkahkan kakinya kembali ke studio
"anti kenapa fa???"tanya Vani ,air mata syifa tak terbendung..
"apa kah kini ia harus menyerah dengan perasaannya terhadap Rasya ,apa memang mereka bukan jodohnya???"
__ADS_1
TBC.