
happy reading all π
.
.
.
.
.
.
.
"saya terima nikah dan kawinnya RAISYA AL-RAZZAM binti FATEH AL-RAZZAM dengan mahar tersebut tunai..."
hening dan kekhidmatan yang menyelimuti masjid bernuansa putih dan biru laut ini ,di tengah suasana liburan .
tangan putih berlukiskan henna namun terbalut sarung tangan tipis nan menerawang menangkup wajahnya yg nampak tegang setelah terdengar suara yg menggema dari semua pihak yg terlibat di dalamnya,ia berjalan menuju tengah ruangan masjid dimana mempelai pria menunggu.
" bruukkk......"
seseorang menabrak pintu masjid cukup keras karena tak hati hati ...
beberapa orang tersentak
" assef......"
"bro ini cincinnya...." senyum lebar tanda bersalah sekaligus lega ditunjukkan oleh kang sya
" uhh Alhamdulillah...." gumam Haikal dan Rai
flashback on
" sudah???tak ada yg tertinggal???" pekik bunda Priscil dari ruang tengah
" beres bunda....."
" kamera ,cincin nikah ???" tanya nya lagi begitu cerewet menurut kakang .
" sud....." matanya membola seketika meraba raba saku jas nya yg dimana tadi ia menyimpan kotak dua buah cincin pernikahan sang adik kembar yg dititipkan oleh tante Salsa padanya ...
" ya Allah mampooosss gue.... cincinnya kemana???" ia meraba raba seluruh saku yg menempel menjadi pelengkap jas hitam miliknya .
"bun....mati ana bun...bisa ditembak di tempat oleh om Gio, Haikal dan Yanda...."
" anta kenapa sih.... ngelantur saja..." ucap Priscil yg sedikit tersentak karena kakang yg panik tak jelas menurut nya.
" tadi kakang naro cincin Rai disini terus kakang taro di mana lagi ya ...lupa...." ucapnya sambil memetakan tangannya yg merekonstruksi adegan flashback saat menyimpan cincin.
Priscil yg paham seketika melotot dan menepuk bahu anak sulungnya itu keras.
" jangan bercanda.....!!!!!"namun kakang terdiam menatap sang bunda tanpa ekspresi candaan yg biasa ia perlihatkan.
__ADS_1
" yang bener kang ,anta jangan bercanda...ga lucu...maksud anta cincin nikahan Rai ???" Priscil mengatupkan mulutnya yg tak sadar menganga.
" aseef bun....kakang cari dulu....bunda duluan saja..." ucap kakang buru buru.
" ya sudah bunda duluan segera temukan kalau anta tidak mau mati muda...." ucapnya bergegas ,ukhti geleng-geleng kepala melihat kecerobohan kakang.
" na'am bun...."
" gilaaakkk ana taro dimana cincin Rai...." ia berlari ke kamar mencari kotak cincin berwarna biru dongker berpita itu.
"bunda kakang mana???" tanya Syifa dibarengi Vani dan Uzi.
" kakang sedang mencari cincin nikah Rai dan Haikal ,akhi lupa menyimpan nya..." cicit Priscil
" apa!!!!" pekik Syifa tertahan dan tatapan kaget Uzi
"kebiasaan akhi ini ceroboh....." gumam Uzi
" ya sudah Syifa bantu cari deh biar cepat bun..." Priscil mengangguk Syifa sedikit mengangkat roknya dan berjalan cepat disusul Vani .
" ana pun ikut bantu mencari bun... assalamualaikum..." Uzi bergegas menyusul Syifa , Vani dan kakang.
pagi pagi di hari pernikahan adik kembarnya kakang sudah membuat kehebohan ,tak bisakah kang...di hari sepenting ini anta tak berulah....
" bunda kakang mana ???ijab qabul sudah mau mulai ??" Rai resah menunggu sang kaka.
mungkin karena rasa ikatan batin mereka yg kuat menjadikan Rai selalu dekat dengan kang sya,seakan tidak ingin melewatkan momen apapun tanpa kehadiran sang kaka kembar
"kakang sudah menunggu di luar bersama yg lain , Rai tidak usah khawatir...." ucap Priscil yg melihat wajah cantik nan manis anak gadisnya
_____________________
"Alhamdulillah ....kakang nih bikin jantungan saja..." dumel Syifa
" Alhamdulillah kalo sampai tak ketemu anta pasti dihajar Rai habis habisan,sya..." tambah Vani yg mengusap peluh di keningnya
Uzi mengambil tissue di meja dekat TV dan mengusap lembut sisa peluh di pelipis Vani" lap nya pakai tissue jangan pake kebaya...." dengan penuh perhatian membuat Vani terkejut tentu saja namun seketika wajahnya blushing.
" heh antum berdua belum makhram...." sarkas kakang menyela kegiatan heroik Uzi .
" anta nih apa sih kang,ana hanya membantu Vani lagipula tidak menyentuh ...." ujar Uzi tak terima
" anta memang tidak menyentuh Vani,tapi jangan bikin anak gadis orang jadi gelagapan tak jelas gitu..." kekeh kang sya melihat Vani yg sudah gugup.
" hah ???" Uzi segera melirik Vani " aseef Van..." karena kakang menyinggung nya kini Uzi pun menjadi sama sama gugup ,tak menyangka sikapnya barusan sudah membuat jiwa kejombloan mereka meleleh...
" sudah sudah....kakang segera ke masjid saja sekarang,bunda dari tadi menelfon Bunda bilang Rai menanyakan anta terus...." ujar Syifa.
" ya sudah ana duluan ,zi Syifa bareng anta ..." kakang segera berlari
flashback off
______________
Haikal menyematkan cincin di jari Rai begitupun sebaliknya lalu mengecup kening Rai
__ADS_1
" bruukk..."
" ehhhh......"
kakang sedikit terhuyung ke belakang tak siap menerima tubrukan di dadanya ,,, Rai menghambur ke pelukannya
" awww anti main seruduk seruduk saja seperti banteng...." cicit kakang sedikit meringis
Haikal yg melihat gadis yg sudah sah menjadi istrinya itu menatap tersenyum, sebegitu dekatnya Rai dan kang sya ,baru kali ini akhi melihat kedekatan adik kaka yg seperti ini, selama ini yang akhi lihat hanya pertengkaran dan keusilan diantara mereka bahkan tak jarang saling serang tapi hari ini kasih sayang itu nyata adanya ,kakang dengan terang terangan menjadi garda terdepan orang yg paling posesif perihal ikhwan yg akan mendekati adiknya itu.
"puk..puk..puk..."
"anti tak malu oleh Haikal..." cicit kakang seraya tangannya menepuk nepuk punggung adiknya ,namun seperti mengesampingkan rasa malunya Rai menggeleng untuk sejenak ukhti ingin seperti ini menyesap aroma tubuh dan merasakan pelukan hangat sang abang ,seakan tak ikhlas bila harus pergi jauh darinya yg selama ini menjadi cinta keduanya setelah Allah dan kedua orangtuanya.
"anti tak takut di timpuk sendal oleh Syifa ???" tanya kakang lagi dengan kekehan
Rai mendongakkan kepala , wajahnya sudah berurai air mata,entah kenapa hari ini ia sangat cengeng padahal ukhti masih akan berada disini untuk setahun kedepan .
acara sudah berakhir mereka memutuskan untuk resepsi diadakan di Jakarta saat mereka sudah lulus dari pondok.
di ruang tamu kini bertambah satu lagi anggota keluarga baru mereka yaitu Haikal ,mereka tengah berada si rumah ponpes bersama keluarga Haikal
Priscil menatap Rai sedikit terharu, di usia yg sama bahkan lebih cepat darinya anak anak nya mempunyai takdir yg sama dengannya menikah muda...
" kalau anti belum siap memiliki baby bersama Haikal lebih baik ditunda saja dulu ya " ucapan kekhawatiran itu lolos dari bibir Priscil.
ia tau bagaimana manjanya Rai,hingga kekhawatiran selalu menggantung di benaknya .
"ihh bunda ngapain ngomongin itu sih..." Rai mengipas ngipaskan wajahnya yg menghangat .
Priscil tertawa kecil" tuh kan...bunda masih sangsi anti dan Haikal punya baby...anti masih punya cita-cita kan ???" usap lembut seorang ibu di punggung anaknya.
seketika suasana menjadi haru keduanya berpelukan seolah akan berpisah lama dan jauh.
" Rai mau tinggal sama bunda aja...." tangisannya dalam pelukan bundanya.
keluarlah sisi manja Raisya yg selalu nampak angkuh dan terkesan gadis yang dingin di luar..
" La....kemanapun suami anti berada disitu anti berpijak ,pintu rumah ini selalu terbuka buat anti dan akhi disaat kalian ingin pulang..." ucap Priscil
Rai bergantian memeluk Azam,seolah tak malu di lihat oleh semua orang termasuk Haikal dan keluarga nya ,bagi Azam pun Rai tetaplah putri kecilnya
" ting..tong....."
" assalamualaikum....."
" waalaikumsalam....."
" ukhti Annisa...!!! akhi Ahmed..!!!" pekik Priscil yg menyongsong kedatangan tamu jauhnya ini
" hay Priscil....!!!" pekik gembira Annisa..
" Ahmed ..Nissa...,welcome...!!!" ucap Azam ikut menyongsong.
semua sontak menengok pada tamu yg dimaksud
__ADS_1
dari belakang Annisa dan Ahmed muncul seorang akhi dengan tubuh tinggi putih , rambutnya sedikit ikal berparas ke arab araban dengan hidung mancung nya
" Fayeez.....!!!" mata kakang dan Rai membola sambil bergumam ...