Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
pelukan Teletubbies


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


syifa masih melamun dengan memutar mutar garpunya ,,,,ia memutuskan untuk lebih lama berada di kantin RS sendiri setelah Azam dan Priscil kembali ke ruangan rawat Rai


pikirannya melayang memikirkan rangkaian kata kata seperti apa untuk menyampaikan permintaan Azam dan priscil tadi pada ayah dan ibu sambungnya


di hati ia merasakan senang namun kini ia bingung bukankah kalau menikah di waktu sekolah nanti orang orang berfikir ia kecelakaan...apa jawaban ayahnya kelak ....


"hayoo..." Vani menepuk pundak Syifa sontak syifa mendongak "astagfirullah.... Van...doyan banget sih bikin ana jantungan...."


"anti kenapa sih ,tuh liat makanannya malah cuman diaduk aduk saja ,jadinya mubadzir...." Vani mengambil posisi di depan Syifa


"ahhh ya Allah...." Syifa mengusap wajahnya lalu menghentikan aktivitas nya


" anti sedang memikirkan apa ???" tanya Vani mengambil jus milik Syifa dan meminumnya


"om Azam dan bunda tadi mengajak ngobrol, Van....mereka bilang berniat melamar ku untuk Rasya mereka ingin aku menyampaikan pada ayah dan ibu ku ..."


"uhuk....uhuk....." Vani terbatuk dan menyemburkan jus dari mulutnya


"astagfirullah .. Van..ahhh " Syifa langsung menghindar dan berdiri


"maaf maaf...."Vani mengambil tissu di hadapan mereka ".


" nahh itu tuh makanya minuman punya orang jangan asal minum tanpa ijin ,kualat kan..." ucap Syifa yg langsung tertawa


"ihhh Syifa....". Vani merapihkan penampilannya dan mengelap bekas jus yg sedikit mengenai meja


" iya ana salah....maaf ,,minta ya fa..." nyengirnya


"telat....!! udah abis juga" sarkas syifa .


" hehehehe,abis ana auusss fa...ana habis olahraga jantung... "kekehnya


" kenapa???"


" uzi nyatain perasaannya pada ana fa..."Vani senyum senyum sendiri


"cihhh....yg lagi jatuh cinta....senyum senyum sendiri kaya orang gila ...." jawab Syifa kembali duduk


" oh iya fa terus itu gimana??? wahhh senengnya..." Vani teringat ucapan Syifa


"seneng sih Van.. tapi aku bingung kalau aku dan Rasya menikah di usia kita yg masih sekolah apa kata ayahku apa kata orang lain tidakkah mereka pikir aku dan Rasya sudah....." gidik syifa"naudzubillah himindzalik...."


"menurutku lebih baik bicara saja pada kedua orangtuamu fa.... bagaimana baiknya..." ucap Vani Syifa menimbang nimbang saran Vani

__ADS_1


"ya sudah lah Van,,itu aku fikirkan nanti saja... sekarang kita liat Rai saja ... yuu.."ajak syifa menarik tangan Vani


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Rai mulai mengumpulkan kesadarannya, sayup sayup terdengar suara orang orang mengobrol di ruangannya,ia mengerjapkan matanya beberapa kali


" bunda.... " suara parau nya sangat pelan sampai hampir tak terdengar


"Rai.... Alhamdulillah...." semua sontak melihat ke arah si gadis chubby berjilbab ini


"Bun...."


"iya sayangnya bunda...." jawab Priscil mendekat


"Rai hauss...." rintihnya yg masih lemas


" sebentar ya , Yanda panggilkan dulu suster atau dokter ..." ucap Azam


tak lama Azam kembali bersama seorang dokter dan suster memeriksa kondisi Rai


" boleh minum namun hanya sedikit saja dahulu ya...."


lalu dokter itu permisi ,priscil segera menyendokkan air minum dan meminumkannya pada Rai


setidaknya air itu bisa membasahi mulut Rai yg kering , Priscil dan Azam sedikit meninggikan posisi kepala Rai


"ceklek...."


"assalamualaikum... Rai...." sapa antusias kedua gadis ini


"wa'alaikumsalam...hay..." mereka berdua memeluk Rai dan disambut oleh gadis cantik itu


"yaaahh Teletubbies berpelukan....ikutann...." pekik kakang sya ,yg mendekati ketiga gadis yg tengah berpelukan ini ,


"anta mau apa???" tahan uzi


"mmppffftt.....anta memang PO...PO...cong....." kekeh uzi


" sini anta peluk ana saja..." ucap Haikal


"ihhh ogah ana masih normal ana masih suka akhwat..." jawab kakang


"sudah sudah antum berisik saja ...kalau mau berantem di luar saja . " sahut Azam


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


beberapa hari Rai berada di rumah sakit ia sudah tak betah berada disana ,ukhti ingin segera pulang , seperti biasa dokter datang setiap harinya ini mungkin hari ke 5 Rai dirawat


"besok sudah boleh pulang ya bu,," ucap si dokter


senyum manis terlukis indah di wajah cantiknya termasuk Priscil terlihat dari matanya yg menyipit


"Alhamdulillah... na'am dok...."


"kalau begitu saya permisi ..."


" syukron...." ucap Rai dam Priscil


" bunda kabari yanda dulu ya...."


"na'am bunda...."


sepeninggal dokter Priscil pun keluar untuk menghubungi Azam


Rai sudah membayangkan wajah wajah yg akan ditemuinya sepulang dari RS , terutama wajah Haikal yg sejak lama selalu mengusik pikirannya, Rai melihat kesungguhan akhi sejak pertama kini ia semakin yakin kalau Haikal memang benar-benar serius padanya


"anak bunda sedang melamun ya ??? ngelamunin siapa sih???kepooo nihh..." priscil duduk di kursi samping ranjang

__ADS_1


" heeemm tidak ko bun...ana hanya tak sabar saja bertemu orang-orang ponpes...." jawabnya


"ponpes apa Haikal???" tanya Priscil menggoda Rai yg wajahnya sudah merona


"ihh bunda...apa sih...."ia memalingkan wajahnya


"bun....apa menurut bunda , syarat Rai keterlaluan ya???"


" syarat apa sayang...."


"syarat yg Rai ajukan untuk akhi ..." jawab Rai dengan sedikit penyesalan...


"emmhhh namanya juga persyaratan kalo yg gampang itu makan gorengan...." jawab asal Priscil


"ihh bunda serius...." rengek Rai


" dua rius....." jawab Priscil lagi membuat anaknya sedikit kesal


"apanya sih yg dua rius???" suara bariton terdengar dari arah pintu


"yanda...." sapa Rai


"assalamualaikum....."


"wa'alaikumsalam......"


" hubby ,udah sampe ko ga ngabarin khumai by ,kalo hubby mau kesini???"


"iya tadi sekalian jalan hubby pulang meeting kebetulan searah dengan RS... jadi hubby langsung saja kesini .....habisnya hubby kangen ...." Azam memeluk Priscil ,mereka mengobrol dan saling peluk seperti tidak ada orang saja di ruangan ini


"hemmm anak kalian dikacangin ini...." ketus Rai sambil bersidekap ,selalu begitu kebiasaan kedua orangtuanya ini bila sudah berduaan bisa jadi bucin tingkat dewa kalau kata kakang sya


" heheheh....." kekeh mereka


"jadi besok anti sudah boleh pulang..?" tanya Azam membuka jas dan dasinya


"iya yanda..... "


"bunda belikan dulu minum ya untuk yanda..." Priscil pamit pada Rai dan Azam


" yanda. ..ana mau tanya sesuatu...." Rai menunduk dengan suara pelan ia memberanikan diri untuk berucap


" apa ???" Azam mengambil posisi di kursi yg tadi Priscil duduki


"apa menurut yanda ,syarat ana tidak terlalu berat untuk Haikal dan keluarga??" tanya nya


Azam membuang nafas panjang "jujur kalau menurut laki laki mungkin syarat itu terlalu berat ,untuk menunggu selama itu ,lagipula dalam islam mengajarkan hendaklah segera menikah bila sudah berkhitbah ,mungkin maksudnya takut terjadi hal-hal yg tidak diinginkan..."ucap Azam


"apa dulu bunda mengajukan persyaratan saat dilamar Yanda???"


Azam menggeleng "Alhamdulillah nya tidak...bundamu memberikan cintanya tak bersyarat...." ucap Azam


"coba kalau ukhti seperti anti ,,wahhh bisa bisa yanda lumutan..." jawab Azam , Rai tersenyum getir


"Rai ...yanda paham anti belum bisa sepenuhnya percaya pada akhi ,banyak sekali ketakutan,yanda pun tau kalau anti masih punya cita-cita,tapi yanda yakin nak menikah adalah ibadah ,,Allah tidak mungkin menutup niat baik seseorang oleh ibadah justru insyaallah karena ibadah itu anti akan lebih dipermudah untuk menggapai cita cita anti... buktinya seperti yanda dulu...." jelas Azam


Rai mengangguk paham


" apapun keputusan anti insyaallah,yanda dan bunda akan selalu dukung...selama itu baik dan tidak menyalahi aturan agama fahimtum...."


"na'am yanda fahimna...."


"yanda , Rai bersedia kapan saja dikhitbah akhi ....tidak harus selesai Rai kuliah dan mendapatkan gelar ....namun Rai tetap akan teguh pada pendirian kalau Rai tidak akan ngarunghal kakang...." ucapnya , Azam tersenyum mendengar jawaban putrinya itu lalu mengusap kepala yg berbalut jilbab dan mencium kening anak gadisnya yg sudah dewasa ini.....


"kita tunggu saja,,,,kapan kakangmu akan mengkhitbah Syifa...."


"memangnya kapan yanda???"

__ADS_1


" Yanda tidak tau ,yanda ,bunda dan kakang sedang menunggu jawaban Syifa ...."


__ADS_2