Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
perang lempar lumpur


__ADS_3

hari ini aku double up ya


happy reading all 😍


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


.


.


"nah ayo kerjain deh sama antum pada ....!!" ucap ustadz Hafidz dengan logat betawi beliau memanglah dari Jakarta....


"tapi tadz,,,,bebek???? ..." tunjuk Syifa pada bebek bebek yg tengah berlarian ditengah sawah yg memang sudah selesai panen...


"sudah.... ana sudah bicara sama mang koko ,silahkan antum bertiga bantu ,atur atur gimana baiknya yg jelas jangan sampai ada yg kabur...fahimtum??? assalamualaikum..." pamit ustadz Hafidz


"mangga neng ,ini bebeknya ada 40 ekor ..itu kandangnya ada disebelah sana .... dikantunkeun ku mamang, assalamualaikum (mamang tinggal )..." pamit mang Koko


"mang tapi...!!!!" pekik Syifa


sepeninggal mang Koko ketiga gadis ini hanya memandang ke arah bebek bebek itu sambil mengerucutkan bibirnya ,


"jam jam segini tuh enaknya ngaso sambil nyemil..." ucap syifa


"yang ikhlas ,fa yg ikhlas...." jawab Rai


"hamba ikhlas ya Allah tapi...." Vani tersenyum kecut


" kalo ikhlas tuh ga ada tapinya , Van...." senyum Rai


"oke gini ....aku sama Vani yg menggiring bebek bebek itu nah Rai bukain deh kandangnya trus itung jumlah bebek yg masuk ...." ucap Syifa


di okehkan oleh Rai dan Vani


Syifa mencari ranting kayu yg panjang lalu mulai menggiring menakut nakuti si bebek mengarah ke kandang , namun perkiraan mereka salah,, menggiring bebek bukan perkara yg mudah bukannya menurut namun para bebek malah berlarian tak jelas arah membuat kawanan bebek itu terpisah pisah


"arrggghhhhh huu huu huu... ya salammmm...." pekik Vani frustasi , Rai tertawa lepas dan sangat puas sampai ia memegangi perutnya menyaksikan kedua sahabatnya kesal karena kawanan bebek ,kedua gadis itu sudah banjir peluh.


"ahhhh God....." umpat Syifa sambil melempar si ranting kayu.


keadaan sawah yg becek membuat Syifa dan Vani kesusahan untuk melangkah hingga


" cruuubbb..."


"arrggghhhhh....huuu....huu..huuu....mamah... "pekik Syifa


tawa Rai semakin kencang begitupun Vani

__ADS_1


"hahahaha..."


Β 


" Rai mana zi kata umi Nurul dihukum ustadz Hafidz,kata ustadz Hafidz di sawah...." ucap kakang sya pada uzi dan Haikal sambil celingukan mencari keberadaan Rai,kebetulan sepulang dari hotel and resto kakang dan uzi ke kamar Haikal dan untuk mengajak mencari Rai yg diamanatkan oleh sang ibu


hingga mereka mendengar suara tawa seorang akhwat yg mereka kenal.


"tunggu kang ,itu suara Rai kan???" mereka menajamkan pendengarannya dan mencari sumber suara


benar saja Rai tengah tertawa terbahak-bahak melihat tingkah kedua temannya yg sudah berubah menjadi manusia lumpur dan berteriak teriak mengumpat


"Van...itu kesana Van aku kesini ....." ucap Syifa.


"oke ...pfftt...." ucap Vani sambil menyembur nyemburkan lidah karena lumpur terkena bibirnya


"heyy...heyyy kerja yg bener antuma ini tuh bebeknya masih kurang 10 nih...." ucap Rai menghitung jumlah bebek


"lah kamu enak cuman tinggal ngomandoin ,kita berdua nih udah ampir pingsan .. "gerutu Syifa


"iya ....cape....ga kuat...." rengek Vani


ternyata dari sebuah sudut ketiga cowo ini asyik menonton dan tertawa


"ya Allah... mereka asyik disini rupanya..."


Β 


"suutt Van...tidak adil kita berdua sudah seperti kuda nil mandi lumpur nah doi enak enakan ngetawain ..."


"huum ....."mereka saling melempar pandang menyeringai dan tertawa devil bersama


"adududuhhhh Rai tolongin ana..." ucap Vani sambil mengedip ngedipkan matanya


"mata ana kemasukan lumpur deh kayanya... "bohong Vani "tolongin dong tangan ana dan syifa kotor nih..." Rai mulai masuk ke jebakan Vani dan Syifa


"iya sebentar....ana bantu..." Rai mendekat sambil membawa air


uzi maju hendak mendekat namun ditahan kakang sya " anta mau kemana,zi...biarkan saja kita lihat apa yg terjadi ..." seakan sudah tau apa yg akan terjadi kakang menyeringai


"iya ,zi lagipula anta mau apa pakaian kemeja anta kotor lumpur ..." ucap Haikal melihat pakaian kakang dan uzi yg belum diganti


uzi mengangguk " iya ana lupa ....."


Rai mendekat dan menyimpan tongkatnya kebetulan gip nya sudah dilepas keadaan kakinya pun sudah baikan ,,,"sini...sini....biar ana basuh "


"ceplak....." wajah putih nan mulus Rai di lumuri lumpur oleh kedua temannya ini berikut merangkul Rai otomatis baju dan jilbab Rai pun dipenuhi noda lumpur


"aaaaaa...!!!! Vani...... Syifa......!!!"


"kaburrrr.......!!!!" pekik mereka


"sini antuma....ana balas " Rai mengambil lumpur di depannya dan melempar Syifa dan Vani


" ceplakkk...!!!"


"ceplakkk......!!!"


akhirnya mereka bertiga jadi bermain perang lumpur hingga mereka sudah tak berupa lagi , ketiganya celingukan setelah dirasa tak ada yg melihat mereka membuka jilbabnya masing-masing dan tertawa bersama, tepatnya saling menertawakan


"hahahha muka anti seperti monster lumpur..." ucap Rai pada Syifa

__ADS_1


"Vani juga udah kaya pisang coklat....hahaha" ucap Syifa


"anti juga sudah seperti kuda Nil ....." ucap Vani pada Rai


"cuihhh...fuhh.. lumpurnya masuk mulut..." Syifa menyembur nyembur ....


"liat kelakuan ukhti bertiga ....itu tuh kelakuan calon harim anta, kal....." jawab kakang


"sama ....calon istri mu juga sya.. " kekeh Haikal


sedangkan uzi hanya diam , mereka tak tau saja kalau uzi sudah mengungkapkan perasaan nya pada Vani


"eh..eh...eh....bebeknya tuh...tangkap fa.... " pekik Rai


setelah bersusah payah akhirnya mereka berhasil memasukan semua bebek ke dalam kandangnya


"hahhh Alhamdulillah..... selesai juga...." ucap Rai, Vani dan.syifa yg sudah terkulai lemas


" ana cape fa...." ucap Vani


"sama...." ketiga gadis ini saling merebahkan punggung di punggung lainnya


"pulang yu ntr keburu kering lumpurnya...." ucap Syifa


"tapi malu fa..... ucap Vani


" begini saja kita bersih bersih dulu di jam*** sebelah situ , jadi tidak terlalu kotor..." ucap Rai menujuk salah satu jam***


mereka mengiyakan lalu mengambil sepatu masing masing Syifa dan Vani juga membantu Rai berjalan dan saling merangkul


"ini kita ga berjilbab loh...apa ga ada akhi yg lihat ???" tanya Vani


"tak tau mudah mudahan tidak ......" ucap Rai


mereka saling menggosok baju dan permukaan wajah tangan dan kaki setelah dirasa lumpur yg menempel bersih mereka keluar dengan keadaan basah kuyup tentu saja baju kurung mereka mencetak jelas pakaian dalam...


" liat si itik buruk rupa berubah jadi bidadari ....." kekeh kakang,namun saat mulai melihat bagian pakaian


"astagfirullah. ...." ketiga ikhwan ini langsung membalikan badan


"gawat kang kalo sampai mereka kembali dengan pakaian basah itu bisa bisa semua ikhwan melihat mereka " tunjuk uzi pada sekumpulan santriwan yg sedang bermain bola


"haaa begini saja ana akan memanggil Rai atau Syifa dan memberikan jas ana dan anta zi pada ukhti ,nah Rai pakai koko rangkapan anta kal...." Usul kakang


"oke sya lebih baik seperti itu..." Haikal setuju dan melepas Koko nya kini menyisakan t-shirt hitam , begitupun kakang sya dan uzi


"Rai.... Syifa...."pekik kang sya ia menunduk mengalihkan pandangannya ke arah lain


"kakang..." ucap Rai sontak mereka terkejut apalagi melihat pakaiannya yg basah mencetak jelas lekuk tubuh mereka ,mereka masuk kembali ke jam***


"kang anta mengintip ya....dari kapan anta melihat kami...." ucap Rai panik


" dari tadi ...ya sudah nih pakai jas kakang dan uzi juga Koko Haikal...." kakang menyodorkan pakaian itu di sela sela pintu yg terbuka


"Syukron....ya sudah anta sana pergi ...." usit Rai


"iya. ....cepat bunda mencari anti...." jawab kang sya ia pun melangkah pergi


"waduh ada uzi dan Haikal juga... berarti mereka dari tadi liatin kita dong..." ucap syifa memakai jas kang sya mendapat anggukan dari Rai


"ihhh Vani maluu. ...." sambil menutup mata dengan kedua tangan yg terbalut jas uzi yg kebesaran di tubuh Vani

__ADS_1


mereka keluar, Syifa dan Vani masuk ke kamar mereka sedangkan Rai pulang ke rumah


__ADS_2