BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR100


__ADS_3

"Dimana kamu sekarang Sayid?!"


Bang Sayid yang termenung sedikit terperanjat mendengar hardikan Wicaksono.


"Kalau sampai terjadi sesuatu kepada putriku Nayla, jangan harap besok kamu bisa lihat matahari lagi."


"Sayangnya, Nayla putri kesayanganmu telah hangus terbakar, jangan salahkan aku, karena itu semua buah dari perbuatanmu."


"Aku sudah katakan dari tadi! bukan aku yang membuat keluargamu terbakar! dari mana kamu bisa menyimpulkan itu semua perbuatanku hah!"


"Syal yang bertuliskan namamu, yang sering kamu pakai ada di tempat kejadian, apa kamu masih mau menyangkal?"


"Syal itu hilang sudah dua hari yang lalu, kalaupun iya aku berniat membunuh keluargamu, buat apa aku harus turun tangan langsung! masih banyak orang yang bersedia melakukan apa saja untukku! kamu salah besar Sayid, sudah berani mengusik Wicaksono!"


Meskipun sedikit membenarkan perkataan Wicaksono, tapi Bang Sayid kembali meyakini kalau itu hanya penyangkalan dari mertuanya saja.


"Apa yang ada di depan mataku lebih aku percaya ketimbang mulut berbisamu! jadi jangan pernah mengancamku lagi, terima saja buah dari kejahatanmu selama ini!"


"Tut!"

__ADS_1


Bang Sayid memutuskan panggilan, Wicaksono yang menerima perlakuan itu semakin murka.


"Mul, segera cari tau seluruh informasi yang menyangkut si Sayid, jangan terlewat satupun. Kirim orang untuk melacak keberadaanya, bawa dia dalam keadaan hidup.!"


Wicaksono berteriak memerintahkan Mulyadi si sopir pribadi yang selalu setia menemani dan menjalankan segala perintah Wicaksono tanpa banyak bertanya dan berkata-kata.


Mulyadi yang sejak tadi berdiri seolah menunggu intruksi, langsung pergi tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"Jangan harap kamu bisa lolos Sayid! aku akan mengejarmu sampai kamu tidak tau lagi harus lari ke mana. Akan Daddy balas kematianmu Nayla sayang! maafkan Daddy yang tidak bisa menyelamatkanmu dan menjagamu dari si brengsek Sayid."


Wicaksono segera mencari informasi tentang kebakaran yang terjadi di sekitaran kota Y, ada tiga tempat yang mengalami kebakaran, dan salah satunya sama persis seperti video yang di kirim Sayid, setelah mengecek alamat kebakaran itu, setengah berlari Wicaksono menuju mobilnya yang terparkir di garasi, dan menuju lokasi yang jaraknya lumayan jauh.


Setahun sampai di tempat kejadian, Wicaksono kembali berlari ke tempat dimana petunjuk arah menandainya dengan warna merah. Dan benar saja, setelah sampai di titik merah, dia melihat begitu banyak orang dan ada beberapa polisi sedang berkerumun. Dengan tidak memperdulikan kerumunan itu, Wicaksono terus berlari menghantam beberapa orang yang menghalanginya.


Dengan kasar Wicaksono mencengkeram baju salah satu lelaki yang ada di sebelahnya.


"Katakan ada apa?!"


Dengan kasar dia menghardik orang itu.

__ADS_1


"A ada kebakaran yang menewaskan satu orang."


Dengan terbata lelaki yang di cengkraman Wicaksono menjawab.


"Siapa? mana korbanya hah?!"


Tanpa menjawab lelaki itu menunjuk ke arah kantong mayat yang terlihat tidak ada isinya.


Wicaksono melirik kantung mayat itu, cengkraman tanganya lepas perlahan, dan orang yang mendapat perlakuan kasar Wicaksono segera berlari meninggalkan tempat itu.


"Buka!"


Wicaksono menunjuk kantong mayat, dan menatap penuh amarah salah satu polisi.


Semua orang terkesima melihat kedatangan Wicaksono, karena mereka tidak pernah mengira akan bertemu orang nomor satu di kota itu yang sedang mencalonkan presiden berada di tempat kumuh dan terlihat penuh amarah.


"Maaf Pak, tapi kondisi korban 90% hangus terbakar,"


"Buka! kalau kalian gak mau dipecat, buka sekarang!"

__ADS_1


"Baik Pak,"


Polisi yang menerima hardikan Wicaksono segera membuka kantung mayat yang sedang menjadi pusat perhatian semua orang.


__ADS_2