BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR28


__ADS_3

"Jangan-jangan apa Bu?"


Sri melepaskan pelukanya.


"Kamu yakin orang tuamu bilang seperti itu?"


Bu Titi memastikan.


"Iya,"


"Ini hanya prasangka ibu saja, semoga tidak ada apa-apa. Ya sudah kamu makan dulu baru habis itu istirahat lagi."


"Maksud ibu apa?"


"Kamu harus kuat dan ingat pesan kedua orang tuamu, ibu rasa itu pertanda kalau mereka juga sudah meninggal seperti anakmu Sri,"


Suara Bu Titi lirih seolah menjaga perasaan Sri.


Sri kembali menangis seperti anak kecil yang kehilangan mainan, tanganya memukul-mukul dada.

__ADS_1


"Sabar Nduk, kamu ingat pesan orang tuamu dan anakmu, mereka akan sedih kalau lihat kamu seperti ini."


Bu Titi berusaha menghentikan Sri.


Tiba-tiba Sri langsung terdiam, sorot matanya penuh kebencian.


"Ini semua karna Bang Sayid, aku jadi anak durhaka yang mengecewakan mereka dan pergi meninggalkan kedua orang tuaku untuk lebih memilih laki-laki berengsek seperti dia. Kalau saja dia tidak mengirimku ke sini pasti Rizki juga masih hidup, pokonya aku harus membalas semua perlakuan Bang Sayid. Matipun aku rela asal bisa membuat dia sengsara seumur hidupnya dan tak akan aku biarkan mati dengan mudah. Aku harus sehat dan secepatnya pulang ke Indonesia"


"Sri sadar? kamu kenapa?"


Tubuhnya digoncang Bu Titi.


Sri yang sejak tadi termenung memberikan jawaban sambil tersenyum.


"Ibu ambilkan dulu ya, ingat jangan berbuat hal bodoh lagi. Ini semua belum pasti, jadi kamu hubungi keluargamu di Indonesia dan tanyakan kabar orang tuamu, biar semuanya jelas." Dengan tergesa Bu Titi keluar kamar.


"Iya Bu."


Sepeninggal Bu Titi, Sri hendak mengambil gawainya yang ada di atas meja rias, dengan susah payah dia berusaha menggeser tubuhnya yang lemah seolah tidak bertulang. Setelah berjuang lumayan lama, dan gawai sudah di genggaman dia segera mencoba membuka kembali akun F@ceb##k, yang sejak menikah dengan Bang Sayid tidak pernah di buka. Niatnya hanya ingin mencari informasi tentang kedua orang tuanya.

__ADS_1


Baru saja diaktifkan banyak notifikasi masuk, ada pesan dan panggilan begitu banyak dari Bang Sayid, ya hanya ada satu kontak yang ada di hand phone Sri.


Tanpa membuka pesan itu, Sri langsung menghapusnya dan memblokir nomor Bang Sayid.


Tekadnya sudah bulat untuk membalas dendam kepada suaminya itu, rasa sayang dan cinta yang dulu begitu besar berubah menjadi benci yang jauh lebih besar.


Dia lanjut memasukan e_mail dan password di akun sosial medianya, dan setelah menunggu lumayan lama akun itu bisa dibuka. Banyak notifikasi dan pesan masuk bahkan sampai ribuan, dia baca satu persatu pesan dimedsosnya. Kebanyakan teman dekatnya yang mengirim pesan, dan semuanya perempuan. Karena Sri hanya memiliki segelintir teman laki-laki, meskipun banyak yang menginginkan Sri jadi kekasihnya tapi tidak ada satupun yang berani mendekati apalagi sampai menyatakan cinta. Hanya Bang Sayid yang berani.


Dia teringat teman sejak kecil Mala yang rumahnya bersebelahan, Sri membuka profil Mala dan membaca setiap postingannya, dia brharap bisa mendapatkan informasi tentang orang tua dan kampung halamannya.


Postingan terakhirnya hanya foto-foto dia dan keluarga kecilnya, ternyata Mala sudah menikah dengan pengusaha kaya dan memiliki dua orang anak kembar perempuan semua.


Wajahnya semakin cantik dan tubuhnya masih seramping dulu.


Tangan Sri terus mensekrol menjelajahi medsos Mala, dan tiba-tiba pencarianya terhenti di postingan sebulan lalu temanya itu.


[Turut berduka cita kepada Bapak Haji dan Ibu Hajah Umar yang telah pergi untuk selamanya, semoga Khusnul khotimah dan dilapangkan kuburnya. Buat si peramppk dan pembunuh yang telah membuat Beliau meninggal semoga mendapatkan balasan yang setimpal.


Pulang Sri, kamu dimana? ]

__ADS_1


__ADS_2