BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR111


__ADS_3

"Aku tidak salah lihat, apa yang dia lakukan di sini? arahnya bukan ke kuburan Rizki, lantas dia mau berkunjung ke makam siapa?.


Meskipun banyak pertanyaan yang membuat dirinya penasaran dengan kehadiran Bang Sayid, tetapi rasa itu dia tepis karena takut ketauan orang yang masih berstatus suaminya itu.


Dengan tergesa Sri meninggalkan area pemakaman, tapi baru saja beberapa langkah, orang yang sangat dia benci memanggil namanya, langkah kakinya semakin dipercepat, meskipun sedikit kaget karena Bang sayid mampu mengenali dirinya meskipun telah bertransformasi menjadi wanita modis dan stylish.


Bang Sayid merasa yakin kalau perempuan yang mencoba menghindarinya adalah Sri, istri yang selama ini menghilang tanpa kabar dan sudah dia anggap mati. Dengan berlari Bang Sayid mencoba mengejarnya, dan berhasil.


Tanganya mencengkram kuat bahu si perempuan yang menunduk mencoba menghindar dari tatapan tajam Bang Sayid.


"Apa yang anda lakukan, lepas! jangan macam-macam."


"Liat aku! kamu Sri kan?"


Bang Sayid tidak menghiraukan perkataan perempuan yang ada di hadapanya, tanganya kirinya makin kuat mencengkeram bahu kanan dan tangan kananya mencoba membuka kaca mata yang dipakai Sri.

__ADS_1


Dengan sekuat tenaga Sri mencoba melepaskan diri.


Tapi sayang, meskipun sudah sekuat tenaga melepaskan cengkraman tangan Bang Sayid tapi usahanya sia-sia, justru tubuhnya malah dipepet ke arah mobilnya, dan terhenti saat tubuhnya tersadnar di pintu samping bagian kiri.


"Jangan kurang ajar, saya tidak mengenal anda!"


"Bohong! ini aku Sayid suamimu."


Meskipun merasa tertekan dan takut dengan perlakuan Bang Sayid, tapi Sri masih mencoba mengendalikan perasaanya dan menyangkal semua ucapan Bang Sayid.


Bang Sayid sedikit tertegun mendengar sanggahan Sri, tetapi entah kenapa hatinya yakin kalau perempuan yang masih dalam kungkunganya itu istri keduanya.


"Lihat aku! kalau benar kamu bukan Sri, lepas kacamatamu dan tatap mataku."


"Haha, lucu sekali. Apa yang sedang anda lakukan ini sudah termasuk tindakan kriminal, jadi jangan salahkan saya kalau anda akan masuk penjara atas perlakuan yang tidak menyenangkan ini."

__ADS_1


Sri mencoba menggertak Bang Sayid sambil terus mencoba melepaskan diri.


Melihat hal seperti itu, bukanya takut justru Bang Sayid semakin yakin kalau dugaannya benar.


"Jangan takut, aku pastikan tidak akan menyakitimu, justru aku bersyukur kamu bisa kembali ke pelukanku, karena selama ini aku selalu memikirkanmu."


Mencoba memeluk Sri tapi sayang, belum terlaksana pipinya telah kena tampar.


"Anda sudah kelewat batas, sudah berulang kali saya katakan kalau dugaan anda itu salah!"


Dengan kasar Sri memberontak dan akhirnya bisa terlepas dari cengkraman Bang Sayid yang sedikit mengundur karena merasa kaget mendapat tamparan yang sangat keras dari Sri.


"Kalau kamu bukan Sri, kenapa bisa berdiri di makam anakku Rizki!"


Sri terdiam, dia tidak bisa mengelak lagi. Di tambah dadanya bergetar saat Bang Sayid menyebut Rizki anaknya, karena yang dia tau kelahiran Rizki tidak pernah diharapkan Bang Sayid.

__ADS_1


Melihat perempuan yang ada di hadapannya terpaku, kembali kecurigaan Bang Sayid semakin kuat, secepat kilat tanganya menanggalkan kaca mata yang dikenakan Sri, setelah terlepas tidak ada lagi keraguan di hatinya, karena dia mampu mengenali sorot mata sendu dan sebuah tahi lalat di ujung mata kirinya, menandakan kalau kecurigaan dirinya sejak tadi benar adanya.


__ADS_2